
Keesokan hari nya nenek Olivia di makam kan di dekat makam ibu nya Olivia yang kebetulan berdekatan juga dengan makam kakek nya,agar tidak terpisah jadi mereka memakam kan nenek Olivia di dekat makam ibu nya.
Olivia masing menangis tanpa suara hanya air mata nya yang mengalir menatap kosong pemakaman sang nenek yang masih basah,sesekali ia menatap makam ibu nya yang tepat berada di samping makam nenek nya.
Olivia orang yang paling terpukul kepergian nenek nya karna ia sudah hidup berdua dengan sang nenek mulai dari kecil hingga beberapa hari yang lalu ia menikah.
"Nak kita pulang sekarang yah ini sudah semakin sore"ucap bibi Olivia.
"Oliv di sini saja bi kalau kita pergi siapa yang akan menjaga nenek"ucap Olivia.
"Nenek tidak sendirian di sini ada mama dan kakek kamu yang menjaga nenek,kita pulang yah nanti mereka akan sedih melihat mu seperti ini terus"ucap bibi Olivia.
"Kenapa nenek meninggalkan Oliv juga bi"ucap Olivia.
"Karna Allah lebih menyayangi nenek maka nya nenek meninggalkan kita"ucap bibi Olivia.
Olivia berdiri dari duduk nya di bantu oleh Al yang sedari tadi di samping Olivia,mereka memapah Olivia yang seperti nya sangat lemas karna dari semalam tidak makan sama sekali sampai sore ini,mereka hanya memberi nya minum itu pun saat ia sadar dari pingsan karna beberapa kali Olivia pingsan.
Al menduduk kan Olivia di mobil begitu juga dengan yang lain nya masuk ke dalam, Al melajukan mobil nya menuju kediaman nenek Olivia yang mungkin beberapa hari ini mereka akan tinggal di sana menemani Olivia.
Sampai di kediaman nenek Olivia satu persatu mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam,Olivia tidak pergi ke kamar nya melainkan ke kamar sang nenek,ia merebahkan tubuh nya di atas ranjang sambil memeluk guling sang nenek,tak lama ia pun tertidur karna dari semalam ia tak ada tidur sama sekali hanya menangis dan menangis saja.
"Mama dan papa balik saja ke rumah kalian belum ada istirahat juga biar Al yang mengurus nya di sini"ucap Al kasihan juga menatap kedua orang tua nya.
"Iya Al,mama dan papa balik dulu kalau butuh sesuatu hubungi saja ke rumah,besok pagi mama akan ke sini lagi"ucap mama Al.
"Iya ma hati-hati"ucap Al di angguki kedua orang tua nya.
Kedua orang tua Al berpamitan pada sanak saudara Olivia yang duduk di ruang keluarga sebelum pergi pulang.
__ADS_1
Al sendiri masuk ke dalam kamar di mana Olivia berada,lebih dulu ia membersihkan tubuh nya di kamar mandi,setelah selesai ia memakai baju nya dan mendekati Olivia yang tertidur di atas ranjang.
Mungkin karna lelah juga Al merebahkan tubuh nya di samping Olivia dan ikut tidur,setelah beberapa hari menikah baru pertama kali nya mereka berdua satu ranjang.
Tengah malam Olivia terbangun dari tidur nya merasa seseorang memeluk nya ia membuka mata nya lebar-lebar siapa yang memeluk nya tersebut,mata nya terbelalak kaget melihat Al memeluk nya erat untung ia tak berteriak kalau iya yang lain pasti akan masuk ke dalam.
"Kenapa juga ini orang tidur di sini pakai peluk-peluk segala lagi"gerutu Olivia menyingkirkan tangan Al yang berada di perut nya.
"Mau kemana"tanya Al saat merasa tangan nya di sentuh.
"Makan aku lapar"ucap Olivia membuat Al tersenyum tipis.
"Kenapa kau tidur di sini"tanya Olivia berdiri dari ranjang.
"Lalu aku harus di mana jika aku tidur di kamar lain yang ada mereka akan bertanya kenapa kita pisah kamar sementara di sini tidak sofa juga jadi aku tidur di samping mu saja tidak mungkin aku tidur di lantai"ucap Al membuat Olivia terdiam karna benar yang lelaki itu katakan.
"Kau sudah makan"tanya Olivia bagaimana pun sekarang ia adalah istri nya Al.
"Aku akan ke dapur sebentar memasak untuk kita"ucap Olivia berjalan keluar dari dalam kamar menuju dapur.
"Yang lain ke mana"ucap Al tak melihat siapa pun di sana lagi.
"Mana aku tahu mungkin mereka ada di kamar tamu istirahat"ucap Olivia karna memang ada beberapa kamar tamu di rumag nenek nya,rumah nenek nya memang sederhana namun luas dan nyaman.
"Kau bisa memasak"tanya Al.
"Tidak terlalu pandai juga sih"ucap Olivia singkat mengeluarkan bahan-bahan yang ingin ia masak.
Al mengangguk dan duduk di meja makan melihat Olivia yang memasak karna letak dapur dan meja makan memang satu jadi ia dapat melihat Olivia yang memasak dengan cekatakan di sana.
__ADS_1
"Non Oliv"ucap bik Inah terbangun dari tidur nya karna mendengar suara ribut dari dapur.
"Iya bik"ucap Olivia menatap bik Inah sebentar.
"Biar bibik saja yang lanjut kan non"ucap bik Inah.
"Oliv saja bik ini sudah mau selesai, bibik kembali istirahat saja lagi"ucap Olivia.
"Iya non"ucap bik Inah kembali ke kamar nya untuk istirahat lagi seperti ucapan Olivia.
Selesai memasak Oliv menghidangkan ny di atas meja,ia mengambil piring untuk mereka berdua tak lupa ia mengisi piring Al dengan nasi serta lauk pauk nya dan memberikan nya pada Al.
"Terimakasih"ucap Al di angguki Olivia.
Kedua nya makan dengan lahap apalagi Olivia yang perut nya terasa perih karna ia mempunyai maag dari semalam tidak makan membuat perut nya sakit.
Selesai makan Olivia meminum obat nya dan bergegas kembali ke kamar bersama Al yang ikut dari belakang nya. Olivia berjalan mengambil baju nya di lemari membuat kening Al mengerut bingung menatap wanita tersebut.
"Kau ingin mandi tengah malam begini"tanya Al.
"Hmm tubuh ku terasa lengket belum lagi baju yang aku gunakan tidak nyaman di pakai"ucap Olivia.
"Besok pagi saja mandi nya ini sudah tengah malam tidak baik mandi malam seperti ini"ucap Al.
"Ya ya ya"ucap Olivia masuk ke dalam kamar mandi bukan nya mendengar ucapan Al ia malah mandi di dalam menunggu besok pagi yang ada ia tidak akan tidur semalaman.
Tiga puluh menit kemudian Olivia keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah segar dan pakaian lengkap.
"Kenapa menatap ku seperti itu"ucap Olivia ketus karna Al menatap nya tajam.
__ADS_1
"Kau ini keras kepala sekali sih aku sudah katakan jangan mandi kau malah mandi tengah malam begini"ucap Al kesal menatap wanita yang sama sekali tak mendengarkan ucapan nya,ia mengatakan seperti itu karna tak ingin Olivia sakit karna mandi tengah malam begini.