Istri Tak Di Anggap Tuan Muda

Istri Tak Di Anggap Tuan Muda
Episode 35


__ADS_3

Kedua nya kini berada di dalam mobil Al yang awal nya Olivia tak ingin bersama Al karna berbeda arah namun karna bagi seoarang Al perkataan nya tak bisa di bantah jadi lah sekarang Al menganyarkan Olivia ke perusahaan nya.


"Nanti aku akan menjemput mu lagi"ucap Al melirik Olivia di samping nya.


"Apa kau gak lelah harus bolak balik"tanya Olivia.


"Gak lah"ucap Al santai.


"Terserah kau saja"ucap Olivia yang tak ingin berdebat dengan Al.


"Ahh satu lagi kau sudah tau bukan jika perusahaan keluarga Permana sedang dalam masalah yang mungkin sekarang di ambang kebangkutan"ucap Al.


"Aku sudah tahu"ucap Olivia yang memang Clara memberi nya kabar tadi pagi.


"Mungkin saat ini mereka sedang ada di perusahaan mu"ucap Al membuat Olivia terdiam mendengar nya.


"Aku mencabut saham yang ada di perusahaan itu juga memutuskan kerjasama antar perusahaan kami maka dari itu ia pasti akan menemui mu karna hanya perusahaan mu dan perusahaan ku yang bisa membantu nya"ucap Al lagi.


"Aku akan mengatasi nya nanti"ucap Olivia.


"Jika butuh bantuan hubungi aku saja"ucap Al di angguki Olivia.


Sampai nya mereka di perusahaan Olivia keluar dari mobil Al setelah berpamitan pada lelaki tersebut,ia masuk ke dalam perusahaan sudah di tunggu Clara di depan pintu.


"Nona"ucap Clara.


"Kita masuk dulu"ucap Olivia berjalan menuju ruangan nya di ikuti Clara dari belakang,Semua karyawan yang bekerja di perusahaan menunduk hormat pada pemilik perusahaan tersebut.


"Kalian bekerja saja seperti biasa dan tidak perlu menyambut ku seperti ini"ucap Olivia.

__ADS_1


"Baik nona"ucap mereka serempak di angguki Olivia kembali meneruskan langkah nya yang sempat berhenti.


"Nona ada tuan Permana menunggu kedatangan nona"ucap Clara.


"Untuk apa dia ke sini"tanya Olivia masuk ke dalam lift bersama Clara.


"Saya juga tidak tahu nona mungkin membicarakan tentang saham yang nona tarik dari perusahaan mereka dan juga kerja sama yang kita putuskan semalam"ucap Clara.


ting


Olivia dan Clara sampai di gedung tertinggi perusahaan tersebut dan melangkah menuju ruangan mereka yang bersebelahan namun langkah kedua nya terhenti karna tuan Permana berdiri tak jauh dari mereka.


"Masuk lah ke ruangan mu biar aku yang mengurus nya"ucap Olivia pada Clara.


"Baik nona"ucap Clara masuk ke dalam ruangan nya dan Olivia melangkah ke ruangan nya juga di ikuti tuan Permana dari belakang nya.


Kini kedua nya duduk di sofa saling diam tak ada pembicaraan di antara kedua nya hingga Olivia mengangkat kepala nya menatap pria yang dulu ia banggakan tersebut kini menjadi pria yang ia benci.


"Olivia"ucap tuan Permana menatap sendu ke arah Olivia.


"Jika kedatangan anda ke sini hanya mengatakan perihal saham yang saya tarik dan kerja sama yang saya putuskan tidak ada guna nya karna sampai kapan pun saya tidak akan pernah berubah pikirkan,anda pasti sudah melihat bukan apa yang istri dan putri anda katakan pada saya jadi tak ada alasan bagi saya untuk merubah keputusan yang telah saya buat"ucap Olivia.


"Papa kesi..."ucapan tuan Permana di potong oleh Olivia sebelum ia menyelesaikan ucapan nya.


"Mohon maaf tuan saya harap anda jangan mengatakan hal seperti itu pada saya karna bagi saya dari dulu sampai sekarang saya tak pernah lagi mempunyai seorang ayah setelah ibu saya meninggal"ucap Olivia dingin,ia benci mendengar lelaki di depan nya menyebut diri nya papa terhadap nya.


"Oliv"ucap tuan Permana pelan.


"Jika tak ada yang ingin ada bicarakan lagi silahkan keluar dari ruangan saya ini dan kedepan nya jangan pernah datang ke sini lagi satu lagi seandai nya saya dan anda perpasasan dimana pun anggap saja kita tak pernah saling mengenal satu sama lain"ucap Olivia berdiri dari duduk nya.

__ADS_1


"Bagaimana pun papa tetap lah ayah mu Viola,papa minta maaf atas kesalahan yang telah papa lakukan"ucap tuan Permana membuat langkah Olivia terhenti.


"Anda mudah sekali mengatakan itu tuan walaupun kenyataan nya memang benar yang anda katakan namun bagi saya seorang papa yang anda sebut itu telah mati"ucap Olivia membuat tubuh tuan Permana kaku.


"Silahkan keluar dari sini"ucap Olivia lagi sambil tangan nya mengepal kuat.


"Maafkan papa"ucap tuan Permana pelan tak berani menatap ke arah Olivia,ia sadar kesalahan nya terhadap Olivia.


"Saya bilang keluar"ucap Olivia.


"Tak bisa kah kau memberikan kesempatan pada papa untuk menebus semua kesalahan yang telah papa lakukan"ucap tuan Permana tanpa mendengar ucapan Olivia yang mengusir nya.


"Sekali lagi anda bicara saya pastikan keluarga anda benar-benar berada di jalanan"ucap Olivia mengepalkan tangan nya kuat.


"Kau juga keluarga papa Olivia putri papa darah papa mengalir di dalam tubuh mu"ucap tuan Permana membuat Olivia tertawa sumbang mendengar nya.


"Kau mengatakan aku putri mu yang benar saja tuan"ucap Olivia berbalik menatap tajam tuan Permana.


"Jika saja aku tahu kau akan menelantar kan ku setelah kepergian ibuku, aku tak ingin darah mu mengalir dalam tubuh ku ini"ucap Olivia lagi.


"Oliviaa"ucap tuan Permana sedikit meninggikan suara nya membuat raut wajah Olivia berubah dingin.


"Jangan pernah sekali pun anda meninggikan suara di hadapan ku tuan Permana,kau mengatakan jika darah mu ada di dalam tubuh ku bukan maka akan ku kembalikan darah mu itu agar hubungan mu dan aku putus,jujur saja aku tak ingin mempunyai darah dari lelaki seperti mu"ucap Olivia mengambil pisau buah tak jauh dari nya.


"Ambil darah mu ini dan segera keluar dari sini dan saya mohon jangan pernah tunjuk kan diri anda lagi di hadapan saya sampai kapan pun"ucap Olivia datar segera menyayat pergelangan tangan nya hingga darah segar mengucur dari pergelangan tangan nya.


"Olivia apa yang kau lakukan"teriak Al segera berlari menghampiri Olivia yang tangan nya terluka cukup lebar serta darah terus mengalir dari pergelangan tangan nya.


"Aku hanya ingin mengeluarkan darah lelaki itu yang ada di dalam tubuh ku agar ia puas dan mulai saat itu aku dan dia tak akan pernah lagi ada hubungan darah"ucap Olivia datar sambil menatap tangan nya yang terluka.

__ADS_1


"Kau pasti sudah gila"ucap Al merobek kemeja nya dan membalut nya di tangan Olivia yang terluka,setelah selesai ia menggendong Olivia keluar dari ruangan tersebut karna wajah Olivia terlihat sudah pucat.


__ADS_2