
Tak lama Olivia keluar dari kamar nya bersama tante nya yang juga hadir,hampir keluarga besar dari mendiang mama nya hadir di pernikahan nya sedangkan dari keluarga sang papa sama sekali tak ada yang hadir karna Olivia memang tak memberitahukan hal itu pada mereka, Menurut nya untuk apa memberitahukan mereka jika mereka saja sama sekali tak mengingat diri nya jika mereka mengingat nya pasti mereka akan datang menjenguk walaupun hanya sesekali tapi sejak ia bersama nenek nya satu orang pun keluarga papa nya tak pernah menemui nya jangan kan keluarga sang ayah,ayah nya sendiri saja tak pernah menemui nya jadi untuk apa ia harus mengatakan nya pada mereka.
Semua orang menatap Olivia tak berkedip bagaimana cantik nya Olivia dengan riasan dan memakai baju kebaya dan hijab membuat nya seperti bidadari saja bahkan Aldino sampai tak menyadari jika Olivia telah duduk si sebelah nya.
"Silahkan untuk memakai kan cincin pernikahan untuk istri anda tuan"ucap penghulu tersebut namun sama sekali Al tak mendengar nya ia masih saja menatap gadis cantik di samping nya.
"Al kau dengar apa kata penghulu bukan"ucap papa Al menepuk pundak Al pelan membuat Al sadar dari keterpukauan nya.
"Ehh apa tadi"tanya Al.
"Silahkan memakai kan cincin nya di jari manis istri anda tuan"ucap penghulu itu lagi.
"Ya"ucap Al singkat untuk menutupi rasa malu nya karna telah menatap wanita cantik di samping nya hingga membuat nya diam seperti orang bodoh.
Al segera memasangkan cincin pernikahan mereka di jari manis Olivia,setelah selesai Olivia pun memasangkan cincin satu lagi di jari Al tak lupa mencium tangan Al sebagai tanda hormat nya pada lelaki tersebut yang sekarang menjadi suami nya.
"Cium kening nya Al"bisik mama Al kesal menatap Al yang malah bengong.
"Apakah harus ma"tanya Al berbisik juga.
"Iyalah"ucap mama Al semakin kesal dengan putra nya tersebut.
Al pun mencium kening Olivia lalu menjauh kan kembali kepala nya,ia merasa gugup dan salah tingkah karna baru pertama kali mencium wanita kecuali mama dan adik nya.
Selesai melakukan ijab kabul mereka pun photo keluarga sebagai kenang-kenangan, Senyum pasangan pengantin tersebut hanya terbit sesekali saja entah apa yang terjadi hanya mereka yang tahu.
"Kenapa dengan wajah kalian berdua seperti baju yang gak di setrika aja"tanya mama Al menatap putra dan menantu nya.
"Oliv hanya sedikit lelah saja tante"ucap Olivia.
"Kok manggil nya tante sih panggil mama dong kan sekarang Olivia sudah menjadi menantu mama"ucap mama Al.
__ADS_1
"Ehh iya ma"ucap Olivia.
"Kalian lapar biar mama ambilkan makanan untuk kalian"tanya mama Al.
"Gak usah ma Olivia saja yang ambil"acap Olivia cepat.
"Ya sudah kalau begitu,ini hari bahagia kalian tersenyum lah jangan memasang wajah begitu terutama kau Al wajah mu sangat gak enak di lihat setidak nya hari ini tersenyum lah jangan buat mama ini malu"ucap mama Al.
"Iya ma"ucap Al cepat agar sang mama cepat pergi meninggalkan mereka.
"Kau ingin makan"tanya Olivia pada Al.
"Tidak"ucap Al di angguki Olivia yang segera pergi mengambil makanan untuk nya sendiri.
Setelah mengambil untuk nya ia kembali dan duduk di tempat nya,Olivia melahap makanan nya dengan nikmat karna tadi pagi ia tidak sempat makan nasi hanya roti dan susu saja membuat nya lapar karna sudah siang.
"Kak Oliv kenapa makan sendiri tidak mengajak kak Al"tanya sepupu Olivia menatap Olivia yang makan dengan lahap sedangkan suami nya sendiri tak makan.
"Kalian aneh sekali sih sudah jadi suami istri malah kalian terlihat seperti orang asing saja"ucap sepupu Olivia.
"Memang orang asing"ucap Olivia.
"Pergi sana kau masih terlalu kecil ikut campur orang dewasa"ucap Olivia pada sepupu nya yang memang tidak bisa diam tersebut.
"Kak Oliv gak asyik"ucap sepupu Olivia.
"Lebih baik kau makan sana pasti kau belum makan bukan"tanya Olivia.
"Kak Oliv tahu saja"ucap sepupu Olivia lelaki kecil yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama tersebut.
"Ya sudah sana makan"suruh Olivia.
__ADS_1
Adit sepupu Olivia itu pun pergi mengambil makanan untuk nya meninggalkan pengantin baru tersebut yang terlihat seperti bukan pengantin karna kedua nya sama-sama diam dan sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Tak lama Adit kembali datang membawa sepiring nasi lengkap dengan lauk nya dan segelas air putih,ia duduk di samping Olivia yang baru saja selesai makan.
"Kebiasaan"ucap Olivia menyentil pelan kening sepupu kecil nya tersebut.
"Hehehe kak Oliv kan sudah menikah pasti akan jarang bertemu nya"ucap Adit memberikan piring nya untuk Olivia.
"Haiss kau ini sudah besar juga"ucap Olivia namun tetap menerima piring tersebut.
"Pakai sendok saja yah tangan kakak pakai kuku begini"ucap Olivia menunjuk kan kuku palsu di tangan kanan nya.
"Rasa nya akan beda kak kalau pakai sendok"ucap Adit.
"Hanya kali ini saja Dit"ucap Olivia.
"Pakai tangan kak"rengek Adit membuat Olivia geleng kepala, Adit sudah ia anggap sebagai adik kandung nya sendiri apapun permintaan Adit pasti akan selalu ia turuti maka dari itu Adit sangat dekat dengan nya bahkan Adit masih bersikap seperti anak kecil jika sudah bertemu dengan nya.
"Baiklah"ucap Olivia melepas satu persatu kuku palsu yang di lem di kuku asli nya,setelah terlepas semua ia mencuci tangan nya dan mulai menyuapi Adit menggunakan tangan, Kebiasaan Adit jika datang berkunjung akan ia suapi dengan tangan nya sendiri.
"Kak jika nanti Adit ingin makan di suapi kakak bagaimana"tanya Adit yang makan dengan lahap nya.
"Datang saja ke toko kakak"ucap Olivia yang tangan nya sibuk menyuapi Adit.
"Lagian kau ini sudah besar masa ingin di suapi begini kau tidak malu apa"ucap Olivia lagi.
"Makan dari tangan kak Oliv sangat enak jadi untuk apa malu yang penting kenyang"ucap Adit.
"Kau ini besok jika kau punya pacar kakak akan katakan kebiasaan mu ini agar kau malu sendiri"ucap Olivia.
"Kalau begitu Adit gak akan punya pacar saja nanti langsung menikah"ucap Adit santai.
__ADS_1
"Haiss bocah ini"ucap Olivia geleng kepala mendengar ucapan sepupu kecil nya, Aldino yang sedari tadi hanya diam saja menjadi pendengar di samping Olivia yang tak menghiraukan nya sama sekali.