Istri Tak Di Anggap Tuan Muda

Istri Tak Di Anggap Tuan Muda
Bab 52


__ADS_3

Al mengendus kesal mendengar ucapan Olivia entah kenapa ia kesal dan ingin marah melihat anak-anak itu memeluk Olivia,apalagi mereka memeluk Olivia ramai-ramai membuat tubuh nya merinding geli.


"Kau juga kenapa mau di peluk mereka ramai-ramai begitu sih"ucap Al kesal membuat kening Olivia mengerut bingung mendengar nya.


"Aku sudah biasa di peluk mereka ramai-ramai begini dan aku juga sudah biasa memeluk mereka"ucap Olivia.


"Apa sudah biasa"ucap Al sedikit meninggikan suara nya membuat Olivia dan anak-anak panti terkejut.


"Anak-anak kalian masuk ke dalam lebih dulu yah sebentar lagi bunda akan menyusul "ucap Olivia lembut.


"Iya bunda"ucap mereka segera berlarian dari sana masuk ke dalam panti meninggalkan Al dan Olivia.


"Kau kenapa sih sebenar nya"ucap Olivia kesal sendiri.


"Kau yang kenapa"ucap Al kini memegang bahu Olivia dan sedikit mengguncang nya.


"Kenapa apa nya"ucap Olivia.


"Kenapa kau mau di peluk mereka bersamaan begitu"ucap Al kesal.


"Mereka hanya anak-anak jangan bersikap aneh begitu"ucap Olivia.


Kau kenapa sih tuan muda jangan membuat ku pusing dan hilangkan tingkah aneh mu itu,batin Olivia berteriak.


"Sebaik nya kita pulang saja ada mereka yang mengurus makanan dan lain nya"ucap Al.


"Aku masih ingin di sini"ucap Olivia.


"Jika kau ingin di sini jangan dekat dengan mereka dan tak boleh jauh dari ku"ucap Al.


"Iya iya"ucap Olivia dari pada pulang ke rumah,pikir Olivia.


Kini Olivia dan Al berjalan masuk ke dalam panti setelah berdebat di sambut pengurus panti kepercayaan Olivia.


"Selamat datang tuan dan nona"ucap nya ramah.


"Kenapa juga ibu menyambut kami seperti orang asing saja"ucap Olivia mengendus kesal.


"Bukan kau yang ibu sambut tapi laki-laki yang bersama itu,tumben kau membawa laki-laki bersama mu ke sini"ucap ibu panti.


"Hehehe maaf kan Oliv bu dia suami Oliv"ucap Olivia tersenyum tak enak.


"Kau sudah menikah"tanya ibu panti yang sudah menganggap Olivia anak nya juga.

__ADS_1


"Iya bu,maaf tak memberitahu ibu kami menikah juga mendadak dan hanya keluarga saja yang tahu"ucap Olivia.


"Ayo masuk ke dalam dulu tak enak bicara di pintu"ucap ibu panti.


"Kami membawa makanan dan perlengkapan untuk mereka juga bu supir sedang menurunkan nya"ucap Olivia masuk ke dalam di ikuti Al dari belakang.


"Perlengkapan apa lagi nak,,perlengkapan yang kau kirim saja belum habis"ucap ibu panti.


"Oliv juga kurang tahu bu suami Oliv yang menyiapkan nya,ibu terima saja sebagai stok anak-anak"ucap Olivia terkekeh pelan.


"Kita makan bersama saja dulu bu anak-anak juga sudah pada lapar seperti nya"ucap Olivia lagi.


"Baiklah ibu panggil yang lain dulu"ucap ibu panti.


"Iya bu"ucap Olivia.


"Kita makan di mana"tanya Al.


"Nanti kau akan tahu,kita akan makan bersama-sama"ucap Olivia membawa Al keruangan yang memang di jadikan tempat berkumpul anak-anak.


"Di sana"tanya Al di angguki Olivia.


"Jangan memasang wajah datar mu di hadapan mereka nanti nya agar mereka gak takut dengan mu,harus nya di depan anak-anak kau itu sedikit berekpresi"ucap Olivia namun Al diam saja.


"Sebentar lagi juga akan punya maka nya kita harus sering-sering berusaha dan jika dia nanti dia lahir bukan nya dia takut dia akan menempel dengan ku"ucap Al membiat Olivia merinding mendengar nya.


"Sudah lah ayo gabung bersama mereka dan ingat jangan pasang wajah menyebalkan mu itu"ucap Olivia ketus berjalan menuju anak-anak yanh menatap nya dengan senyum lebar.


"Apa semua di sini"tanya Olivia.


"Masih belum bunda"ucap salah satu yang paling besar dari mereka.


"Hmm lama sekali yah perut kalian belum demo minta di isi kan menunggu mereka"ucap Olivia terkekeh mengatakan nya membuat mereka tertawa.


"Belum bunda"ucap mereka.


"Hahaha baik lah kita tunggu mereka datang sebentar lagi akan ke sini"ucap Olivia duduk lesehan di atas karpet begitu juga dengan Al yang duduk di samping Olivia.


"Kenapa kalian pada diam-diam saja nih"tanya Olivia pada mereka karna biasa nya mereka akan bercanda dan berbicara sebelum makanan mereka datang.


"Gak ada bunda"ucap salah satu dari mereka sambil melirik Al dan kembali menunduk takut membuat Olivia menghela nafas pelan sudah tahu apa penyebab nya.


"Kau menyebalkan sekali sih"ucap Olivia kesal berbisik pada Al.

__ADS_1


"Apa lagi,,aku hanya diam saja sedari tadi"ucap Al.


"Setidak nya sapa mereka kek agar mereka gak takut"ucap Olivia.


"Haruskah begitu"tanya Al.


"Iya"ucap Olivia ketus di angguki Al.


Al bedehem sebentar dan menatap anak-anak yang berjumlah kurang lebih lima puluh di depan nya dan menghela nafas kasar.


"Hallo semua nya kenalkan nama saya Al suami dari bunda kalian Olivia"ucap Al dengan senyum tipis membuat Olivia menepuk jidat nya mendengar ucapan Al.


"Haisss memalukan"gumam Olivia pelan.


"Begini anak-anak di samping bunda ini adalah suami nya bunda yang berarti ayah kalian,mulai sekarang kalian bisa memanggil nya ayah"ucap Olivia dengan wajah ceria nya.


"Ayahh"ulang mereka di angguki Olivia.


"Hmm sekarang kalian punya ayah di samping bunda ini adalah ayah kalian juga"ucap Olivia membuat mereka tersenyum senang mendengar nya.


"Ayo sapa ayah kalian jangan malu-malu nanti gak dapat jatah makan siang"ucap Olivia terkekeh.


Kini mereka mengerumi Al membuat Olivia menahan tawa melihat wajah Al berubah panik,ia memilih menjauh dari mereka agar Al bisa dekat anak-anak tersebut.


"Kenapa keluar"tanya ibu panti pada Olivia saat ia ingin masuk.


"Ehh itu bu Oliv membiarkan mereka dekat dengan Al"ucap Olivia.


"Apa tidak masalah nak"tanya ibu panti mengenal Al dari televisi yang seorang pebisnis hebat.


"Ibu tenang saja dia baik hanya saja kaku"ucap Olivia membuat ibu panti tersenyum tipis mendengar nya.


"Apa semua sudah di turunkan"tanya Olivia pada supir yang menghampiri nya.


"Sudah nyonya"ucap supir tersebut.


"Kalian ambil lah untuk kalian juga ini sudah waktu nya makan siang sebelum kalian kembali makan dulu"ucap Olivia.


"Iya nyonya"ucap sopir tersebut mengambil satu-satu nasi kotak tersebut.


"Kami masuk dulu ke dalam atau kalian ingin ikut bergabung dengan kami"tanya Olivia.


"Ehh tidak usah nyonya kami makan di luar saja agar lebih berangin"ucap salah satu dari mereka di angguki Olivia segera masuk ke dalam bersama ibu panti membiarkan ketiga supir tersebut di teras panti yang memang sejuk dan berangin.

__ADS_1


__ADS_2