Istri Tak Di Anggap Tuan Muda

Istri Tak Di Anggap Tuan Muda
Bab 43


__ADS_3

Setelah tangan Olivia benar-benar pulih Al baru mangizinkan nya untuk kembali masuk ke kantor,liburan yang beberapa hari lalu di rencanakan juga akhir nya gagal bukan cuma karna tangan Olivia terluka tetapi Clara yang akan menikah harus cuti untuk mengurus pernikahan nya jadi lah Olivia yang mengurus sendirian perusahaan milik nya sementara waktu membuat nya sedikit repot namun ia membuat nya sadar jika selama ini Clara begitu repot sendirian mengurus perusahaan nya.


Hari ini karna tak ada jadwal penting ia berencana pergi ke perusahaan Al untuk bertemu dengan Arga membahas rumah yang akan ia beli sebagai hadiah untuk Clara.


Tut tut tut


"Hallo"ucap seseorang di seberang sana dengan suara datar nya membuat Olivia menghela nafas kasar,ia kadang bingung sendiri melihat sifat Al yang berubah-ubah terkadang banyak bicara dengan nya,kadang bersikap datar dan dingin dan menyebalkan sekaligus.


"Apakah Arga sibuk"tanya Olivia.


"Kenapa kau bertanya Arga"tanya Al ketus,bukan nya menanyakan diri nya malah menanyakan Arga membuat nya kesal saja.


"Aku ingin ke perusahaan mu bertemu Arga membicarakan rumah yang beberapa hari lalu aku tanyakan pada mu"ucap Olivia kini senyum Al terbit di bibir nya mendengar ucapan Olivia.


"Kau tidak sibuk hingga bisa datang ke sini"tanya Al.


"Kebetulan hari ini aku tak memiliki janji dengan siapa pun dan tak terlalu sibuk juga maka dari itu aku berencana datang ke sana"jelas Olivia.


"Kalau begitu datang saja Arga ada di sini"ucap Al.


"Baiklah aku akan segera berangkat ke sana"ucap Olivia.


"Hati-hati nanti telpon saja jika sudah sampai di sini"ucap Al.


"Iya,,Assalamualaikum"ucap Olivia.


"Waalaikumsalam"ucap Al dengan senyum manis di bibir nya,mendengar Olivia akan datang ke perusahaan nya seperti memberi semangat untuk nya.


Kini Olivia keluar dari ruangan nya membawa tas milik nya dan berjalan anggun masuk ke dalam lift yang akan membawa nya ke lantai bawah perusahaan.


"Siang nona"ucap resepsionis yang berada di meja kerja mereka membuat langkah Olivia terhenti.


"Siang juga"ucap Olivia tersenyum tipis.


"Oh iya jika ada yang datang ingin bertemu dengan saya katakan saja saya tidak ada di kantor dan mungkin tidak akan datang ke sini lagi"ucap Olivia lagi.


"Baik nona"ucap resepsionis tersebut.

__ADS_1


Olivia mengangguk kembali melanjutkan jalan nya menuju parkir dimana mobil nya berada dan masuk ke dalam,ia segera melajukan mobil nya menuju perusahaan Al. Dua puluh menit ia telah sampai di sana segera memarkirkan mobil nya dan mengambil ponsel nya untuk menghubungi Al.


Tut tut tut.


"Hallo"ucap Al.


"Assalamualaikum"ucap Olivia ketus membuat Al terkekeh pelan mendengar nya.


"Waalaikumsalam"ucap Al.


"Aku sudah sampai sekarang di parkir"ucap Olivia.


"Tunggu sebentar aku akan turun"ucap Al mematikan sambungan telpon nya segera beranjak dari duduk nya dan keluar dari ruangan nya untuk menjemput Olivia.


"Kau mau kemana Al"tanya Arga.


"Kebawa sebentar istri ku datang"ucap Al setengah berlari masuk ke dalam lift.


"Cih apa jatuh cinta bisa merubah sifat seseorang lihat lah sekarang tuan Aldino yang terhormat itu menjemput wanita di bawah yang dulu anti wanita sekarang akan berubah seperti prangko"gerutu Arga menatap pintu lift yang sudah tertutup rapat.


Di lantai bawah sendiri Olivia berdiri di depan pintu masuk perusahaan Al,meski pun ia bisa masuk begitu saja ke dalam namun ia merasa tak enak belum juga ia pertama kaki menginjak kan kaki nya di perusahaan tersebut.


"Aku hanya merasa gak enak lagian aku juga pertama kali datang ke sini"ucap Olivia.


"Ayo masuk kita ke ruangan ku"ucap Al menarik tangan Olivia dan menggengam nya.


"Lepas kan tangan ku tak enak jika karyawan mu melihat nya"ucap Olivia pelan.


"Ck perusahaan ini milik ku terserah aku ingin berbuat apapun mereka juga tidak akan bisa mengatakan apapun bukan dan kenapa juga kau merasa tak enak aku suami mu"ucap Al ketus.


"Bukan begitu maksut ku"ucap Olivia.


"Sudah lah"ucap Al terus menggandeng tangan Olivia tanpa peduli dengan tatapan para karyawan nya yang kebetulan ada beberapa yang lewat.


Olivia hanya menghela nafas kasar tanpa bicara lagi Al menggandeng tangan nya,ia menurut saja lagi pula cepat atau lambat semua orang juga akan tahu tentang pernikahan mereka bukan.


"Perusahaam mu besar juga"ucap Olivia menatap sekeliling perusahaan Al.

__ADS_1


"Begitulah"ucap Al cuek.


Kini kedua nya berada di dalam lift Al menatap penampilan Olivia yang terlihat begitu dewasa jika memakai pakaian formal.


"Kenapa menatap ku seperti itu"tanya Olivia dengan gugup.


"Kau jelek sekali jika mengingat rambut mu seperti itu"ucap Al menarik ikat rambut Olivia.


"Ck terserah aku lah"ucap Olivia kesal.


"Kembalikan ikat rambut ku"ucap Olivia.


Ting


Lift terbuka lebar Al melangkah lebih dulu meninggalkan Olivia yang masih kesal pada nya,ia berjalan menuju ruangan nya di ikuti Olivia yang setengah berlali mengejar langkah lebar Al.


Al kini duduk di sofa dan melihat Olivia yang masih berdiri sambil mengatur nafas nya yang terengah-engah seperti di kejar penjahat saja.


"Duduk lah kenapa kau berdiri saja"ucap Al santai.


Huhh,hanya helaan nafas Olivia yang terdengar dengan kesal ia menduduk kan diri nya di sofa dengan kasar membuat Al mengangkat bibir nya ke atas melihat kelakukan wanita di depan nya tersebut.


"Kau ingin minum dulu"tanya Al.


"Gak usah"ucap Olivia ketus.


"Kenapa kau sampai ngos-ngosan begitu apa kau berlari ke sini"tanya Al membuat Olivia mendelik mendengar nya.


"Kau pikir mengerja langkah mu itu gak lelah apa kaki mu itu panjang jadi langkah mu lebar berbeda dengan ku jadi aku harus setengah berlari mengerjar mu"ucap Olivia ketus.


"Memang siapa juga yang menyuruh mu mengerjar ku tidak ada kan"ucap Al,ingin sekali Olivia mencakar wajah tengil Al yang sedang melipat tangan nya didada sambil menatap nya.


"Lagi pula salah kan saja diri mu sendiri kenapa memiliki tubuh kecil begitu seperti anak kecil yang tubuh nya gak berkembang"ucap Al membuat mata Olivia melotot.


"Hey tuan kau mengatai ku"ucap Olivia kesal .


"Jika kau merasa begitu terserah aku hanya mengatakan apa yang kulihat sendiri"ucap Al.

__ADS_1


"Sudahlah jika menanggapi mu aku bisa gila nanti nya"ucap Olivia ketus berdiri dari duduk nya mengabil minum di dalam kulkas yang ada di ruangan Al.


__ADS_2