Istri Tak Di Anggap Tuan Muda

Istri Tak Di Anggap Tuan Muda
Bab 26


__ADS_3

Setiba nya di ruangan yang telah ia janjikan dengan Clara tubuh Olivia seketika meresot ke bawah,ia masih bisa berpura-pura kuat di depan kedua wanita tadi namun sekarang pertahanan nya runtuh juga.


"Astaga nona kenapa menangis"ucap Clara baru masuk dan melihat Olivia yang terduduk di lantai dalam keadaan menangis.


"Tidak masalah"ucap Olivia menghapus air mata nya dan mulai berdiri di bantu oleh Clara.


"Nona minum dulu agar lebih tenang"ucap Clara memberikan minum untuk Olivia.


"Terimakasih"ucap Olivia menerima tersebut dan segera meminum nya.


"Apa yang ingin kau bicarakan dengan ku Clara"tanya Olivia setelah lebih tenang.


"Begini nona setelah acara ulang tahun perusahaan saya akan segera menikah sebaik nya nona mengumumkan jika nona lah pemilik perusahaan itu"ucap Clara.


"Wahh benarkah selamat ya semoga acara nya lancar"ucap Olivia.


"Terimakasih nona"ucap Clara tersenyum tipis.


"Kau tenang saja aku sudah memikirkan nya akan mengatakan nya saat hari ulang tahun perusahaan,tapi kau tidak akan berhenti bekerja untuk perusahaan bukan"tanya Olivia.


"Jika nona mengizinkan saya masih ingin bekerja di perusahaan nona tapi saya tidak bisa bekerja seperti dulu lagi"ucap Clara di angguki mengerti oleh Olivia.


"Kau tenang saja aku mengerti dengan keadaan mu dan aku tak mempermasalahkan nya kau masih sama menjadi asisten ku,setelah aku masuk semua akan menjadi tanggung jawab ku dan kau hanya perlu membantu ku seperti biasa"ucap Olivia.


"Terimakasih nona"ucap Clara tersenyum lebar Olivia masih mempekerjakan nya karna sekarang sulit mencari pekerjaan di kota besar tersebut dan bekerja di perusahaan Olivia juga gaji nya besar karna tidak sembarangan orang masuk ke sana.


"Aku yang harus nya berterimakasih pada mu karna selama ini selalu mambantu ku dan membuat mu bekerja keras bersama ku"ucap Olivia dengan tulus.


"Semua juga saya lakukan karna kebaikan nona pada ku selama ini"ucap Clara.


"Bagaimana persiapan"tanya Olivia.


"Sudah 65 persen nona"ucap Clara.


"Ahh bukan kah kita bekerja sama dengan perusahaan Permana"tanya Olivia.


"Benar nona kita juga menanam saham di sana sebanyak 25 persen"ucap Clara membuat Olivia tersenyum puas.


"Katakan pada ku jika kau butuh sesuatu di pernikahan mu nanti akan aku bantu"ucap Olivia.

__ADS_1


"Iya nona"ucap Clara.


"Hari ini kita santai saja kau juga tidak usah balik ke perusahaan bukan kah tidak ada pertemuan sekarang dan berkas yang perlu aku periksa juga sudah kau kirim"ucap Olivia.


"Baik nona"ucap Clara senyum lebar akhir nya ia bisa santai tanpa harus mengurus kertas-kertas yang menumpuk di meja kerja nya.


"Kau sudah pesan makanan untuk kita"tanya Olivia melihat pelayan masuk ke ruangan mereka membawa makanan.


"Hehehe sudah nona"ucap Clara di angguki Olivia karna Clara sudah hafal menu kesukaan nya.


"Oh iya undangan sudah di sebar semua nya"tanya Olivia.


"Sudah nona seperti tahun sebelum nya perusahaan yang bekerja sama dengan kita semua mendapat kan nya"ucap Clara.


"Pekerjaan mu memang tak dapat di ragukan lagi Clara"ucap Olivia.


"Hehehe terimakasih nona saya hanya ingin membuat nona puas saja dengan pekerjaan saya"ucap Clara.


"Lebih baik kita makan dulu setelah ini kita pergi belanja aku akan membayar semua nya sebagai hadiah atas pekerjaan mu selama ini yang tak pernah mengecewakan ku"ucap Olivia.


"Nona serius"tanya Clara.


"Bisakah kau jangan terlalu formal bicara dengan ku jika kita berdua saja,lagian kita juga tidak sedang di perusahaan"ucap Olivia sambil menyantap makanan nya.


"Sudah kebiasaan saya nona"ucap Clara.


"Ck kau selalu mengatakan seperti itu panggil saja mbak atau kakak terserah kau saja yang penting jangan panggil nona"ucap Olivia.


"Baik mbak"ucap Clara.


"Nah begitu kan lebih baik"ucap Olivia yang memang usia nya satu tahuh tua dari pada Clara.


"Kau bawa mobil"tanya Olivia.


"Iya mbak"ucap Clara di angguki Olivia.


"Bagaimana kabar orang tua mu"tanya Olivia pada Clara.


"Mereka baik-baik saja mbak"ucap Clara.

__ADS_1


Olivia mengangguk dan menyantap makanan nya dengan tenang begitu juga dengan Clara, selesai makan kedua nya keluar dari ruangan tersebut,Olivia membayar semua makanan mereka lalu kedua nya keluar dari restoran.


"Mobil mu di mana kau taruh"tanya Olivia.


"Di samping restoran mbak"ucap Clara menunjuk mobil nya berada.


"Kalau begitu kita ke sana aku tidak bawa kendaraan tadi jadi numpang dengan mu saja"ucap Olivia santai.


"Ok mbak"ucap Clara berjalan menuju mobil nya begitu juga dengan Olivia.


Kedua nya masuk ke dalam mobil Clara lalu mobil tersebut segera melaju meninggalkan restoran menuju mall terbesar di kota tersebut.


Setiba nya di sana kedua nya turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam,Olivia mengajak Clara menuju toko tas lebih dulu meski kurang suka belanja seperti itu namun sesekali tak masalah bukan,pikir nya.


"Ambil lah yang mana kau suka"ucap Olivia.


"Mbak kita ke toko lain saja di sini harga nya sangat mahal"ucap Clara karna Olivia membawa nya ke toko tas brandet.


"Sesekali gak masalah Clara ambil lah mumpung aku baik membawa mu ke sini"ucap Olivia sambil melihat tas-tas yang berjejer rapi.


"Iya mbak"ucap Clara akhir nya mengikuti Olivia memilih tas.


Olivia mengambil dua tas yang menurut nya menarik satu untuk nya dan satu lagi akan ia berikan pada Alya.


"Sudah"tanya Olivia melihat Clara menghampiri nya dengan satu tas di tangan nya.


"Iya mbak ini"ucap Clara menunjuk kan tas yang ia pilih.


"Hanya satu saja kau ambil"tanya Olivia.


"Hehehe ini sudah cukup mbak"ucap Clara.


"Ambil lah satu lagi masih banyak yang bagus-bagus di sana"ucap Olivia.


"Satu saja mbak"ucap Clara karna ia sudah memeriksa harga tas-tas tersebut yang bahkan kan gaji nya selama beberapa bulan untuk membayar satu tas.


"Ck kau ini aku sudah bilang jangan sungkan mengambil nya aku yang akan membayar nya,hanya beberapa tas ini saja aku tidak akan kehabisan uang"ucap Olivia mengambil satu tas lagi untuk Clara.


"Ayo kita bawa ke kasir"ajak Olivia di angguki Clara berjalan dari belakang Olivia, Olivia pun memberikan tas-tas yang ia ambil untuk di bawar semua nya,ia mengeluarkan kartu tanpa batas milik nya membayar tas tersebut yang harga nya fantastis namun ia sama sekali tak masalah sesekali mengeluarkan uang sebanyak itu menurut nya tak setara dengan Clara yang membantu nya selama ini.

__ADS_1


__ADS_2