Istri Tak Di Anggap Tuan Muda

Istri Tak Di Anggap Tuan Muda
Bab 18


__ADS_3

Sampai nya di ruang tamu di sana sudah ada orang tua Al yang seperti nya akan pergi lagi di lihat dari pakaian mereka yang sudah rapi.


"Mama"ucap Olivia menyalami mertua nya.


"Bagaimana keadaan mu nak sudah lebih baik"tanya mama Al.


"Alhamdulillah sudah ma"ucap Olivia.


"Syukurlah mama senang mendengar nya"ucap mama Al.


"Mama dan papa mau pergi lagi"tanya Olivia.


"Iya nak,semua nya belum selesai jadi mama dan papa terpaksa pergi lagi"ucap mama Al di angguki Olivia.


"Berapa lama mama dan papa di sana"tanya Olivia.


"Mungkin seminggu lebih"ucap mama Al.


"Kamu tidak papa mama tinggal kan"tanya mama Al sedikit tidak enak karna menantu nya baru saja berduka harus ia tinggalkan.


"Iya ma lagian Oliv tidak sendiri juga ada Al sama Alya yang menemani Oliv"ucap Olivia.


"Kalau begitu mama dan papa pergi sekarang yah"pamit mama Al memeluk memantu nya.


"Hati-hati ma"ucap Olivia.


"Iya nak dan kau Al jaga istri dan adik mu dengan baik selama mama dan papa tidak di sini"ucap mama Al.


"Al tahu ma"ucap Al.


"Papa dan mama pergi dulu"ucap papa Al menepuk pundak putra nya dan mengelus rambut Olivia sambil tersenyum tipis.


"Kalau sudah sampai kabari Al"ucap Al di angguki kedua nya.


Setelah berpamitan pada Al dan Olivia serta keluarga Olivia yang masih berada di rumah tersebut kedua nya masuk ke dalam mobil meninggalkan kediaman nenek Olivia.


"Oliv nanti sore bibi dan yang lain nya juga akan kembali nak"ucap bibi Olivia.

__ADS_1


"Kenapa cepat sekali bi"ucap Olivia.


"Pekerjaan paman mu tidak bisa di gantikan lama di sana terpaksa bibi juga ikut kembali"ucap bibi Olivia.


"Iya bi"ucap Olivia mengangguk.


"Jangan sedih kan ada Al juga menemani mu sekarang,jika kau bosan kalian datang ke tempat bibi saja"ucap bibi Olivia.


"Kalau ada waktu Oliv pasti akan datang bi"ucap Olivia.


"Ya sudah bibi berkemas dulu nanti tinggal berangkat saja"ucap bibi Olivia.


"Iya bi"ucap Olivia.


Olivia kembali masuk ke dalam kamar nya merebahkan tubuh nya di ranjang,sedangkan Al sibuk menelpon entah dengan siapa seperti nya ada yang penting maka dari itu Olivia tak ingin mengganggu nya.


Tak lama Al masuk ke dalam kamar melihat Olivia yang melamun di atas ranjang membuat Al menghela nafas kasar.


"Kau melamun"tanya Al menepuk pundak Olivia membuat Olivia hampir terjungkal karna kaget.


"Bisa tidak jangan mengaget kan ku"ucap Olivia ketus.


"Kenapa mencari ku"tanya Olivia.


"Kau masih ingin di sini soal nya aku ada pekerjaan"ucap Al karna Arga menelpon nya ada sedikit masalah dengan perusahaan jadi ia harus segera mengurus nya.


"Hmm pergi saja aku masih ingin di sini"ucap Olivia.


"Nanti aku akan suruh Alya ke sini menemani mu"ucap Al.


"Tidak usah di sini masih ada bik Inah"ucap Olivia.


"Kalau begitu aku pergi dulu"ucap Al di angguki Olivia.


Al segere keluar dari dalam kamar Olivia bergegas masuk ke dalam mobil nya,ia melajukan nya menuju perusahaan milik nya di mana Arga sudah menunggu nya di sana.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


Sore hari semua keluarga Olivia telah meninggalkan kediaman sang nenek karna urusan mereka yang tidak bisa lama di tinggal, setelah semua nya pergi tinggal Olivia yang berada di dalam rumah tersebut.


"Bik Inah malam ini tidur di sini bersama Oliv ya bik besok siang Oliv akan kembali ke rumah suami Oliv"ucap Olivia.


"Den Al memang nya kemana non"tanya bik Inah.


"Dia ada urusan penting bi mungkin dia tidak akan kembali ke sini"ucap Olivia.


"Iya non bibik temani non di sini"ucap bik Inah.


"Sekarang menjadi sepi yah bik"ucap Olivia.


"Nama nya juga sudah pada pulang non jadi sepi lah"ucap bik Inah di angguki Olivia.


"Bik gak usah masak lagi seperti nya masih cukup untuk kita makan malam"ucap Olivia.


"Baik non"ucap bik Inah.


Kedua nya masuk ke dalam rumah kembali karna sudah hampir magrib,Olivia masuk ke dalam kamar nya membersihkan tubuh nya dan melakukan kewajiban nya sebagai umat muslim.


"Non ayo makan dulu bibik udah panas kan semua nya keburu dingin lagi"ucap bik Inah.


"Iya bik"ucap Olivia melepaskan mukena nya dan berjalan menuju ke dapur untuk makan malam.


Olivia duduk di kursi yang biasa nya ia duduki saat makan malam bersama,sekarang terasa berbeda karna ia hanya makan malam bersama bik Inah.


"Aneh ya bik jika tidak ada nenek di sini bersama kita"ucap Olivia menatap kursi yang biasa di duduki nenek nya.


"Non Oliv harus iklas nenek sudah tenang di sana"ucap bik Inah.


"Oliv sudah iklas bik hanya saja terasa ada yang kurang"ucap Olivia.


"Besok juga non akan terbiasa"ucap bik Inah.


"Iya bik mari makan"ucap Olivia segera memakan makanan yang ada di depan nya.


Selesai makan Olivia kembali ke kamar nya,ia memasuk kan baju-baju nya ke dalam koper yang akan ia bawa besok ke rumah orang tua Al,ia juga memasuk kan photo nya dan sang nenek beserta photo diri nya dengan sang ibu waktu ia kecil dulu agar jika ia merindukan kedua nya ia dapat melihat photo mereka untuk melepaskan rasa rindu nya.

__ADS_1


"Maaf kan Oliv nek jika Oliv karna tidak bisa menghilangkan rasa benci Oliv pada nya,Oliv juga akan membuat nya menyesal telah menelantarkan Oliv nek,ia kira Oliv tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa bantuan nya sebentar lagi Olivia akan tunjuk kan pada nya siapa Olivia sebenar nya,anak yang ia telantarkan dari dulu hingga sekarang,ia sama sekali tak pernah melihat bagaimana keadaan Oliv"gumam Olivia menatap photo nenek nya.


"Maafkan Oliv juga ma jika membenci nya ma, mama tahu kan jika Oliv hanya ingin sedikit perhatian nya sebagai ayah tapi ia sama sekali tak pernah memberikan nya lagi pada Oliv setelah mama pergi meninggalkan kami,mama tahu dia lebih mementingkan keluarga baru nya dan melupakan Oliv sampai sekarang dia tak pernah melihat Oliv ma, maafkan Oliv yang akan memberikan nya sedikit pelajaran agar dia tahu siapa sebenarnya anak yang tak ia pedulikan ini apakah ia akan menyesal nanti nya telah menelantarkan ku"gumam Olivia pelan menghapus air mata nya yang tiba-tiba keluar.


__ADS_2