
Saat masuk ke dalam Olivia malah di buat melongo melihat Al yang sudah akrab dengan anak-anak panti,ternyata di balik sifat datar dan dingin nya ada sifat penyayang juga pikir Olivia.
"Semua nya kembali duduk di tempat masing-masing makanan nya sudah datang kita makan siang dulu"ucap Olivia membuat mereka segera menjauh dari Al dan duduk di tempat mereka tadi.
"Baik bunda"ucap mereka serentak.
"Jangan berebut semua nya akan kebagian"ucap Olivia mengeluarkan satu persatu kotak nasi tersebut dan di berikan pada mereka satu-satu.
Setelah semua nya kebagian Olivia duduk di samping Al dengan kotak makan di depan nya begitu juga dengan Al.
"Sebelum makan jangan lupa untuk berdoa dulu"ucap Olivia.
"Iya bunda"ucap mereka segera berdoa masing-masing,selesai mereka dengan semangat membuka kotak makan tersebut dan isi nya berbagia jenis lauk yang mewah karna Al memang menyuruh Arga memesan makanan itu di restoran langganan nya.
Semua nya makan dengan lahap karna baru pertama kali mereka makan kecuali Olivia yang masih bengong menatap kotak nasi di depan nya,ia tak habis pikir dengan Al yang seenak nya saja menghamburkan uang meski pun kaya tapi setidak nya uang itu di manfaat kan dengan baik karna masih banyak di luar sana yang membutuhkan.
"Kau memesan nya di restoran mewah tuan muda"ucap Olivia pelan agar tak ada yang mendengar nya.
"Hmm sesekali tak masalah"ucap Al menatap anak-anak yang makan lahap entah mengapa membuat nya senang dan baru pertama ia lihat serta merupakan pengalaman pertama dan beru ia rasakan.
"Lain kali tidak perlu begitu harga nya pasti mahal mending uang nya di gunakan untuk kebutuhan lain nya"ucap Olivia.
"Aku tahu anggap saja makanan ini sebagai perkenalan dari ku"ucap Al mengedipkan sebelah mata nya.
"Terserah kau saja"ucap Olivia dengan malas segera menyantap makanan nya juga,ia juga merasa lapar sudah siang hari begini tadi pagi ia sama sekali tak sarapan dan belum makan apapun di tambah Al mengerjai nya di kantor membuat nya semakin lapar.
Selesai makan semua nya membereskan tempat makan mereka sendiri dan membuang nya ke tempat sampah,sedari kecil Olivia dan ibu panti mengajarkan mereka agar bisa mandiri dari mereka akan terbiasa hingga besar.
"Kita balik saja aku ingin tidur"ucap Olivia yang memang mengantuk.
"Baiklah"ucap Al melihat Olivia yang masih kelelahan juga.
__ADS_1
"Bu Oliv balik lebih awal hari ini"ucap Olivia di angguki ibu panti.
"Sering-sering ke sini"ucap ibu panti.
"Iya bu"ucap Olivia menyalami ibu panti begitu juga dengan Al,meski pun ia datar pada wanita namun ia masih menghormati orang tua juga.
"Kami pamit bu,Assalamualaikum"ucap Olivia.
"Waalaikumsalam"ucap ibu panti.
Al dan Olivia masuk ke dalam mobil hingga mobil itu melaju meninggalkan panti,Olivia memilih tidur dalam perjalanan karna masih memakan waktu setengah jam agar sampai di sana,letak panti memang sedikit jauh dari kota karna cuma di situ Olivia mendapat kan tanah kosong yang lumayan luas untuk membangun panti tersebut.
"Kita ke rumah saja langsung pak"ucap Al.
"Rumah yang mana tuan"ucap sopir tersebut.
"Rumah baru"ucap Al.
Sesampai nya di sana Al mengangkat Olivia dari mobil dan membawa nya masuk ke dalam rumah,malam ini mereka akan tinggal di sana Al sudah menyuruh sopir tadi untuk menjemput barang-barang mereka ke rumah orang tua nya.
Al membaringkan Olivia di ranjang dan menyelimuti nya,setelah itu Al keluar dari sana untuk menghubungi mama nya agar nanti tak terlalu terkejut jika sopir yang is suruh mengeluarkan barang mereka dari kamar.
Tut tut tut
"Hallo Al"ucap mama Al.
"Ma nanti sopir akan menjemput barang-barang kami ke rumah malam ini kami akan tidur di rumah kami sendiri"ucap Al.
"Hmm kenapa cepat sekali"ucap mama Al.
"Bukan nya cepat ma dari beberapa hari yang lalu juga Al sudah mengatakan nya pada mama bukan"ucap Al.
__ADS_1
"Baik lah dimana Olivia"tanya mama Al.
"Dia tidur ma"ucap Al.
"Al apakah Jeni bertemu dengan Oliv tadi"tanya mama Al.
"Iya ma Oliv tadi ke kantor Al dan kebetulan Jeni juga datang ke sini mereka bertemu di ruangan Al"jelas Al membuat mama Al menghela nafas kasar.
"Ada apa ma"tanya Al.
"Jeni datang ke rumah tadi menanyakan apakah kau benar menikah dengan Olivia"ucap mama Al.
"Lalu"tanya Al.
"Mama mengatakan yang sebenar nya jika benar kau menikah dengan Oliv dua bulan yang lalu dan pernikahan kalian memang di sembunyikan maka dari itu tidak ada yang mengetahui nya,seperti nya kau harus menjaga Oliv dengan baik Al mama melihat dia tak terima jika kau menikah dengan Oliv kau tau sendiri dari dulu dia menyukai mu"jelas mama Al.
"Mama tenang saja Al akan menjaga istri Al dengan baik,sebaik nya mama jangan memperbolehkan nya untuk sering datang ke rumah"ucap Al.
"Bagaimana mungkin mama mengatakan nya Al kau tau sendiri jika Jeni dari kecil sering di rumah juga"ucap mama Al membuat Al terdiam karna memang benar jika Jeni lebih sering bersama mereka waktu kecil.
"Baik lah ma terserah mama saja mana baik nya,Al tutup dulu telpon nya"ucap Al.
"Iya"ucap mama Al mematikan sambungan telpon tersebut.
Al kembali masuk ke dalam kamar dan melihat Olivia masih lelap di atas ranjang,ia pun memilih membaringkan tubuh nya di samping Olivia urusan pekerjaan ia telah menyuruh Arga untuk mengantarkan nya nanti malam ke rumah.
Malam hari nya Olivia terbangun dari tidur nya menatap sekeliling yang ternyata mereka ada di rumah mereka sendiri bukan di rumah orang tua Al lagi.
"Aku lama sekali tidur"gumam Olivia menatap jam,mereka kembali dari panti jam tiga sore jadi ia sudah tidur sekitar empat jam.
Ia menatap Al yang masih tertidur tak ingin menggangu Al ia dengan pelan turun dari ranjang ke kamar mandi membasuh wajah nya,ia masuk ke dalam dapur kecil yang berada di kamar mereka untuk melihat isi kulkas apakah ada yang bisa ia masak di sana karna saat datang ke rumah ia tak ada memeriksa isi kulkas tersebut maka dari itu ia tak tahu apakah di dalam kulkas ada bahan makanan atau malah kosong.
__ADS_1