Istri Tak Di Anggap Tuan Muda

Istri Tak Di Anggap Tuan Muda
Bab 12


__ADS_3

Sementara Olivia bersama ketiga karyawan nya sedang berada di mall untuk belanja apa yang mereka mau,tak hanya itu mereka juga masuk ke timezone untuk menghilangkan rasa lelah dan penat mereka dengan bermain di sana,banyak permainan yang mereka mainkan,tawa mereka tak berhenti di dalam sana membuat mereka menjadi pusat perhatian di dalam,bagaimana tidak permainan anak-anak pun mereka mainkan untuk menghilangkan kebosanan dan mencari kesenangan mereka sendiri.


"Jika kalian masih bermain pergi lah mbak sudah lelah"ucap Olivia mengipasi wajah nya yang terasa panas berkeringat karna bermain.


"Sama mbak aku juga tidak kuat lagi"ucap Tika duduk di samping Olivia.


"Kalian berdua bagaimana,masih ingin bermain"tanya Olivia pada Lida dan Susan.


"Gak lagi mbak capek"ucap Susan di angguki Lita.


"Bagaimana kalau kita ke salon saja,selesai dari sana kita makan lalu jalan-jalan ke pantai menghabiskan waktu sore"ucap Olivia.


"Tapi mbak uang mbak sudah banyak keluar dari tadi"ucap Tika.


"Sesekali tidak masalah,anggap saja bonus untuk kalian memanjakan diri kan jarang-jarang kita punya waktu seperti ini"ucap Olivia.


"Benaran nih mbak gak masalah"tanya Lita.


"Hmm cuma hari ini saja,kalau hari lain nya tunggu banyak pemasukan kita lagi baru jalan-jalan"ucap Olivia.


"Ok mbak"ucap ketiga nya.


"Ayo kita salon keburu ramai"ucap Olivia di angguki ketiga nya.


Olivia membawa mereka ke salon yang dulu menjadi langganan nya bersama teman kuliah nya,walaupun mereka hanya sesekali ke sana namun pegawai salon tersebut sudah hafal dengan wajah mereka.


"Oliv kenapa baru datang kembali ke sini"tanya pegawai yang biasa nya melayani Olivia.


"Baru ada waktu mbak"ucap Olivia.


"Ini bertiga teman mu"tanya pegawai salon.


"Hehe iya mbak"ucap Olivia.


"Oh iya mbak kami perawatan seperti biasa yah"ucap Olivia lagi.


"Ok ayo masuk"ucap pegawai tersebut membawa mereka ke ruangan yang khusus untuk perawatan.


Selesai dengan acara perawatan,Olivia membayar semua nya dan berlalu meninggalkan salon setelah berpamitan pada pegawai yang melayani mereka.


"Ke salon ternyata menyenangkan yah mbak"ucap Tika yang baru pertama kali ke salon.


"Menyenangkan tapi biaya nya mahal begitu"ucap Lita.

__ADS_1


"Hehehe benar juga sih"ucap Tika.


"Kalian ini kapan-kapan mbak akan membawa kalian lagi"ucap Olivia.


"Terimakasih mbak"ucap ketiga nya tersenyum senang.


"Kita makan siang di mana"tanya Olivia pada mereka.


"Bagaimana kalau di cafe xxx mbak di sana makanan nya enak"ucap Susan.


"Kau sudah pernah ke sana"tanya Tika.


"Hehe belum aku hanya mendengar kata orang saja"ucap Susan cengengesan.


"Kalau begitu kita ke sana saja"ucap Olivia.


Mereka bertiga mengangguk antusias mendengar ajakan Olivia,keluar dari mall mereka masuk ke dalam mobil dan Olivia melajukan mobil tersebut ke cafe yang akan mereka kunjungi.


Sama hal nya di perusahaan Aldino,setelah bujuk rayu yang di lakukan Dinda akhir nya mereka makan siang bersama di cafe yang telah di katakan oleh Dinda.


Arga melajukan mobil mewah milik Aldino dengan Dinda di samping nya karna Al tidak mau Dinda duduk di sebelah nya dengan terpaksa Dinda duduk bersama Arga di depan, Mobil mereka sampai di cafe tersebut satu persatu mereka turun dan masuk ke dalam.


"Kita duduk di sana saja"ucap Dinda menunjuk ke tempat pojok yang terlihat pemandangan ke bawah di mana di sana juga ada kursi dan meja yang di sediakan oleh pemilik Cafe.


"Kalian pesan apa"tanya Arga melihat menu di buku tersebut karna pelayan cafe menghampiri mereka.


"Sama kan saja"ucap Aldino karna bukan pemilih makanan.


"Kau pesan apa Din"tanya Arga.


"Aku juga sama lah"ucap Dinda di angguki Arga segera mengatakan pesanan mereka bertiga.


"Minuman nya apa tuan"tanya pelayan tersebut setelah mencatat pesanan makanan ketiga.


"Lemon tea"ucap Aldino menatap minuman di buku tersebut.


"Jus mangga"ucap Arga.


"Kalau saya Alpukat"ucap Dinda.


"Tunggu sebentar nona dan tuan"ucap pelayan tersebut segera beranjak dari sana.


"Cafe nya indah bukan"tanya Dinda.

__ADS_1


"Lumayan"ucap Arga menatap sekeliling memang banyak pengunjung juga.


Arga dan Dinda berbicara mengenang masa kuliah mereka dulu,sesekali Aldino menimpali namun lebih banyak diam saja, Sementara di parkiran cafe Olivia dan ketiga karyawan nya baru saja sampai,mereka pun turun dari dalam mobil.


"Kita ke bawah saja mbak di sana lebih seru kalau di atas hanya seperti cafe biasa kalau di bawah ada pondok-pondok nya juga jadi bisa sambil santai"ucap Susan.


"Kau seperti tahu saja cafe ini apa kau mendengar detail perkataan orang tentang cafe ini"tanya Tika pada Susan.


"Aku penasaran saja jadi aku cari tahu tentang cafe ini"ucap Susan menggaruk kepala nya yang tak gatal.


"Astaga sampai segitu nya kau mencari tahu cafe ini"ucap Lita tak percaya.


"Sudah-sudah kita turun ke bawah saja nanti kita tidak dapat tempat ini jam makan siang"ucap Olivia.


"Dari mana jalan nya"tanya Tika pada Susan.


"Aku tidak tahu"ucap Susan jujur.


"Tanyakan saja pada pelayan itu"ucap Lita pada Tika.


"Mbak jalan ke bawah dari mana yah"tanya Tika.


"Masuk saja ke dalam nanti jalan lurus ada tangga menuju ke bawah"ucap pelayan tersebut.


"Terimakasih mbak"ucap Tika.


Mereka segera masuk ke dalam cafe dam berjalan lurus sambil bercerita tanpa melihat sekitar,hingga mereka menuruni satu pesatu tangga yang di katakan oleh pelayan tadi dan benar saja di bawah lebih indah dari di atas karna seperti menyatu dengan alam.


"Ternyata benar-benar indah"ucap Susan.


"Kau benar,kita duduk di sana saja seperti nya kosong"ucap Olivia menunjuk pondok yang kosong.


"Iya mbak"ucap ketiga nya berjalan menuju pondok yang dikatakan Olivia.


Mereka pun duduk di pondok tersebut hingga pelayan menghampiri mereka.


"Kalian pesan saja apa yang kalian ingin kan mbak yang akan bayar semua nya"ucap Olivia pada mereka.


"Asyikk"ucap ketiga nya girang segera memesan makanan yang mereka ingin kan begitu juga dengan Olivia.


"Kalian bisa menghabiskan makanan sebanyak itu nanti nya"tanya Olivia.


"Bisa mbak"ucap Tika di angguki Olivia.

__ADS_1


Setelah pelayan tersebut pergi kini mereka asyik untuk photo-photo ria sebagai kenang-kenangan hingga mereka tak sadar jika ada sepasang mata yang menatap mereka sedari mereka masuk ke dalam cafe.


__ADS_2