
Setelah mereka melihat-lihat isi rumah yang akan mereka tinggali tersebut kini mereka dalam mobil untuk pulang ke rumah,Al mengatakan jika ia tak lagi pergi ke perusahaan dan memilih pulang bersama Olivia saja.
"Kau bisa melihat rumah mana yang akan kau berikan untuk asisten mu itu tadi Arga sudah mengirim nya untuk ku"ucap Al memberikan ponsel nya pada Olivia agar bisa melihat gambar rumah tersebut.
"Berapa rumah yang kosong"tanya Olivia mengambil ponsel Al dan duduk di samping pria itu.
"Aku tidak tahu"ucap Al karna ia saja belum melihat nya.
"Semua nya sih sama saja hanya saja berbeda model jika ukuran tanah nya tetap sama semua nya"ucap Al lagi di angguki Olivia.
"Berapa harga satu rumah nya"tanya Olivia melihat gambar rumah di ponsel Al yang cukup besar.
"Kau ingin membayar berapa"tanya Al ingin mengerjai Olivia,ia bisa saja memberikan rumah itu gratis bukan namun ia ingin mendengar jawaban dari wanita di samping nya ini dulu.
"Aku tidak tahu karna aku tak pernah membeli rumah,tapi kalau bisa jangan mahal-mahal kau tahu sendiri aku tak memiliki banyak uang,kasi diskon lima puluh persen untuk ku"ucap Olivia memelas membuat Al ingin tertawa mendengar nya namun ia tahan,bisa-bisa image nya akan turun jika tertawa.
"Cih kau pikir ini barang obral apa harus diskon segala"ucap Al ketus.
"Mana tahu kan kau berbaik hati pada ku"ucap Olivia.
"Aku akan memberi mu gratis tapi kau harus memenuhi syarat yang ku inginkan"ucap Al menyeringai membuat bulu kuduk Olivia merinding melihat nya.
"Syarat apa"tanya Olivia dengan takut-takut entah kepana perasaan nya menjadi tak enak.
"Mudah saja,kau hanya perlu bekerja sama dengan ku untuk membuat Aldino junior"ucap Al membuat Olivia membelalak mata nya dan menatap Al tajam.
"Jika kau tidak mau ya sudah,tapi ingat kau juga akan berdosa menolak keinginan suami mu bukan"ucap Al santai.
"Apakah harus begitu"tanya Olivia.
__ADS_1
"Hmm memang nya kau tak ingin mempunyai anak dengan ku"tanya Al datar di balas gelengan kepala oleh Olivia,setiap rumah tangga pasti menginginkan nama nya keturan begitu juga dengan Olivia untuk memperkuat rumah tangga nya juga,dengan ada nya anak semoga rumah tangga nya akan menjadi lebih bahagia dan berwarna.
"Baiklah tapi kau harus ingat dengan janji mu untuk memberikan nya gratis"ucap Olivia.
Ck jika pun kau tak mengatakan nya aku akan memberikan nya untuk mu,lagi pula untuk apa semua yang aku punya jika tak bisa membahagiaan kan mu semua milik ku adalah milik mu juga,batin Al.
Kini kedua nya berada di atas tempat tidur dan memulai ritual malam mereka untuk pertama kali nya dalam keadaan sadar,tidak seperti yang pertama kali mereka melakukan nya karna obat perangsang yang di berikan seseorang pada minuman mereka dan berakhir terjadi pergulatan antara kedua nya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Pagi hari pun menyapa Al lebih dulu bangun dari tidur nya menopang dagu menatap Olivia yang masih tidur lelap di pelukan nya,ia tersenyum tipis mengingat kejadian semalam yang mereka lakukan hingga hampir tengah malam.
Dia sangat cantik dan menggemaskan jika tertidur lelap begini,batin Al mencium kening Olivia dengan penuh kasih sayang.
"Selamat pagi"ucap Al menatap Olivia yang mulai mengerjapkan mata nya dan terbuka.
"Baru tengah delapan"ucap Al melirik jam dinding.
"Tengah delapan"ulang Olivia lagi.
"Hmm"dehem Al merapikan rambut Olivia yang berantakan.
"Apaaa"ucap Olivia langsung duduk di atas ranjang setelah sadar seratus persen.
"Kenapa kau tak membangunkan ku sih kita bisa terlambat ke kantor,aku belum menyiapkan pakaian mu juga"ucap Olivia mulai panik membuat Al terkekeh mendengar nya,ia juga ikut duduk dan bersandar seperti nya Olivia belum sadar jika ia tak memakai apapun.
"Kenapa kau panik begitu kau dan aku sama-sama pemilik perusahaan ini jadi terserah bukan jika terlambat dan itu kau ingin menggoda ku lagi jika ia ayo kita lakukan lagi aku masih sangat sanggup melakukan nya"ucap Al mengedipkan mata nya pada Olivia.
"Menggoda bagaimana"tanya Olivia sedikit bingung dengan ucapan Al,hingga tatapan Al turun ke dada nya membuat Olivia mengikuti arah tatapan Al,mata nya membola melihat nya dan segera menarik selimut untuk menutupi dada nya.
__ADS_1
"Kau dasar mesum"ucap Olivia dengan wajah memerah malu membuat Al tertawa pelan di buat nya.
"Bagaimana dengan tawaran ku barusan apakah kau ingin melanjutkan nya lagi"tanya Al.
"Tidak,tidak aku masih lelah kau menggempur ku habis-habisan semalam"ucap Olivia ketus segera menginjak kan kaki nya di lantai sambil membalut tubuh nya dengan selimut.
"Aku akan mandi lebih dulu baru kau"ucap Olivia.
"Kenapa tidak mandi bersama saja agar lebih cepat dan menghemat waktu"ucap Al ikut beranjak dari duduk nya dengan santai menghampiri Olivia tanpa mengenakan apapun.
"Hey tuan bisa kah kau memakai celana mu lebih dulu,kau sungguh tak memiliki malu apa"ucap Olivia menutup mata nya rapat.
"Hanya kita berdua saja di sini tidak ada orang lain kenapa harus malu"ucap Al menarik selimut yang menutupi tubuh Olivia dan melemparnya ke atas ranjang.
"Apa yang kau lakukan"teriak Olivia panik beruntung kamar mereka kedap suara hingga tak terdengar keluar teriakan Olivia,jika tidak seluruh isi rumah akan heboh mendengar teriakan Olivia.
"Ck kau diam lah aku hany membantu mu saja"ucap Al mengangkat tubuh Olivia dan membawa nya ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Kini kedua nya berada di dalam batup berendam air hangat,Al mengambil sabun dan menggosok tubuh Olivia membantu wanita itu mandi.
"Kau duluan saja aku akan sebentar lagi akan keluar juga"ucap Al setelah selesai membantu Olivia mandi.
"Terimakasih"ucap Olivia tersenyum tipis membilas tubuh nya di shower agar bersih lalu mengambil handuk dan keluar dari dalam kamar mandi lebih dulu membiarkan Al membersihkan tubuh nya juga.
Ia segera menyiapkan baju dan perlengkapan Al ke kantor,setelah itu barulah ia memakai baju nya juga dan merias wajah nya sedikit.
"Tidak usah berlebihan begitu,kalau bisa kau jangan memakai yang begituan"ucap Al mengambil baju nya dan memakai nya.
"Ck aku memakai nya juga agar tak terlihat pucat"ucap Olivia merapikan penampilan nya setelah selesai memoles sedikit wajah nya membuat Al mengendus mendenga nya.
__ADS_1