Istri Tak Di Anggap Tuan Muda

Istri Tak Di Anggap Tuan Muda
Bab 41


__ADS_3

Olivia telah selesai mandi dan menggunakan bathrobe karna tak ada baju yang bisa ia pakai,berjalan keluar dari kamar mandi membuat Al panik melihat Olivia.


"Tangan mu tidak kena air kan"tanya Al.


"Gak kok aku membalut nya lebih dulu sebelum mandi"ucap Olivia.


"Kau duduk saja dulu Arga belum datang membawa baju untuk mu"ucap Al di angguki Olivia.


"Nanti jika mama bertanya tentang tangan mu katakan saja alasan yang masuk akal karna aku mengatakan pada mama jika kita lembur di kantor maka nya gak bisa pulang"ucap Al.


"Iya"ucap Olivia.


Tok tok tok


"Sebentar"ucap Al segera berjalan menuju pintu dan membuka nya.


"Ini baju yang kau minta"ucap Arga menyodorkan beberapa paperbag pada Al.


"Terimakasih"ucap Al menerima nya.


"Dan ini sarapan nya juga"ucap Arga.


"Sebanyak ini"tanya Al menatap kedua tangan nya yang penuh.


"Hmm"dehem Arga.


"Sana balik ke perusahaan mungkin besok aku baru masuk"ucap Al mengusir Arga.


"Aku baru sampai kau mengusir ku"ucap Arga kesal.


"Hmm"dehem Al segera masuk kembali ke dalam dan menutup pintu membuat Arga mengupat kesal pada Al yang seenak nya saja mengusir nya padahal ia baru saja tiba setidak nya suruh masuk dulu dan minum.


"Kenapa tak menyuruh Arga masuk"tanya Olivia menatap Al bingung.


"Dia masih ada pekerjaan di kantor"ucap Al meletak kan semua yang ada di tangan nya di atas meja.


"Apa isi nya kenapa sebanyak itu"tanya Olivia.

__ADS_1


"Aku juga gak tahu mungkin ia membeli banyak pakaian"ucap Al.


"Buka saja mana yang ingin kau pakai tapi jangan yang terbuka"ucap Al lagi di angguki Olivia.


Ia segera membuka satu persatu paperbag tersebut dan melihat isi nya mata nya terbelalak kaget melihat begitu banyak pakaian dalam dan beberapa baju di sana.


"Memalukan"gumam Olivia menatap pakaian dalam tersebut.


"Apa yang memalukan"tanya Al tak sengaja mendengar gumaman Olivia.


"Kau menyuruh nya juga membelikan ku pakian dalam"ucap Olivia dengan wajah memerah malu.


"Aku tak mengatakan itu pada nya mungkin ia tahu kau tak memiliki nya juga maka nya sekalian ia belikan"ucap Al santai.


Olivia mengambil satu stel baju dan juga pakaian dalam nya membawa nya ke kamar mandi untuk memakai nya,Arga pasti sangat malu saat membelikan nya untuk ku,haiss mau taruh di mana wajah ku saat bertemu dengan nya nanti dan ini juga ukuran nya malah pas dengan ku sungguh memalukan,pikir Olivia.


Kini Olivia telah selesai berpakaian segera keluar dari dalam kamar mandi dan duduk di samping Al yang membuka bungkusan makanan dan menata nya di atas meja.


"Kita sarapan dulu baru pulang sebentar lagi dokter akan datang membuka infus di tangan mu"ucap Al.


Kedua nya memakan sarapan mereka dengan diam sesekali Al melirik Olivia yang tampak kesal pada nya namun tak ia hiraukan sekarang yang penting pulang ke rumah ia ingin tidur karna sudah mengantuk dan lelah.


Tok tok tok


"Masuk"ucap Olivia mendengar suara ketukan pintu dari luar.


"Selamat pagi nona dan tuan"sapa dokter yang masuk ke dalam ruangan Olivia.


"Pagi juga dok"ucap Olivia tersenyum tipis.


"Maaf mengganggu sarapan nya nyonya"ucap dokter tersebut merasa tak enak.


"Gak masalah dok lagian saya juga sudah selesai"ucap Olivia yang memang sudah menyelesaikan makan nya.


"Saya lepaskan dulu infus nya nyonya"ucap dokter tersebut di angguki Olivia segera menyodorkan tangan nya agar dokter itu lebih mudah untuk melepaskan nya.


"Kami permisi dulu nona maaf telah mengganggu waktu nya"ucap dokter tersebut setelah selesai melakukan tugas nya.

__ADS_1


"Iya dok terimakasih"ucap Olivia.


"Sama-sama nona"ucap dokter tersebut meninggalkan ruangan Olivia yang terasa dingin dan mengerikan karna di tatap tajam oleh Al yang duduk tak jauh dari Olivia.


"Kau kenapa"tanya Olivia pada Al.


"Ck mereka mengganggu makan ku membuat ku gak selera lagi"ucap Al ketus membuat kening Olivia mengerut bingung,bukan kah ia telah selesai makan sebelum mereka datang mengganggu bagaimana maksut nya,pikir Olivia.


Olivia memilih diam saja dan membereskan bekas makan mereka tersebut dan membuang nya ke tempat sampah.


"Kita langsung pulang"tanya Olivia.


"Hmm"dehem Al berdiri dari duduk nya dan mengambil paperbeg di atas meja untuk ia bawa.


Kedua nya segera meninggalkan ruangan tersebut berjalan beriringan menuju parkiran dimana mobil Al berada. Sekarang mereka berdua sudah ada di dalam mobil menuju rumah kediaman orang tua Al.


"Beberapa hari lagi kita akan pindah dari rumah"ucap Al.


"Pindah kemana"tanya Olivia.


"Aku sudah menyiapkan rumah untuk kita tinggal tak jauh dari kantor mu"ucap Al,ia memang sengaja membeli rumah di sekitar kantor Olivia agar Olivia tak terlalu lelah bolak balik nanti nya.


"Memang nya mama dan papa sudah mengizinkan nya"tanya Olivia.


"Nanti akan aku bicarakan pada mereka"ucap Al.


"Terserah saja bagaimana baik nya"ucap Olivia,apapun keputusan Al akan ia turuti karna ia tak mau jadi istri durhaka yang melawan ucapan suami nya,jika Al sudah memutuskan untuk pindah maka ia hanya bisa menurut saja.


Tiba di rumah kedua nya segera keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam,keadaan rumah sudah sepi karna Alya pergi sekolah sedangkan mama nya mungkin sudah berkumpul dengan teman sosialita nya untuk sang papa pasti nya sedang bermain golf dengan teman-teman nya juga.


Al segera menghempaskan tubuh nya di ranjang untuk tidur karna semalam ia sama sekali tak tidur,tak butuh waktu lama ia telah tenggelam ke alam mimpi nya.


"Pasti dia gak ada tidur semalam maka nya ia semudah itu tidur"gumam Olivia.


Tak ingin mengganggu Al yang tidur Olivia memilih menyusun baju-baju yang di belikan oleh Arga tadi,Setelah selesai membuka laptop nya untuk memeriksa pekerjaan nya yang kemaren sama sekali tak ada ia sentuh gara-gara kedatangan tamu tak di undang di perusahaan nya dan berakhir diri nya masuk rumah sakit dan di rawag semalaman di sana.


"Sebentar lagi Clara akan menikah aku memberikan kado apa untuk nya yah"gumam Olivia yang belum menyiapkan kado untuk Clara yang tinggal menghitung hari lagi akan segera menikah.

__ADS_1


__ADS_2