Istri Tak Di Anggap Tuan Muda

Istri Tak Di Anggap Tuan Muda
Bab 42


__ADS_3

Sore hari nya Olivia sudah mandi segera turun ke bawah karna sudah bosan berada di dalam kamar terus,ia melihat Alya duduk di depan televisi dengan cepat ia menghampiri Alya dan duduk di samping gadis tersebut.


"Iss kak Oliv mengaget kan ku saja"ucap Alya ketus membuat Olivia terkekeh mendengar nya.


"Kamu nonton apaan sih hingga gak sadar kakak datang"ucap Olivia.


"Drakor kak"ucap Alya yang mata nya tetap ke arah televisi.


"Wihh seru nih kayak nya"ucap Olivia.


"Kakak juga suka drakor"tanya Alya.


"Hmm"dehem Olivia yang juga suka menonton drakor jika ia tak kemana-mana dan hanya santai saja.


Kini kedua wanita cantik beda usia tersebut asyik menonton drakor hingga selesai namun bukan nya beranjak dari tempat duduk mereka kedua nya malah membahas aktor tampan korea idola mereka masing-masing.


"Alya juga suka kak dari dulu mereka sangat tampan bukan"ucap Alya.


"Iya kakak juga suka dari sekolah,ck dia sangat tampan apalagi kalau sedang senyum manis juga"ucap Olivia.


"Aaa aku ingin jadi pacar nya"ucap Alya.


"Hmm kapan yah menjadi istri nya,pasti senang punya suami tampan seperti nya"ucap Olivia membuat seseorang tak jauh dari mereka membelalak mata nya yang sedari tadi mendengar pembicaraan kedua nya.


"Masih kecil sudah bilang pacaran dan kau sudah menikah apa ingin menikah lagi"ucap Al datar membuat kedua wanita tersebut tersentak kaget.


"Kenapa kalian diam"ucap Al menatap kedua nya tajam.


Glek, Aya dan Olivia menelan ludah mereka susah payah melihat Al yang seperti singa siap menerkam mereka saja.


"Ehh kak Al kapan pulang"tanya Alya kikuk.


"Sana mandi sudah sore"suruh Al.


"Iya kak"ucap Alya berlari meninggalkan kedua nya di sana.


Aduh kenapa juga Alya pergi sendiri bagaimana dengan ku,batin Olivia menatap ngeri ke arah Al.


"Kenapa melihat ku"ucap Al dingin di balas gelengan kepala dari Olivia.


"Kau ingin menikah dengan pria yang kalian ceritakan tadi"tanya Al.


"Ehh bukan begitu"ucap Olivia cepat tak tahu bagaimana menjelaskan nya pada Al.


"Lalu apa"ucap Al menyentil kening Olivia.

__ADS_1


"Kenapa kau malah menyentil ku sih"gerutu Olivia.


"Sekali lagi aku dengar kau mengatakan hal seperti itu awas kau"ucap Al.


"Iya"ucap Olivia pelan menunduk takut karna Al masih menatap nya tajam.


"Pijat kaki ku sebagai ganti aku menemani mu di rumah sakit semalam"ucap Al meletak kan kaki nya di paha Olivia dan bersender di sofa.


Siapa juga yang meminta mu menemani ku di sana,aku tak menyuruh mu juga tuan kau saja yang membawa ku dan menemani ku di sana,batin Olivia.


Ia memijit kaki Al bergantian dengan kedua tangan nya walau dalam hati nya menyumpah sarapahi Al yang seenak nya saja pada nya.


"Ternyata kau pintar juga memijat"ucap Al memejamkan mata nya menikmati pijatan Olivia.


"Aku sudah biasa memijat nenek dulu jadi sedikit bisa"ucap Olivia di angguki Al.


"Kalian sudah pulang"tanya mama Al baru saja sampai di rumah dan melihat anak dan menantu nya duduk berdua di sana.


"Sudah ma"ucap Olivia tersenyum tipis.


"Kau kenapa Al"tanya mama Al.


"Gak papa ma hanya sedikit lelah saja"ucap Al.


"Maka nya jangan bekerja mulu sesekali libur agar tidak lelah"ucap mama Al duduk di sofa ikut bergabung dengan kedua nya.


"Ada apa"tanya mama Al melihat Al yang terlihat serius.


"Begini ma Al dan Oliv berencana akan pindah rumah"ucap Al.


"Kenapa harus pindah kalian tinggal di sini saja bersama kami"ucap mama Al.


"Ma kami hanya ingin hidup mandiri berdua saja"ucap Al.


"Kalau kalian pindah rumah ini akan sepi"ucap mama Al.


"Kami akan sering berkunjung dan meningap di sini ma"ucap Al.


"Memang nya kalian ingin pindah ke mana"tanya mama Al.


"Gak jauh dari kantor Oliv ma Al membeli rumah di sana jadi rencana nya kami akan tinggal di sana"ucap Al.


"Kalian sudah yakin ingin pindah"tanya mama Al.


"Iya ma"ucap Al mantap membuat sang mama menghela nafas pelan.

__ADS_1


"Baiklah mama akan izinkan kalian pindah tapi ingat janji kalian untuk sering datang ke sini"ucap mama Al.


"Iya ma,,lagian dari sini ke sana juga gak jauh-jauh amat ma"ucap Al.


"Ck memang gak jauh tapi rumah ini akan sepi jika kalian pindah"ucap mama Al.


"Jadi kapan kalian rencanya akan pindah"tanya mama Al lagi.


"Hari minggu ini ma"ucap Al.


"Secepat itu"ucap mama Al di angguki Al.


"Baik lah"ucap mama Al.


"Apa semua perabotan nya sudah lengkap Al"tanya mama Al.


"Sudah ma tinggal pindah saja bawa barang-barang seperlu nya"ucap Al di angguki mama Al.


"Ya sudah mama ke kamar dulu"ucap mama Al beranjak dari sana menuju ke kamar nya untuk membersihkan diri.


"Mama pasti merasa berat kita pindah mendadak"ucap Olivia menatap mama Al yang kini tak terlihat lagi.


"Ck kita pindah jarak nya juga dekat bukan ke luar kota"ucap Al ketus.


"Bukan begitu hanya saja mama akan merasa kesepian"ucap Olivia.


"Itu hanya awal nya saja nanti juga mama akan terbiasa"ucap Al membuat Olivia diam.


"Oh iya bukan kah perusahaan mu memiliki perumahan di jalan xxx"tanya Olivia.


"Hmm"dehem Al membuat Olivia menarik nafas pelan harus sabar menghadapi pria di depan nya yang selalu menjawab hmm,hmm,dan hmm apa susah nya bicara sih atau memang suara nya mahal,pikir Olivia.


"Apa masih ada yang kosong"tanya Olivia.


"Kenapa"tanya Al.


"Kenapa apa nya"tanya Olivia kurang mengerti.


"Kenapa kau bertanya"ucap Al.


"Begini sebentar lagi Clara asisten ku akan menikah jadi rencana nya aku akan membelikan rumah itu untuk nya tinggal,dia sudah lama bekerja dengan ku jadi aku ingin memberikan hadiah yang pantas ia terima dari ku"ucap Olivia.


Ck,dia baik sekali sih hingga membelikan rumah untuk asisten nya,batin Al.


"Datang saja ke perusahaan nanti Arga akan mengecek nya dulu"ucap Al.

__ADS_1


"Kenapa harus datang ke sana kau kan pemilik nya pasti kau tahu"ucap Olivia.


"Aku tak ada urusan nya dengan hal begitu semua Arga yang mengurus"ucap Al santai padahal ia tahu namun ia berbohong agar wanita di depan nya datang ke perusahaan nya.


__ADS_2