
Malam hari nya Olivia tertidur lebih dulu setelah makan dan minum obat dari dokter sedangkan Al sama sekali tak bisa tidur ia hanya duduk di sofa sambil mengendus malas karna sofa yang ia duduki sama sekali tak bisa ia gunakan tidur karna sofa itu terlalu kecil untuk di buat tidur jadilah ia hanya duduk saja.
"Kenapa juga sofa nya kecil sekali sih apa aku harus mengatakan pada direktur rumah sakit ini untuk mengganti nya dengan sofa yang lebih besar dan nyaman"gumam Al tak heran lagi jika ia bisa mengatakan itu pada direktur rumah sakit itu karna ia menamam saham di rumah sakit tersebut.
Karna tak bisa tidur ia akhir nya memainkan ponsel nya saja bukan seperti orang-orang yang akan bermain game di ponsel nya Al menggunakan nya tetap bekerja karna Arga mengirim email ke ponsel nya.
Tengah malam Olivia terbangun dari tidur nya karna merasa haus ia menggapai gelas di samping nya dan meminum nya,ia menatap ke sofa dan melihat Al yang masih terjaga di sana dengan ponsel di tangan nya terlihat begitu serius melihat ponsel nya.
"Kau tidak tidur "tanya Olivia membuat Al menoleh mendengar suara Olivia.
"Kenapa kau bangun kau butuh sesuatu"tanya Al meletak kan ponsel nya dan mendekati Olivia.
"Hmm tadi aku haus maka nya aku terbangun"ucap Olivia meletak kan gelas di tangan nya yang sudah kosong kembali ke tempat nya.
"Kenapa belum tidur"tanya Olivia melihat Al.
"Ck aku tidak akan bisa tidur di sofa itu kau tidak lihat sofa nya terlalu kecil untuk tidur"ucap Al membuat Olivia menoleh ke arah sofa dan menatap Al.
"Kau saja yang terlalu tinggi"ucap Olivia.
"Sudah lah kau tidur lagi aku masih ada pekerjaan"ucap Al.
"Perasaan dari tadi kau bekerja terus apa kau tidak lelah"ucap Olivia tak habis pikir dengan Al yang sedari tadi terus bekerja pantas saja perusahaan nya sangat berkembang pesat jika pemilik nya saja terus bekerja seperti itu.
"Kau sedang mengkhawatir kan ku kah"tanya Al membuat Olivia menatap malas ke arah al yang entah kenapa semakin hari semakin menyebalkan saja.
"Kau percaya diri sekali sih terserah kau saja lah"ucap Olivia kembali membaringkan tubuh nya dan menutup mata nya untuk tidur, sedangkan Al terkekeh pelan melihat Olivia.
"Tidur lah besok kita akan pulang ke rumah"ucap Al kembali duduk di sofa membiarkan Olivia istirahat.
Ia kembali mengerjakan pekerjaan nya hingga pagi menyapa baru lah ia selesai karna ia berencana tak akan pergi ke perusahaan hingga Olivia benar-benar sembuh.
"Kau sudah bangun"ucap Al melewati Olivia yang baru saja membuka mata nya menuju kamar mandi.
__ADS_1
"Hmm"dehem Olivia mengeliat pelan.
"Kita pulang jam berapa"tanya Olivia yang kini duduk dengan wajah bantal nya menatap Al yang kini berjalan mendekati nya setelah selesai dari kamar mandi.
"Tunggu dokter memeriksa mu dulu baru kita akan pulang"ucap Al di angguki Olivia.
"Aku ingin mandi apakah tak ada baju yang bisa aku pakai"tanya Olivia karna tubuh nya terasa lengket sejak kemaren tidak mandi.
"Aku akan meminta suster membantu mu"ucap Al ingin keluar namun di tahan oleh Viola,bisa-bisa ia yang malu jika suster membantu nya mandi.
"Ehh tidak usah aku masih bisa mandi sendiri lagian cuma tangan ku yang terluka dan ini juga sudah gak sakit lagi"ucap Olivia cepat.
"Kau benar-benar bisa melakukan nya sendiri"tanya Al menatap Olivia yang sebelah tangan nya masih ada selang infus.
"Bisa"ucap Olivia dengan wajah meyakin kan membuat Al menghela nafas pelan.
"Ya sudah aku akan membantu mu ke kamar mandi untuk baju aku akan meminta Arga membeli nya"ucap Al segera membantu Olivia ke kamar mandi seperti sebelum nya ia memapah Olivia.
Al keluar dari dalam dan mengambil ponsel nya menghubungi Arga yang mungkin kini sedang ada di perjalanan ke perusahaan.
Tut tut tut
"Hallo tuan"ucap Arga dari seberang sana.
"Apa kau sudah di jalan"tanya Al.
"Benar tuan"ucap Arga.
"Kau pergi ke toko pakaian dulu belikan baju untuk Olivia yang tertutup serta perlengkapan lain nya"ucap Al.
"Baju seperti apa tuan"tanya Arga.
"Terserah kau saja yang penting baju nanti bawakan ke rumah sakit"ucap Al.
__ADS_1
"Baik tuan"ucap Arga dari seberang sana.
"Sekalian juga belikan sarapan"ucap Al membuat Arga di sana menggerutu tak jelas mendengar permintaan Al.
"Ck dia malah menyuruh ku membeli baju dan apa tadi perlengkapan nya juga mana aku tahu ukuran nya,seumu-umur baru ini aku membeli baju untuk wanita dan apa kata nya perlengkapan juga mau taruh di mana wajah ku ini"gerutu Arga pada ponsel nya yang sudah di matikan Al.
Arga memarkirkan mobil nya di salah satu butik yang ada di pinggir jalan yang kebetulan sudah buka,ia masuk ke dalam di sambut pelayan yang ada di sana.
"Selamat datang di butik kami tuan"ucap pelayan tersebut.
"Hmm"dehem Arga sambil mata nya menatap banyak baju di sana.
"Keluarkan baju-baju keluaran terbaru kalian"ucap Arga duduk di sofa.
"Tunggu sebentar tuan"ucap pelayan tersebut segera mengeluarkan baju keluaran terbaru mereka di bantu pelayan lain nya dan membawa nya ke hadapan Arga.
"Apa semua ini"tanya Arga menatap banyak baju-baju di depan nya yang berbagai model.
"Benar tuan baju-baju ini baru keluar kemaren"ucap pelayan tersebut di angguki Arga.
"Bungkus semua nya dan satu lagi apa di sini juga ada pakaian dalam nya sekalian"tanya Arga datar padahal dalam hati ia mengutuk Al yang menyuruh nya.
"Ada tuan"ucap pelayan tersebut tersenyum tipis.
"Bungkus juga"ucap Arga.
"Ukuran nya apa tuan"tanya pelayan tersebut membuat Arga mengendus kesal.
"Saya tidak tahu ukuran nya apa dan seperti nya tubuh nya sama dengan wanita itu jadi kau saja yang tentukan ukuran apa yang cocok"ucap Arga menunjuk salah satu pelayan yang menggantung baju-baju tak jauh dari mereka karna di lihat dari tubuh nya hampir sama persis dengan Olivia.
"Baik tuan"ucap pelayan tersebut segera mengemas apa yang di katakan oleh Arga.
"Menyusahkan saja"gerutu Arga malu sendiri mengatakan nya jika saja bukan Al yang menyuruh nya mungkin ia akan menguliti orang tersebut.
__ADS_1