
Setelah makan malam mereka selesai sambil berbincang lebih tepat nya Al dan Stev yang membahas tentang perusahaan sedangkan para wanita membahas tentang fashion lebih tepat nya Anggel dan Alya saja Olivia lebih banyak diam karna ia tidak tertarik membahas hal seperti itu.
"Kau mengantuk"tanya Al pada Olivia yang sedari tadi menguap.
"Sedikit"ucap Olivia.
"Lebih baik kita pulang saja tuan Al ini juga sudah larut malam"ucap Stev menatap jam tangan nya.
"Seperti nya lebih baik begitu"ucap Al.
Al pun membayar makanan mereka semua nya lalu mereka meninggalkan restoran tersebut untuk pulang.Di dalam mobil Olivia yang tak bisa menahan kantuk lagi tertidur di samping Al sedangkan Alya memainkan ponsel nya.
"Kak"panggil Alya.
"Kenapa"tanya Al fokus menyetir.
"Apa kakak sudah menyukai kak Oliv Alya perhatikan kakak mulai perhatian pada kak Oliv"tanya Alya.
"Tidak"ucap Al.
"Masa sih kakak tidak usah berbohong"ucap Alya.
"Kau masih kecil jangan membahas masalah orang dewasa"ucap Al membuat Alya mencebik kan bibir nya kesal.
"Alya sudah kelas tiga kak sebentar lagi lulus"ucap Alya.
"Sama saja masih kecil"ucap Al.
"Ck kakak gengsi banget sih untuk mengakui nya"gerutu Alya namun sama sekali tak di gurbis oleh Al.
__ADS_1
Sesampai nya di rumah Alya turun dari mobil langsung masuk ke dalam rumah meninggalkan sepasang suami istri tersebut.Al sendiri membuka pintu samping dan melihat Olivia yang masih tidur tak tega membangun kan nya ia segera menggendong Olivia masuk ke dalam rumah menuju ke kamar mereka.
Dengan pelan ia membaringkan Olivia di atas ranjang,setelah itu ia keluar dari kamar memcari pelayan di ke dapur untuk meminta bantuan mengganti baju Olivia dengan baju tidur agar ia lebih nyaman tidur.
"Bik tolong ke kamar ganti baju Olivia dengan baju tidur"ucap Al pada pelayan yang sudah lama bekerja untuk keluarga nya.
"Baik den"ucap pelayan tersebut segera menjalankan perintah dari Al.
Al sendiri menuju ruang kerja nya dan duduk di kursi kebesaran nya pikiran nya masih teringat dengan perkataan Alya saat di dalam mobil.
"Mana mungkin aku menyukai nya,aku perhatian pada nya hanya sebatas karna dia istri ku saja tidak lebih dari itu,ya hanya sebatas itu saja tidak lebih dari itu setidak nya aku perhatian karna dia istri ku dan aku menghargai nya begitu juga dengan nya"gumam Al.
Saat ia masih berperang dengan pikiran nya seseorang dari luar mengetuk pintu ruang kerja nya.
Tok tok tok
"Den baju nona Olivia sudah bibik ganti bibik permisi kembali ke bawah"ucap bik Mar pelayan tersebut.
"Mana mungkin aku tidur di sofa kecil itu"gumam Al menatap sofa yang ada di kamar nya,jika ia tidur di sana yang ada tubuh nya akan terasa sakit dan pasti nya ia juga tidak akan bisa tidur.
Al segera naik ke atas ranjang dan membaringkan tubuh nya di samping Olivia,lagian kami tidak akan berbuat apapun hanya tidur saja,kemaren juga kami tidur satu ranjang jadi apa salah nya jika tidur satu ranjang kembali sah-sah saja kami kan sudah suami istri,pikir Al menutup mata nya untuk tidur.
Tengah malam Olivia terbangun dari tidur nya melihat tangan Al yang melingkar di perut nya membuat ia susah untuk bergerak,dengan pelan ia melepaskan tangan Al namun bukan nya lepas malah pria tersebut semakin mengeratkan pelukan nya.
Kenapa aku tidur di sini sih,pasti dia yang menggendong ku ke kamar ini karna ketiduran di dalam mobil tadi,batin Olivia mengingat diri nya yang tidur di mobil saat perjalanan pulang ke rumah dari restoran.
"Hey Al lepaskan tangan mu"ucap Olivia pelan menepuk tangan Al.
"Seperti nya dia kelelahan,biar saja untuk malam ini dia memeluk ku anggap saja aku sedang di peluk gorila"gumam Olivia memejamkan mata nya kembali,sedangkan pria yang memeluk tubuh kecik wanita tersebut tersenyum tipis mengeratkan pelukan nya yang terasa nyaman.
__ADS_1
Pagi hari pun tiba di mana matahari menampak kan sinar nya membangunkan sepasang suami istri yang masih nyenyak tidur nya di bawah selimut saling memeluk satu sama lain,hingga Al lebih dulu bangun segera bangkit dari tempat tidur masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuh nya.
Tak lama Olivia juga membuka mata nya menatap sekeliling tak menemukan Al di samping nya dan mendengar suara air dari kamar mandi berarti Al sedang mandi di sana.
"Astaga Olivia kau ini istri apaan sih suami mu malah bangun duluan dan mandi kau malah baru bangun tidur"gumam Olivia bangkit dari atas ranjang dan berdiri,saat ia akan melangkah ke ruangan sebelah menyiapkan baju untuk Al ia menatap pakaian yang ia pakai membuat nya berhenti seketika.
Bukan nya semalam aku ketiduran di mobil dan ia pasti mengenggndong ku ke sini,tapi aku kan tidak bangun untuk mengganti baju lalu siapa yang mengganti nya dengan baju tidur ini,batin Olivia.
Ceklek
Suara pintu kamar mandi terbuka,Al yang keluar dari dalam melihat Olivia sudah bangun namun ia bingung kenapa Olivia malah diam saja di sana seperti patung.
"Kau sudah bangun,ini masih pagi jangan melamun seperti itu"ucap Al datar membuat kesadaran Olivia kembali dan melihat Al.
Aaaaaa
Teriakan Olivia menggema di kamar mewah tersebut beruntung kamar mereka kedap suara jadi tidak akan ada yang mendengar nya keluar.
"Kenapa kau berteriak"ucap Al sedikit meninggikan suara nya.
"Kenapa kau keluar hanya menggunakan handuk saja kau tidak ingat jika di kamar ini juga ada wanita bisa-bisa nya kau keluar seperti itu"ucap Olivia menutup wajah nya dengan kedua tangan nya membelakangi Al.
"Ck kau harus biasakan melihat ku seperti ini lagian kita suami istri jadi wajar saja"ucap Al.
"Hey kau tidak mempunyai rasa malu apa mengatakan seperti itu"ucap Olivia ketus.
"Untuk apa malu yang aku katakan benar bukan,aku berhak melihat tubuh mu begitu juga dengan mu"ucap Al membuat Olivia diam mematung.
"Kau yang mengganti baju ku semalam"tanya Olivia dengan ragu-ragu bercampur malu mengatakan nya.
__ADS_1
"Pikirkan saja sendiri"ucap Al santai sambil masuk ke ruang ganti, sedangkan Olivia wajah nya memerah malu mendengar ucapan Al yang ia pikir Al mengganti baju nya.