Istri Terbaik Untuk Adrian

Istri Terbaik Untuk Adrian
Bab 10


__ADS_3

Aruna mendekati Adrian yang sudah mulai tenang dan mencoba menjelaskan lagi ke Adrian bahwa ia istrinya.


"Mas.Apa Mas Adrian nggak kenalin aku? Aku istri Mas?",tanya Aruna dengan menitikkan air mata.


"Kamu pasti bohong!",ucap Adrian sambil memegang kepalanya yang masih sedikit sakit.Tiba-tiba ia melihat jari manisnya mengenakan cincin nikah.Pak Hilman dan Bu Aina saling menatap dengan perasaan bingung terhadap sikap Adrian.


"Enggak mungkin aku menikah dengan dia, ini pasti mimpi",batin Adrian.Tiba-tiba ia mengingat kembali semua yang telah terjadi padanya. Adrian lalu menatap Aruna dengan tajam.


"Aku nggak bohong Mas",jawab Aruna sedih karena Adrian menganggapnya berbohong.


"Iya Adrian.Aruna itu benar",ucap Pak Hilman.Adrian ternyata juga tidak mengenali kedua orangtua Aruna.


"Anda siapa?",tanya Adrian dengan ketus.


"Kamu tidak mengenali kami?",tanya Bu. Aina kaget Adrian tidak mengenalinya.


"Tidak. Aku tidak kenal kalian",jawab Adrian datar.


"Mas. Mereka orangtua aku",Aruna menjelaskan. Adrian lalu ingat kalau Pak Hilman dan Bu. Aina orangtua Aruna.


"Baiklah.Aku percaya kalau kalian tidak bohong tapi tinggalkan aku sendiri,aku ingin istirahat!",pinta Adrian datar.


"Iya Mas",ucap Aruna.Aruna dan kedua orangtuanya lalu meninggalkan ruang rawat Adrian.


Disaat Aruna dan orangtuan keluar ruangannya, Adrian penasaran dengan Liona.


"Kenapa Liona meninggalkanku?Harusnya aku menikah dengannya kan? Apakah dia sudah tidak mencintaiku?


kenapa juga aku bisa menikah dengan gadis itu? ",batin Adrian bertanya-tanya.


Aruna dan Bu. Aina duduk dibangku depan ruang rawat Adrian.Aruna sebenarnya senang Adrian sudah tidak gila lagi,tapi yang membuat hatinya sedih Adrian telah berubah padanya.


"Adrian sudah tidak gila lagi Yah,tapi kenapa di saat seperti ini sikapnya berubah?Apa dia akan meninggalkan Aruna?",tanya Bu Aina sambil merangkul Aruna yang masih bersedih.


"Ayah sebenarnya senang dia sudah sembuh tapi Ayah pastikan kalau Adrian tidak akan meninggalkan Aruna karena Ayah tidak mau Aruna terus bersedih",ujar Pak Hilman sambil melipat tangannya.


"Ayah memang harus memastikan agar Adrian tidak meninggalkan Aruna. Bunda tidak mau diumur Aruna yang masih muda harus menjadi janda",Balas Bu Aina.


"Iya Bu.Oya Ayah baru dapat kabar kalau Max baru saja meninggal dunia",ucap Pak Hilman.


"Baguslah kalau dia meninggal",ucap Aruna datar.


"Aruna... Kamu jangan bicara seperti itu. Walaupun max sudah jahat sama kamu,kamu harus bisa memaafkan kesalahannya agar dia bisa pergi dengan tenang",ujar Bu Aina menasihati Aruna.


"Iya Bunda.Aruna akan coba maafkan Max",jawab Aruna sambil menundukkan kepalanya dan menyeka air matanya.Aruna berusaha menenangkan dirinya sendiri.


Pak Hilman lalu mendapat telfon kalau dibengkelnya ada supplier yang ingin bicara dengannya.

__ADS_1


"Bu.Ayah harus kembali kebengkel ada orang mencari Ayah.Apa Ibu mau sekalian Ayah antar pulang?",tanya Pak Hilman.


"Aruna.Kamu nggak papa sendirian disini?",tanya Bu Aina.Aruna lalu melepas rangkulan Bu Aina.


"Aruna nggak papa Bunda di sini sendirian. Bunda pulang saja,kasihan Mbok Rahmi ngurus rumah sendirian dan lagian in sudah sore",jawab Aruna.Bu Aina dan Pak Hilman lalu pergi dari rumah sakit.


Aruna hanya duduk diam di depan ruang Adrian,selang beberapa menit Aruna tertidur di kursi. Di dalam ruangan rawatnya Adrian kebelet buang air,ia menuju ke kamar mandi yang ada didalam ruangannya.


Saat masuk di kamar mandi di dalam kamarnya ternyata airnya mati jadi ia menuju kamar mandi yang ada di luar kamarnya.Adrian keluar dan melihat Aruna tidur kursi depan kamarnya.


"Ini cewek ternyata masih ada di sini, kirain udah pulang",batin Adrian sambil berjalan ke toilet. Habis dari toilet Adrian kembali ke kamarnya tapi saat dia mau membuka pintu tanpa sengaja tiang infusnya terbentur kursi yang Aruna dudukin.Aruna terbangun kaget dengar suara yang membentur kursinya.


"Maaf.Mengagetkanmu",ucap Adrian sambil membenahi tiang infusnya.


"Mas.Darimana?",tanya Aruna sambil berdiri dan membantu Adrian membenani tiang infusnya.


"Aku dari toilet",jawab Adrian ketus.Adrian lalu masuk kedalam kamarnya dan Aruna mengikutinya dari belakang.


"Mas. Kalau Mas butuh bantuan bisa panggil aku",ucap Aruna.Adrian tidak menggubrisnya karena ia merasa tidak membutuhkan bantu Aruna. Adrian juga kesal Aruna masuk dalam ruangannya.


"Kenapa kamu masuk,Aku kan tidak menyuruhnya masuk?",ucap Adrian ketus.Aruna hanya diam karena takut tatapan Adrian.


"Kenapa kamu cuma diam?",ucap Adrian sambil menatap Aruna tajam. Aruna tidak berkutik dan semakin takut dengan tatapan Adrian yang semakin tajam.


Dikarenakan Aruna hanya diam, Adrian lalu menyuruhnya duduk disofa.Aruna lalu duduk disofa yang ada di dekat pintu.


"Aku tidak percaya kalau Mas Adrian sedingin ini.Dulu Ayah pernah cerita kalau anaknya Bunda Naomi itu orangnya dingin dan ternyata memang benar,tapi kalau seandainya dia benar-benar tidak menginginkan aku lagi,aku akan berusaha mengiklaskannya. Aku hanya ingin melihatnya bahagia",batin Aruna.


Tak lama kemudian ada seorang suster datang membawakan makanan dan obat untuk Adrian.


"Mas.Mau aku bantu?",ucap Aruna.


"Tidak perlu.Aku bisa makan sendiri",jawab Adrian ketus.Aruna lalu jadi lapar melihat Adrian makan begitu lahap,tapi Aruna hanya menatap Adrian yang sedang makan karena takut tidak izinkan keluar mencari makan.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?kau lapar?",tanya Adrian sambil mengunyah.


"Iya Mas",jawab Aruna sambil memegangi perutnya.


"Cari makan sana!",perintah Adrian dengan ketus.


"Emang boleh?",tanya Aruna.


"Ya bolehlah.Kalau kamu mati kelaparan,Aku juga yang nanti di salahkan",jawab Adrian ketus.


"Kalau begitu aku keluar sebentar cari makan",balas Aruna sambil berdiri dan menyelempangkan tasnya.


"Jangan lama-lama!",pinta Adrian.Adrian takut sendirian dikamar karena rumah sakit kalau malam sangat mengerikan.

__ADS_1


Aruna lalu keluar mencari makan, Sesudah makan ia kembali kekamar Adrian.Aruna melihat Adrian tidur,Aruna lalu kembali duduk di sofa dan tak lama kemudian Aruna pun tertidur di sofa.


***


Seminggu kemudian...


Pagi harinya Aruna terbangun jam 08.00 dan Adrian masih belum bangun.Pak Hilman dan Bu Aina datang menjemput Aruna karena Aruna akan wisuda.


"Aruna...,Kamu pulang siap-siap buat wisuda!",perintah Bu Aina.


"Mas Adrian gimana Bunda?",tanya Aruna.Aruna tidak tega meninggalkan Adrian sendirian dirumah sakit.


"Begini saja.Adrian biar ayah yang jaga, Kamu sama bunda kamu pulang siap-siap wisuda",ucap Pak Hilman.Sebenarnya didalam hati kecil Aruna kecewa karena seluruh keluarganya tidak bisa hadir di acara wisudanya.


Aruna lalu pulang bersama Bu Aina.Sampai di rumah Aruna mandi dan mengenakan kebaya bahkan Aruna di rias sehingga terlihat sangat cantik. Setelah siap Aruna dan Bu Aina ke kampus Aruna untuk mengikuti acara wisuda.


***


Dikampus Aruna dan tiga sahabatnya wisuda bersama. Selesai acara wisuda,Aruna masih sempatkan mengobrol dengan tiga sahabatnya, sedangkan Bu Aina berbincang dengan orang tua ketiga sahabatnya Aruna.


"Selamat kalian udah di wisuda!",ucap Aruna memberi selamat pada tiga sahabatnya.


"Kamu juga",jawab Mila,Ana,dan lola sambil tertawa senang.


"Oya suami kamu mana? enggak ikut?",tanya Ana.


"Mas Adrian ada di rumah sakit",jawab Aruna sedih.


"Sakit apa?,"tanya Lola.Aruna hanya diam berusaha menahan air matanya karena teringat Adrian yang sedang terbaring sakit dirumah sakit.


"Kalian ini gimana sih? bicara yang lain bisa kan?",ucap Mila sambil merangkul Aruna.Mila kesal Ana dan Lola membuat Aruna sedih.


"Iya sorry Aruna",ucap Lola meminta maaf karena sudah membuat Aruna sedih.


"Iya enggak papa",jawab Aruna sambil tersenyum.


"Ngomong-ngomong rencana kalian setelah ini apa?",tanya Ana kepo.


"Kalau gue bakalan kerja di luar kota di tempat om gue",jawab lola.


"Kalau gue masih belum punya rencana",jawab Mila.


"Sama.Gue juga masih belum punya rencana,kalau kamu gimana Ana? ",tanya Aruna.


"Kalau gue.Gue bakalan lanjut S2",jawab Ana.


"Wah kerennn lo na",ucap Mila sambil mengacungkan jempolnya. Bu Aina lalu menghampiri Aruna dan mengajaknya pulang.Bu Aina mendapat kabar dari Pak Hilman kalau Adrian akan pulang dari rumah sakit hari ini. Aruna lalu pamit sama ketiga sahabatnya dan ikut Bu Aina pulang.

__ADS_1


__ADS_2