
Tiga minggu kemudian...
Usia kandungan Aruna sudah delapan bulan 3 minggu.Paginya Aruna merasa sakit punggunya karena perut Aruna besar dan hamil kembar.
"Mas. Pijitin punggung aku dong!pinta Aruna sambil megang punggungnya yang sakit.
"Iya sayang",jawab Adrian. Adrian lalu mijit Aruna.
Didapur Bu.Aina membantu Mbok Rahmi menyiapkan sarapan. Sesudah itu memanggil Nick,Adrian dan Aruna untuk sarapan.
"Aruna. Makan yang banyak",ucap Bu Aina.
"Iya Bunda",ucap Aruna.Aruna ngambil nasi dan beberapa lauk. Adrian dan Nick juga makan.
Selesai makan Nick pamit untuk berangkat kerja. Adrian dan Aruna duduk di ruang tamu sambil nonton TV. Bu.Aina membereskan meja makan. bersam Mbok Rahmi.
Selesai membereskan meja makan Bu.Aina menghampiri Aruna dan Adrian. Bu.Aina duduk disebelah Aruna.
"Aruna.Enggak terasa kamu hampir lahiran",ucap Bu.Aina sambil mengelus perut Aruna.
"Iya Bunda",ucap Aruna sambil senyum.
"Oya kamu lahiran normal atau operasi?",tanya Bu. Aina.
"Adrian maunya Aruna operasi aja kasihan",ucap Adrian.
"Benar juga Adrian apalagi Aruna hamil kembar kalau normal resikonya besar",ucap Bu. Aina.
"Aruna nurut aja kata Mas. Adrian Bunda",ucap Aruna.
"Kalian sudah beli perlengkapan bayi kan?",tanya Bu. Aina.
"Sudah Bunda. Semua sudah dipersiapkan jadi nanti tinggal pakai",ucap Aruna.
"Iya. Bahkan aku sudah persiapkan kamar khusus untuk anak kita Bunda",ucap Adrian.
Aruna tiba-tiba merasa perutnya sedikit sakit.Aruna mengira kalau dia kebelet buang air jadi dia minta antar Adrian kekamar mandi.
"Mas. Antar aku kekamar mandi!",pinta Aruna sambil berdiri.
"Iya",ucap Adrian. Adrian menuntun Aruna kekamar mandi.
Dikamar mandi lagi-lagi Aruna dikagetkan dengan adanya darah di pakaian dalamnya. Aruna memanggil Adrian karena takut.
"Ada apa sayang?",tanya Adrian panik mendengar teriakan Aruna.
"Mas. Sepertinya aku pendarahan lagi",ucap Aruna sambil menunjukkan pakaian dalamnya. Adrian shock dan menyuruh Aruna mengganti pakaian dalamnya.Adrian lalu menyuruh Aruna berbaring di kasur.
Bu. Aina tiba-tiba masuk kamar Aruna karena mendengar suara teriakannya tadi.
"Aruna kamu kenapa?",tanya Bu. Aina panik.
"Aruna pendarahan Bunda",ucap Adrian sambil megang ponselnya mencari nomornya dokter Adit.
__ADS_1
"Iya Bunda. Perut Aruna juga sedikit sakit",ucap Aruna sambil memegangi perut buncitnya. Bu. Aina kawatir dengan Aruna dan menenangkan Aruna.
Adrian menelpon Dokter Adit untuk memeriksa Aruna.
Adrian:Dit.Aruna pendarahan lagi.
Adit:Aku kesana sekarang Adrian kamu jangan panik.
Adrian:Makasih Dit.
Adrian menutup telfonnya,Beberapa menit kemudian Dokter Adit belum juga datang Adrian jadi tambah panik. Adrian menelpon Dokter Adit lagi.
Adrian:Dit.Kamu ada dimana cepetan kesini?
Adit:Sabar Adrian.Aku dijalan lagi kejebak macet.
Adrian:Mana mungkin aku bisa sabar Dit.
Adit:Adrian kalau aku ngebut nanti aku bisa celaka.
Adrian:Oke.Yang penting kamu cepat sampai.
Adrian menutup telfon lagi,Tak lama kemudian Dokter Adit datang. Dokter Adit langsung memeriksa Aruna.
"Gimana Dit?",tanya Adrian panik.
"Sebenarnya pintu untuk keluarnya bayi sudah lunak dan rasa sakitnya itu dari kontraksi palsu tapi aku usahakan supaya enggak lahir prematur",ujar Dokter Adit.
"Terus?",tanya Adrian bingung.
"Iya dit",ucap Adrian sambil menerima bungkusan obat.
"Seminggu lagi aku akan datang kesini buat periksa.Adrian kamu coba kompres perutnya dengan air hangat untuk mengurangi rasa sakitnya",ucap Dokter Adit sambil membereskan perlengkapan dokternya.
Doktet Adit lalu pulang dan Bu.Aina kedapur mengambil air hangat,baskom dan handuk kecil. Sesudah itu kembali kekamar Aruna.
"Sini Bunda biar Adrian aja yang kompres!",pinta Adrian. Adrian lalu mengompres perut Aruna sambil mengelusnya.
"Mas. Sakitnya sudah mulai berkurang",ucap Aruna sambil duduk.
"Tapi kamu tetap harus istirahat sayang",ucap Adrian.
"Iya Mas",ucap Aruna.
***
Randy mengajak Mila pergi kepuncak, Randy menyiapkan kejutan buat Mila dipuncak.
"Ran. Akhirnya kita bisa liburan",ucap Mila senang bisa liburan.
"Iya.Kebetulan kantor juga lagi libur jadi bisa refresing",ucap Randy.
Mereka masuk kesebuah villa milik keluarga Randy. Randy mengantarkan Mila kekamarnya.
__ADS_1
"Ini kamar kamu Mil!",ucap Randy sambil membuka pintu kamar.
"Wah... besar juga",gumam Mila sambil masuk kamar.
"Mil. Kamar aku di didepan kamar kamu kalau perlu sesuatu panggil aku!",pinta Randy.
"Oke",ucap Mila sambil duduk dikasur. Randy menuju kamarnya dan membereskan barangnya.
Sesudah itu Randy mengajak Mila mengelilingi Villanya. Sampai pada akhirnya helicopter Adrian datang.
"Mila. Ikut aku sebentar yuk!",ucap Randy sambil menarik tangan Mila.
"Kemana Ran?",tanya Mila. Mila mengikuti Randy,Mila lalu terkejut melihat ada helicopter.
"Mil. Kamu pakai baju pengaman ini!",pinta Randy. Mila lalu memakainya dan ikut Randy naik helicopter.Randy juga memakaikan Mila sabuk pengaman dan penutup telinga.
"Ran.Ini kita mau terbang?",tanya Mila.
"Iya. Kamu pegangan yang erat!",ointa Randy. Mila lalu memeluk Randy dan menutup matanya karena takut.
Sampai diatas Randy menyuruh Mila untuk membuka matanya. Mila membuka matanya dan dia takjub melihat keindahan alam.
"Indah kan?",tanya Randy.
"Iya Ran",ucap Mila sambil melihat kebawah. Randy lalu bersiap untuk sky diving. Randy menyuruh Mila untuk selalu pegangan dengan erat.
Randy lalu melompat dengan Mila yang ada didepannya. Randy juga membuka parasutnya. Disitu Randy lalu mengutarakan sesuatu pada Mila.
"Mila. Happy Birthday",ucap Randy.
"Makasih Randy",ucap Mila terharu.Randy lalu mengeluarkan sebuah kotak dari kantongnya.
"Dengan di saksikan alam.Mila will you Marry me?",tanya Randy sambil membuka kotak cincinnya. Mila terkejut tidak bisa berkata apapun.
"Aku mau Ran",ucap Mila terharu. Randy lalu mengenakan cincin itu di jari manis Mila.
Randy dan Mila lalu turun kebawah, sampai didarat Mila masih tidak percaya bahwa Randy melamarnya.
"Au... ",ucap Mila sambil mencubit pipinya sendiri.
"Mila ini bukan mimpi kok,Aku benar-benar mencintaimu",ucap Randy sambil memegang tangan Mila.
"Aku juga mencintaimu Ran",ucap Mila. Randy dan Mila lalu berpelukan.
***
Malamnya Randy memberikan gaun pada Mila.
"Mil. Kamu pakai ini sekarang!",ucap Randy sambil memberikan paper bag. Mila menerimanya dan masuk kedalam kamar. Mila mengganti pakaiannya dengan gaun pemberian Randy. Saat Mila keluar dari kamar, Randy mengajak Mila kesebuah taman.
Ditaman Randy sudah menyiapkan makan malam romantis. Dengan red carpet,bunga-bunga bahkan ada live musicnya.
"Ran. Kamu menyiapkan semua ini?",tanya Mila kagum.
__ADS_1
"Iya. Semua ini aku siapkan buat kamu",ucap Randy sambil membukakan kursi untuk Mila. Mila lalu duduk, Randy duduk di depannya. Mila dan Randy merayakan pertunangannya dengan makan malam romantis.