Istri Terbaik Untuk Adrian

Istri Terbaik Untuk Adrian
Bab 24


__ADS_3

Aruna terpana melihat kamar yang sudah di hiasi dengan bunga-bunga.


"Kamu suka dengan kamarnya?",tanya Adrian sambil menaruh tasnya.


"Suka Mas",jawab Aruna sambil menaruh tasnya juga. Aruna tiba-tiba berfikir bahwa Adrian ingin melakukan sesuatu padanya.


"Mas.Mau melakukan itu disini?",tanya Aruna malu-malu sambil duduk di kasur.


"Iya.Soalnya dirumah ada peganggu",jawab Adrian sambil duduk dan memeluk Aruna.


"Ayah sama bunda maksudnya?",tanya Aruna. Adrian semakin nakal memegang dada Aruna.


"Kamu mau melayani aku kan disini?",tanya Adrian sambil mengelus leher Aruna dengan kepalanya.


"Oke.",jawab Aruna yang sudah tidak malu lagi pada Adrian.Aruna mau membuka pakaiannya tapi tiba-tiba bel pintu kamarnya berbunyi. Aruna lalu memperbaiki pakaiannya dan Adrian membuka pintu kamarnya. Ternyata seorang waiter datang membawa makanan. Kamar yang di pesan Adrian memang menyediakan layanan makan tiga kali sehari dan di antar ke kamar.


"Maaf Pak.Ini makanannya saya taruh di meja",ucap waiter sambil menaruh makanan. Waiter itu lalu jalan keluar.


"Terimakasih",jawab Adrian sambil mentup pintu.


"Sayang.Makan dulu!",pinta Adrian.Aruna mengiyakan dan sehabis mereka makan,Adrian mengajaknya lagi.


"Naiklah ke ranjang dan lepas pakainmu!",perintah Adrian. Aruna lalu melepas pakainnya dan naik ke ranjang. Adrian juga melepas pakaiannya tanpa tersisa satupun.Adrian lalu mulai menindih Aruna,memainkan 2 bola Aruna,lalu menjilat leher Aruna hingga melahap bibir Aruna dengan sangat buas. Sehingga membuat Aruna mengeluarkan suara.


"aaaaahhhh....",desah Aruna.Aruna mendesah Adrian semakin buas dan semakin bernafsu. Adrian melakukannya sampai Aruna kelelahan melayaninya. Setelah puas dan Aruna kelelahan hingga tertidur,Adrian menyelimuti Aruna dan dirinya.Adrian lalu tertidur karena kelelahan.


Beberapa jam kemudian ada bunyi bel di kamar Adrian dan Aruna.Aruna kaget mendengar suaranya dan membangunkan Adrian.


"Mas.Bangun ada yang bel!",pinta Aruna sambil mengungcangkan tubuh Adrian.Adrian lalu terbangun dan menyuruh Aruna mengenakan pakaiannya.


"Cepat pakai pakaianmu!",perintah Adrian sambil mengenakan pakaiannya. Aruna lalu cepat-cepat mengenakan pakaiannya. Setelah itu Adrian membuka pintu kamarnya.


Ayah dan Bunda Aruna datang,mereka juga melihat Aruna dan Adrian masih berantakan belum bersiap-siap.


"Kalian belum siap-siap?",tanya Bu.Aina sambil memandangi mereka.


"Belum,tapi sebentar lagi kita akan siap-siap kok",jawab Adrian sambil nyengir.


"Iya Bunda. Sebentar lagi kita siap-siap",jawab Aruna sambil nyengir menatap Adrian.


"Ayah sama Bunda tunggu aja dikamar sebelah!",pinta Adrian.kamarnya sudah dipesan khusus untuk orangtua Aruna.


Adrian lalu menghubungi resepsionis untuk meminta kunci kamar disebelahnya. Beberapa menit kemudian resepsionis datan membawa kuncinya. Kuncinya lalu diberikan ke orangtua Aruna. Orangtua Aruna lalu masuk kekamar tersebut.


Selang beberapa menit dua orang tukang rias yang dipesan Adrian untuk merias datang. Satu tukang rias masuk kekamar orangtua Aruna satunya lagi masuk kekamar Aruna dan Adrian.

__ADS_1


"Siapa dia Mas?",tanya Aruna sambil merapikan tempat tidur yang berantakan.


"Tukang rias",jawab Adrian sambil menutup pintu.


"Kalau gitu aku mandi dulu",balas Aruna. Aruna lalu mengambil handuk dan menuju kamar mandi.


Sementara menunggu Aruna mandi,Adrian memilih pakaian yang akan di pakai dari dalam kopernya. Beberapa menit kemudian Aruna selesai mandi,lalu gantian Adrian yang mandi.


Aruna lalu mengenakan gaun pengantinnya dan dirias secantik mungkin. Aruna menggunakan weeding veil lumayan panjang dan mahkota di kepalanya membuatnya jadi semakin cantik.Aruna selesai di rias,Adrian sudah selesai mandi.Adrian lalu mengenakan jas berwarna hitam kebiruan,kemeja putih dan dasi kupu-kupu berwarna hitam. Adrian tampak gagah dan tampan menggunakan baju pengantinnya.


Selesai dirias Adrian keluar terlebih dahulu menuju tempat pestanya.Disana sudah ada beberapa para undangan yang datang. Adrian duduk di bangku pengantinnya sendirian.


Selang beberapa menit MC datang dan mengenalkan diri.MC lalu memanggil Adrian untuk berdiri di panggung. Sementara itu Aruna dan kedua orangtuanya berjalan perlahan menuju pintu tempat pesta.MC memanggil calon mempelai wanita,Adrian lalu bernyanyi untuk menyambut kedatangan Aruna dengan lagu.


*Lagu beautiful in white


Not sure if you know this


But when we first met


I got so nervous I couldn't speak


In that very moment


I found the one and


So as long as I live I love you


Will have and hold you


You look so beautiful in white


And from now 'til my very last breath


This day I'll cherish


You look so beautiful in white


Tonight*........


Aruna jalan perlahan menuju pintu masuk pesta pernikahan dengan kedua orangtuanya.Aruna dan kedua orangtuanya berjalan diatas karpet putih yang bertabur bunga mawar putih.


Sampai di pintu masuk pesta pernikahan yang dihiasi dengan bunga mawar putih. Adrian menghampiri Aruna sambil membawa bucket bunga mawar putih dan bernyanyi. Banyak sekali wartawan dan orang-orang yang hadir merekam mereka.


Saat Adrian sudah berada di dekat Aruna,Adrian lalu memberikan bucket bunga itu dan mengandeng Aruna sampai di kursi pengantin. Orangtua Aruna lalu duduk di kursi yang sudah disediakan.Adrian dan Aruna tampak bahagia di pesta pernikahannya.

__ADS_1


Bu Aina dan Pak Hilman yang melihat Aruna dan Adrian duduk dikursi pelaminan dengan senyum bahagianya merasa tersentuh hatinya.Para tamu bergantian memberikan ucapan selamat pada Adrian dan Aruna.


"Aruna. Selamat ya",Ana memberikan ucapan ke Aruna.


"Terimakasih Ana",jawab Aruna.Aruna lalu memeluk Ana.Ana lanjut memberikan ucapan ke Adrian lalu turun dari panggung.


"Kamu cantik banget Aruna",puji Lola sambil tersenyum.


"Bisa aja kamu la",Aruna malu dipuji Lola.


"Eh... Selamat ya atas pernikahannya",ucap Lola sambil memeluk Aruna.


"Terimakasih Lola",jawab Aruna sambil membalas pelukan Lola. Lola juga memberikan ucapan pada Adrian lalu turun.


Mila lalu datang dan naik keatas panggung.


"Selamat Aruna",ucap Mila sambil memeluk Aruna.Aruna mengucapkan terimakash pada Mila karena sudah datang.


"Randy mana?",tanya Aruna nyindir Mila. Mila kikuk ditanya soal Randy.


"Aku datang ke sini sendiri jadi nggak tahu",jawab Mila.Mila lalu memberikan ucapan selamat pada Adrian dan turun.


Baru aja Mila turun Randy datang dan naik kepanggung.


"Selamat bro",ucap Randy sambil peluk Adrian. Adrian lalu iseng pada Randy.


"Ada yang nyariin kamu Ran",balas Adrian iseng pada Randy.


"Siapa?",tanya Randy. Adrian lalu nunjuk kearah Mila, Randy jadi kesal di isengin Adrian.Randy lalu memberikan ucapan Aruna dan turun.


"Mas. Iseng banget kamu",ucap Mila sambil nyolek pundak Adrian.


"Kamu duluan kan yang mulai,jadi sekalian aja comblangin siapa tahu jodoh",jawab Adrian sambil tertawa kecil.


Pak Hamzah lalu datang dan memberikan ucapan pada Adrian dan Aruna.


Para tamu sudah memberikan ucapan dan hidangan sudah di sediakan. MC lalu mempersilakan para tamu untuk makan hidangannya.Adrian dan Aruna turun dari panggung dan duduk di kursi vvip untuk makan.


Aruna dan Adrian makan sedikit karena sebelumnya mereka sudah makan.Selesai makan Adrian dan Aruna berdansa di tempat yang sudah di sediakan dan sudah dihiasi dengan sangat indah. Mereka berdansa dengan diiringi lagu cinta kita. Beberapa menit kemudian karena hanya berdansa berdua,Adrian dan Aruna mengajak Randy dan Mila ikut berdansa bersamanya. Randy dan Mila lalu saling menatap dan berdansa.


Selesai berdansa ada acara kembang api dan barbeque.Adrian tampak murung karena kedua orangtua tidak bisa hadir dihari bahagianya.


"Seandainya Bundaku ada disini pasti mereka bahagia melihat kita",ucap Adrian lirih sambil memeluk Aruna dari belakanh dan melihat kembang api.


"Mas.Mungkin Bunda kamu tidak disini tapi aku yakin disana pasti dia melihat kita",ucap Aruna sambil tersenyum. Selesai melihat kembang api, Aruna dan Adrian ikut barbequen bersama yang lain. Beberapa menit kemudian acaranya selesai.

__ADS_1


Adrian dan Aruna lalu kembali ke kamarnya,sedangkan orangtua Aruna berbincang-bincang dengan Pak Hamzah.


__ADS_2