
Saat jam makan siang,Aruna mau mengajak Adrian makan tapi Randy tiba-tiba muncul membawakan Aruna makanan.
"Hey cantik. Aku bawa 2 loyang pizza untuk kita berdua",ucap Randy sambil menaruh pizza di meja Aruna.Adrian keluar dari ruangannya dan menghampiri mereka.
"Aruna sayang.Kita makan di restoran jepang yuk!",ajak Adrian sambil menarik tangan Aruna.
"Nggak bisa Kak. Aruna pasti mau makan sama pizza sama aku",ucap Randy dengan percaya diri.Aruna jelas memilih ikut Adrian makan karena Adrian suaminya.
"Maaf ya Ran.Aku ikut Mas Adrian",jawab Aruna dengan tegas.
Randy kesal pada Adrian bahkan hampir berkelahi.Pak Hamzah yang kebetulan lewat menghampirinya lalu melerainya.Pak Hamzah lalu memberikan penjelasan tentang Aruna dan Adrian.Pak Hamzah tidak mau kalau Randy di anggap sebagai perebut istri orang.Randy lalu meminta maaf pada Adrian.
"Maaf kak",ucap Randy meminta maaf sambil menundukkan kepalanya.
"Nggak masalah",jawab Adrian sambil memeluk Randy.Randy lalu membagi pizza pada staff kantor.
Adrian yang tadi mau makan di restoran jepang bersama Aruna tidak jadi. Aruna ingin makan ayam gerek yang ada di depan kantor.Mereka lalu menuju ke restoran depan kantor.
Direstoran sambil makan Adrian membicarakan tentang buku nikah yang belum mereka ambil.
"Besok pulang kerja kita ambil buku nikah kita di KUA,biar ada bukti kalau kita sudah menikah",ucap Ardrian sambil makan.
"Iya Mas",ucap Aruna.
"Kalau perlu kita adakan pesta pernikahan supaya semua orang tahu kalau kita sudah menikah",ucap Adrian.
"Mas.Kalau pesta pernikahan sebaiknya kita tanya dulu sama orangtuaku",ucap Aruna.Aruna ingin meminta persetujuan orangtuanya.
"Oke..Besok sekalian kita mampir ke rumah orangtuamu,minta persetujuannya",jawab Adrian.
"Terserah Mas aja aku ikut",jawab Aruna.Aruna dan Adrian lalu menghabiskan makanannya. Sesudah itu mereka kembali kekantor untuk kerja.
Di kantor ternyata masih banyak karyawan yang belum kembali dari makan siang. Adrian mengajak Aruna masuk ke ruangannya.
"Ayo masuk ke ruangan aku sebentar aja!",ajak Adrian sambil menarik tangan Aruna.
"Apa berkas yang aku buat salah Mas?",tanya Aruna.Khawatir kalau dia salah mengerjakan tugasnya.
"Nggak kok",ucap Adrian sambil menutup pintu dan menguncinya.
__ADS_1
"Terus kenapa Mas bawa aku ke sini? pintunya juga kenapa dikunci?",tanya Aruna bingung dan gugup.
"Tidak usah banyak tanya",jawab Adrian sambil menarik tangan Aruna dan membawanya ke sofa.
"Mas. Aku mau keluar aja!",pinta Aruna.Aruna gugup dengan sikap Adrian,makanya dia mau menghindar dari Adrian. Adrian tidak melepaskan Aruna bahkan menyuruhnya duduk di sofa.
"Duduk disini sebentar!",perintah Adrian.Aruna duduk dan Adrian pelan-pelan memeluk Aruna.Adrian lalu membuka blazer Aruna meskipun Aruna sedikit menolak. Adrian juga perlahan membuka kancing baju Aruna,tapi baru aja terbuka kancing atasnya ponsel Aruna berdering.
Kring....!Kring....! Kring....!
"Mas.Ada yang telefon",ucap Aruna sambil mengangkat telfonnya.
"Udah kamu matiin aja!",perintah Adrian kesal karena disaat seperti ini ada yang ganggu.
"Maaf Mas.Nggak bisa soalnya telefon dari Bunda",jawab Aruna.Adrian lalu mengalah dan mengizinkan Aruna mengangkat telfonnya.
Bu Aina: Aruna..Bagaimana kabarmu?Kenapa kamu jarang kasih kabar?
Aruna:Maaf Bunda.Aruna lupa telfon Bunda tapi Aruna baik-baik aja kok.
Bu Aina:Ya udah enggak papa. Dengar kamu baik-baik aja Bunda senang.
Aruna:Kabar Bunda bagaimana?
Aruna:Baik kok Bunda.
Bu Aina:Bunda telfon lagi nanti,sekarang Bunda mau lanjut berbenah. Kamu juga masih kerja kan.
Aruna:Iya Bunda.
Aruna lalu mematikan telfonnya dan menaruhnya di meja.
"Sudahkan telfonnya?",tanya Adrian.Aruna menganggukkan kepalanya. Adrian lalu lanjut membuka kancing baju Aruna dan branya.Adrian lalu memainkan 2 bola Aruna kemudian menjilat leher Aruna dan melahap bibir Aruna.Aruna sedikit risih dan geli ingin rasanya untuk menolaknya.Adrian nafsunya besar sehingga Adrian menarik rok Aruna tapi tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruanganya. Adrian kecewa karena belum berhasil merebut haknya.
Adrian lalu menyuruh Aruna memperbaiki pakaiannya.Sesudah itu Adrian membuka pintu dan Aruna keluar dari ruangan Adrian.
Aruna sebenarnya sedikit lega Adrian belum merebutnya karena Aruna masih belum siap.
***
__ADS_1
Malamnya setelah makan malam,Adrian ingin melakukannya karena di kantor gagal melakukannya. Adrian berharap kali ia berhasil melakukannya.
"Lepaskan pakaianmu!",perintah Adrian sambil menatap Aruna dari dekat.
"Nggak mau.. ",jawab Aruna.Aruna mau keluar dari kamar tapi ternyata pintunya terkunci.
"Kamu tidak bisa keluar kuncinya ada di aku sayang",ucap Adrian sambil mengayunkan kunci kamarnya dan menaruhnya kembali di laci.
"Mas.Aku belum siap",ucap Aruna.
"Kamu bilang setelah hukumanku selesai aku boleh melakukannya.Kenapa sekarang kamu tidak siap?",tanya Adrian kecewa Aruna tidak mau.
"Aku takut Mas",ucap Aruna sambil menundukkan kepala.
"Kamu tidak perlu takut aku akan melakukannya dengan pelan",jawab Adrian.Adrian menarik tangan Aruna dan membawanya ke kasur. Adrian lalu menjatuhkan Aruna ke kasur. Kemudian melepaskan pakaian Aruna satu persatu hingga tidak ada sehelaipun di tubuhnya,Adrian juga membuka semua pakaiannya lalu menindih Aruna dengan perlahan. Adrian memegang dada Aruna lalu menjilat lehernya dan melahap bibir Aruna tapi Aruna terus meronta-ronta oleh karena itu Adrian mencekal tangan Aruna,hingga Aruna tidak bisa meronta. Adrian juga berusaha agar Aruna tidak mendesah.
"aaaahhh... ",desah Aruna.Aruna mendesah Adrian semakin buas melakukannya. Adrian melakukannya sampai Aruna lelah melayaninya. Saat Aruna lelah melayaninya,Adrian menghentikan aksinya dan menutupi Aruna dengan selimut.Adrian sangat senang karena berhasil mendapatkannya. Akhirnya mereka tertidur dengan keadaan telanjang.
***
Paginya Adrian bangun,Aruna sudah membuka matanya tapi belum bangun. Aruna masih merasa sakit di pahanya dan lehernya yang merah akibat ulah Adrian.Adrian merasa bersalah,Adrian memakai pakaiannya dan mengambil salep buat Aruna.Adrian lalu mengobati leher Aruna yang merah.
"Apa masih sakit?",tanya Adrian sambil menutup salep.
"Sedikit tapi nggak papa",jawab Aruna sambil menahan sakit.
"Apa perlu aku panggilan dokter untukmu?",tanya Adrian.
"Tidak usah",jawab Aruna sambil duduk.
"Baiklah!",ucap Adrian.Aruna lalu pelan-pelan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.Adrian kasihan jadi membantu Aruna jalan kekamar mandi. Sesudah itu Adrian melepas sprei kasusnya yang kotor akibat ulahnya semalam. Sehabis mandi Aruna ke bawah untuk buat sarapan tapi Adrian mencegahnya.
"Aku sudah pesan makanan dan makanannya sudah datang",ucap Adrian.
"Kalau begitu Mas cepat mandi,Aku tunggu dibawah",ucap Aruna sambil sisiran.
"Kamu hari ini mau kerja sayang? apa nggak sebaiknya kamu istirahat sayang?",tanya Adrian.Adrian melihat Aruna sudah siap dengan pakaian kerjanya.Adrian khawatir kalau Aruna masih sakit karena ulahnya.
"Iya aku mau kerja. Soalnya kan aku baru sehari kerja masa sudah minta izin kan enggak enak sama yang lain",jawab Aruna.
__ADS_1
"Oke...",balas Adrian.Adrian lalu mengambil handuk dan mandi.
Sementara itu Aruna turun ke bawah menyiapkan makanan yang di beli Adrian.Aruna memindahkannya ke piring,setelah itu Aruna menunggu Adrian turun untuk sarapan bersama.