Istri Terbaik Untuk Adrian

Istri Terbaik Untuk Adrian
Bab 42


__ADS_3

Sebulan kemudian kandungan Aruna sudah empat bulan. Hari ini Aruna menunggu kedatangan kakaknya yang bernama Nick. Aruna menyuruh kakaknya kerja ditempat Adrian karena Aruna tahu kalau Adrian membutuhkan staff baru.


Aruna:Kak Nick sudah ada dimana sekarang?.


Nick:Aku ada dibandara lagi cari taxi.


Aruna:Kak alamatnya sudah aku share ya!


Nick:Iya udah aku liat.


Aruna:Ya udah aku tunggu dirumah.


Aruna lalu menutup teleponnya,sementara itu Nick mencari taxi dan kemudian mendapatkan taxi, Nick kemudian pergi kerumah Aruna.


Sampai dirumah Aruna,Nick senang bisa bertemu dengan adiknya. Begitu juga dengan Aruna senang bertemu dengan kakaknya. Aruna lalu memeluk Nick kegirangan. Tanpa sepengetahuan Aruna,Adrian melihatnya dari cctv. Adrian geram karena Aruna berani memasukkan lelaki dirumahnya.


"Aruna kok kamu hamil 4 bulan kayak hamil 5 bulan?",tanya Nick sambil jalan mengikuti Aruna keruang tamu.


"Iya kak. Aku hamil kembar",balas Aruna sambil duduk.


"Jadi inget saudara kembar kamu kakak",balas Nick sambil duduk dan meletakkan koper disebelahnya.


"Kak enggak usah diinget lagi yang berlalu biar berlalu.Oya kakak mau minum? ",balas Aruna.


"Enggak kakak enggak haus tadi sudah minum dijalan",ucap Aruna.


"Kakak jadi nginep sini kan?",tanya Aruna.


"Iya tapi suami kamu enggak keberatan kan?",tanya Nick takut suami Aruna tidak mengizinkannya.


"Tenang aja kak pasti boleh",jawab Aruna sambil menunjukkan kamar Nick yang sudah dia sediakan.


Sorenya Adrian pulang lalu mencari laki-laki yang dimasukkan Aruna.Adrian sangat geram dan ingin mengahajar.Sampai dikamar Nick,Adrian langsung menarik Nick keruang tamu dan Aruna melihatnya.


"Mas. Jangan Mas!",pinta Aruna sambil menarik tangan Adrian.


"Jadi kamu belain dia",ucap Adrian dengan lantang.


"Bukan begitu dengerin aku dulu!pinta Aruna sambil menitikkan air mata.


"Aku tahu dia selingkuhan kamu kan",ucap Adrian dengan lantang.


"Kak.Kalau bicara di jaga aku bukan selingkuhan Aruna,Aku kakaknya Aruna",jawab Nick. Adrian tidak percaya pada Nick.


"Benar Mas dia kak Nik",ucap Aruna menjelaskan. Adrian masih tidak percaya tapi Aruna tiba-tiba sakit perut dan pingsan. Adrian kaget lalu menangkap tubuh Aruna dan kemudian membawanya kekamar.

__ADS_1


"Aruna bangun sayang",ucap Adrian sambil menitikkan air mata.


"Ini semua karena kamu",ucap Adrian marah pada Nick. Nick lalu mengeluarkan ktp dan foto keluarganya untuk membutikkan bahwa dia kakak Aruna.


"Ini bukti kalau aku Nick kakaknya Aruna",ucap Nick sambil menunjukkan ktp dan foto keluarganya. Adrian kaget dan menyesal tidak mendengarkan perkataan Aruna.


"Aku minta maaf,Aku tidak tahu",ucap Adrian meminta maaf pada Nick.


"Lebih baik kamu urus Aruna kasihan dia!",pinta Nick. Adrian lalu menelpon dokter Adit.


Adrian:Dit sekarang lo kerumah gue Aruan pingsan!


Adit:Ya udah gue segera kesana.


Adrian:Cepat ya dit!


Adrian lalu menutup telponnya, Beberapa menit kemudian dokter Adit datang. Dokter Adit langsung memeriksa Aruna.


"Adrian dia enggakpapa tapi jangan buat dia sedih atau marah lagi!",pinta Dokter Adit. Karena Adrian menceritakan yang sebenarnya terjadi sehingga Aruna pingsan.Dokter Adit lalu mencari obat di tasnya.


"Iya dit",ucap Adrian.


"Ini obat kamu kasih ke Aruna setelah dia makan",ucap Adit sambil memberikan bungkusan obat.


"Makasih dit",ucap Adrian sambil menerima bungkusan. obat.


"Nick. Tolong antar Adit keluar ya!",pinta Adrian. Nick lalu mengantar Dokter Adit keluar. Sementara itu Adrian masih menunggu Aruna sadar.


Satu jam kemudian Aruna belum sadar, Adrian ingat pesan Adit untuk kasih minyak angin. Adrian mencari minyak angin dilacinya dan menggosokkan ke dada Aruna serta hidungnya. Tak lama kemudian Aruna bangun,Adrian lega.


"Sayang aku minta maaf ya seharusnya tadi aku dengerin penjelasan kamu",Adrian meminta maaf.


"Enggakpapa Mas",Aruna memaafkan Adrian sambil memeprbaiki posisi duduknya.


"Tapi gara-gara aku kamu jadi seperti ini",ucap Adrian sambil membantu Aruna duduk.


"Iya enggakpapa Mas.Aku juga yang salah enggak bilang sama kamu terlebih dahulu kalau kak Nick mau datang kesini soalnya kak Nick baru bilang siang tadi",ucap Aruna sambil tersenyum.


"Aruna kamu enggakpapa?",tanya Nick.


"Enggakpapa kak",ucap Aruna sambil tersenyum.


"Mulai sekarang aku ijinin Nick tinggal disini",ucap Adrian.


"Mas. Kak Nick boleh ya kerja dikantor kamu!",pinta Aruna sambil memegang tangan Adrian.

__ADS_1


"Oke tapi aku mau lihat dulu kinerja dia seperti apa",ucap Adrian mengijinkan Nick kerja dikantornya.


"Makasih kak",ucap Nick.


"Kamu kenapa panggil aku kakak seharusnya aku yang panggil kamu kakak?",tanya Adrian.


"Habisnya Kak Adrian jauh lebih tua dari aku",balas Nick menjelaskan.


"Oke enggak masalah",ucap Adrian. Adrian lalu turun kebawah buat bubur ayam untuk Aruna.


Tak lama kemudian buburnya jadi, Adrian membawanya kekamar untuk Aruna.


"Sayang.Ini aku buatkan bubur ayam kamu makan ya!",pinta Adrian sambil menaruh nampan dimeja.


"Iya Mas",ucap Aruna.Aruna lalu mengambil mangkuknya tapi badannya masih lemas sehingga Aruna mengambilnya dengan pelan.


"Sini aku suapin aja!",pinta Adrian. Adrian melihat Aruna masih lemas. Adrian lalu menyuapi Aruna sampai buburnya habis.Perut Adrian tiba-tiba berbunyi.


"Mas. Belum makan?",tanya Aruna mendengar perut Adrian berbunyi.


"Belum",jawab Adrian sambil tertawa kecil.


"Mas.Kamu makan sana! Kak Nick ajak!",pinta Aruna sambil minum.


"Oke tapi kamu minum obat dulu!",pinta Adrian sambil memberikan obat ke Aruna. Aruna lalu meminumnya dan kembali istirahat.Adrian menyelimutinya kemudian dia turun kebawah mengajak. Nick makan.


"Nick.Ayo makan!",ajak Adrian. Nick lalu keluar dari kamarnya. Nick dan Adrian makan bersama,mereka juga terlihat akur.


"Nick.Habis makan aku pengen tahu kemampuan kamu jadi kamu ikut aku keruang kerja aku!",pinta Adrian.


"Oke kak",jawab Nick.


Sehabis makan Adrian keruang kerjanya dan ikuti oleh Nick.


"Keren rumah ada ruang kerjanya",gumam Nick takjub dengan rumah Adrian.


"Nick.Coba kamu baca berkas itu apa ada yang kurang?",tanya Adrian menguji Nick.


Nick lalu meneliti berkas itu dengan baik supaya Adrian percaya dengan kemampuannya. Beberapa menit kemudian Nick menemukan sesuatu yang salah pada berkas itu. Nick memberitahu Adrian dan Adrian mengakui kemampuan Nick. Nick lalu ditempatkan pada posisi manajer menggantikan Randy yang akan diangkat jadi wakil directur.


Nick senang bisa mendapatkan pekerjaan tapi untuk posisi manajer terlalu tinggi untuknya.


"Maaf kak.Apa enggak terlalu tinggi jabatannya?",tanya Nick.


"Enggak kok",ucap Adrian sambil membaca berkas.

__ADS_1


"Tapi... ",pembicaraan Nick dipotong Adrian.


"Udah enggakpapa",ucap Adrian. Nick lalu menerimanya. Adrian lalu membereskan berkasnya dibantu Nick.Kemudian Nick dan Adrian kembali kekamar istirahat.


__ADS_2