Istri Terbaik Untuk Adrian

Istri Terbaik Untuk Adrian
Bab 7


__ADS_3

Sampainya di rumah Aruna melihat Adrian asik nonton Tv jadi ia bisa melanjutkan tugas kuliahnya yang belum selesai di kamarnya. Adrian tiba-tiba menghampiri Aruna di kamar.


"Aruna...Temani aku ke taman yang ada di Villa!",pinta Adrian merengek.


"Iya sebentar Mas.Aku beresin buku-buku aku dulu",ucap Aruna sambil membereskan bukunya.


"Ayo...! Ayo...! ",pinta Adrian tidak sabar karena Aruna terlalu lama membereskan bukunya. Tanpa sengaja gelas berisi air yang ada di meja tersenggol oleh adrian dan airnya tumpah mengenai tugas kuliah Aruna.


"Aduh mas....Jadi tumpahkan.Harusnya mas bisa lebih sabar sedikit",ucap Aruna kesal pada Adrian.Adrian pergi meninggalkan Aruna karena merasa bersalah menumpahkan Air.


"Gimana nih...! mana besok lusa udah sidang lagi",batin Aruna. Aruna lalu teringat bahwa ia belum menghapus filenya di komputer. Aruna langsung mengecek komputernya.Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Aruna.


Tok...! Tok... !Tok...!


"Aruna.Apa Adrian ada di dalam Kamar?",tanya Bu. Aina sambil memegang camilan.


"Nggak ada Bunda",ucap Aruna sambil membuka pintu.


"Padahal Bunda bawakan cemilan buat dia",ucap Bu. Aina.


"Bunda sudah cek di ruang tengah sama ruang tv belum?",tanya Aruna khawatir.


"Sudah Aruna tapi Adriannya nggak ada,makanya Bunda kira Adrian ada di kamar kamu",ucap Bu Aina.


"Begini aja Bunda.Kita cari lagi Mas Adrian di sekeliling rumah karena nggak mungkin Mas Adrian keluar rumah!",pinta Aruna panik.

__ADS_1


"Ya udah.Bunda mau taruh camilan ini dulu di dapur",ucap Bu Aina sambil meninggalkan Aruna.


Aruna kemudian mencari Adrian ke ruang tengah, ruang tv,dan didepan rumah tapi Adrian tidak di temukan. Begitu juga dengan bu Aina, ia juga sudah mencari Adrian di belakang rumah,dapur,kamar pembantu, bahkan di gudang juga tidak ditemukan. Aruna lalu tambah panik karena Adrian tidak ada di sekeliling rumahnya.


"Aduh...gawat.Mas Adrian kemana ya? Coba aja tadi aku enggak marahi dia, pasti dia enggak menghilang seperti ini",batin Aruna menyesal.


"Aruna...Apa jangan - jangan Adrian keluar rumah,Dia kan sudah bisa jalan?",tanya Bu Aina.


"Ya udah.Kalau gitu Aruna cari Mas Adrian di luar rumah Bunda",ucap Aruna sambil meninggalkan Bu Aina.


Aruna mencari Adrian ke luar rumah. Dijalan ia teringat tadi Adrian ingin sekali ke taman yang ada villa. Aruna lalu pergi ke taman yang ada villa.Sampai di taman Adrian tidak ada, Aruna bingung mencari Adrian kemana lagi.Tak lama kemudian saat dia keluar dari villa ia melihat ada ibu-ibu menarik paksa tangan seorang pria yang tidak asing bagi Aruna. Aruna mendekatinya dan ternyata pria itu Adrian.


"Ada apa dengan suami saya?kenapa ibu menarik paksa tangan suami saya?,"tanya Aruna kesal


"O... jadi dia suami kamu.Suami kamu ini maling di warung saya.Makanya saya mau bawa dia ke kantor polisi",ucap Ibu warung dengan ketus.


"Enak aja cuma minta maaf doang,Saya ini rugi tahu",ucap Ibu warung dengan nada tinggi.


"Ini ada uang buat ganti rugi",ucap Aruna sambil memberikan uang ke Ibu warung.Ibu warung itu mengambil uang tersebut dan pergi.


Adrian tiba-tiba memberikan coklat yang ia pegang pada Aruna. Katanya ia ingin Aruna selalu tersenyum. Aruna terenyuh dengan sikap Adrian padanya dan menerima coklat itu. Aruna juga meminta maaf pada Adrian karena sudah memarahinya tadi dan berjanji tidak akan marah lagi. Kemudian Aruna mengajak Adrian ke taman yang ada di viila. Mereka duduk sambil memandangi langit sore.


"Mas,coklatnya enak.Mas mau?",tanya Aruna sambil bercanda mau menyuapi Adrian coklat tapi tidak jadi.Adrian lalu menyerobot coklatnya.Aruna geram lalu mencolek pipi Adrian dengan coklat.Adrian pun membalasnya. Mereka kemudian jadi kejar-kejaran.


Tak lama kemudian hari mulai gelap,Aruna mengajak Adrian pulang. Tapi saat di jalan pulang malah turun hujan. Aruna melepaskan jaketnya dan memayungi Adrian dan dirinya sambil merangkul Adrian.Kemudian berlari sampai rumah.

__ADS_1


Sampai di depan rumah Adrian dan Aruna setengah basah. Aruna dan Adrian lalu masuk rumah untuk mandi.


Dari kejauhan Max melihat Aruna dan Adrian bermesraan terbakar api cemburu. Ia tidak terima kalau Aruna lebih memilih Adrian daripada dirinya.


"Nggak bisa di biarin, masa aku kalah sama cowok gila",batin Max. Max lalu pulang kerumahnya.


***


Di rumahnya Max bercerita pada Ayahnya tentang Aruna. Jelas saja Ayah Max tidak terima kalau ada wanita yang menyakiti hati Max.


"Max...Cewek seperti itu tidak bisa di remehkan,kita kasih aja dia pelajaran. Lagian buat apa kamu rebut wanita bekas orang gila",ucap Ayah Max dengan nada tinggi.


"Ayah benar juga.Kalau begitu aku ingin Ayah yang memberinya pelajaran",balas Max.


"Ayah akan lakukan,kamu tinggal terima beres",ucap Ayah Max dengan sombong.


"Ayah memang Ayah yang paling terbaik",ucap Max sambil tertawa.


***


Keesokan harinya setelah pulang kuliah, Aruna mampir ke rumah Bi Nita untuk mengambil pesanan kue brownies, yang dia titip pada Bi Nita karena kemarin Bi Nita pergi ke kota.Aruna memesan brownies karena hari ini ia berulang tahun ya ke-20,dia sengaja membeli kue brownies bukan kue tart untuk di makan bersama keluarganya sebagai perayaan ulang tahunnya karena Adrian menyukai brownies.


Tapi terjadi musibah pada Aruna. Saat dia sampai di dekat rumahnya,ia dihadang 2 preman.Preman itu mau mencelakai Aruna.Aruna lalu berteriak tapi preman itu membekap Aruna dan membawanya pergi.


Adrian yang dari tadi menunggu Aruna di depan rumah,mendengar suara teriakan itu walau sekilas. Adrian keluar rumah dan melihat Aruna di bawa 2 preman. Adrian langsung lari mengejarnya.

__ADS_1


"Lepaskan Aruna...Jangan sakiti dia!",perintah Adrian sambil berlari. Mereka lalu berhenti dan mengancam Adrian.Kalau Adrian mendekatinya Aruna akan di b***h.Aruna bahkan tidak bisa berteriak tapi walaupun berteriak itu percuma karena ada di tempat yang sepi.


"Nggak....!jangan...! jangan...!",pinta Adrian sambil mendekati mereka.Aruna berusaha meloloskan diri dari preman supaya tidak mencelakai Adrian.Adrian kemudian mengamuk pada preman dengan tidak terkendali. Karena Adrian mengamuk preman itu jadi kewalahan.Preman itu jadi marah pada Adrian, salah satu dari preman itu mengeluarkan sebilah p***u dan menusuk Adrian.Adrian terjatuh dan tak sadarkan diri dengan bersimbah darah.


__ADS_2