Istri Terbaik Untuk Adrian

Istri Terbaik Untuk Adrian
Bab 8


__ADS_3

Aruna menggigit tangan preman itu untuk meloloskan diri dari preman dan itu berhasil. Tapi preman itu berlari dan Aruna berteriak minta tolong dengan sekencang-kencangnya sambil menangis.


"Mas Adrian bangun...! Tolong...! Tolong...! Tolong...! ",teriak Aruna panik sambil berlinang air mata. Tak lama kemudian ada warga yang datang membantu Adrian. Adrian di bawa kerumah sakit terdekat.


Di rumah sakit Adrian langsung ditangani dokter di UGD.Aruna yang menunggu di depan ruang UGD sangat mengkwatirkan keadaan Adrian.Di dalam UGD perutnya Adrian yang tertusuk pisau dijahit.Tak beberapa lama dokter yang menangani Adrian keluar dari UGD.


"Bagaimana dok keadaan suami saya?",tanya Aruna sambil menangis sesegukan.


"Begini suami ibu saat ini dalam kondisi kritis.Dia kehilangan banyak sekali darah dan kebetulan stock darah yang sesuai dengan golongan darah suami ibu habis jadi mau tidak mau kami harus mencari darah tersebut",ujar dokter panjang lebar.


"Maaf dok,golongan datang suami saya apa?",tanya Aruna.


"Golongan darahnya A",jawab dokter.


"Kebetulan golongan darah saya juga A. Ambil saja darah saya dok!",pinta Aruna memohon.


"Baiklah.silakan ibu ikut saya!",pinta dokter sambil pergi.


Aruna dibawa ke sebuah ruangan untuk di ambil darahnya. Setelah mendapatkan sekantong darah Aruna, Dokter menyuruh Aruna menunggu di depan ruang UGD.Sambil menunggu Adrian yang ditangani dokter, Aruna menghubungi keluarganya.


"Bunda...Mas Adrian masuk rumah sakit",ucap Aruna sambil sesegukan.


"Kenapa bisa masuk rumah sakit Aruna?",tanya Bu Aina kaget.


"Ceritanya panjang bunda",ucap Aruna.


"Ya udah.Bunda sama ayah kamu kerumah sakit sekarang",ucap Bu Aina.Bu.Aina menutup telfon Aruna dan memberitahu Pak Hilman kalau Adrian masuk rumah sakit.


Tak lama kemudian Bu Aina dan Pak Hilman datang. Mereka menanyakan keadaan Adrian. Aruna mengatakan kalau Adrian masih di tangani dokter.Bu Aina lalu menenangkan Aruna yang menangis sesegukan.Dokter lalu keluar dari ruangan Adrian dan memberitahu kalau Adrian sudah melewati masa kritisnya,bahkan sekarang Adrian sudah sadar. Aruna dan orangtua kemudian masuk keruang rawat Adrian.


"Mas.Kamu nggak papa kan?",tanya Aruna khawatir. Adrian hanya diam,Aruna lalu memeluk Adrian.


"Sebenarnya apa yang terjadi Aruna?",tanya Bu Aina penasaran sambil mengusap punggung Aruna.


Aruna lalu menceritakan kejadian yang sebenarnya.Bu Aina dan Pak Hilman terkejut dengar cerita Aruna.


"Aruna.Kamu sudah lapor polisi?",tanya Pak Hilman.


"Belum... Yah",ucap Aruna sambil melepas pelukannya.


"Kalau begitu sekarang kita lapor polisi biar pelakunya ditangkap.Dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Kamu masih ingatkan wajah preman-preman itu",ucap Pak Hilman.


"Ingat Yah",ucap Aruna.


"Kalau begitu sekarang kita kekantor polisi.Sekalian kamu pulang ambil pakaian Adrian",ucap Pak Hilman. Aruna menatap Adrian seolah tidak mau meninggalkannya.


"Kamu ikut ayah kamu sana biar Adrian Bunda yang jaga!",pinta Bu Aina.


Aruna lalu ikut pak Hilman kekantor polisi.Sesudah itu dia pulang kerumahnya mengambil baju Adrian.

__ADS_1


***


Sampai dirumah Aruna langsung menuju kamarnya mengambil baju Adrian tapi ada hal mengejutkan di kamarnya. Di meja kamarnya ada sebuah kotak hadiah dan sebuah surat. Aruna lalu membuka kotak tersebut dan isinya sebuah patung kayu yang menyerupai wajah Aruna.Saat membaca isi suratnya hati Aruna tambah sedih.


Isi surat:


Aku hanya bisa menutup mataku


Menikmati setiap detik keajaiban yang kau berikan


Aku hanya bisa terdiam


Merasakan


Setiap detik hidupku lebih berarti


Setiap Mantra dan Keajaiban


Yang kau sihirkan padaku


Terasa Lebih merasuk kedalam jiwa


Setiap kalimat dan huruf


Yang terlantun dari mulutmu


Hidupku terasa lebih berarti


semenjak kau hadir dalam duniaku


Setiap apa yang kau lakukan


Menjadi keajaiban tersendiri


dalam Fantasiku


Kau pelangi dalam hidupku


Yang slalu memberi warna dan keajaiban


Disetiap disetiap detak denyut nadiku


Terimakasih atas keajaibannya dan Selamat ulang tahun Aruna cantikku.


Maaf aku hanya bisa memberikan hadiah patung ini padamu.


Aruna tidak bisa membendung air matanya. Aruna merasa bersalah seharusnya Adrian tidak terluka. Aruna lalu menyeka air matanya dan buru-buru mengemas pakaian Adrian,lalu kembali kerumah sakit. Aruna juga membawa hadiah patung dari Adrian.


***

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit Aruna bilang kalau dia menyukai hadiah dari Adrian.Adrianpun terlihat senang walau masih terbaring sakit.Aruna juga mengajak bercanda Adrian karena dia tidak mau terlihat sedih di depan Adrian.


Tak terasa hari mulai gelap,Aruna dan bundanya sudah seharian di rumah sakit menemani Adrian.Bu Aina mengajak Aruna pulang.


"Aruna...Sudah malam lebih baik kita pulang,besok kita ke sini lagi!",pinta Bu Aina.


"Bunda aja yang pulang,Aruna masih mau menemani mas Adrian",jawab Aruna.


"Ya udah.Kalau itu memang mau kamu, Bunda juga tidak akan memaksa kamu",ucap Bu Aina.


"Terimakasih Bunda sudah mau ngertiin aku",balas Aruna.


"Bunda mau pulang dulu,kamu jangan lupa makan nanti",ucap Bu Aina sambil meninggalkan Aruna.


Suster lalu datang membawakan makanan untuk Adrian.Aruna menyuapi Adrian hingga makanannya habis.Sehabis Adrian makan,Aruna menyuruhnya minum obat dan tidur.


Selang beberapa menit Aruna merasa lapar,lalu ia menuju kantin rumah sakit. Setelah kenyang, Aruna kembali ke ruang rawat Adrian.Aruna duduk disofa beberapa menit kemudian tertidur.


***


Pagi harinya Aruna terbangun dan merasa lehernya sedikit sakit karena tidur di sofa. Aruna melihat Adrian sudah bangun dan memberinya makan.


Sesudah Adrian makan, Dokter datang memeriksa Adrian.Setelah di periksa dokter memberitahu kondisi Adrian pada Aruna.


"Bu.Pak Adrian kondisinya sudah membaik dan jahitannya juga sudah mulai mengering.Kemungkinan besok Pak Adrian sudah boleh pulang",ujar Dokter.


"Terimakasih banyak dokter",jawab Aruna dengan nada senang.Dokter menggangukkan kepalanya dan pamit keluar untuk memeriksa pasien yang lain.


Baru saja Dokter meninggalkan ruang Adrian,Bu Aina datang.


"Bunda...",ucap Aruna sambil salim.


"Bunda bawakan makanan buat kamu",ucap Bu Aina sambil menaruh rantang di meja.


"Bunda.Mas Adrian besok udah boleh pulang kata dokter",ucap Aruna dengan nada senang.


"Syukurlah.Oya Aruna tugas kuliah kamu sudah selesai,besok kan kamu sidang?",tanya Bu Aina.


"Belum bunda tapi pasti Aruna selesaikan kok",jawab Aruna sambil membuka rantang


"Habis makan kamu pulang selesaikan tugas kuliah kamu biar nggak keteteran!",perintah Bu Aina.


"Tapi... ",belum selesai bicara Bu Aina memotong pembicaraan Aruna.


"Tidak ada tapi-tapian. Adrian biar bunda yang jaga,kamu juga belum mandi kan",ucap Bu Aina.


"Iya Bunda",ucap Aruna pasrah.


Aruna lalu menghabiskan makanannya ,sesudah itu ia pamit sama Adrian dan Bundanya untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2