
Sudah empat hari Aruna kerja sebagai sekretaris Adrian,hari ini Aruna di kantor bertemu Mila sahabatnya waktu kuliah. Mila beberapa hari yang lalu melamar pekerjaan di kantor Adrian dan hari ini ia mulai kerja. Mila di terima sebagai assistennya Randy.
"Mila.Kamu kerja di sini?",tanya Aruna sambil memandangi Mila tidak percaya kalau ia ketemu lagi sama Mila.
"Iya.Aku baru aja keterima jadi assisten manajer. Kamu sendiri disini kerja juga?",tanya Mila. Mila tidak tahu kalau pemilik kantornya suami Aruna.
"Iya. Aku disini sekretaris Mas Adrian",jawab Aruna sambil tersenyum.
"O... Sekretaris Pak Adrian.Tunggu Kenapa kamu panggil Pak Adrian dengan sebutan Mas?",tanya Mila kaget.
"Mas Adrian itu suami aku Mila",jawab Aruna.
"Serius. Bukannya suami kamu gila?",tanya Mila masih tidak percaya kalau bossnya yang tampan suami Aruna.
"Dulu memang gila tapi sekarang dia sudah sembuh",jawab Aruna. Aruna juga menceritakan kejadian yang membuat Adrian sembuh.
"Wah. Gila beruntung banget kamu Aruna karena ternyata suami kamu tajir dan tampan",balas Mila. Aruna malu karena Mila mengatakan bahwa dirinya beruntung mendapatkan Adrian.
"Bisa aja kamu Mil",jawab Aruna Malu.
Tiba-tiba Adrian datang menghampirin Aruna dan Mila. Adrian mau mengantarkan Mila keruangannya Randy.
"Maaf. Sudah menunggu lama",ucap Adrian. Adrian tidak enak pada Mila karena telah menunggunya lama.
"Nggakpap Pak",jawab Mila.
"Ya sudah. Saya antar kamu keruangannya Randy",balas Adrian sambil jalan.Mila mengikutinya dari belakang, sedangkan Aruna kembali bekerja.
Sampai diruangan Randy, Mila kaget karena bertemu pria yang sudah nimpuk dia pakai kaleng dijalan tadi.
"Lo!!",ucap Mila dan Randy serentak.Mereka kaget bisa bertemu lagi.
"Kalian sudah saling mengenal?",tanya Adrian. Adrian mengira karena mereka saling mengenal jadi gampang kalau bekerja bersama.
"Nggak?",jawab Randy dan Mila serentak. Randy dan Mila saling buang muka.
"Sebenarnya kalian kenapa sih?",tanya Adrian. Adrian heran Mila dan Randy saling buang muka.
"Kakak nggak tahu masalahnya, ini cewek ngeselin sudah buat tangan aku remuk",jawab Randy kesal.
"Heh. Kamu yang ngeselin karena kamu duluan yang sudah buat masalah. Ini liat jidat aku sampai luka karena kamu timpuk pakai kaleng",balas Mila dengan lantang sambil menunjukkan jidatnya yang diplester. Mila sangat kesal sekali pada Randy karena Randy menyalakan dirinya. Pada Akhirnya Mila dan Randy bertengkar.Adrian jadi pusing melihat Mila dan Randy bertengkar.
"Stop.Kalian jangan bertengkar ini kantor aku bukan pasar. Kalau kalian mau ribut dipasar sana",ucap Adrian dengan lantang. Mila dan Randy lalu berhenti bertengkar karena takut pada Adrian.
"Iya Maaf",ucap Mila dan Randy serentak.
"Mulai sekarang kalian itu satu team jadi jangan buat keributan!",pinta Adrian.
"Iya",jawab Randy dengan menatap sinis Mila.
"Kalau begitu kalian kerja sekarang,saya mau kembali bekerja lagi",ucap Adrian sambil keluar dari ruangan Randy.
Adrian keluar,Randy dan Mila kerja tapi mereka diam-diaman tidak mau bicara.Randy lalu iseng pada Mila.
"Gue kerjain biar tahu rasa si assisten nyebelin",batin Randy.
"Mila. Buatkan saya kopi!perintah Randy ketus.
"Buat saja sendiri",jawab Mila ketus.
"Oke. Sekarang juga aku telfon kak Adrian buat pecat kamu karena kamu nggak mau kerja",ancam Randy.
Awalnya Mila tidak mau tapi dia ingat keluarganya. Saat ini hanya dia tulang punggung keluarganya karena Ayahnya sudaj pensiun kerja.
__ADS_1
"Iya ya",jawab Mila kesal. Mila terpaksa menuriti permintaan Randy. Mila lalu keluar menuju pantry.
Dipantry ada Aruna lagi buat teh, Aruna melihat Mila tampak kesal.Mila membuat kopi dengan perasaan kesal sehingga dia salah ambil gula. Aruna bengong dan heran.
"Mil. Itu garam bukan gula",ucap Aruna memberitahu Mila kalau dia salah ambil gula.
Mila lalu sadar bahwa yang dia ambil itu garam bukan gula. Mila lalu menaruh garamnya dan mengambil gula.
"Mil.Kamu kenapa?",tanya Aruna kepo.
"Aku lagi kesal sama Pak Randy.Aku nggak percaya kalau aku jadi assistennya",jawab Mila sambil mengaduk kopi.
"Emangnya Randy apain kamu?",tanya Aruna.Aruna lalu menyeruput tehnya.
Mila lalu cerita kejadian saat pertama kali dia bertemu Randy.Mila bertemu Randy ketika ia mau ke kantor. Diwaktu yang sama Randy lagi keluar kantor karena kesal pada Pak Hamzah,karena Pak Hamzah tidak mengijinkan Randy ikut traveling bersama teman-temannya. Randy yang lagi kesal di jalan tidak sengaja menendang kaleng dan kalengnya kena jidatnya Mila.Mila yang tidak terima di timpuk kaleng lalu mengejar Randy dan menghajarnya.Mila saat itu tidak tahu kalau Randy bakal jadi atasannya. Aruna menggelengkan kepala dengar cerita Mila.
"Mila...Mila... Kamu udah minta maaf sama Randy?",tanya Aruna sambil menggelengkan kepala.
"Belum tapi seharusnya dia yang minta maaf karena dia yang memulai",ucap Mila kesal.
Tiba-tiba Randy datang menghampiri Aruna dan Mila dipantry.
"Mila.Kamu ini cuma disuruh buat kopi lama sekali?",tanya Randy marah pada Mila. Karena Randy nunggu Mila buat kopi terlalu lama.
"Iya maaf Pak",ucap Mila meminta maaf sambil menundukkan kepalanya.
"Sini kopinya!",pinta Randy ketus.Mila lalu memberikan kopi yang ia buat pada Randy.
"Ran. Jangan ketus sama Mila!",pinta Aruna.
"Aruna ini bukan urusanmu, ini urusan aku sama dia",jawab Randy datar.
"Udah. Nggakpapa Aruna",ucap Mila.
"Ngapain kamu masih disini,kembali ke ruanganku sekarang!",perintah Randy.Randy lalu menuju ruangannya dan ikuti Mila. Aruna juga kembali bekerja.
Saat makan siang Aruna bercerita tentang kejadian Mila dan Randy di pantry. Aruna juga cerita kalau Mila sahabatnya.
"Jadi Mila itu sahabat kamu?",tanya Adrian.Adrian tidak tahu kalau Mila sahabat Aruna karena Aruna tidak pernah cerita tentang teman-temannya pada Adrian.
"Iya.Aku sudah sahabatan sama Mila dari kecil",jawab Aruna.
"Asal kamu tahu tadi waktu aku kenalkan Mila ke Randy,mereka berantem di depan aku",ucap Adrian. Aruna menggelengkan kepalanya heran Mila dan Randy tidak akur.
"Mereka itu sudah seperti kucing dan tikus",balas Aruna sambil menelan makanan. Adrian tertawa.
"Sebenarnya Randy itu baik,mungkin karena dia memang lagi kesal sama Paman Hamzah.Randy lalu melampiaskan kekesalannya pada Mila",ucap Adrian.
Tengah asik ngobrol,tiba-tiba Aruna melihat Mila beli makanan.Mila di suruh Randy beli makanan.Aruna lalu memanggil Mila dan Mila menghampirinya.
"Mila.Kamu makan siang kok banyak?",tanya Aruna.Karena Aruna melihat Mila memegang 2 porsi makanan.
"Nggak satunya buat Pak Randy",jawab Mila.Adrian dan Aruna heran dengan kelakuan Randy.
"Randy...Randy... ",batin Adrian sambil menggelengkan kepalanya.
"O... Kirain kamu memang banyak kalau makan",ucap Aruna sambil minum.
"Maaf.Aruna aku duluan ya",ucap Mila sambil meninggalkan Aruna.Mila takut kalau Randy marah lagi padanya kalau terlalu lama menunggu.
Aruna dan Adrian lalu menyelesaikan makannya dan kembali bekerja.
Randy di ruangannya geram pada Mila karena Mila lama sekali kembalinya.Saat Mila kembali,Randy memarahi Mila lagi.
__ADS_1
"Mila kamu kenapa lama?",tanya Randy sambil mengambil bungkusan di tangan Mila. Mila kaget lalu bungkusan tersebut malah jatuh. Mila mau mengambil bungkusan tersebut,Randy juga secara refleks mau mengambilnya juga.Pada akhirnya mereka secara bersamaan mengambilnya dan mereka lalu saling tatap. Mila lalu melepaskan tangannya dan mulai gugup dan gemeteran.Mila dan Randy lalu berdiri.
"Ini makananmu,cepat makan dan segera selesaikan pekerjaanmu!",perintah Randy datar.
"Iya Pak",ucap Mila sambil membawa makanannya ke mejanya.Mila lalu melahap makan siangnya sampai habis lalu menyelesaikan pekerjaannya.
Sorenya sepulang kerja Adrian mengajak Aruna ke toko emas.Tempat dia memesan cincin nikah karena cincin nikahnya sudah jadi.
"Ini cincin kamu",ucap Adrian sambil memakaikannya ke jari manis Aruna. Adrian juga memakainya di jari manisnya.
"Mas.Jangan sampai hilang lagi ya!", pinta Aruna berharap Adrian tidak menghilangkannya lagi.
"Oke.Aku janji akan menjaganya dengan baik", ucap Adrian sambil memegang tangan Aruna.
Sesudah dari toko emas Adrian dan Aruna lalu mampir ke sebuah weeding organizer terkenal di kotanya. Di sana banyak sekali pilihan tema pernikahan.
"Kamu mau tema pernikahan kita seperti apa sayang?",tanya Adrian sambil melihat-lihat foto yang di tunjukkan pemilik wo.
"Pesta di gedung aja Mas itu sudah lebih dari cukup",ucap Aruna.
"Gedung??? ,itu terlalu biasa sayang. Bagaimana kalau garden party pasti keren?",tanya Adrian sambil menunjukkan foto garden party.
"Kalau garden party itu biayanya mahal",ucap Aruna.
"Enggak papa sayang, Pernikahan itu kan seumur hidup sekali",jawab Adrian sambil memegang tangan Aruna.
"Terserah Mas deh",ucap Aruna. Adrian lalu memilih garden party yang bertempat di taman sebuah hotel ternama.Setelah selesai berkoordinasi dengan wo,Adrian dan Aruna pulang.
Malam sudah larut Adrian mampir di warung bakso untuk makan malam,karena dekat dengan rumahnya. Sehabis makan bakso Adrian dan Aruna langsung pulang ke rumah.
Sampai di rumah Adrian langsung mandi di kamarnya sedangkan Aruna mandi di kamar mandi yang ada di luar kamarnya.Sehabis mandi karena kelelahan mereka langsung tidur.
***
Pagi harinya saat bangun Aruna merasa perutnya sakit. Aruna ke kamar mandi dan ternyata dia lagi haid. Aruna lalu keluar dari kamar mandi mencari pembalut di lemarinya.Setelah itu dia mengambil handuk dan mandi.
Habis mandi Aruna turun ke bawah untuk masak sarapan dengan di bantu Mbok Rahmi.Selesai masak karena mengalami nyeri haid Aruna tidak kembali ke kamarnya malah duduk di meja makan sambil memegang perutnya yang sakit.
Adrian terbangun karena memasang alarm di Hpnya.Saat bangun ia heran Aruna tidak membangunkannya seperti biasanya. Adrian lalu cepat-cepat mandi dan turun kebawah.
Dibawah Adrian kaget melihat Aruna duduk sambil memegangi perutnya.
"Perutmu sakit?",tanya Adrian.Adrian melihat Aruna seperti sakit perut.
"Enggak papa Mas.Cuma nyeri haid aja kok",jawab Aruna.Aruna lalu berdiri mau mengambil air minum.Adrian tiba-tiba memeluk Aruna dari belakang dan mengelus perutnya.
"Bagaimana apa masih sakit?",tanya Adrian sambil mengelus perut Aruna.
"Sedikit berkurang sih",jawab Aruna. Tak disengaja Mbok Rami tiba-tiba lewat membawa teko berisi air dan gelas.
"Makin lama saya perhatikan Tuan Adrian dan Non Aruna makin romantis aja",ucap Mbok Rahmi sambil tersenyum. Adrian lalu melepaskan pelukannya dan mengajak Aruna sarapan.
Aruna pagi ini hanya masak nasi goreng. Aruna mengambilkan Adrian nasi goreng dan satu telor ceplok. Sehabis makan Adrian dan Aruna berangkat ke kantor.
***
Di kantor Mila di marahi lagi sama Randy karena membuat kopi asin.
"Kamu kemarin bisa buat kopi?kenapa sekarang jadi enggak bisa?",tanya Randy.
"Maaf Pak",jawab Mila meminta maaf pada Randy.
"Ya sudahlah.Lain kali jangan buat kesalahan lagi!",pinta Randy memaafkan kesalahan Mila karena sudah capek bertengkar dengan Mila.
__ADS_1