Istri Terbaik Untuk Adrian

Istri Terbaik Untuk Adrian
Bab 12


__ADS_3

Keesokan harinya jam 07.00 pagi,Aruna sudah bangun dan membantu Bundanya memasak di dapur, sedangkan Mbok Rahmi mengemas barangnya. Selesai masak Aruna kembali kekamarnya untuk mandi dan membangun Adrian yang masih tidur.


"Mas.Bangun mas sudah pagi!",pinta Aruna sambil melipat selimut.


"Masih ngantuk... nanti aja",balas Adrian sambil menutup kepalanya dengan bantal.


"Katanya kemarin mau berangkat ke kotanya pagi-pagi, apa enggak jadi?",tanya Aruna sambil duduk diranjang.


"O...iya.Aku lupa", gumam sambil beranjak dari tempat tidur dan mengambil handuk.Aruna lalu merapikan tempat tidurnya sambil menunggu Adrian.


Beberapa menit berlalu Adrian belum juga selesai mandi, Aruna lalu memutuskan untuk menunggunya di meja makan.


"Mas.Habis mandi langsung ke meja makan sarapan!",pinta Aruna sambil berjalan keluar kamar.


"Iya. Bawel",jawab Adrian sambil membilas badannya.


Aruna lalu menuju meja makan dan tak lama kemudian Adrian muncul.Adrian langsung mengambil piring,nasi dan lauknya.Aruna bengong melihat Adrian makan duluan dengan seenaknya sendiri.Adrian kesal Aruna menatapnya aneh.


"Kamu mau menatapku seperti terus atau mau sarapan?",tanya Adrian ketus.


"Maaf Mas",jawab Aruna meminta maaf. Aruna lalu sarapan dengan perasaan malu.


Sesudah makan Aruna membawa barangnya yang sudah di kemas semalam ke dalam mobil.Aruna lalu membantu Mbok Rahmi dan Adrian memasukkan barangnya ke dalam mobil.


Semua barang sudah masuk bagasi mobil,Aruna,Adrian dan Mbok Rahmi pamit terlebih dahulu pada Ayah dan bunda Aruna. Sesudah itu mereka berangkat ke kota.


***


Sampai di kota mereka tidak langsung ke rumah Ayah Adrian,tapi mereka mampir terlebih dahulu ke rumah Pak Hamzah untuk mengambil kunci rumah.


Di depan rumah Pak Hamzah,Adrian mengajak Aruna ikut menemui Pak Hamzah.Adrian tidak mau kalau Pak Hamzah mengira dia tidak membawa Aruna. Mbok Rahmi menunggu di mobil tidak ikut turun. Adrian lalu mengetuk pintu rumah Pak Hamzah dan mengucapkan salam.Pak Hamzah lalu membalas salamnya dan membukakan pintu.Adrian dan Aruna salim pada Pak Hamzah.


"Adrian...Ayo masuk!",perintah Pak Hamzah sambil memeluk Adrian.Pak Hamzah lalu masuk kedalam rumahnya dan ikuti Adrian serta Aruna.


Pak Hamzah membawa Adrian dan Aruna keruang tamunya dan menyuruhnya duduk.


"Paman aku ke sini mau ambil kunci rumah Ayah",ucap Adrian dengan tegas.


"Oke. Kalian mau minum apa biar sekalian Paman ambilkan?",tanya Pak Hamzah sambil berdiri.

__ADS_1


"Nggak usah paman,kita ke sini cuma sebentar.",jawab Adrian.Aruna mengiyakan perkataan Adrian.


"Ya sudah tunggu sebentar ya!",pinta Pak Hamzah sambil meninggalkan ruang tamu. Beberapa menit kemudian Pak Hamzah kembali membawa sebuah kunci.


"Ini kuncinya",ucap Pak Hamzah sambil menyodorkan kunci. Adrian lalu menerima kunci itu.


"Terimakasih Paman.Oya Paman besok Adrian akan ke kantor Ayah",ucap Adrian.


"Ya silakan, kantor itu hak kamu.Paman juga akan memberikan ke pemimpinan kantor pada kamu",ucap Pak Hamzah.


"Kalau begitu kita pamit",balas Adrian sambil berdiri.Aruna dan Adrian lalu salim pada pak Hamzah. Pak Hamzah lalu mengantarkan Aruna dan Adrian sampai depan pintu.Sambil berjalan ke depan pintu Pak Hamzah meminta maaf karena tidak menjenguknya waktu masuk rumah sakit.


"Enggak papa paman",jawab Adrian.


Sampai didepan pintu Adrian dan Aruna pamit sekali lagi pada Pak Hamzah.Adrian dan Aruna lalu masuk ke mobil dan berangkat menuju rumah Ayah Adrian.


***


Sesampainya di rumahnya Adrian, Adrian langsung memakirkan mobilnya di garasi. Adrian turun dan dikuti Aruna beserta Mbok Rahmi.Adrian lalu menyuruh Mbok Rahmi dan Aruna menurunkan dan membawa barangnya masuk.Adrian juga menurunkan barangnya sendiri.


Di dalam rumah Mbok Rahmi langsung ke kamarnya yang biasa dulu dia tempati waktu kerja di rumah Ayah Adrian,Sedangkan Aruna malah terpana dengan rumah Adrian yang besar dan mewah seperti istana.


"Hey. Jangan bengong cepat ikut aku!",perintah Adrian ketus sambil menarik koper.


"Iya Mas",jawab Aruna sambil mengikuti Adrian dan membawa barangnya.


Sampai di depan pintu sebuah kamar,Adrian lalu membuka pintu kamarnya.


"Ini kamar kamu dan kita tidak tidur sekamar meskipun sudah jadi suami istri",ucap Adrian ketus.


"Iya Mas",ucap Aruna mengiyakan.Aruna tahu bahwa hal ini akan terjadi padanya.


"Kamar aku ada di depan kamar kamu, Kalau kamu butuh sesuatu panggil aku disana",balas Adrian datar.Adrian lalu meninggalkan Aruna dan menuju kamarnya. Aruna masuk kedalam kamarnya dan membereskan barang bawaannya.


Adrian dikamar tidak membereskan barangnya hanya menaruhnya di kasur karena dia mau keluar rumah.Adrian keluar tanpa pamit pada Aruna tapi dia pamit pada Mbok Rahmi.Adrian jalan-jalan menuju Mall karena dia merindukan suasana Mall.


***


Di Mall Adrian menuju cafe favoritnya membeli kopi. Dalam pikiran Adrian bahwa ia ingin mencari Liona.Tanpa sengaja saat Adrian jalan melewati sebuah butik, Adrian melihat Liona lalu menghampirinya.Adrian juga melepas cincin nikahnya dan menaruhnya dikantong karena dia tidak mau Liona tahu bahwa dia sudah menikah.

__ADS_1


"Liona...",panggil Adrian dari kejauhan. Liona mendengar teriakan itu dan melihat orang yang memanggilnya. Liona lalu menghampiri Adrian dan tidak percaya kalau Adrian sudah sembuh.


"Adrian....Kamu sudah sembuh?",tanya Liona. Liona memandangi Adrian dari atas ke bawah.Liona juga melihat Adrian sudah kaya lagi seperti dulu.


"Kayaknya dia kaya lagi, lumayan...mendingan gue balikan aja sama dia.Siapa tahu gue bisa jadi nyonya Adrian yang kaya raya",batin Liona.


"Iya. Aku udah sembuh",jawab Adrian senang.Adrian lalu mengajak Liona mengobrol lebih lama lagi di kafe dekat mereka berdiri.


Di kafe Liona dan Adrian langsung duduk dan memesan minuman dan makanan.


"Sayang...Maaf ya.Aku sudah ninggalin kamu waktu kamu sakit dan aku juga udah ngebatalin pernikahan kita. Aku sebenarnya waktu itu ada urusan mendadak di luar negeri yang tidak bisa aku tinggalkan",ujar Liona berbohong sambil memegang tangan Adrian.


"Iya nggak papa",jawab Adrian memaafkan Liona. Adrian tidak tahu bahwa Liona berbohong padanya.


"Sayang.Bagaimana kalau rencana pernikahan kita dilanjutkan?",tanya Liona yang ingin menjadi istri Adrian.


"Gawat...Aku memang masih mencintai Liona,tapi bagaimana dengan Aruna?Ehmm...pernikahan aku dan Aruna kan hanya zah di depan penghulu jadi aku tinggal talak dia beres deh",batin Adrian.


"Iya Boleh",ucap Adrian penuh semangat.Pesanan mereka lalu datang, Adrian dan Liona menyantapnya.


Adrian tiba-tiba dia melihat ada sepasang kekasih yang cowok di kursi roda dan ceweknya menyuapinya.Melihat mereka membuat Adrian teringat dengan Aruna.


"Aruna dulu melakukan hal yang sama",batin Adrian sambil melihat sepasang kekasih itu.Liona lalu mengkagetkan Adrian.


"Sayang....Kamu kenapa bengong? ",tanya Liona sambil mengkagetkan Adrian.


"Iya Aruna.Kenapa?",tanya Adrian ke ceplosan menyebut nama Aruna.


"Aruna...Siapa Aruna?",tanya Liona kesal karena Adrian menyebut nama wanita lain.


"Ehmm.. bukan siapa-siapa kok",jawab Adrian gugup takut ketahuan.


"Beneran?",tanya Liona memastikan kalau Aruna memang bukan siapa-siapanya Adrian.


"Hmm...Mendingan kamu habiskan makanannya terus kita pulang!",pinta Adrian.Adrian dan Liona lalu menghabiskan makanannya.Sesudah itu Adrian membayar makanannya lalu meuju parkiran mobil.


Adrian mengantarkan Liona pulang terlebih dahulu. Di perjalanan Adrian di lema,Adrian terus kepikiran kejadian tadi di kafe.


Penasaran kan!!

__ADS_1


Apakah Adrian akan benar-benar menikahi Liona dan berpisah dengan Aruna? simak terus ceritanya!!!


__ADS_2