Istri Terbaik Untuk Adrian

Istri Terbaik Untuk Adrian
Bab 21


__ADS_3

Sementara itu Aruna dan Adrian yang baru sampai kantor langsung menemui klien yang sedang menunggu dengan Pak Hamzah di ruangan Adrian.Sehabis berdiskusi dengan klien Adrian dan Aruna melanjutkan pekerjaannya.


Siangnya di kantin Aruna dan Adrian melihat Randy dan Mila saling duduk berjauhan.Aruna menghampiri Mila dan Adrian menghampiri Randy.


"Kamu nggak mau makan sama Mila biar tambah akrab?",ucap Adrian.Randy menatap Adrian kesal karena telah mencampuri urusannya.


"Malas makan sama Mila",ucap Randy sambil menelan makanannya.


"Jangan begitu nanti kamu bisa jatuh cinta sama Mila",ucap Adrian nyindir Randy.


"Nggak mungkin.Aku jatuh cinta sama cewek super ngeselin kayak Mila",jawab Randy.Randy berhenti makan dan berdiri,Adrian menahannya agar dia tidak pergi.


"Ngambek nih ye",ucap Adrian sambil megang tangan Randy.


"Siapa yang ngambek?",Randy ngeles. Randy lalu buang muka dari Adrian.


"Ran. Kalau punya masalah harus diselesaikan baik-baik. Kamu jangan marah-marah,kalau marah masalah bukan selesai malah bertambah",Adrian menasihati Randy agar tidak bertengkar dengan Mila terus. Adrian melakukan itu supaya mereka bisa bekerjasama dengan baik dalam bekerja.


Randy berpikir kalau yang dikatakan Adrian ada benarnya. Adrian lalu mengajak Randy minta maaf pada Mila.


"Sini ikut aku,bawa makananmu!",pinta Adrian sambil menarik tangan Randy.


Randy membawa makanannya dan ikut Adrian ke tempat Mila dan Aruna. Mila dan Aruna asik mengobrol,Mila lalu kaget Randy muncul dihadapannya. Randy dan Mila diam-diaman tidak bicara.


"Ran. Ayo kamu minta maaf sama Mila!",pinta Adrian sambil memegang pundak Randy.


"Iya Kak",jawab Randy dengan nada lemas. Randy memberikan tangannya pada Mila untuk minta maaf.


"Apa??",tanya Mila ketus.


"Aku minta maaf",jawab Randy. Mila tidak menggubrisnya, Mila takut kalau Randy tidak sungguh-sungguh minta maaf.


"Mil. Udah maafin aja!",pinta Aruna.


"Oke. Aku maafin,Aku juga minta maaf",jawab Mila sambil membalas salaman Randy.


"Gitu dong",ucap Adrian sambil menepuk pundak Randy.


Randy dan Adrian lalu duduk, pesanan yang Aruna pesan tiba-tiba datang. Mereka lalu makan bersama.Selang beberapa menit Randy dan Mila selesai makan.

__ADS_1


"Aku balik dulu",ucap Mila dan Randy bersamaan.


"Kompak banget sekarang",ucap Adrian sambil tertawa kecil.Randy dan Mila saling buang wajah.


Randy lalu kembali ke ruangannya di ikuti Mila.Waktu jalan keluar kantin tidak sengaja kaki Mila tersandung kursi lalu dengan refleksnya Randy menangkap tubuh Mila.Mereka lalu saling bertatapan.


"Cieee... Pak Randy",ucap beberapa staf yang ada di sana.Randy lalu melepas Mila dan Mila terjatuh.


"Aduh...Kenapa di jatuhin sih?",tanya Mila sambil berdiri.Randy lalu meninggalkan Mila begitu saja.


"Bener-bener cowok resek ya. Udah dijatohin sekarang ditinggalin",batin Mila sambil menyusul Randy.


Adrian dan Aruna tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Randy dan Mila. Sehabis makan Adrian mengajak Aruna untuk fotoshoot untuk preweddingnya.


"Sayang selesai makan kita fotoshoot di studio teman aku",ucap Adrian sambil minum.


"Kerjaan kita bagaimana?",tanya Aruna.Karena takut kalau tidak selesai bisa keteteran.


"Tenang aja.Pekerjaan kita kan sudah tinggal sedikit nanti aku minta tolong Paman Hamzah dan Randy buat terusin",jawab Adrian.


"Oke",ucap Aruna.Aruna dan Adrian lalu pergi ke studio untuk fotoshoot.


***


Sesi foto terbagi jadi 4 bagian yang pertama foto dengan posisi Aruna duduk di kursi memegang bunga dan Adrian berdiri di sampingnya.Kedua foto dengan posisi Aruna dan Adrian berdiri berhadapan sambil berpelukan.Ketiga foto dengan posisi Adrian memeluk Aruna dari belakang. Terakhir foto dengan posisi Aruna bersandar di tembok dan Adrian memegang dahinya seolah menciumnya.


Sehabis foto Aruna langsung mengganti pakaiannya dan melepas riasannya.Adrian lalu di beritahu temannya bahwa dirinya akan secepatnya selesai. Adrian juga meminta salah satu foto terbaiknya dibuat besar dan dibingkai untuk di letakkan di kamarnya.


Selesai foto Adrian dan Aruna mampir kepercetakan. Adrian mau mencetak undangan pernikahan. Adrian dan Aruna memilih model undangan yang simple tapi elegan. Adrian memberikan nama-nama yang diundang pada orang percetakan.


Selesai dari percetakan,di perjalanan pulang karena sudah malam Adrian merasa lapar.Adrian dan Aruna mampir makan sebentar lalu pulang.


***


Pagi harinya Aruna dan Adrian cepat - cepat mandi dan sarapan. Sejak ikut Adrian kerja Aruna jarang sekali masak. Jadi yang masak Mbok Rahmi. Selesai sarapan mereka ke kantor.


Di kantor ternyata Pak Hamzah tidak sempat menyelesaikan tugas yang di suruh Adrian karena terlalu banyak pekerjaannya yang belum selesai. Adrian memahami itu dan seharusnya dia dan Aruna tidak meninggalkan pekerjaannya kemarin.Aruna dan Adrian lalu mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai.


Randy di ruangannya tampak bingung melihat Mila,karena sejak sampai Mila terlihat lemas dan wajahnya pucat. Bahkan sekarang Mila meletakkan kepalanya di meja. Randy lalu mendekati Mila dan betapa kagetnya Randy saat menyentuh tangan Mila,tangan Mila hangat.

__ADS_1


"Kau demam?",tanya Randy sambil membangunkan Mila.


"Aku tidak papa",jawab Mila datar lalu menundukkan kepalanya lagi. Randy tidak tega dan merasa bersalah,sebab kemarin dia terlalu banyak memberikan pekerjaan Mila sehingga Mila sakit. Randy lalu mengangkat tubuh Mila ke sofa dan membaringkannya.Randy lalu mengambil handuk kecilnya yang selalu dia bawa dan membasahinya dengan air lalu mengompres Mila.Randy juga menyelimutinya dengan jaketnya sehingga membuat Mila tertidur.Randy lalu berniat memanggilkan dokter untuk Mila.


Beberapa menit kemudian Dokter langganan Randy datang.Aruna dan Adrian heran ada dokter masuk ke ruangan Randy. Mereka lalu masuk ke ruangan Randy karena penasaran.


"Ran siapa yang sakit?",tanya Adrian sambil memegang berkas.


"Mila",jawab Randy datar. Aruna kaget dan la benar-benar melihat Mila terbaring lemas di sofa.Aruna lalu menghampiri Mila.


"Mil lo sakit? kenapa lo masuk?",tanya Aruna sambil memegang tangan Mila.


"Aku enggak papa kok",ucap Mila sambil duduk.


"Badan kamu demam,kamu bilang enggak papa",ucap Aruna yang khawatir terhadap Mila. Dokter langganan Randy lalu memeriksa Mila. Ternyata Mila hanya kelelahan dan badannya tidak kuat jadinya sakit.


"Pak Randy terimakasih sudah nolongin saya",ucap Mila berterimakasih pada Randy.


"Iya sama-sama",ucap Randy ketus.Setelah dokter memeriksa,dokter itu memberikan resep obat ke Randy lalu ia pulang.


"Mila... Kamu pulang aja ya!",pinta Aruna.


"Betul kata teman kamu,lebih baik kamu pulang saja daripada di sini nanti aku yang repot",ucap Randy datar.


"Iya Pak",ucap Mila megiyakan.Mila lalu di antar sopir kantor pulang ke kontrakannya.


Sorenya sehabis kerja Randy ke kontrakan Mila membawakannya obat karena tadi lupa memeberikan resep obatnya ke Mila jadi sekalian dibelikan sama Randy.Randy juga membawakan buah-buahan buat Mila. Sampai dirumah Mila Randy lalu mengetuk pintunya dan mengucapkan salam. Mila membalas salamnya dan membukakan pintu.


"Pak Randy...Ada apa kesini?",tanya Mila.


"Ini obat kamu tadi aku lupa kasih ke kamu",jawab Randy dengan ketus sambil memberikannya ke Mila.Randy juga memberikan buahnya ke Mila.


"Makasih Pak",ucap Mila.


"Sama-sama. Terus kamu enggak ngijinin aku masuk gitu",ucap Randy ketus. Randy dari tadi hanya di depan pintu.


"Silakan masuk Pak",ucap Mila.Mila tidak menutup pintunya agar tidak di kira macam-macam sama orang.


"Kamu sudah makan?",tanya Randy sambil duduk di sofa.

__ADS_1


"Belum pak",jawab Mila. Mila memang belum makan karena tidak ada nafsu.


__ADS_2