
Besoknya dikantor Mila kaget melihat Nick ada dikantornya. Mila dan Nick dulunya juga bersahabat sebelum Nick pergi ke Malaysia.Mila menghampiri Nick dan memeluknya layaknya sahabat.
"Kak Nick. Aku senang banget bisa ketemu Kak Nick lagi",ucap Mila sambil meluk Nick.
"Iya sama aku juga seneng banget ketemu kamu lagi adikku yang tomboy tapi kamu keliatan beda lebih feminim dan cantik",balas Nick sambil mengacak rambut Mila.
"Bisa aja Kak Nick!",ucap Mila malu-malu.
"Mil.Kamu masih ikut taekwondo?",tanya Nick.Nick dulu sering berlatih taekwondo bersama Mila.
"Iya Kak. Kakak sendiri masih latihan?",tanya Mila.
"Iya kadang",jawab Nick.Randy dari tadi melihat Mila dari jauh sangat dekat dengan Nick bahkan mereka terlihat mesra. Randy geram dan menghampiri mereka.
"Hmmm...Mila sini kamu ikut aku kita harus kerja!",pinta Randy sambil menarik tanga Mila. Mila melambaikan tangan ke Nick.
Randy membawa Mila keruangannya, sampai diruangannya Mila dinterograsi sama Randy.
"Duduk Kamu!",perintah Randy. Mila lalu duduk tapi Mila bingung dengan sikap Randy padanya.
"Kamu mesra banget sama dia ada hubungan apa?",tanya Randy datar sambil duduk di meja Mila.
"Enggak ada Ran cuma sahabat",jawab Mila.
"Bohong kalau sahabat harus ya pakek peluk-peluk segala",ucap Randy cemburu.
"Kamu kenapa sih Ran lagi sakit?",tanya Mila heran Randy jadi menuduhnya berbohong.
"Aku enggak sakit cuma pengen tahu aja!",ucap Randy.
"Kamu cemburu lihat aku berdua sama Kak Nick?",tanya Mila yang yakin kalau Randy lagi cemburu.
"Siapa yang cemburu lagian kita kan bukan pasangan?",ucap Randy malu kepergok cemburu.
"Udah ngaku aja Ran!",pinta Mila yang ingin Randy jujur padanya.
"Oke kalau cemburu memangya kenapa?",tanya Randy sambil mendekatkan wajahnya ke Mila.
"Ran.Wajah kamu terlalu dekat",ucap Mila risih.
"Udah kita kerja aja!",pinta Randy. Telfon Randy berbunyi, Randy lalu mengangkatnya ternyata telfon dari Adrian.Adrian menyuruhnya ke ruangan rapat bersama Mila.
Di ruangan rapat Adrian memperkenalkan Nick pada seluruh karyawannya.
"Saya akan memperkenalkan manajer yang baru namanya Nick. Randy mulai hari ini akan saya angkat menjadi wakil director",ucap Adrian dengan tegas. Randy dan Nick tersenyum dan mengucapkan terimakasih pada Adrian atas jabatan yang telah diberikan.
"Kak.Aku boleh minta sesuatu enggak?",tanya Randy.
"Apa Ran?",tanya Adrian.
"Aku mau Mila jadi sekretaris aku!",pinta Randy.
"Oke.Boleh kalau Mila bersedia",balas Adrian memperbolehkan Mila jadi sekretarisnya.
__ADS_1
"Mil.Kamu mau kan jadi sekretaris aku?",tanya Randy berharap Mila bersedia jadi sekretarisnya.
"Iya aku mau Ran",jawab Mila dengan senang hati.
"Oke mulai sekarang kamu jadi sekretaris Randy",ucap Adrian. Sekretaris yang lama akan jadi asisten Nick.
Mereka lalu kembali keruangan masing-masing dan lanjut kerja.
Sorenya selesai kerja Adrian sebelum pulang mampir beli puding karena Aruna minta dibelikan puding. Puding sudah didapatkan Adrian pulang kerumahnya.
Sampai dirumah Adrian melihat Aruna duduk diruang tamu sambil nonton Tv. Adrian menghampiri Aruna dan memberikan pudingnya.
"Ini pudingnya benarkan?",tanya Adrian sambil menaruh bungkusan dimeja. Aruna membuka bungkusan tersebut isinya 10 cup puding dengan dua rasa.
"Benar Mas Makasih suamiku yang baik",ucap Aruna sambil tersenyum.
"Udah aku mau mandi dulu sayang",ucap Adrian sambil berdiri.
"Mas.Tunggu dulu Kak Nick mana?",tanya Aruna. Aruna melihat Adrian pulang sendiri tanpa Nick.
"Nick.Masih dikantor sebentar lagi juga pulang dia",ucap Adrian.
Adrian lalu kekamarnya dan mandi. Aruna di bawah makan puding sambil nonton TV. Sesudah mandi Adrian turun kebawah dan menemani Aruna.
Tak lama kemudian Nick datang, Adrian lalu menyuruhnya mandi dan ikut makan bersamanya. Nick lalu mandi dan sesudah itu Nick menuju meja makan untuk makan bersama.
"Kamu kenapa malam pulangnya?",tanya Adrian heran.
"Tadi aku ajak pulang bareng kamu enggak mau",ucap Adrian sambil makan.
"Soalnya masih banyak kerjaanya kak",ucap Nick.
"Ya udah enggak usah dibahas!",pinta Aruna.
Adrian,Nick dan Aruna lalu menyelesaikan makan malamnya. Selesai makan malam mereka beristirahat.
***
Dua bulan kemudian usia kandungan Aruna menginjak 6 bulan. Paginya Aruna bangun punggungnya terasa sakit bahkan kakinya bengkak. Aruna lalu membangunkan Adrian.
"Mas. Bangun Mas",ucap Aruna sambil menggoyangkan badan Adrian.
"Apa sih hari ini aku libur lagian ini masih pagi?",tanya Adrian yang masih ngantuk.
"Mas. Punggung aku sakit dan kaki aku rasanya bengkak",ucap Aruna sambil duduk. Adrian lalu bangun dan melihat kaki Aruna.
"Kamu gendutan kali",ucap Adrian.
"Mas.Jahat bilang aku gendut padahal mas sendiri yang suruh aku makan banyak",ucap Aruna cemberut.Kesal karena dibilang gendut.
"Iya maaf. Tapi kaki kamu kayaknya memang bengkak deh",ucap Adrian sambil melihat kaki Aruna.
"Benarkan bengkak bukan gendut?",tanya Aruna.
__ADS_1
"Ya udah nanti kita ke dokter Adit!",pinta Adrian.
"Mas.sekarang mas pijitin aku dulu mau ya!",pinta Aruna yang merasakan sakit dipunggungnya.
"Iya sini aku pijitin",ucap Adrian. Adrian lalu memijat punggung Aruna dengan lembut. Setengah jam kemudian Aruna merasa punggungnya lebih enak.
"Mas. Sudah aku enakan",ucap Aruna. Adrian lalu berhenti memijat Aruna. Adrian melihat jam sudah jam delapan,sudah waktumnya untuk sarapan.
"Sayang.Kamu makan apa aku ambilkan?",tanya Adrian.
"Aku mau ambil sendiri",ucap Aruna sambil berdiri. Aruna lalu duduk lagi karena kakinya tidak kuat untuk jalan.
"Udah aku ambilkan aja!",pinta Adrian.
"Ya udah deh. Aku mau makan sup",ucap Aruna. Adrian lalu ke meja makan mengambil sup dan nasi. Sesudah itu kembali kekamar.
"Ini makan sayang!",pinta Adrian.
"Mas enggak makan?",tanya Aruna.
"Iya nanti",ucap Adrian. Aruna lalu makan sampai kenyang.
Siangnya Adrian mengantar Aruna ke rumah sakit. Adrian membantu Aruna berjalan sampai kemobil.
***
Dirumah sakit Aruna di periksa sama Dokter Adit. Dokter Adit memeriksa Aruna dengan sangat teliti. Sesudah diperiksa Adrian membantu Aruna turun dari tempat tidur dan menuntunya ke kursi.
"Gimana dit?",tanya Adrian kawatir.
"Enggakpapa biasa kalau hamil memang kadang kakinya suka bengkak dan punggungnya sakit karena Aruna hamil kembar",ujar Dokter Adit.
"Syukurlah",ucap Adrian lega.
"Ini gue kasih vitamin",ucap Adit sambil memberikan bungkusan obat.
"Makasih Dit kalau gitu gue pamit pulang",ucap Adrian sambil menerima bungkusan obat.
Adrian lalu menuntun Aruna lagi sampai mobil. Diperjalanan Aruna tiba-tiba lapar dan ingin makan ayam goreng.
"Mas. Aku laper",ucap Aruna sambil memegang perutnya yang buncit.
"Bukannya tadi sebelum berangkat kamu makan?",tanya Adrian. Adrian merasa nafsu makan Aruna semakin besar.
"Iya kan dimakan bertiga cepat habis Mas",ucap Aruna.
"Ya udah kamu mau makan apa?",tanya Adrian.
"Ayam goreng",ucap Aruna.Adrian lalu berhenti direstoran,Direstoran Adrian memesan seporsi ayam goreng.
"Mas. Kok cuma pesan satu?",tanya Aruna.
"Aku masih kenyang sayang",ucap Adrian. Tak lama kemudian makanan datang Aruna memakannya sampai habis. Setelah itu mereka pulang kerumah.
__ADS_1