
Paginya jam 06.30 Adrian membuka matanya,Aruna ada di dapur sedang masak untuk sarapan. Makanan sudah siap, Aruna kembali ke kamarnya dan mandi.Habis mandi Aruna membangunkan Adrian.
"Mas bangun mas.Udah jam 07.00!",pinta Aruna sambil melipat selimut.
"Iya sayang... ",jawab Adrian.Adrian lalu mengambil handuk dan mandi.Aruna merapikan tempat tidur lalu turun kebawah.
Beberapa menit kemudian Adrian selesai mandi,Adrian turun ke bawah untuk sarapan.Saat sarapan Aruna memperhatikan jari manis Adrian tidak mengenakan cincin nikahnya.
"Mas.cincin nikah kamu kenapa nggak dipakai?",tanya Aruna.Aruna baru sadar kalau Adrian tidak mengenakan cincin nikah.
"Masa sih?",tanya Adrian.Adrian lali melihat jari manisnya dan ternyata memang tidak mengenakan cincin nikah. Adrian teringat kalau dia melepas cincinnya waktu ketemu Liona dan lupa memakainya kembali.
Sehabis sarapan Adrian menuju kamarnya dan mencari celana yang dia pakai waktu itu. Celananya ketemu,tapi ternyata celananya bolong dan cincinnya pun hilang.
"Mas.Kamu ini teledor sekali cincin nikah sampai hilang",ucap Aruna kesal sambil cemberut.
"Iya Maaf.Nanti aku beli yang baru deh",ucap Adrian meminta maaf.
"Terserah kamu Mas", jawab Aruna.Aruna sangat kesal pada Adrian,saat turun ke bawah Aruna lupa membawa tasnya.
"Mas.Aku lupa bawa tas, aku ambil dulu",ucap Aruna sambil jalan ke atas.
"Aku tunggu di ruang tamu",teriak Adrian. Adrian menunggu Aruna di ruang tamu.Beberapa menit kemudian Aruna turun kebawah menuju ruang tamu dengan membawa tas. Adrian tiba-tiba memandangi Aruna dari atas sampai kebawah.
"Aruna kamu tidak ada pakaian lain?",tanya Adrian.
"Nggak ada. Ini baju aku yang paling bagus",jawab Aruna sambil melihat pakaiannya.
"Ya sudahlah.Kita berangkat sekarang!",pinta Adrian sambil jalan ke garasi.Aruna dan Adrian lalu berangkat ke kantor
Di perjalanan Adrian berpikir untuk membelikan Aruna baju jadi Adrian mampir ke butik.
"Mas.Kenapa mampir ke butik?",tanya Aruna bingung sambil turun dari mobil.
"Udah jangan banyak tanya ikut aku masuk ke dalam!",pinta Adrian sambil menggandeng Aruna.
Adrian dan Aruna masuk ke dalam butik.Aruna melihat banyak sekali pakaian-pakaian bagus.
"Ada yang bisa saya bantu?",tanya pelayan toko.
"Mbak.Saya cari baju wanita",jawab Adrian.
Pelayan toko mengantar Adrian ke tempat pakaian yang dicarinya.Adrian memilihkan pakaian yang cocok untuk Aruna.Adrian memilih kemeja wanita warna putih polos, blazer warna coklat polos dan rok pensil warna creme.
"Coba kamu pakai ini!",perintah Adrian sambil memberikan pakaian yang sudah dia pilih.
__ADS_1
"Tapi Mas aku enggak pede pakai ini",jawab Aruna sambil memegang pakaian.
"Di coba dulu!",perintah Adrian.Aruna lalu mencobanya di ruang ganti. Setelah mengganti pakaiannya Aruna keluar dari ruang ganti menunjukkannya ke Adrian.Adrian merasa ada yang kurang.
"Cantik... tapi ada yang kurang",batin Adrian sambil mengeryitkan jidatnya,melipat tangannya dan memegang dahinya.
Beberapa menit kemudian Adrian mendekati Aruna dan melepaskan kuncirannya.
"Nah ini baru oke",gumam Adrian.Namun Aruna mau mengganti pakaiannya karena tidak pede tapi Adrian melarangnya.Aruna terpaksa menuruti ke inginannya Adrian.Pakaiannya yang di pakai Aruna di bayar oleh Adrian dan pakaian Aruna di masukkan ke paper bag.Adrian dan Aruna lalu keluar dari butik.
Saat keluar dari butik,Adrian melihat ada toko emas di seberang jalan.
"Kita mampir ke toko emas itu dulu ya!",pinta Adrian sambil menggandeng Aruna.
"Mas.Apa nggak telat nanti kekantornya?",tanya Aruna sambil mengikuti Adrian.
"Udah nggak papa. Hari ini tidak ada meeting jadi tidak perlu terburu-buru",jawab Adrian sambil menyebrang jalan.
Di toko emas Adrian meminta cincin Aruna.
"Lepas cincin kamu!",perintah Adrian.
"Mau di apakan cincinnya?",tanya Aruna.Aruna takut cincinnya di jual sama Adrian.
Adrian lalu memesan cincin nikah yang sama dengan Aruna pakai dan seukuran jarinya.
"Saya pesan cincin seperti ini seukuran jari saya",ucap Adrian sambil memperlihatkan cincin Aruna.
"Baiklah.Mungkin akan jadi 2 hari lagi, tapi saya pinjam cincin ini sebagai contoh",jawab pemilik toko emas.Adrian menganggukan kepalanya dan membayarnya.
Sesudah dari toko emas Adrian dan Aruna pergi ke kantor.
***
Di kantor Aruna terlihat gugup karena ini pertama kalinya ia kekantor Adrian dan kerja.
Adrian mengantarkan Aruna ke mejanya yang ada di depan ruangannya.
"Ini meja kerja kamu sayang",ucap Adrian.
"Mas.Apa pekerjaan pertamaku?",tanya Aruna.Aruna masih belum mengerti tentang pekerjaannya.
Adrian lalu menjelaskan pekerjaan yang harus di lakukan Aruna.Aruna mulai mengerti dan siap untuk kerja.
"Kalau ada yang perlu di tanyakan, tanyakan saja ke aku,ruanganku di depanmu",ujar Adrian.
__ADS_1
"Iya Mas",ucap Aruna mengiyakan. Aruna lalu duduk dan mulai bekerja. Adrian juga masuk ke ruangannya.
Beberapa menit kemudian Randy anak Pak Hamzah mau masuk ke ruangan Adrian untuk memberikan berkas tapi tidak jadi karena melihat Aruna.
"Ada yang bening nih",batin Randy. Randy menghampiri Aruna yang lagi kerja.
"Hey cantik.Kamu sekretaris baru kak Adrian?",tanya Randy sambil mencolek pipi Aruna.Aruna risih dan menepisnya.
"Iya",jawab Aruna datar.
"Kak Adrian pilih sekretaris oke juga",gumam Randy.Randy genit pada Aruna tapi Aruna selalu menghindarinya.
"Kenalin gue Randy adik sepupunya Kak Adrian",ucap Randy sambil memberikan tanganya.Aruna lalu membalasnya.
"A.. ku Aruna",balas Aruna sambil mau melepas tangannya tapi tangannya malas di elus sama Randy.
"Tangan lo mulus juga",ucap Randy.Aruna langsung menarik tangannya dengan cepat.
Dari dalam ruangan Adrian geram pada Randy yang mengganggu istrinya.Adrian lalu menghampiri Randy.
"Gimana kalau nanti malam kita kencan?",tanya Randy.Adrian menepuk pundak Randy dari belakang.
"Apa sih...?",ucap Randy sambil menggoyangkan pundaknya.
"Mau dong pastinya ya kan",ucap Randy.Aruna tidak menjawab karena takut pada Adrian.
"Randy...!",teriak Adrian yang sangat geram pada Randy.Randy lalu membalikkan badannya.
"Eh... Kak Adrian",ucap Randy yang malu kepergok goda Aruna.
"Kamu jangan ganggu dia!",pinta Adrian dengan lantang.
"Kenapa aku nggak boleh ganggu Aruna?",tanya Randy dengan percaya diri.
"Aruna istri aku",jawab Adrian dengan lantang.
"Mana buktinya?",tanya Randy. Randy tidak percaya kalau Aruna istri Adrian karena Aruna tidak mengenakan cincin nikah.Adrian tidak punya buku nikah jadi tidak bisa membuktikannya,tapi Adrian mengancam Randy supaya tidak mengganggu Aruna.
"Pokoknya kalau masih berani ganggu Aruna aku akan keluarkan kamu dari kantor aku!",ancam Adrian.
"Woless bro",jawab Randy sambil jalan ke ruangan Adrian.
"Udah Mas.Biarin aja!",pinta Aruna menenangkan Adrian.Aruna lalu melanjutkan pekerjaannya dan Adrian keruagannya.
Di ruangan Adrian,Adrian masih kesal pada Randy.Seakan-akan ia menyesal memasukkannya ke kantor dan menjadikannya seorang manajer.
__ADS_1