
Dua minggu kemudian....
Siangnya Aruna bersantai dikamarnya, tiba-tiba ia haus. Aruna keluar dari kamar menuju dapur,ditengah jalan Aruna tiba-tiba merasakan sakit perut luar biasa.
Bu. Aina kaget melihat Aruna kesakitan dan menghampirinya.Bu.Aina menuntun Aruna kesofa di ruang tamu.
"Sabar...Aruna Bunda telfon suami kamu dulu",ucap Bu. Aina menenangkan Aruna.
"Bunda. Ini sakit sekali!",ucap Aruna merintih kesakitan sambil memegangi perut buncitnya.
Bu. Aina lalu menghubungi Adrian yang sedang bekerja karena Randy cuti untuk mempersiapkan pernikahannya.
Bu. Aina:Adrian...Kamu pulang sekarang,istri kamu sepertinya mau lahiran!
Adrian:Iya Bunda. Adrian akan segera pulang.
Bu. Aina:Cepat ya.Kasihan Aruna kesakitan!
Adrian:Iya Bunda.
Bu. Aina menutup telfonnya dan berusaha menenangkan Aruna. Beberapa menit kemudian Adrian datang.
"Sayang. Ayo kita kerumah sakit sekarang!",pinta Adrian sambil memapah Aruna kemobil. Bu. Aina mengambil perlangkan persalinan Aruna dikamar Aruna lalu menuju mobil.
Aruna dan Adrian berangkat kerumah sakit. Sampai dirumah sakit Aruna diperiksa terlebih dahulu dengan dokter Adit.
"Ternyata air ketubannya sudah pecah. Suster cepat siapkan ruang operasi sekarang juga!",perintah Dokter Adit.
"Iya dok",ucap suster. Suster lalu mempersiapkan ruang operasi.
"Adrian sebentar lagi Aruna akan segera melakukan operasi caesar",ucap Dokter Adit.
"Dit. Selamatkan anak dan istri gue!",pinta Adrian gugup.
"Itu pasti. Kamu berdoa supaya operasinya berjalan lancar!",pinta Dokter Adit.
Beberapa menit kemudian ruang operasi sudah siap. Aruna akan dibawa keruang operasi.
"Aruna. Kamu ganti pakaian kamu dengan ini!",pinta Dokter Adit. Aruna lalu mengganti pakaiannya dibantu Adrian dikamar mandi. Sesudah itu Aruna berbaring diranjang dan dibawa keruang operasi.
"Adrian. Apa kamu mau menemaninya didalam?",tanya Dokter Adit.
"Mas. Temani aku ya!",pinta Aruna sambil merintih kesakitan.
"Iya Sayang",ucap Adrian. Aruna lalu masuk ruang operasi.Sedangkan Bu. Aina menunggu diluar ruang operasi.
__ADS_1
Diruang operasi Aruna dibius regional,Aruna juga dipasang sebuah selang oksigen dihidungnya.Dokter lalu siap melakukan pembedahan.Adrian selalu disamping Aruna memegang tangan Aruna dan menenangkan Aruna supaya Aruna tidak gelisah.
Beberapa menit kemudian terdengar suara tangisan bayi oek... oek... oek... Bayi pertama telah lahir dan langsung ditaruh didada Aruna. Aruna menitikkan air mata haru saat pertama kali melihat putrinya yang pertama.
Tak lama kemudian terdengar suara tangisan bayi kedua oek... oek... oek... Bayi kedua telah lahir dan langsung ditaruh didada Aruna. Aruna dan Adrian senang kedua bayinya telah lahir.
Perut Aruna dijahit dan kedua bayinya di bersihkan.Selesai operasi Aruna keluar dari ruang operasi dibawa ke ruang rawat.kedua bayinya di taruh dalam inkubator dan dibawa keruang bayi.
Bu. Aina senang cucunya telah lahir,ia langsung menghubungi Pak Hilman yang ada didesa. Pak Hilman juga senang mendengar kabar Aruna sudah lahiran, ia langsung menuju rumah sakit.
Diruang bayi Adrian mengazani kedua bayinya.Adrian terharu dan tidak menyangka kalau ia sudah menjadi seorang Ayah.
Adrian lalu menuju kamar Aruna, disana sudah ada Bu. Aina yang menemaninya.
"Selamat buat kalian berdua. Kalian harus jadi orang tua yang baik yang bisa jadi panutan buat anak kalia nanti!",ucap Bu. Aina.
"Iya Bunda",ucap Aruna dan Adrian.
"Kalian udah punya nama belum?",tanya Bu. Aina.
"Sudah Bunda",ucap Adrian.
"Siapa namanya?",tanya Bu. Aina penasaran.
"Bayi pertama namanya Chalondra Ray Surendra dan Bayi yang kedua namanya Clarissa Ray Surendra",ucap Adrian.
"Mas. Aku mau minum!",pinta Aruna. Aruna tidak duduk karena masih mati rasa di sekitar perutnya. Adrian mengambilkan air untuk Aruna dan meminumkannya menggunakan sedotan.
"Udah kamu istirahat aja!",pinta Adrian.
"Iya Mas",ucap Aruna. Aruna lalu istirahat dia terlihat sangat lelah. Bu. Aina dan Adrian duduk disofa sambil berbincang.
Tiga jam kemudian Aruna bangun dan tiba-tiba ada suster datang membawa kedua bayinya.
"Waktunya bayi-bayi Ibu disusui sepertinya mereka lapar",ucap suster. Suster sedikit meninggikan kasur bagian kepala Aruna. Suster lalu memberikan bayinya ke Aruna,di mulai dari bayi pertama yang disusui. Kemudian gantian bayi yang kedua.
Suster lalu menaruh bayi-bayi Aruna di ranjang bayi disebelah ranjang Aruna.Kedua bayi Aruna terlihat tidur sangat lelap habis minum susu.
"Adrian. Cara membedakannya bagaimana mereka sangat mirip?",tanya Bu. Aina. Bayi Aruna kembar identik jadi sulit membedakannya.
"Iya ya Mas. Pasti sulit untuk membedakannya",ucap Aruna. Adrian lalu berpikir cara membedakannya,kemudian muncul ide.
"Aku pergi dulu sebentar sayang!",ucap Adrian.
"Mau kemana Mas?",tanya Aruna bingung tiba-tiba Adrian mau pergi.
__ADS_1
"Udah kamu liat aja nanti!",pinta Adrian. Adrian lalu pergi dari rumah sakit.
Adrian menuju toko emas membeli gelang bayi. Ditoko emas Adrian membeli dua gelang bayi yang lucu dan mahal dengan bentuk berbeda.Sesudah iti Adrian kembali kerumah sakit.
Sampai dirumah sakit Adrian mengenakan gelang itu pada kedua bayinya.
"Sekarang kita bisa membedakannya, Kita bisa lihat dari gelang yang mereka pakai",ucap Adrian.
"Mas. Jadi kamu pergi tadi ke toko emas beli gelang?",tanya Aruna sambil menggelengkan kepalanya.
"Iya",ucap Adrian.
Tak lama kemudian Pak Hilman datang, Pak Hilman senang melihat kedua bayi lucu Aruna. Pak Hilman juga menggendongnya secara bergantian.
"Bayi kalian lucu dan cantik",ucap Pak Hilman sambil menimang bayi kedua Aruna.
"Iya dong Yah. Aku kan cakep jadi wajarlah kalau anak kita cakep",ucap Adrian kepedean.
"Mas Adrian kepedean. Siapa yang bilang Mas cakep?",tanya Aruna.
"Emang aku enggak cakep?",tanya Adrian.
"Cakep sih tapi enggak",ucap Aruna bercanda sambil tertawa.
"O.. Gitu ya!",ucap Adrian bete sambil melipat tangannya.
"Iya ya. Mas Adrian memang cakep kok",ucap Aruna.Adrian,Bu.Aina,Pak Hilman dan Aruna lalu tertawa bersama.
Adrian lalu menghubungi Randy dan Pak Hamzah untuk memberitahu bahwa anaknya lahir.Randy dan Pak Hamzah akan datang besok.
Ditempat lain Randy dan Mila sedang melakukan pemotretan prewedding. Randy dan Mila foto di studio lalu dilanjutkan foto dipantai.
"Ran. Fotonya sudahkan?",tanya Mila. Mila capek foto terus.
"Udah Mil",ucap Randy.
"Besok jadi jenguk Arunakan?",tanya Mila sambil minum.
"Jadi nanti kita pergi sama Ayah aku",ucap Randy.
"Ya udah.Aku mau ganti baju",ucap Mila. Mila lalu ganti baju dan Randy juga ganti baju.
Sesudah pemotretan Randy dan Mila pergi kepercetakan untuk membuat undangan pernikahan.
"Kita ke percetakan dulu baru aku antar kamu pulang",ucap Randy sambil menyetir.
__ADS_1
"Oke",ucap Mila.
Sampai dipercetakan Randy memilih undangan yang simple dan elegan. Randy dan Mila juga memberikan nama-nama orang yang mereka undang. Sesudah itu mereka pulang.