
Dua bulan kemudian...
Kandungan Aruna berusia tiga bulan.Hari ini Adrian sengaja pulang kantor lebih cepat karena mau mengajak Aruna check up ke rumah sakit.
"Sayang... Sekarang kamu siap-siap karena aku akan antar kamu check up ke rumah sakit!",pinta Adrian sambil membenahi rambutnya.
"Iya Mas... ",ucap Aruna. Aruna lalu bersiap-siap kemudian berangkat ke rumah sakit.
Sampai di rumah sakit Aruna dan Adrian harus menunggu antrian karena pasiennya lumayan banyak. Satu persatu pasien telah dipanggil,giliran Aruna yang dipanggil masuk untuk diperiksa.
Didalam ruangan Aruna disuruh naik ketempat tidur dan perutnya diolesi gel lalu sebuah alat digerakkan mengelilingi perut Aruna. Dimonitor bisa terlihat janinnya tapi Adrian dan Aruna tidak mengerti.
Setelah diperiksa gel yang menempel diperut Aruna dilap sama suster. Kemudian Aruna turun dan duduk dikursi depan dokter bersama Adrian. Dokter lalu menjelaskan tentang kandungan Aruna.
"Kandungannya istri kamu baik-baik saja tidak ada masalah apapun.Aku juga mau kasih tahu kalau janinnya ternyata kembar",ucap dokter Adit. Dokter Adit adalah sahabat Adrian waktu SMA.
"Serius Dit",ucap Adrian.Adrian dan Aruna kaget sekaligus bahagia punya anak kembar.
"Dari USG tadi memang begitu dan ini aku kasih vitamin biar kandungannya selalu sehat.Diminumnya sehari satu kali",ucap Dokter Adit sambil memberikan bungkusan obat.
"Oya Dit aku ada rencana mau ajak Aruna jalan-jalan apa enggakpapa?",tanya Adrian sambil mengambil bungkusan obat.
"Enggakpapa Adrian",ucap Dokter Adit. Adrian dan Aruna lalu pamit pulang ke dokter Adit.
Diperjalanan pulang Adrian masih bingung Aruna bisa hamil kembar padahal dia tidak punya saudara kembar.
"Sayang... Ini aneh kamu kenapa bisa hamil kembar aku kan enggak ada saudara kembar?",tanya Adrian sambil nyetir.
"Sebenarnya aku ada punya saudara kembar Mas",ucap Aruna.
"Kok aku enggak pernah liat saudara kembar kamu",ucap Adrian.
"Karena saudara kembar aku sudah meninggal 10 tahun yang lalu",ucap Aruna sedih sambil memegangi perutnya yang buncit.
"Maaf sayang sudah buat kamu ingat saudara kamu",ucap Adrian.
"Iya enggakpapa",ucap Aruna. Adrian tiba-tiba berhenti disebuah restoran.
"Mas... kok kita berhenti disini?",tanya Aruna.
"Sudah kamu ikut aku!",perintah Adrian. Adrian menggandeng tangan Aruna masuk dalam restoran.
__ADS_1
"Kamu tunggu disini sebentar!",pinta Adrian. Aruna lalu duduk dikursi yang diberikan Adrian. Adrian masuk kedapur restorannya dan membuat sebuah masakan untuk Aruna.Sesudah itu Adrian kembali ke Aruna membawa masakannya.
"Nih makanan buat kamu!",ucap Adrian sambil menaruh makanan dimeja dan duduk.
"Aku lagi enggak pengen makan Mas",ucap Aruna.
"Sia-sia dong aku masakin buat kamu kalau kamu enggak mau coba",ucap Adrian.
"Iya deh aku coba",ucap Aruna.Aruna lalu mencoba masakannya.
"Hmmm...Enak banget Mas ini beneran kamu yang buat?",tanya Aruna sambil makan.
"Iyalah... Kalau suka habisin",ucap Adrian.
"Kamu enggak mau makan masakanmu sendiri Mas",ucap Aruna. Aruna heran Adrian hanya melihatnya makan.
"Aku kenyang",ucap Adrian. Tiba-tiba perut Adrian berbunyi. Adrian tersenyum malu karena dia memang lapar.
"Perut kamu bunyi tuh! Sini Aku suapin!",pinta Aruna. Aruna lalu menyuapin Adrian. Aruna yang tadi sedih lalu kembali ceria.Adrian senang melihat Aruna tidak sedih lagi.
Selesai makan Adrian dan Aruna melanjutkan perjalanannya kerumah.Aruna heran Adrian tidak membayar restorannya bahkan dia bisa masuk kedapurnya.
"Mas... Tadi kenapa kamu enggak bayar? terus kenapa kamu bisa masuk kedapurnya?",tanya Aruna.
"O... ",ucap Aruna.
Mereka sampai dirumah sudah sore. Dirumah Adrian lalu mengantar Aruna kekamar.
Dikamar Adrian mengemas beberapa barangnya.
"Mas...Mau kemana?",tanya Aruna.
"Kamu bilang pengen kepantai",ucap Adrian sambil mengemas barangnya.
"Kita jadi kepantai Mas kapan?",tanya Aruna.
"Besok pagi",ucap Adrian sambil menutup kopernya. Aruna lalu juga mau mengemas barangnya.
"Makasih Mas sudah menepati janjinya",ucap Aruna sambil mengambil beberapa bajunya.
"Sini aku bantu!",pinta Adrian. Adrian lalu membantu Aruna mengemas barangnya.Setelah mengemas barang Adrian dan Aruna mandi.
__ADS_1
Malamnya setelah makan malam Aruna menuju kamar duluan untuk istirahat. Adrian membuatkan susu untuk Aruna lalu menuju kamarnya.
"Sayang... Ini susunya minum dulu!",pinta Adrian.
"Mas... Kok susu coklat biasanya kan vanila?",tanya Aruna. Karena biasanya Aruna minum yang rasanya vanila.
"Biar kamu enggak bosan,memangnya kamu enggak suka yang coklat?",tanya Adrian sambil mengerjakan tugas kantornya.
"Suka kok",ucap Aruna sambil menghabiskan susunya. Sesudah itu Aruna mendengarkan music lewat ponselnya sambil membaca komik. Sedangkan Adrian mengerjakan tugas kantornya agar tidak keteteran.
Sementara itu Randy berhasil kencan dengan Mila tanpa ada halangan. Randy kencan dikafe favoritnya ditempat waktu dia gagal kencan dengan Mila dulu. Randy menyiapakan makan malam yang romantis.
"Mila... Kamu duduk disini!",pinta Randy sambil membukakn kursi untuk Mila.
"Iya",ucap Mila malu-malu. Mila lau duduk dan Randy kemudian duduk dikursi lainnya. Randy tiba-tiba tepuk tangan tiga kali dan waiter datang membawakan makanan lalu menaruhnya dimeja.
"Dimakan Mil enggak usah malu",ucap Randy. Randy melihat Mila enggan untuk memakannya.
"Iya",Ucap Mila. Mila lalu memakannya dan Randypun memakan makanannya. Randy tiba-tiba menepuk tangannya dua kali lalu ada dua orang datang kepanggung yang satu bermain piano dan yang satunya bernyanyi lagu aku mau dia sesuai dengan permintaan Randy. Mila tersipu malu mendengar lagu itu.
"Kamu suka lagunya Mil?",tanya Randy.
"Suka",ucap Mila. Setelah mereka makan,Randy mengajak Mila berdansa bersama.
"Ayo kita dansa!",pinta Randy sambil menarik tangan Mila.
"Ran aku enggak bisa dansa",ucap Mila.
"Kamu ikuti aku aja!",pinta Randy. Mila lalu berdansa mengikuti Randy dengan alunan musik lagu aku mau dia.
Sesudah puas berdansa Mila melihat jam sudah hampir larut. Mila lalu meminta Randy mengantarnya pulang takut dicari sama Ayahnya.
"Ran...ini sudah malam kita pulang yuk!",pinta Mila sambil mengambil tasnya.
"Ya udah... Tunggu sebentar!",pinta Randy. Randy menuju kasir untuk membayar tidak lupa Randy membawakan Ayah Mila makanan.Kemudian Randy mengantar Mila pulang kerumahnya.
Sampai dirumah Mila,Randy lalu memberikan makanan yang sudah dia beli buat Ayah Mila.
"Makasih Ran",ucap Ayah Mila.
"Mila ayo masuk! Randy jangan lupa hari minggu kamu latihan lagi!",pinta Ayah Mila dengan tegas.
__ADS_1
"Iya Om",ucap Randy penuh semangat. Ayah Mila dan Mila lalu masuk kedalam rumahnya dan Randy juga pulang kerumahnya.