
Aruna jangtungnya berdebar-debar melihat tatapannya Adrian.Aruna mencoba memperbaiki posisinya tapi Adrian menahannya. Adrian berusaha mencoba mencium bibir Aruna. Aruna lansung menghindar dan berdiri.
"Kalau ngepel embernya jangan sampai jatuh. Kalau airnya tumpah bahaya orang yang mau lewat bisa jatuh",saran Aruna datar.
"Iya maaf,"ucap Adrian sambil membereskan ember.Aruna lalu ke dapur naruh lap.
Malamnya setelah makan malam Aruna dan Adrian menuju kamarnya.Aruna kali ini tidur menggunakan pakaian tertutup karena Aruna tidak mau kejadian semalam terulang lagi.
Adrian sangat cerdik, ia mengunci pintu kamarnya dan mengecilkan AC kamarnya supaya Aruna melepas pakaiannya.
Saat tidur Adrian memeluk Aruna dengan erat,Aruna lama-lama ke gerahan.Aruna lalu bangun mencari remote AC kamar Adrian tapi tidak ketemu. Adrian lihat Aruna kebingungan bangun dan duduk.
"Lagi cari ini?",tanya Adrian sambil tersenyum nakal dan menunjukkan remote AC. Aruna lalu merebutnya tapi Adrian merebutnya kembali.
"Siniin nggak!",pinta Aruna sambil berusaha merebutnya. Adrian tidak memberikannya tapi mereka jadi kejar-kejaran.Pada saat Aruna mengejar Adrian di atas kasur tanpa sengaja ia tersandung guling,Aruna memegang pundak Adrian.Adrian tidak bisa menahannya dan mereka terjatuh dikasur berdua dengan posisi Aruna diatas Adrian.Adrian dan Aruna saling tatap-tatapan, Adrian tiba-tiba mengecup bibir Aruna.Aruna kaget dan langsung duduk. Adrian menyimpan remote ACnya.
"Kamu kenapa?",tanya Adrian sambil tersenyum. Aruna tidak menjawab karena gugup dan gemetaran,jantungnya berdebar kencang karena ini pertama kalinya dicium laki-laki.
Aruna lalu menarik selimut dan tidur lagi,Adrian tidur juga.Beberapa menit kemudian Adrian terbangun kebelet buang air. Saat kembali dari buang air, Adrian melihat Aruna lagi mengipasi dirinya.
"Kalau gerah, lepas saja pakaianmu!",perintah Adrian sambil naik ke ranjang.
"Nggak mau",jawab Aruna sambil kipasan karena gerah. Aruna lama-lama benar-benar tidak kuat kepanasan, dengan terpaksa ia melepas pakaiannya dan hanya tertinggal branya.
Adrian lalu memeluk Aruna dan memainkan dua bola Aruna,tapi tidak menyentuhnya karena dia sudah berjanji tidak akan menyentuhnya sebelum hukumannya selesai. Aruna membiarkannya dan tidur. Adrian juga lama-lama tertidur.
***
Pagi harinya Aruna mengajak Adrian kesasar lagi jalan kaki.
"Mas.Bangun kita harus ke pasar lagi",ucap Aruna sambil melipat selimut.
"Pasar... Kamu aja sendiri,pasar itu bau!",pinta Adrian.
"Ayo...Kalau enggak...",belum selesai Aruna bicara,Adrian memotongnya.
"Iya ya..."balas Adrian.Adrian lalu bangun dan cuci muka. Aruna merapikan tempat tidur sambil menunggu Adrian.
Setelah Adrian cuci muka, Adrian dan Aruna belanja ke pasar. Aruna belanja sayuran,ikan,dan daging.Selesai memilih bahan makanan Adrian langsung membayar dan mengajak Aruna cepat-cepat pulang karena tidak tahan dengan baunya.
Sampai di rumah Adrian mencuci pakaian lagi karena Mbok Rahmi masih kurang sehat,sedangkan Aruna di dapur memasak sarapan. Aruna memasak ikan goreng, capjay dan semur daging.
Sarapan sudah siap Aruna memanggil Adrian untuk segera sarapan.Sesudah sarapan Adrian membantu Aruna mencuci piring dan mengelap meja.
Selesai membantu Aruna Adrian mengajak Aruna mandi bersama.
"Aruna sayang... Mandi bareng yuk!",ajak Adrian sambil memeluk Aruna dari belakang.
__ADS_1
"Enggak ahh...malu",jawab Aruna sambil melepas pelukan Adrian.
"Kenapa malu kita kan suami istri?",tanya Adrian membujuk Aruna.
"Pokoknya malu",jawab Aruna sambil jalan.
"Ayolah....Cuma mandi aja,Aku tidak akan melakukan apa-apa kok",bujuk Adrian sambil menarik tangan Aruna menuju kamarnya. Dikamarnya Adrian lalu membuka pakaian hingga tertinggal celana dalam. Adrian juga membuka pakaian Aruna,Aruna sempat menolaknya tapi ia pasrah.Pakaian Aruna di buka hingga tidak ada sehelai pakaian ditubuhnya.Adrian lalu menggendong Aruna ke kamar mandi dan masuk ke bath up.
"Aruna apa kamu mau menggosok badanku seperti dulu yang kau lakukan? ",tanya Adrian.Adrian ingin Aruna melakukannya lagi.
"hmmm... ",ucap Aruna ragu.
"Ayolah aku menginginkannya lagi,aku sangat merindukannya",ucap Adrian memohon. Aruna lalu menggosok badan Adrian dengan sabun seperti dulu yang ia lakukan.
"Sekarang giliran aku menggosok badanmu",ucap Adrian sambil mengambil sabun dari tangan Aruna.
"Tidak usah, Aku akan melakukannya sendiri",jawab Aruna.Aruna malu pada Adrian.
"Ayolah...Berbaliklah aku akan menggosoknya!",pinta Adrian.Aruna lalu berbalik badan dan Adrian menggosoknya hingga ke tubuh bagian depan Aruna dari dada sampai pangkal paha. Aruna merasa risih dan geli tapi ia tidak bisa menolaknya. Saat memegang dada Aruna,Adrian tergoda ia mencoba lebih dekat dengan Aruna menjilat lehernya hingga mencium bibirnya. Aruna tidak bisa berbuat apa-apa karena Adrian mencekal tangannya. Puas melahap bibir Aruna,Adrian keluar dari bath up dan membersihkan dirinya karena ia sudah terlambat ke kantor. Aruna juga turun dari bath up dan membersihkan dirinya. Adrian lalu bergegas berangkat ke kantornya.
***
Di kantor Adrian di marahi Pak Hamzah karena ia lupa kalau ada meeting.
"Adrian...Kamu ini bagaimana bisa lupa kalau ada meeting hari ini.Kamu juga datang terlambat,disini kamu memang sebagai director tapi jangan menganggapnya remeh",ujar Pak Hamzah menasihati Adrian agar tidak mengulanginya lagi.
"Lain kali kalau ada meeting jangan sampai lupa lagi!",pinta Pak Hamzah memaafkan Adrian.
"Iya Paman",jawab Adrian.Pak Hamzah lalu keluar dari ruangan Adrian.
Siangnya sesudah makan siang Adrian membawakan Pak Hamzah makanan karena Adrian tidak melihat Pak Hamzah keluar dari ruangannya.
Diruangannya Pak Hamzah terlihat sangat sibuk dengan pekerjaan.
"Paman.Adrian bawakan makanan untuk paman",ucap Adrian sambil menunjukkan bungkusan makanan.
"Taruh saja di meja nanti paman makan!",pinta Pak Hamzah sambil memeriksa berkas.
"Paman.Kenapa paman mengerjakan semua berkasnya sendiri?seketaris paman kemana?",tanya Adrian sambil menaruh bungkusan makanan di meja.Adrian tidak melihat sekretaris Pak Hamzah dari tadi pagi.
"Seketaris paman mengundurkan diri katanya dia mau fokus ngurus anaknya",ujar Pak Hamzah.
"Paman sudah cari penggantinya?",tanya Adrian sambil duduk dikursi didepan meja Pak Hamzah.
"Sudah tapi belum dapat yang sesuai kriteria",jawab Pak Hamzah.
"Aruna kan lulusan sekretaris,aku kasih sekretarisku ke paman lalu aku suruh Aruna jadi sekretarisku.Lagipula dia kan memang pengen kerja",batin Adrian.
__ADS_1
"Paman ambil aja sekretaris Adrian",balas Adrian.
"Kamu bagaimana?",tanya Pak Hamzah.Pak Hamzah heran tiba-tiba Adrian memberikan sekretarisnya.
"Tenang saja paman.Aku sudah ada calon sekretaris baru",jawab Adrian dengan tegas.
"Oke.Kalau itu memang mau kamu",balas Pak Hamzah.
"Sip...Adrian mau lanjut kerja lagi paman.Makanannya jangan lupa di makan paman",ucap Adrian penuh semangat sambil meninggalkan ruangan Pak Hamzah.Pak Hamzah menggelengkan kepalanya.
***
Di rumah setelah makan malam Adrian mengutarakan ke inginannya pada Aruna. Aruna agak ragu menerima tawaran Adrian karena dia belum berpengalaman.
"Mas.Bukannya aku enggak mau tapi aku belum berpengalaman jadi sekretaris",ucap Aruna ragu.
"Kamu tenang aja aku akan kasih kamu arahan",ucap Adrian.
"Nanti aku takut merepotkan mu",jawab Aruna.
"Aku enggak merasa di repotkan kok.",balas Adrian.Aruna berpikir keras tentang tawaran Adrian.
"Kalau kamu kelamaan berpikir aku bisa cari sekretaris lain yang cantik,bohay dan menggoda",Adrian memancing Aruna agar mau jadi sekretarisnya.
"Aku mau",jawab Aruna dengan lantang.Aruna tidak mau Adrian kepincut dengan wanita lain.
"Mulai besok kamu ikut aku ke kantor!",pinta Adrian sambil berdiri. Aruna menganggukkan kepalanya.Adrian lalu mengajak Aruna tidur.
***
Keesokkan harinya Aruna dan Adrian terbangun dengar suara ketukan pintu di kamarnya.
Tok...! Tok...! Tok...! Aruna dan Adrian turun dari ranjang dan membuka pintu.
"Mbok pagi-pagi ketok pintu ada apa?",tanya Aruna sambil mengusap matanya.
"Mbok.Mau minta uang belanja",ucap Mbok Rahmi.
"Emang Mbok sudah sehat?",tanya Adrian kaget tapi senang.
"Udah Tuan.Mbok enggak enak kalau terlalu lama enggak kerja",jawab Mbok Rahmi.Adrian lalu memberikan uang belanja ke Mbok Rahmi.
"Berarti nanti malam aku bisa beraksi.Akhirnya...",batin Adrian sambil memandangi Aruna dan tersenyum nakal.
"Kenapa senyum-senyum?",tanya Aruna kesal.
"Nggak.Cuma olahraga bibir",ucap Adrian ngeles sambil menutup pintu dan rebahan.
__ADS_1
"Ih... kenapa Mbok Rahmi sudah sehat sih",batin Aruna kesal. Aruna yakin nanti malam Adrian pasti memintanya.