Istri Terbaik Untuk Adrian

Istri Terbaik Untuk Adrian
Bab 23


__ADS_3

Besoknya dikantor Randy membawa setangkai bunga mawar merah dan menaruhnya di meja Mila. Saat Mila datang Mila terkejut melihat ada setangkai bunga mawar merah di mejanya dan ada tulisannya.


Tulisan yang ada di bunga:


Kisah adalah bunga. Ketika satu tangkai patah dan mati, serbuk sari pelajarannya akan berkelana, menumbuhkan kisah baru yang jauh lebih indah.


From R.


Mila mencurigai Randy yang menaruh bunga di mejanya,karena sesuai dengan inisialnya.Randy melihat Mila dan menatapnya dengan tajam.


"Kenapa kamu melihat saya seperti itu?",tanya Randy yang tidak suka dengan tatapan Mila.


"Maaf Pak.Apa Bapak yang kasih bunga ini buat saya?",tanya Mila penasaran.


"Bukan... Bukan saya",ucap Randy dengan gugup sambil pura-pura mengetik di laptopnya.


"Tapi inisial ditulisan ini seperti inisial nama Bapak",ucap Mila yang benar-benar penasaran.


"Kamu pikir yang memiliki inisial R dikantor ini cuma saya. Banyak kok yang punya inisial R di kantor ini ada Rezky,Rian,Rio,dll",ucap Randy ngeles.


"Iya juga sih... ",ucap Mila sambil mencium bunga mawarnya.


"Kamu ngarep bunga dari saya?",tanya Randy datar.


"Enggak kok",ucap Mila sambil gugup dan langsung melanjutkan pekerjaanya.


"Siapa juga yang ngarep bunga dari dia si boss galak?",batin Mila sambil cemberut.


Sementara itu Aruna dan Adrian mempercepat pekerjaannya,karena mereka besok akan mengadakan pesta pernikahan.


Sorenya setelah selesai kerja Aruna dan Adrian langsung pulang ke rumahnya,karena orangtua Aruna akan datang.


***


Di rumah Aruna sangat senang orangtuanya datang. Orangtua Aruna akan menginap 2 hari di rumah Adrian.


"Ayah...Bunda...Aruna senang Ayah sama Bunda datang ke sini",ucap Aruna sambil salim pada orangtuanya lalu gantian Adrian yang salim.


"Kalian besok akan mengadakan pesta pernikahan. Makanya Ayah sama Bunda datang ke sini",ujar Pak Hilman sambil mengikuti Aruna dan Adria ke ruang tengah.


"Ayah sama Bunda sudah lama di sini?",tanya Adrian sambil duduk di sofa.


"Nggak baru aja kok",ucap Bu Aina sambil duduk di sofa.

__ADS_1


"Ayah sama Bunda mau minum?",tanya Aruna sambil berdiri.


"Nggak usah",jawab Pak Hilman.Pak Hilman tidak mau merepotkan Aruna. Bu Aina takjub melihat Rumah Adrian yang besar.


"Kalian disini cuma bertiga sama Mbok Rahmi?",tanya Bu Aina.Bu.Aina tidak percaya kalau rumah yang begitu besar hanya di tempati 3 orang.


"Iya...",jawab Adrian sambil membuka jasnya karena gerah.


"Sayang sekali ya yah rumah sebesar ini orangnya sedikit tapi kalau kalian punya anak mungkin bisa rame",ucap Bu Aina.Bu Aina menyindir Aruna dan Adrian karena sangat ingin memomong cucu.


"Benar Bu... ",jawab Pak Hilman dengan lantang.


"Ayah sama Bunda bicara apa sih?",tanya Aruna.Aruna kaget kalau orangtuanya ingin dia segera punya anak.


"Ayah sama Bunda pasti capek.Adrian antar ke kamar supaya Ayah dan Bunda bisa istirahat",ucap Adrian sambil memegang jas dan tasnya lalu berdiri.Adrian sengaja mengajak orangtua Aruna ke kamar untuk mengalihkan pembicaraanya.


Adrian dan Aruna mengantar Pak Hilman dan Bu Aina ke kamarnya yang ada di lantai bawah.


"Ini kamarnya",ucap Adrian sambil membuka pintu kamar.


"Wahh.Kamarnya luas",ucap Bu Aina sambil masuk ke dalam kamar.Bu Aina tidak pernah melihat kamar yang seluas dan sebesar kamar yang di rumah Adrian.


"Bu.jangan malu-maluin Ayah!",pinta Pak Hilman.Bu.Aina tingkahnya benar-benar norak.


"Habis Ibu belum pernah melihat kamar sebesar ini",jawab Bu Aina sambil duduk di kasur. Aruna dan Adrian tersenyum melihat tingkah orangtuanya.


Bu. Aina dikamar mengambil handuk dan mandi,tapi Bu. Aina kebingungan airnya tidak ada.


"Yah airnya kenapa nggak ada?",tanya Bu Aina sambil keluar dari kamar mandi. Pak Hilman lalu memberitahu cara menggunakan shower.


"a... a... a... Yah airnya panas",ucap Bu Aina yang tidak sengaja memutar airnya menjadi panas.Pak Hilman lalu mengubahnya menjadi air biasa. Adrian dan Aruna lalu menghampiri orangtuanya di kamar bawah.Suara teriakan Bu. Aina terdengar sampai kamar Aruna dan Adrian.


"Ada apa Yah teriak-teriak?",ucap Aruna panik.


"Itu Bunda kamu tidak tahu cara pakai shower,tapi Ayah sudah kasih tahu",ucap Pak Hilman. Adrian dan Aruna menggelengkan kepalanya.


"Ya ampun yah kirain ada apa?",ucap Aruna.


"Kalau begitu kita mau ke kamar",ucap Adrian.Adrian dan Aruna lalu kembali ke kamarnya untuk mandi.


Habis mandi Aruna turun ke bawah membantu Bu Aina menyiapkan makan malam,sedangkan Pak Hilman berbincang-bincang dengan Adrian di ruang tamu.


"Aruna.Apa kamu benar-benar sudah melakukannya dengan Adrian?",tanya Bu Aina sambil menggoreng ayam.

__ADS_1


"Apa sih Bunda?",tanya Aruna yang malu menjawabnya sambil memindahkan makanan yang sudah jadi ke piring.


"Bunda itu sudah pingin banget gendong anak kamu",jawab Bu Aina sambil memindahkan ayam goreng ke saringan.Aruna lalu terdiam tidak bisa menjawabnya.Makan malam lalu sudah siap,Aruna memanggil Pak Hilman dan Adrian untuk makan malam.


Setelah makan malam,dikamarnya Adrian memikirkan tentang pembicaraanya dengan Pak Hilman.Pak Hilman juga membicarakan tentang anak pada Adrian.


"Sayang.Apa kamu mau punya anak?",tanya Adrian sambil rebahan dan menatap Aruna.


"Semua orang kalau sudah menikah pasti pengen punya anak",jawab Aruna sambil rebahan di sebelah Adrian.


"Berarti kamu pengen punya anak?",tanya Adrian.


"Mau sih tapi...",Aruna belum selesai bicara dipotong sama Adrian.


"Kalau begitu setelah pesta pernikahan kita,kamu ikut program hamil!",pinta Adrian. Aruna bingung dengan permintaan Adrian.


"Hmmmm.... ",gumam Aruna.Aruna lalu berpikir panjang tentang keinginan Adrian segera memiliki anak.


"Ayolah...!",pinta Adrian sambil menaruh kepalanya di leher Aruna dan mengelusnya.


"Geli Mas.Okee aku mau",jawab Aruna sambil tersenyum.


Adrian sangat senang karena Aruna mau ikut program hamil. Adrian lalu memeluk Aruna.


"Udah bicaranya.Aku mau tidur",ucap Aruna sambil membalikkan badannya. Aruna dan Adrian lalu tidur.


***


Besoknya Adrian dan Aruna tidak ke kantor,karena hari ini minggu dan mereka akan mengadakan pesta pernikahan.


Siangnya Adrian menyuruh Aruna mengemas beberapa pakaiannya, karena akan menginap di hotel tempat mereka mengadakan pesta pernikahan.


"Kemas pakainmu dan ikut aku!",perintah Adrian sambil mengemas beberapa pakaiannya.


"Mau kemana Mas?",tanya Aruna penasaran.


"Sudah jangan banyak tanya!",pinta Adrian sambil menutup tasnya. Aruna lalu mengemas beberapa pakaiannya. Setelah selesai berkemas Adriann membawa Aruna ke hotel tempat pesta pernikahannya.


***


Sampai di hotel mereka di sambut begitu meriah,karena hotelnya milik Adrian.


"Berikan kuncinya!",perintah Adrian. Resepsionis lalu memberikan kunci kamar yang di pesan Adrian. Kunci kamar no 20 dilantai paling atas kamar paling besar dan mewah.

__ADS_1


"Mas.Pestanya masih nanti malam. Kenapa kita kesini sekarang?",tanya Aruna.Aruna tidak mengerti kalau Adrian ada maksud tertentu.


"Nanti kamu akan tahu alasannya",jawab Adrian sambil menekan tombol lift. Adrian dan Aruna naik lift ke lantai 20.Sampai di lantai 20,Adrian membuka pintu kamarnya.


__ADS_2