
Sampai di rumah Aruna langsung mandi dan menyelesaikan tugas kuliahnya.Saat Aruna mengerjakan tugas kuliah,ia tidak fokus karena memikirkan Adrian.Aruna berusaha untuk fokus agar ia bisa segera menyelesaikan tugas kuliahnya.
Sorenya tugasnya Aruna selesai, Aruna lalu cepat-cepat pergi kerumah sakit. Sampai di rumah sakit,Aruna melihat bundanya tidur di sofa dan Adrian juga sedang tidur. Aruna lalu membangunkan bundanya dengan pelan-pelan.
"Bunda...! Bangun...! ",ucap Aruna sambil menepuk pelan tangan Bu Aina.
"Aruna...Kamu sudah dari tadi di sini?",tanya Bu Aina sambil memperbaiki posisinya dan Aruna salim.
"Baru aja kok Bunda.Bunda pasti capek jagain Mas Adrian,lebih baik Bunda pulang istirahat dirumah!",pinta Aruna.
"Ya udah.Bunda pulang ya",jawab Bu Aina.Baru Bu Aina mau keluar dari ruang rawat Adrian,Pak Hilman tiba-tiba datang.
"Ayah mau jemput Bunda?",tanya Aruna sambil salim.
"Iya.Oya tadi Ayah habis dari kantor polisi dan Ayah dapat informasi kalau preman yang waktu itu celakai kamu dan Adrian sudah tertangkap",jawab Pak Hilman.
"Syukurlah...",ucap Aruna lega.
"Sebenarnya ada hal yang mengejutkan Aruna",ucap Pak Hilman.
"Apa Yah???",tanya Aruna penasaran.
"Ternyata dua preman itu suruhannya Pak Bahar kepala preman disini,tapi kamu tenang saja.Pak Bahar juga sudah di tangkap",ucap Pak Hilman memberitahu Aruna tentang preman itu.
"Pak Bahar itukan Ayahnya Max",batin Aruna. Aruna lalu geram pada Max dan mau menemuinya.
"Aruna kamu mau kemana?",tanya Bu Aina sambil menarik tangan Aruna.
"Mau menemui Max Bunda.Aruna ingin tahu apa maksud Max nyuruh Ayahnya celakain Aruna",ucap Aruna dengan nada marah.
"Ayah tahu kamu marah pada Max,tapi kamu jangan gegabah seperti ini. Ayah takut kalau kamu nemui dia,kamu bisa di celakai",ucap Pak Hilman menasihati Aruna.Aruna lalu menenangkan dirinya dan berusaha untuk mengiklaskannya.
"Ayah sudah bilang pak Hamzah belum kalau Adrian ada di rumah sakit? ",tanya Bu Aina.
"Sudah tapi pak Hamzah nggak bisa ke sini karena dia ada di luar negeri sedang ngurusi perusahaan Ayahnya Adrian yang bermasalah di sana. Dia bilang seminggu lagi baru pulang ke Indonesia.Pak Hamzah juga bilang akan selalu mendoakan Adrian",ujar Pak Hilman panjang lebar.
"Aruna...Ayah sama Bunda pulang dulu sudah mau malam",ucap Bu Aina.Bu Aina dan Pak Hilman lalu pulang kerumahnya,sedangkan Aruna menjaga Adrian di rumah sakit.
__ADS_1
***
Keesokan harinya pagi-pagi Bu Aina datang ke rumah sakit untuk bergantian jaga dengan Aruna.Aruna pulang kerumahnya siap-siap ke kampus.
Dikampus Aruna ikut sidang skripsi, beberapa jam kemudian Aruna selesai sidang dan hasilnya ia lulus. Aruna lalu berkumpul sebentar dikantin kampus dengan 3 sahabatnya sebelum berpisah.Sesudah itu Aruna bergegas ke rumah sakit.
Sampai di rumah sakit Aruna langsung mengemasi barang Adrian,sedangkan bundanya mengurus administrasi karena Adrian akan pulang. Setelah semua administrasi selesai di urus Adrian di perbolehkan pulang,tapi Aruna menunggu Ayahnya menjemputnya.
"Ayah lama sekali Bunda",ucap Aruna tidak sabar.
"Yang sabar Aruna paling sebentar lagi Ayah datang",ucap Bu. Aina.
Bu. Aina juga menanyakan tentang sidang Aruna dikampus.
"Aruna lulus Bunda",jawab Aruna senang.
"Terus wisudanya kapan Aruna?",tanya Bu. Aina.
"Minggu depan",jawab Aruna sambil celingukan melihat ke arah luar pintu.
"Bunda senang kamu akan jadi sarjana. Minggu depan Bunda, Ayah, dan Adrian pasti menemani kamu wisuda",ucap Bu Aina sambil tersenyum.
Beberapa menit kemudian Ayah Aruna datang menjemput,Aruna lalu memapah Adrian menuju mobil.Bu Aina dan Pak Hilman membantu membawakan barang Adrian ke bagasi mobil.Mereka lalu pulang kerumah.
Sampai di depan rumah Pak Hilman dan Bu Aina menurunkan barang Adrian dari bagasi,sedangkan Aruna memapah Adrian.Saat memapah Adrian tiba-tiba ada sepeda motor ngebut,sepeda motor itu hendak menabrak Aruna tapi Aruna di dorong Adrian kepinggir sehingga Adrian terkena senggol sepeda motor itu.Adrian terjatuh dan kepala Adrian membentur trotoar sehingga membuat Adrian tidak sadarkan diri,sedangkan pengemudi sepeda motor itu menabrak pohon. Aruna histeris dan berteriak memanggil Ayah dan Bundanya.
"Ayah....!Bunda....!Tolong...! ",teriak Aruna.Bu Aina dan Pak Hilman mendengar suara teriakan Aruna kencang sekali dan menghampirinya.
"Ada apa Aruna?",tanya Pak Hilman dari kejauhan.
"Mas Adrian Yah, Mas Adrian di tabrak motor",jawab Aruna sambil menitikkan air mata.
"Kenapa bisa di tabrak motor? siapa yang nabrak?",tanya Bu Aina.Aruna menunjuk pada motor yang menabrak pohon yang pengemudinya sedang di tolong warga.
"Sudah kita bawa Adrian ke rumah sakit!",perintah Pak Hilman.
"Iya bunda",ucap Aruna. Aruna,Pak Hilman dan Bu Aina membawa Adrian keruma sakit.
__ADS_1
Sampai di rumah sakit Adrian langsung di tangani di UGD. Adrian diperiksa ternyata hanya mengalami luka ringan. Sesudah ditangani dokter keluar dari UGD.
"Bagaimana dok keadaan suami saya?",tanya Aruna panik.
"Ibu tenang saja,Pak Adrian hanya luka ringan.Tidak ada yang perlu di kwatirkan.",ujar dokter. Aruna,Bu Aina,dan Pak Hilman lega mendengarnya. Adrian pun sudah di bawa ke ruang rawat. Aruna lalu menuju ruang rawat Adrian tapi ternyata Adrian masih belum sadarkan diri.
"Siapa pengemudi sepeda motor itu?Kenapa dia tega sekali?",gumam Aruna.
"Ayah dengar orang itu juga masuk rumah sakit ini, tapi keadaannya begitu parah",jawab Pak Hilman.
"Dimana ruangannya Yah,Aruna ingin tahu orangnya?",tanya Aruna geram.
"Ayah juga tidak tahu,kamu saja tanya di resepsionis",jawab Pak Hilman.
Aruna lalu ke resepsionis menanyakan tentang orang yang baru masuk rumah sakit karena kecelakaan. Repsionis memberi tahu kalau orang tersebut ada di ruang ICU. Aruna lalu keruang ICU dan ia terkejut ternyata orang tersebut adalah Max.Kondisi Max sangat parah bahkan kata dokter Max koma.
"Mungkin Max dendam padaku karena aku menolak cintanya,tapi kenapa la berbuat nekad seperti ini? ",batin Aruna.
Aruna lalu kembali keruangan Adrian,Aruna senang melihat Adrian sudah sadar tapi Adrian menyebut nama Liona berkali -kali.
"Mas.Kamu sudah sadar?",tanya Aruna sambil mau memegang tangan Adrian tapi Adrian menepisnya.
"Siapa kamu?",tanya Adrian dengan ketus.Semua orang terkejut melihat sikap Adrian.
"Aku istri kamu Mas",jawab Aruna berharap Adrian mengenalinya.Adrian lalu merasakan sakit pada kepalanya.
Pak Hilman lalu cepat-cepat memanggil Dokter.Dokter lalu datang dan memeriksa Adrian.
"Pak Adrian tidak papa.Mungkin kepalanya sakit karena benturan yang dialaminya saat kecelakaan",ujar Dokter.
"Dok Apa suami saya amnesia?Kenapa tadi dia seperti tidak mengenali saya?",tanya Aruna.
"Tidak.Menurut pemeriksaan Pak Adrian tidak amnesia bahkan kelainan otak yang di alaminya sembuh. Itu semua sebuah adalah sebuah ke ajaiban.Jadi menurut saya mungkin dia masih shock atas apa yang telah terjadi padanya",ujar dokter.Aruna lega mendengar perkataan dokter.
"Kalau begitu terimakasih banyak dok",ucap Aruna.Dokter tersebut lalu pergi meninggalkan ruang rawat Adrian.
Maaf kalau 3 episode ceritanya menegangkan tapi jangan kwatir episode selanjut akan ada cerita yang menarik.
__ADS_1
Setelah Adrian sudah tidak gila lagi apakah ucapannya yang ada di surat itu omong kosong atau Adrian memang mencintai Aruna? yuk pantengin ceritanya terus...