
Randy lalu keluar membeli bubur ayam, beberapa menit kemudian Randy kembali membawakan Mila bubur ayam.
"Ini makan!",perintah Randy sambil memberikan bubur ayam pada Mila. Mila terkejut karena Randy ternyata perhatian juga.
"Ternyata dia cowok yang perhatian",Batin Mila.
"Terimakasih Pak",jawab Mila sambil tersenyum dan membuka bubur ayamnya.
"Jangan panggil Pak kalau diluar kantor, panggil aja Randy!",pinta Randy.Randy risih dipanggil Pak sama Mila.
Buburnya tidak di makan sama Mila karena mulutnya terasa pahit.
"Kenapa hanya di liatin saja?",tanya Randy.Mila lalu memakannya dengan pelan-pelan.Waktu makan bubur ada sisa bubur yang menempel dibibir Mila dengan reflek Randy mengambil tissue dan ingin mengelapnya.Mereka lalu saling bertatapan dari jarak dekat. Mila lalu menurunkan tangan Randy dan terdiam gugup.
"Cantik juga",batin Randy sambil menurunkan tangannya dari bibir Mila. Randy lalu terdiam dan tiba-tiba pamit pulang.
"Aku mau pulang,kamu habiskan buburnya!",pinta Randy sambil keluar dari rumah Mila. Mila hanya terdiam bingung.
Sementara itu Adrian dan Aruna masih di kantor lembur karena masih banyak pekerjaan mereka yang masih belum selesai.
"Mas.Mau aku buatkan kopi?",tanya Aruna sambil berdiri di sebelah Adrian dab merangkulnya.
"Mau. Aku juga ngantuk",ucap Adrian sambil menguap.Aruna lalu ke pantry kantor buat kopi.Selang beberapa menit Aruna kembali ke ruangan Adrian dengan membawa secangkir kopi.
"Ini Mas kopinya",ucap Aruna sambil menaruh kopi di meja.Adrian lalu menyeruput kopinya perlahan.Setelah itu melanjutkan lagi pekerjaannya. Setelah pekerjaannya selesai sudah larut malam.Dikantor juga sudah sepi tidak ada satupun orang selain mereka.
Adrian dan Aruna lalu pulang ke rumah.
Di perjalanan pulang Aruna tertidur di mobil karena kelelahan.Sampai di rumah,karena tidak tega membangunkannya Adrian menggendong Aruna sampai ke kamar dan membaringkannya di kasur. Adrian lalu melepaskan jasnya dan langsung tidur karena sudah sangat ngantuk.
***
Besoknya Aruna dan Adrian bangun ke siangan. Mereka bangun mandi dengan cepat lalu sarapan dan berangkat ke kantor.
Di kantor Mila masuk kerja karena keadaannya sudah lebih baik.Mila juga membawakan makanan sebagai tanda ucapan terimakasih pada Randy.Mila buat makanan untuk Randy di ajarkan sama tetangganya pagi-pagi sebelum berangkat. Mila menaruh makanan dan jaket Randy di meja Randy. Jaket Randy tidak sengaja terbawa Mila kemarin.
Saat Randy datang,Randy terkejut Mila masuk kantor bukannya istirahat di rumah.
"Kamu sudah baikan?",tanya Randy sambil menuju mejanya.
__ADS_1
"Iya Pak",jawab Mila.
Sampai dimejanya, Randy terkejut lagi ada makanan,bahkan jaketnya yang kemarin dibawa Mila terlipat rapi dan wangi di meja seperti habis dicuci.
"Mil. Kamu cuci jaket aku?",tanya Randy sambil megang jaketnya.
"Iya Pak",jawab Mila sambil berdiri.
"O...Makasih sudah repot-repot cuci",jawab Randy datar sambil menaruh jaketnya di meja.
"Sama-sama Pak. Oya Pak makanannya dimakan,saya buat untuk Bapak sebagai tanda terimakasih saya, karena Bapak kemarin sudah menolong saya",ucap Mila.
"Makasih nanti saya makan",jawab Randy datar. Mila lalu kerja lagi dan Randy kebetulan belum sarapan,Randy juga malas pesan makanan jadi Randy memakan makanan Mila.
"Lumayan enak",gumam Randy sambil mengunyah makanan. Tak lama kemudian Randy haus,Randy lalu menyuruh Mila membuatkan minum.
"Buatkan aku teh!",perintah Randy datar sambil mengunyah.
"Baik Pak",ucap Mila sambil keluar dari ruangannya menuju pantry.
Mila lalu membuatkan Randy teh. Setelah itu kembali ke ruangannya dengan membawa secangkir teh.Randy lalu meminumnya.
Sementara itu di ruangan Adrian ada klien.Setelah selesai bertemu klien dan kliennya pergi Aruna mau keluar tapi di tahan sama Adrian.
"Sayang.Temani aku sebentar di sini!",pinta Adrian sambil menarik tangan Aruna ke sofa.
"Mas. Aku masih banyak kerjaan",ucap Aruna sambil duduk.Aruna tidak tahu kalau Adrian mau melakukan itu.
"Sebentar saja!",pinta Adrian.Adrian lalu menutup dan mengunci pintu ruangannya.
"Mas.Kamu mau ngapain?",tanya Aruna bingung.Adrian mendekatinya memeluk Aruna.
"Menstruasimu udah selesaikan?",tanya Adrian sambil memeluk Aruna.
"Iya sudah... ",jawab Aruna gugup.
"Kalau begitu layani aku!",perintah Adrian.Aruna kaget Adrian ingin melakukannya dikantor.Aruna lalu melepas pelukan Adrian.
"Tapi Mas inikan di kantor",jawab Aruna.
__ADS_1
"Aku sudah mengunci ruanganku jadi tidak akan ada yang mengintip kita",balas Adrian sambil melepaskan pakaiannya. Adrian lalu melepaskan semua pakaian Aruna dan melakukan itu dengan buas sampai Aruna kelelahan. Setelah puas Adrian menghentikannya dan menyuruh Aruna mengenakan kembali pakaiannya.Adrian juga memakai kembali pakaiannya.
"Terimakasih sudah melayaniku",ucap Adrian sambil memperbaiki kemejanya.
"Mas aku keluar sekarang ya!",ucap Aruna sambil mengambil berkas yang dia taruh di meja.
"Nanti pulang kantor kita cari gaun sekalian sebar undangan",ucap Adrian sambil membuka pintu ruangannya.Aruna menganggukkan kepalanya dan keluar dari ruangan Adrian.
Selesai kerja mereka membagi undangan pernikahan pada karyawan kantor terlebih dulu.
"Wah.Pak Adrian mau menikah?",tanya salah satu karyawan.
"Sebenarnya saya sudah menikah tapi pestanya belum",ucap Adrian menjelaskan sambil membagikan undangan pada yang lain.
Selesai membagikan undangan pada karyawan kantor mereka pergi ke butik mencari gaun pernikahan.
Di perjalanan sekalian lewat mereka membagikan undangan ke keluarga Adrian yang rumahnya se arah dengan butik. Setelah memberikan undangannya,mereka lalu ke butik.
Adrian menyuruh Aruna memilih gaun yang dia suka.Aruna lalu tidak bisa memilih,karena semua gaun itu bagus . Akhirnya Adrian menyuruh Aruna mencoba beberapa gaun yang dia pilih. Gaun pertama berwarna merah di coba Aruna sebenarnya bagus tapi Aruna tidak suka warnanya. Gaun kedua warna kuning dicoba Aruna terlalu mencolok. Gaun ketiga warna putih di coba Aruna sangat cantik dan elegan. Adrian dan Aruna lalu memutuskan memilih yang warna putih. Adrian lalu membayar gaun itu dan membawanya.
Setelah dari butik Adrian dan Aruna membagikan undangan pada keluarga Adrian yang lain,sedangkan untuk keluarga Aruna undangannya sudah di kirimkan ke orangtua Aruna jadi orangtua Aruna tinggal membagikannya.
Sehabis dari membagikan undangan mereka mampir makan ayam penyet lalu pulang.
Di rumah Adrian dan Aruna langsung membersihkan diri. Sesudah mandi Adrian meminta Aruna melayaninya lagi.
"Enggak Mas aku capek mau tidur",ucap Aruna sambil menyelimuti dirinya. Adrian lalu memeluk Aruna sambil memainkan 2 bolanya Aruna dan tertidur.
Sementara itu Randy dan Mila tidak bisa tidur karena mereka bingung dengan perasaan mereka masing-masing antara cinta atau benci. Randy lalu menelpon Mila.
Randy:Mil.Kamu sudah tidur?
Mila:Belum Pak...Eh...maksudnya Ran. Memang ada apa Ran?
Randy:Nggak papa.Aku cuma tanya aja kok. Ya udah aku tutup teleponnya.
"Aneh... aku kira ada hal penting ternyata telefon hanya bicara hal yang nggak penting",batin Mila.Mila lalu membaca novel favoritnya sampai dia bisa tidur.
"Aduh.. aku kenapa sih? apa aku suka sama Mila? enggak mungkin?",gumam Randy.Randy pergi kedapur membuka kulkas mencari camilan serta mengambil gelas dan menuangkan jus ke gelas. Randy lalu membawanya ke ruang tv.Randy nonton tv sambil nyamil sampai mulai mengantuk.
__ADS_1