
Sementara itu Randy melihat Mila celingukan mencari taxi di depan hotel. Randy lalu menghampiri Mila.
"Kamu lagi cari apa?",tanya Randy datar. Mila kaget tiba-tiba ada Randy di sebelahnya.
"Cari taxi Ran",jawab Mila sambil celingukan.
"Ini sudah larut malam,tidak mungkin ada taxi yang masih beroperasi.Kamu mau aku antar pulang?",tanya Randy sambil memainkan kunci mobilnya.
"Ayah kamu bagaimana?",tanya Mila.
"Sudah tenang saja. Ayah bawa mobil sendiri",jawab Randy sambil berhenti memainkan kuncinya.
Mila bengong karena ragu mau terima tawaran Randy atau tidak. Disisi lain dirumahnya ada ayahnya yang ba.ru datang tadi pagi,Jadi Mila takut kalau Ayahnya melihat dia pulang diantar seorang laki-laki.
"Kenapa bengong,mau aku antar atau tidak?",tanya Randy sambil mengkagekan Mila.
"Iya udah.Aku mau",jawab Mila. Mila tidak punya pilihan lain daripada tidak bisa pulang,Mila mau diantar pulang sama Randy.
"Ayo masuk!",perintah Randy. Mila menuruti permintaan Randy. Randy mengantar Mila sampai depan kontrakannya.
Didepan kontrakan Mila ada laki paruh baya sedang duduk.Randy tidak tahu kalau laki-laki itu ayahnya Mila. Mereka menghampiri laki-laki itu.
"Mila.Ada yang mau nganggu kamu kayaknya,om-om lagi",ucap Randy dengan gayanya yang songong.Mila kaget Ayahnya dibilang penggangu.
"Nggak kok.Dia bukan penggangu",ucap Mila.
"Mila berani sekali dia bilang Ayah penggangu kamu",ucap Ayah Mila sinis.Mila lalu salim pada Ayahnya.
"Maaf.Anda bilang apa tadi?",tanya Randy kaget. Ayahnya mila lalu mengulangi lagi perkataannya. Randy semakin shock setelah tahu bahwa laki-laki itu Ayahnya Mila. Apalagi melihat laki-laki itu menggunakan sabuk taekwondo.
"Aduh mati gue!Bisa babak belur nih!",batin Randy sambil menepuk jidatnya. Randy menatap Ayah Mila dengan rasa malu.
"Kenapa kamu?",tanya Ayah Mila. Ayah Mila lihat Randy berperilaku aneh.
"Anu.Saya minta maaf om,tadi saya bercanda. Soal yang tadi lupain saja ya om",ucap Randy malu sambil nyengir.Ayah Mila belum bisa memaafkan Randy tapi malah mengusir Randy.
"Kamu pergi dari sini ini sudah malam!",perintah Ayah Mila dengan ketus.Mila dan Ayahnya lalu masuk ke rumah,sedangkan Randy buru-buru pulang.
***
Pagi harinya Aruna dan Adrian bangun lebih cepat,karena mereka akan pulang terlebih dahulu sebelum ke kantor. Ayah dan Bunda Aruna juga ikut kerumah Adrian.
Di perjalanan pulang Bu Aina menasihati Aruna kalau mau cepat hamil,Aruna menjaga pola makannya, rutin olahraga dan tidak banyak pikiran.
"Beneran Bunda?",tanya Randy sambil nyetir.
"Benar Adrian",ucap Bu Aina sambil senyum.
"Kalau begitu kamu harus jaga pola makan,rutin olahraga dan yang paling penting jangan banyak pikiran sayang!",pinta Adrian.
"Iya Mas",ucap Aruna pasrah. Karena orangtuanya dan Adrian sangat bersemangat supaya dia cepat hamil.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah. Adrian dan Aruna cepat-cepat bersiap berangkat ke kantor.
***
__ADS_1
Dikantor Randy sedang bingung,mencari cara untuk mendapatkan maaf dari Ayahnya Mila. Semalam Randy sudah mencurigainya mau menggangu Mila.Randy lalu berpikir kalau Aruna tahu tentang Ayah Mila, karena Randy tidak berani bertanya pada Mila.Randy lalu menanyakannya pada Aruna.
"Aruna. Kamu kenalkan sama Ayahnya Mila?",tanya Randy. Randy memastikan kalau Aruna kenal atau tidak sama Ayah Mila.
"Kenal.Kenapa?",tanya Aruna sambil ngetik.
"Nggak.Aku mau minta maaf sama Ayahnya Mila tapi nggak tahu caranya?",tanya Randy kebingungan. Randy yakin kalau Aruna pasti tahu caranya karena Aruna dan Mila bersahabat.
"Kamu punya salah apa sama Ayahnya Mila?",tanya Aruna.Aruna heran Randy tiba-tiba mau minta maaf pada Ayah Mila.
"Semalam aku menuduhnya mau menggangu Mila",jawab Randy jujur. Aruna terbelalak kaget sambil berhenti mengetik dan memutar kursinya ke arah Randy.
"Parah kamu Ran. Untung saja kamu nggak dibuat babak belur",balas Aruna.
"Iya. Untung baget",balas Randy sambil membungkuk dengan kedua tangannya memegang meja Aruna. Aruna lalu memutar kursinya ke arah komputer.
"Hmmm...Kasih yang Ayah Mila suka aja",jawab Aruna sambil ngetik.
"Ayah Mila sukanya Apa?",tanya Randy yang masih bingung.
"Emmm...Setahuku Ayah Mila itu suka semur jengkol",jawab Aruna. Randy jadi heran seorang atlet taekwondo sukanya semur jengkol.
"Makasih informasinya",ucap Randy sambil tersenyum.Randy lalu kembali ke ruangannya.
Dari dalam ruangannya ada rasa cemburu dihati Adrian melihat Aruna dan Randy ngobrol.Adrian lalu menghampiri Aruna
"Bicara apa kamu tadi sama Randy?",tanya Adrian ketus sambil melipat tangannya.
"Mas.Kamu cemburu ya",sindir Aruna. Aruna yakin Adrian cemburu karen Adrian tiba-tiba ketus padanya.
"Udah kalau cemburu bilang aja!",pinta Aruna sambil menyandarkan kepalanya ke pundak Adrian.
"Ya udah aku ngaku.Aku memang cemburu melihat kamu sama Randy ngobrol berdua",pengakuan Adrian sambil membalikkan badan ke arah Aruna.
"Mas.Randy itu tadi tanya cara minta maaf ke Ayahnya Mila,karena dia merasa bersalah sama Ayahnya Mila.Udah cuma itu aja,nggak nanya yang macem-macem",penjelasan Aruna sambil tersenyum dan duduk.
"Maaf ya. Tadi aku kira dia ngajak kamu kencan",ucap Adrian minta maaf sambil merangkul Aruna.
"Iya nggakpapa.Justru aku senang kamu cemburu, karena itu tandanya kamu sayang sama aku",ucap Aruna.
"Kalau kamu sayang nggak sama aku?",tanya Adrian sambil duduk di atas meja Aruna.
"Ya sayanglah",jawab Aruna sambil menatap Adrian.
"Buktiin dong!",pinta Adrian. Adrian tahu seberapa sayang Aruna padanya.
"Oke. Sini ikut aku!",pinta Aruna menarik tangan Adrian ke dalam ruangan Adrian.
Aruna lalu menjatuhkan Adrian ke sofa dan membuka dasi lalu ke meja Adrian.
"Hmmm... Mulai nakal ya",ucap Adrian. Adrian lalu membuka blazer Aruna dan membuka kancing ke mejanya.
Sayangnya Aruna lupa mengunci pintu jadi tiba-tiba ada yang masuk.Adrian dan Aruna lalu memperbaiki pakaiannya.
"Mas. Nggak jadi",ucap Aruna sambil tersenyum.Aruna lalu keluar dari ruangan Adrian sambil melet pada Adrian.
__ADS_1
"Nanti akan ku minta",batin Adrian kesal.
Adrian lalu berbicara dengan staffnya, sedangkan Aruna kembali mengetik pekerjannya.
Saat jam makan siang,Aruna dan Adrian ke kantin kantor. Kali ini Adrian memesankan Aruna makanan yang sehat dan bergizi.
"Mas. Aku enggak suka sayur",ucap Aruna cemberut.
"Udah makan aja,kamu kan lagi program hamil!",pintaAdrian.Aruna dengan terpaksa memakannya walau sebenarnya tidak suka.
Sementara itu Randy mentraktir Mila makan di cafe,karena Randy juga ada janji sama klien di cafe.
"Kamu pesan aja yang kamu mau!",perintah Randy sambil melihat menu makanan.
"Aku mau pesan nasi goreng seafood sama es jeruk Mbak",ucap Aruna sambil menutup buku menunya.
"Saya samain aja sama dia!",pinta Randy sambil senyum pada Mila.Tak lama kemudiab klien Randy datang.
"Selamat siang Pak Randy.Maaf membuat Bapak menunggu lama",ucap Clien Randy.
"Tidak apa-apa. Bapak kalau mau pesan makanan terlebih dulu silakan!",pinta Randy sambil menawarkan duduk. Clien randy lalu memesan makanan,sambil meununggu makanan datang Randy memulai meetingnya terlebih dulu. Selesai meeting makananya datang,Mereka lalu menyantap makanannya. Sehabis makan Randy dan Mila kembali kekantor.
Sorenya selesai kantor Aruna dan Adrian langsung pulang kerumah.
***
Dirumah Pak Hilman dan Bu Aina tengah bersiap untuk pulang ke desanya.
"Bunda sama Ayah mau pulang?",tanya Aruna. Aruna tidak ingin kedua orangtuanya pulang.
"Iya... Ayah sama Bunda lebih nyaman di rumah sendiri",jawab Pak Hilman sambil menggeret koper.
"Benar Aruna. Lagipula kalau disini kita akan merepotkan kalian",ucap Bu Aina sambil mengelus kepala Aruna.
"Tapi Ayah sama Bunda lain kali kesini lagi!",pinta Aruna sambil membantu Bu. Aina membawa barangnya keluar.
"Iya",ucap Bu Aina. Bu Aina dan Pak Hilman lalu pamit pulang.Setelah Pak Hilman dan Bu Aina pulang,Adrian dan Aruna ke kamar untuk mandi.
Malamnya setelah makan makan malam Adrian memberikan Aruna vitamin yang baru dia beli di apotek.
"Ini vitamin buat kamu,kamu minum!",pinta Adrian. Aruna lalu meminumnya.
"Ayo kita lakukan!",pinta Adrian sambil mendekatkan wajahnya ke Aruna.
"Siapa takut!",ucap Aruna sambil menarik tangan Adrian ke kamar. Adrian dan Aruna lalu melakukannya sampai puas.
Sementara itu Randy menyuruh pembantunya untuk membuatkanya semur jengkol. Randy sebenarnya sudah mencari semur jengkol di restoran sampai warung tapi sangat susah di dapatkannya.
"Mbak Tuti.Besok buatkan saya semur jengkol!",pinta Randy. Mbak Tuti pembantu Randy heran dengan permintaan Randy karena Randy sebenarnya tidak suka sama jengkol.
"Yakin Tuan",ucap Mbak Tuti tidak percaya.
"Yakin Mbak.Udah jangan membantah!",pinta Randy kesal.
"Baik Tuan",ucap Mbak Tuti mengiyakan permintaan Randy.
__ADS_1
"Ingat ya yang enak!",pinta Randy. Randy takut kalau semur jengkolnya tidak enak Ayah Mila akan tambah marah padanya dan tidak mau memaafkannya.Mbak Tuti menggangukkan kepalanya.