Istri Terbaik Untuk Adrian

Istri Terbaik Untuk Adrian
Bab 44


__ADS_3

Dua bulan kemudian...


Adrian cuti dari pekerjaan, Ia fokus menjaga Aruna karena usia kandungan Aruna sudah delapan bulan. Adrian selalu menemani Aruna dirumah.


Siang hari Aruna kebelet pipis, Aruna kekamar mandi dan mendapati ada darah di celananya. Aruna berteriak ketakutan sehingga Adrian yang sedang baca koran di ruang tamu mendengarnya. Adrian lalu menghampiri Aruna yang berteriak. Dikamar mandi Adrian melihat Aruna menangis.


"Sayang. Kamu kenapa nangis?",tanya Adrian sambil masuk kedalam kamar mandi.


"Mas. Ada darah dicelana aku",ucap Aruna sambil nangis. Adrian melihatnya dan kaget.


"Sayang. Ini kamu kenapa bisa berdarah?",tanya Adrian sambil memegangi Aruna.


"Enggak tahu Mas",ucap Aruna.


"Udah kamu jangan nangis, aku panggilkan dokter adit. Sekarang kamu ganti pakaian dalam kamu!",pinta Adrian.


"Iya Mas",ucap Aruna sambil menyeka air matanya. Adrian lalu menghubungi Dokter adit.


Adrian: Dit kamu sekarang kerumah gue, Aruna pendarahan.


Adit:Oke.Gue segera kesana.


Adrian:Cepat ya dit!.


Adrian menutup telponnya, Beberapa menit kemudian Dokter Adit datang dan memeriksa Aruna.


"Gimana Dit kandungannya baik-baik aja kan?",tanya Adrian panik.


"Enggakpapa kok. Biasa kalau hamil kembar terjadi pendarahan sebelum lahiran",ujar Dokter Adit.


"Lega aku dengarnya Dit", ucap Adrian sambil menghela nafas.


"Ini aku kasih obat penguat kandungan biar kandungannya kuat sehingga tidak terjadi kelahiran prematur",ucap Dokter Adit.


"Makasih dit",ucap Adrian sambil menerima bungkusan obat.


"Adrian kamu harus menjaga Aruna lebih extra lagi",ucap Dokter Adit sambil keluar kamar.


"Iya pasti",ucap Adrian sambil memgantar Dokter Adit kepintu luar.


Adrian lalu kembali kekamar dan menjaga Aruna.


"Mas. Kata dokter enggakpapa kan?",tanya Aruna sambil mengusap perutnya.


"Enggakpapa sayang",jawab Adrian sambil membelai rambut Aruna.


"Aku senang dengarnya Mas",ucap Aruna sambil mengelus perutnya. Adrian juga mengelus perut Aruna yang besar dan terasa adanya pergerakan dari bayinya.


"Bayinya nendang-nendang",ucap Adrian sambil terseyum.


"Iya Mas.Aku juga ngerasa ada nendang",ucap Aruna sambil menyandarkan kepalanya kebahu Adrian.


"Mau jadi pemain sepakbola kayaknya anak kita sudah pinter nendang",canda Adrian.


"Mas. Anak kita kan perempuan masa jadi pemain sepakbola",balas Aruna.

__ADS_1


"Enggakpapa kan ada kok pemain sepakbola perempuan",balas Adrian.


"Memang ada tapi aku enggak suka kalau anak kita jadi pemain sepakbola",ucap Aruna.


"Ya udah deh terserah kamu aja!",ucap Adrian.


"Mas.Pijitin aku dong!pinta Aruna sambil membalikkan badannya.


"Kamu ini masih muda udah kayak nenek-nenek ya!",ledek Adrian sambil mijit Aruna. Aruna jadi kesal diledekin seperti nenek-nenek.


Sesudah dipijit Aruna merasa lapar,Adrian lalu kedapur mengambil makanan dan kembali kekamar membawa makanan.


Dikamar Aruna sedang berkaca didepan cermin, Aruna melihat dirinya lebih gemuk dari sebelumnya.


"Mas. Aku gemukan ya?",tanya Aruna sambil memandangi wajahnya.


"Emang gemukan tapi kamu tetap cantik kok",jawab Adrian jujur sambil duduk.


"Cantik darimana sih Mas aku jadi jelek",ucap Aruna yang merasa kalau Adrian hanya menghiburnya.


"Udah nanti kalau kamu sudah lahiran kamu kan bisa perawatan",ucap Adrian.


"Iya sih",ucap Aruna.


"Ini makan dulu!",pinta Adrian. Aruna lalu makan makananya sampai habis lalu meminum obatnya. Sesudah itu Aruna istirahat dan Adrian menjaga Aruna disebelahnya.


Sorenya Nick pulang dari kantor, Nick menghampiri Adrian.Nick mau bilang kalau perusahaannya lagi dalam masalah dan Randy tidak bisa menanganinya.


"Biar nanti aku diskusi sama Randy",ucap Adrian.


"Enggak usah Nick.Aruna sudah jadi tanggungjawab aku jadi aku yang akan menjaganya.Masalah perusahaan kan aku sudah bilang akan aku bicarakan sama Randy",ucap Adrian.


"Aruna enggakpapakan?",tanya Nick. Nick melihat Aruna tidur pulas.


"Enggakpapa kok dia mungkin capek makanya tidurnya pulas",ucap Adrian. Nick lalu pergi.


Adrian lalu menghubungi Randy dan menyuruhnya datang kerumahnya. Randy tidak mengangkat telponnya karena lagi latihan taekwondo. Adrian mulai kesal dan menghubungi Mila,Mila mengangkat telponnya.


Adrian:Mil.Randy ada sama kamu?


Mila:Ada kak.


Adrian:Aku mau bicara sama dia.


Mila:Iya kak. Aku kasih telponya ke Randy.


Randy:Apa kak?


Adrian:Aku telpon kamu berkali-kali kenapa tidak diangkat?


Randy:Maaf kak. Aku lagi latihan taekwondo.


Adrian:Ran.Sekarang kamu kerumah aku ada yang mau aku bicarakan sama kamu!


Randy:Harus sekarang kak.

__ADS_1


Adrian:Iya harus sekarang.


Randy:Iya aku kesana sekarang.


Adrian:Aku tunggu.


Adrian menutup telponnya dan Randy mengembalikan ponsel Mila. Randy lalu mengganti pakaiannya dan menuju rumah Adrian.


Sampai dirumah Adrian, Adrian menanyakan yang sedang terjadi dikantornya. Randy menjelaskan semuanya,Adrian lalu paham dan memberikan pengarahan pada Randy. Randy berharap kalau Adrian segera kembali kerja.


"Kak. Kapan kakak kerja lagi sudah satu bulan lo kakak enggak kerja?",tanya Randy.


"Tunggu nanti kalau Aruna sudah lahiran",jawab Adrian.


"Berapa lama?",tanya Randy.


"Mungkin dua bulan lagi",jawab Adrian.


"Lama sekali kak.Aku enggak sanggup menghandle pekerjaan kakak",jawab Randy.


"Gini aja deh.Aku bantu kerja dari rumah jadi setiap hari kamu kirim file ke aku nanti aku kerjalan,kalau sudah selesai aku kirim lagi kekamu",ucap Adrian memberikan ide agar Randy tidak kesusahan menyelesaikan pekerjaannya.


"Ide bagus kak",ucap Randy.


"Mulai besok kamu kirim ke aku filenya!",pinta Adrian.


"Oke. Kak aku mau balik dulu",ucap Randy.


"Kamu mau pulang apa mau kerumah Mila lagi?",tanya Adrian ngeledek Randy.


"Kok tahu",ucap Randy sambil tertawa


"Kamu itu kerjaannya pacaran terus tapi enggak nikah-nikah",ucap Adrian sambil menepuk pelan Randy.


"Kaka Adrian bisa aja!",ucap Randy.


"Udah sana pacaran lagi!",pinta Adrian. Randy lalu pergi.


Adrian kembali kekamarnya mengecek keadaan Aruna. Ternyata Aruna sudah bangun,Aruna turun dari tempat tidur mau kekamar mandi.


"Sayang. Kamu mau kemana?",tanya Randy.


"Aku mandi Mas gerah",ucap Aruna sambil mengambil handuk. Aruna lalu mandi dan setelah mandi Adrian sudah membawakan makanan untuk Aruna.


"Ini makan malamnya",ucap Adrian. Aruna melihat makanannya tidak selera.


"Mas. Aku mau gado-gado bukan ini",ucap Aruna.


"Aku belikan sebentar",ucap Adrian. Adrian lalu mencari tukan gado-gado karena Aruna mau gado-gado gerobakan. Dua puluh menit mencadi akhirnya ketemu tukang gado-gado, Adrian lalu memebelinya satu porsi.


Sesudah itu Adrian kembali kerumah dan memindahkannya kepiring. Adrian membawanya kekamar.


"Ini sayang gado-gadonya",ucap Adrian.


"Terus ini gimana sayangkan kalau enggak dimakan?",tanya Aruna.

__ADS_1


"Biar aku yang makan",ucap Adrian. Adrian lalu makan makanan yang tadi dia ambil didapur sedangkan Aruna makan gado-gado.


__ADS_2