
Jam 12 siang Aruna sampai rumah. Kali ini ia pulang lebih cepat dari kemarin karena ia harus mengurus Adrian dan ia takut diganggu lagi sama Max.
Di rumah Aruna langsung menemani Adrian yang sendirian di ruang tengah bermain rubik habis makan siang. Aruna menemani Adrian sambil mengerjakan tugas kuliahnya.Tanpa sengaja Aruna malah tertidur karena kelelahan.Tak lama kemudian Aruna terbangun karena di lempar rubik sama Adrian.
Plakkk......
"Aww... ",ucap Aruna yang merasa kepalanya sakit di lempar rubik.Tapi Adrian hanya tertawa.
"Mas...Rubiknya jangan di lempar kalau kena orang bahaya",ucap Aruna sambil mengambil rubik yang jatuh di lantai. Adrian tidak menggubris perkataan Aruna.Selan beberapa menit ada yang mengetuk pintu rumah,Aruna lalu membuka kan pintu. Ternyata yang datang Pak Hamzah mau menjenguk Adrian.
"Paman...Ada apa datang ke sini?",tanya Aruna sambil salim pada Pak Hamzah.
"Paman mau lihat keadaannya Adrian.Bagaimana apa dia sudah lebih baik?",tanya pak Hamzah sambil mengikuti Aruna ke ruang tengah.
"Sudah lebih baik paman,sekarang Mas Adrian sudah bisa jalan sedikit-sedikit",jawab Aruna sambil duduk.
"Syukurlah kalau begitu.Ini paman bawain kue kesukaannya Adrian",ucap pak hamzah sambil menyodorkan bungkusan yang ia bawa. Karena aroma kuenya yang enak Adrian langsung merebut kue tersebut.
"Brownies...! Brownies...! mau makan...! ",ucap Adrian sambil membuka bungkusan itu dan memakannya dengan lahap.
"Mas.Makannya pelan - pelan nanti kesedak!",pinta Aruna menasihati Adrian.Tapi Adrian tidak menggubris perkataan Aruna. Akhirnya Adrian benar-benar tersedak.
"Ugh..! Ugh...!Minum...! Minum...!",pinta Adrian yang tersedak makanan.
"Tuh kan.Aku bilang juga apa Mas, Sebentar aku ambilkan minum",ucap Aruna sambil berdiri.Sebelum pergi Aruna juga menawarkan Pak Hamzah minum.
"Pak Hamzah mau sekalian dibuatkan minuman?mau kopi ,air, atau teh?",tanya Aruna.
"Boleh deh...Kopi hangat sedikit gula ya",ucap Pak Hamzah.
Aruna lalu menuju dapur mengambil air minum untuk Adrian dan membuat secangkir kopi.Bu Aina yang sedang mencuci piring heran melihat Aruna membuat kopi.
"Kopi buat siapa Aruna? Apa Ayah kamu sudah pulang?",tanya Bu Aina penasaran sambil membilas piring.
"Belum pulang Bunda.Ini buat Pak Hamzah",jawab Aruna sambil mengaduk kopi.
"Pak Hamzah ada di sini?",tanya bu Aina sambil meletakkan piring di rak.
__ADS_1
"Iya Bunda, Aruna ke depan dulu kasian Mas adrian lagi kesedak makanan",ucap Aruna sambil membawa baki.
Aruna lalu kembali keruang tengah dan memberi minum Adrian.Aruna cukup lama berbincang-bincang dengan pak Hamzah. Pak Hamzah lalu pamit pulang karena sudah sore.Pak Hamzah pergi Aruna mengajak Adrian belajar jalan lagi di teras rumahnya.Adrian menuruti semua perintah Aruna sehingga ia mulai bisa jalan tapi kaki Adrian belum cukup kuat untuk berjalan jauh. Sudah lumayan lama berlatih jalan dan Adrian juga terlihat letih. Aruna membawa Adrian masuk untuk mandi lalu gantian Aruna mandi.Sehabis mandi Aruna menemani Adrian nonton tv karena Adrian minta Aruna untuk menemaninya.
Malamnya setelah makan malam Adrian langsung tidur,sedangkan Aruna lanjut mengerjakan tugas kuliahnya sampai larut.
***
Besoknya jam 08.00 Aruna bangun.Saat Aruna bangun, ia tercengang melihat seluruh isi kamarnya berantakan.Aruna ingin marah tapi tidak jadi marah karena melihat Adrian berjalan-jalan di kamarnya.
"Mas.Kamu sudah bisa jalan dengan lancar?",tanya Aruna dengan perasaan senang lalu Aruna memanggil Ayah dan bundanya.
"Ayah...! Bunda...! ",teriak Aruna kegirangan.
"Aruna....Kamu pagi - pagi kenapa teriak-teriak?",tanya Pak Hilman.
"Iya Aruna.Suara kamu itu kencang banget dan bisa ganggu tetangga",ucap Bu Aina sambil menggelengkan kepala.
"Maaf Bunda, Ayah.",Aruna meminta maaf.
"Kamar kamu kenapa berantakan Aruna?",tanya Bu. Aina sambil melihat sekeliling kamar Aruna. Aruna tidak menjawab tapi mengatakan yang lain.
"Syukur alhamdulillah Aruna, Ayah sama Bunda senang liatnya",ucap Pak Hilman.
"Eits.. Aruna kamu harus beresin kamar kamu. Terus cepat urus Adrian habis itu kamu siap-siap kuliah. Bunda sama Ayah tunggu di meja makan!",perintah Bu Aina sambil pergi dari kamar Aruna bareng pak Hilman.
Aruna lalu menyuruh Adrian duduk di tempat tidur.Aruna lalu membersihkan kamarnya yang berantakan karena ulah Adrian.Kamar sudah dibereskan,Aruna membawa Adrian ke kamar mandi. Dikamar mandi Adrian mau mencoba mandi sendiri.Sesudah Adrian mandi gantian Aruna yang mandi dan selesai mandi Aruna sarapan bersama Adrian dan orangtuanya. Habis sarapan Aruna membawa Adrian keruang tengah.
"Mas.Kamu duduk di sini ya!",perintah Aruna sambil membantu Adrian duduk.Adrian lalu mulai memainkan rubiknya yang ada di meja.
"Mas.Aruna mau ke kampus dulu, nanti kalau Aruna sudah pulang kita main lagi",ucap Aruna sambil salim.Aruna lalu berangkat ke kampusnya.
***
Di kampus tiga sahabat Aruna,merasa ada yang beda dengan Aruna.Aruna hari ini sangat ceria tidak seperti hari sebelumnya. Saat jam kuliah selesai Aruna dan tiga sahabatnya melakukan konsultasi tentang skripsinya. Aruna dan Ana selesai terlebih dahulu jadi Aruna dan Ana keluar lebih dahulu. Di luar kelas tiba-tiba Ana merasa dompetnya ketinggalan di kelas.
"Aduh... Dompet gue ketinggalan dikelas",gumam Ana sambil meraba kantongnya dan mengecek tasnya.
__ADS_1
"Kenapa Ana?",tanya Aruna.
"Dompet gue ketinggalan dikelas sepertinya, Lo pulang aja dulu!",pinta Ana sambil masuk ke dalam kelas. Aruna hendak pulang di cegat sama Max.
"Aruna...Gue dengar lo udah nikah.Jadi itu alasan lo enggak mau kencan sama gue?",ucap Max dengan lantang.
"Kenapa Max bisa tahu soal pernikahan gue?",batin Aruna sambil menundukkan kepalanya.
"Kalau soal gue udah nikah itu memang benar tapi meskipun gue belum nikah, gue juga tidak akan pernah mau sama lo",ucap Aruna kesal pada Max.
"Yakin lo nggak mau sama gue?",tanya Max dengan nada sombong.
"Iya Gue nggak mau sama lo",jawab Aruna dengan lantang.
"Gue jadi penasaran bentuk suami lo",gumam Max dengan sombong. Aruna lalu pergi meninggalkan Max. Tapi Max menarik tangan Aruna mengatakan sesuatu di telinga Aruna.
"Sampai kapanpun gue akan berusaha mendapatkan lo,meskipun lo udah nikah.Gue pastikan bisa merebut lo dari suami lo",ujar Max dengan suara pelan dan kemudian meninggalkan Aruna.
"Sampai kapanpun juga aku tidak akan mengkhianati suami aku Max!",batin Aruna sambil berjalan.Ana,Mila,dan Lola melihat Aruna belum pulang, mereka lalu menghampiri Aruna.
"Lo belum pulang Aruna? ",tanya Mila.
"Belum.Barusan gue ketemu Max",ucap Aruna.
"Lo nggak di apa-apain kan sama Max?",tanya Mila takut Max melakukan sesuatu pada Aruna.
"Nggak Mil,Dia enggak apa-apain gue. Cuma gue heran kok Max bisa tahu kalau gue udah nikah",ucap Aruna heran.
"Masa sih?",tanya Ana tidak percaya. Mila kemudian melihat Lola diam menundukkan kepalanya sambil memainkan kedua jarinya.
"La,lo kenapa? ",tanya Aruna.
"Gue minta maaf ya Aruna",ucap Kola merasa bersalah.
"Minta maaf kenapa? ",tanya Aruna kepo.
"Gue yang udah kasih tahu semua rahasia lo ke Max.Habisnya Max ngancam gue.Kalau gue enggak kasih tahu,gue bakalan di habisi katanya",ucap Lola.
__ADS_1
"Ya ampun Lola...",ucap Aruna, Ana dan Mila serentak.
"Ya udah nggak papa",ucap Aruna memaafkan Lola. Aruna lalu melihat jam di tangannya,jam menunjukkan pukul 13.30.Aruna lalu buru-buru pulang.