Istri Terbaik Untuk Adrian

Istri Terbaik Untuk Adrian
Bab 41


__ADS_3

Pagi harinya Adrian terbangun Aruna sedang membantu Mbok Rahmi masak di dapur.


"Mas. Pagi Mas",ucap Aruna sambil meletakkan piring dimeja.


"Kamu udah bangun dari tadi?",tanya Adrian sambil mengambil piring. Aruna menganggukan kepalanya.


"Mas mandi dulu baru makan!",pinta Aruna sambil duduk.


"Iya-iya",ucap Adrian. Adrian lalu kekamarnya dan mandi.Sesudah mandi Adrian turun kebawah makan kemudian berangkat kekantor.


***


Dikantor Adrian melihat Randy lari terburu-buru sampai depan lift.


"Ran.Kamu kenapa lari-lari?",tanya Adrian sambil menunggu lift terbuka.


"Kak Adrian... Kirain hari ini enggak masuk",balas Randy sambil terengah-engah.


"Emang kenapa sih?",tanya Adrian.


"Ya ampun aku belum bilang kekakak kalau sekarang ada rapat sama klien soal proyek kemarin",balas Randy sambil menepuk jidat.Sekarang urusan kantor kalau Adrian tidak masuk diurus Randy karena Pak Hamzah pensiun.


"Rapatnya jam berapa?",tanya Adrian.


"Jam 08.00 Kak",balas Randy. Adrian lalu melihat jam dan terkejut karena sudah jam delapan lewat.


"Ran ini sudah telat kenapa kamu baru bilang",ucap Adrian tegas.


"Iya maaf. Makanya tadi aku buru-buru karena sudah telat",balas Randy.Pintu lift lalu terbuka Adrian dan Randy kemudian masuk lift dan menuju lantai 4.


Sampai diatas mereka cepat-cepat masuk keruangan rapat. Beruntung Mila menanganinya lebih dulu jadi mereka tidak kehilangan klien.Adrian dan Randy lalu melanjutkan rapatnya sampai selesai.


Beberapa jam kemudian rapatnya selesai. Randy dan Mila mau kembali keruangannya tapi dipanggil Adrian.


"Ran.Lain kali jangan sampai lupa lagi!",pinta Adrian sambil membereskan berkasnya.


"Iya Kak",balas Randy.


"Kalian berdua ikut keruangan saya!",pinta Adrian sambil jalan Randy dan Mila mengikutinya dari belakang.


Diruangannya Adrian mengeluarkan bungkusan yang dia bawa.


"Ini buat kalian",ucap Adrian sambil memberikan bungkusan ke Randy dan Mila.


"Oleh-oleh nih",balas Randy sambil melihat isi bungkusannya.


"Makasih kak",ucap Mila berterimakasih dikasih oleh-oleh.


"Kamu enggak mau Ran?",tanya Adrian sambil mengambil kembali bungkusannya.


"Mau dong",balas Randy sambil mengambil kembali oleh-olehnya.

__ADS_1


"Sebenarnya Aruna yang mau kasih oleh-oleh kekalian",ucap Adrian sambil membuka komputernya.


"Kak aku balik keruangan dulu",ucap Mila sambil keluar ruangan.


"Kak liburannya pasti seru ya jadi iri",ucap Randy. Randy ingin juga liburan seperti Adrian dan Aruna.


"Kalau kamu mau nikahi dulu Mila",balas Adrian.Adrian yakin kalau Randy pasti ingin liburan bersama Mila.


"Apa sih?",balas Randy sambil tersenyum malu.


"Udah sana balik ditungguin tuh sama Mila!",pinta Adrian sambil tersenyum. Randy lalu balik keruangannya.


Siangnya saat makan Adrian diam-diam melihat rekaman cctv dari ponsel. Adrian ingin tahu keadaan Aruna dirumah.


"Syukurlah dia baik-baik saja",gumam Adrian sambil makan. Adrian kemudian mematikan ponselnya lalu menghabiskan makanannya agar dia dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.


Sementara itu dirumah Aruna ngidam makan silky puding. Aruna kemudian nelpon sahabatnya Ana karena kebetulan Ana sekarang tinggal dikota yang sama dengan Aruna. Aruna mengajak Ana pergi ke mall mencari puding.


Ana:Memangnya kamu sudah bilang kesuami kamu?


Aruna:Cuma bentar aja Ana!


Ana:Kamu ijin dulu!


Aruna:Ya udah aku bilang dulu.


Aruna lalu menelepon Adrian tapi Adrian tidak mengangkatnya. Adrian sangat sibuk dengan pekerjaannya. Aruna kemudian nelpon Ana lagi.


Ana:Ya udah deh aku jemput ya!


Aruna:Oke.


Ana lalu bersiap jemput Aruna, Ana jemput Aruna naik mobil. Sampai dirumah Aruna,Aruna sudah siap dan langsung jalan ke mall.


Sampai di mall Aruna dan Ana berkeliling cari silky puding yang diinginkan.Cukup lama mencarinya karena Aruna jalannya pelan dan santai. Sampai akhirnya mereka menemukan pudingnya.


Aruna lalu membeli empat puding rasa coklat dan stroberi ukuran sedang. Aruna lalu pulang kerumah karena sudah sore.


Dirumah Adrian yang baru pulang kerja kaget Aruna tidak ada. Adrian sudah mencari sekeliling rumah tapi Aruna tidak ada.


"Cari Aruna tuan?",tanya Mbok Rahmi yang melihat Adrian kebingungan.


"Iya Mbok. Dia kemana?",tanya Adrian.


"Tadi ada temannya kesini terus mereka pergi",jawab Mbok Rahmi sambil ngepel.


"Teman cowok atau cewek?",tanya Adrian kepo.


"Cewek",jawab Mbok Rahmi sambil ngepel.


"Mereka kemana?",tanya Adrian kawatir pada Aruna.

__ADS_1


"Enggak tahu Tuan",jawab Mbok Rahmi sambil ngepel.


Adrian lalu mengecek rekaman cctv dan benat kalau Aruna pergi sama teman perempuannya. Adrian juga melihat ponselnya Aruna meneleponnya sampai 50kali. Adrian tidak mendengarnya karena ponselnya dia silent.


"Seharusny ponselku tadi enggak aku silent",batin Adrian menyesal telah silent ponselnya.


Tak lama kemudian Aruna pulang membawa puding. Aruna kaget Adrian sudah ada dirumah.


"Kamu darimana aja sayang?",tanya Adrian sambil memegang tangan Aruna.


"Aku habia beli puding Mas,tadi aku mau bilang tapi telponnya enggak diangkat",ucap Aruna sambil menunjukkan pudingnya.


"Iya tadi aku enggak dengar kamu telpon soalnya aku silent",jawab Adrian.


Aruna lalu menuju ruang tengah makan puding sambil nonton kartun. Sedangkan Adrian kekamarnya untuk mandi.


Selesai mandi Adrian turun kebawah dan melihat Aruna menangis.Adrian lalu menghampiri Aruna dan dudum disebelahnya.


"Kamu kenapa nangis sayang?",tanya Adrian sambil merangkul Aruna.


"Mas. Aku sedih tikusnya dikejar sama kucing",jawab Aruna.Aruna lagi nonton tom and jerry. Adrian menahan tawa karena Aruna menangisi kartun.


"Sayang itukan cuma kartun",ucap Adrian.


"Iya sih tapi sedih",jawab Aruna sambil menyeka air matanya.Adrian lalu iseng mengambil puding ditangan Aruna.


"Mas. Kok diambil kalau mau ambil dikulkas masih ada",jawab Aruna kesal karena Adrian merebut pudingnya.


"Nih aku balikin",ucap Adrian sambil mengembalikan cup kosong.


"Ih...udah habis dikembalikan",ucap Aruna sambil mencubit pinggang Adrian. Adrian lalu membalasnya dengan menggelitiki Aruna. Aruna geli dan tertawa.


"Geli Mas",ucap Aruna sambil tertawa. Adrian lalu menghentikannya karena Aruna sudah tidak sedih lagi.


"Gitu dong tersenyum enggak usah sedih",balas Adrian sambil mematikan tvnya.


Aruna lalu mengambil puding lagi dikulkas dan memakannya sampai habis.


"Kamu suka pudingnya?",tanya Adrian melihat Aruna melahap habis pudingnya.


"Iya habisnya enak",ucap Aruna sambil minum.


"Kalau gitu besok aku akan pesan banyak buat kamu biar kamu enggak keluar rumah",ucap Adrian.


"Aku enggak mau banyak-banyak Mas",balas Aruna.


"Enggakpapa kalau kamu bosan biar aku yang makan",ucap Adrian sambil minum.


"Oke terserah Mas",jawab Aruna sambil naruh gelas dimeja.


Malamnya setelah makan malam Aruna dan Adrian menuju kamar dan langsung istirahat.Adrian sempatkan membaca berkas kantornya sedangkan Aruna langsung tidur.

__ADS_1


__ADS_2