Istri Terbaik Untuk Adrian

Istri Terbaik Untuk Adrian
Bab 29


__ADS_3

Pagi harinya Aruna bangun dan mual lagu.Aruna menahannya agar tidak muntah. Aruna lalu keluar dari kamarnya dan menuju lantai bawah karena haus. Saat mengambil minum didapur Aruna melihat Mbok Rahmi mengeluarkan belanjaannya.Aruna lihat belanjaanya Mbok Rahmi bahan untuk memasak sayur asem.Aruna lalu menghampiri Mbok Rahmi.


"Mbok. Mau masak sayur asem?",tanya Aruna sambil melihat-lihat sayuran.


"Iya Non",jawab Mbok Rahmi sambil mencuci sayuran.


"Mbok.Aku aja yang masak sayur asemnya,Mbok masak yang lain ya!",pinta Aruna. Mbok Rahmi lalu mengiyakannya. Aruna dengan semangat memasak sayur asem. Saat memasukkan bumbu,Aruna memasukkan asem lumayan banyak.


"Non.Itu asemnya kebanyakan",ucap Mbok Rahmi.


"Mbok justru kalau banyak seperti ini rasanya pasti seger",ucap Aruna sambil mengaduk.


"Ya sudah terserah non saja",jawab Mbok Rahmi sambil memindahkan ayam goreng kepiring. Setelah masakan siap,Aruna kembali keatas untuk mandi.


Dikamar Adrian baru selesai mandi,Aruna merasa bau Adrian tidak enak. Aruna lalu masuk kekamar mandi dan muntah.


"Sayang.Kamu masih sakit?",tanya Adrian.Adrian khawatir karena Aruna muntah-muntah lagi.


"Mas.Bau badan kamu enggak enak bikin aku muntah.Mendingan kamu jauh-jauh dari aku atau nggak kamu mandi",jawab Aruna sambil membersihkan mulutnya.


"Aku sudah mandi sayang",jawab Adrian sambil mencium bau badannya.


"Udah mandi tapi baunya kok enggak enak?",tanya sambil menutup hidungnya.


"Oke.Aku mandi lagi tapi mendingan kamu dulu mandi",ucap Adrian sambil memberikan handuk ke Aruna. Aruna lalu mandi dan sehabis Aruna mandi, Adrian mandi lagi.


"Mas.Kok baunya masih enggak enak.Mendingan kamu jauh-jauh dari aku dulu",ucap Aruna.


"Hidung kamu mungkin lagi bermasalah",ucap Adrian sambil merapikan tasnya.


"Mungkin... ",ucap Aruna. Setelah siap,Aruna dan Adrian turun kebawah untuk sarapan.


Adrian lalu mengambil nasi dan sayur asem.


"Asemmm... Banget",ucap Adrian.Adrian lalu minum karena tidak tahan asem.

__ADS_1


"Nggak asem kok Mas enak seger",ucap Aruna sambil mengunyah.Aruna makannya sangat lahap membuat Adrian bingung.


"Tadi hidungnya bermasalah sekarang lidahnya bermasalah aneh. Sebenarnya Aruna itu kenapa sih?",batin Adrian. Adrian lalu mengganti piringnya dan makan makanan lain.Sehabis makan Adrian dan Aruna berangkat kekantor.


Dimobil yang biasanya Aruna duduk didepan sekarang dia duduk dibelakang karena tidak tahan dengan bau badan Adrian.


"Sayang.Kenapa kamu duduk dibelakang biasanya duduk didepan?",tanya Adrian sambil menyalakan mobil.


"Maaf Mas.Aku mual kalau dekat kamu",ucap Aruna meminta maaf.


"Ya udah",jawab Adrian. Aruna dan Adrian lalu berangkat kekantor.


***


Dikantor Adrian bercerita pada Randy kalau dia bingung dengan sikap Aruna yang aneh akhir-akhir ini.


"Mungkin aja dia masih kurang enak badan dan banyak pikiran karena kerjaannya. Mangkanya dia seperti itu",ucap Randy.


"Masa sih.Nggak mungkin",jawab Adrian tidak percaya.


"Ya sudah kalau lo enggak percaya",ucap Randy sambil meninggalkan ruangan Adrian. Adrian juga kembali kerja karena tidak mau terus kepikiran dengan sikap Aruna yang aneh.


"Kamu kenapa sayang?",tanya Adrian sambil berduri mendekati Aruna.


"Perut aku sakit banget Mas",ucap Aruna sambil memegangi perutnya.Adrian lalu membawa Aruna ke sofa dan menyuruhnya duduk.


"Pasti karena kamu kebanyakan makan sayur asem tadi pagi,jadinya asam lambung kamu naik",ucap Adrian. Adrian lalu mengambil minyak kayu putih di lacinya.


"Bisa jadi Mas,Apalagi aku sekarang lagi banyak mikirin kerjaan,jadinya asam lambungku naik",ucap Aruna sambil merintih kesakitan.


"Naikkan baju kamu!",perintah Adrian sambil duduk di sebelah Aruna.


"Mau ngapain Mas?",tanya Aruna.


"Aku cuma mau balurin minyak ke perut kamu",ucap Adrian sambil membuka tutup botol minyak. Aruna lalu menaikkan bajunya dan Adrian membalurkan minyak keperut Aruna. Aruna tiba-tiba merasa rasa sakitnya berkurang saat di balurin minyak sama Adrian.Setelah selesai dibalurin Aruna menurunkan kembali bajunya.

__ADS_1


"Mas.Aku sudah enakan sekarang aku mau kerja lagi",ucap Aruna sambil berdiri. Saat berdiri Aruna merasakan sakit lagi pada perutnya. Adrian lalu menyuruhnya duduk kembali.


"Sayang kalau masih sakit perutnya duduk aja dulu disini!",pinta Adrian. Adrian menyandarkan kepala Aruna kepundaknya lalu memeluk Aruna dan mengelus perut Aruna dengan lembut. Aruna merasa nyaman.Rasa sakit dan mual pada perutnya mulai menghilang.Aruna merasa tidak ingin Adrian melepas pelukannya. Tak lama kemudian Aruna tertidur.Adrian membaringkan Aruna disofa dan menyelimutinya dengan selimut. Adrian lalu kembali kerja, seluruh pekerjaan Aruna dikerjaan Adrian.


Sorenya Aruna terbangun dan kaget karena dirinya telah tertidur di ruangan Adrian.


"Sayang.Kamu bangun?",ucap Adrian sambil membereskan mejanya.


"Ini sudah jam berapa Mas?",tanya Aruna. Aruna melihat keluar jendela sudah sedikit gelap.


"Jam 5 ",jawab Adrian.


"Ya ampun. Mas kenapa kamu enggak bangunin aku?",tanya Aruna kesal. Aruna kesal karena Adrian membiarkannya tidur sampai sore.


"Kamu itu lagi sakit dan kamu tidurnya pulas banget,Aku jadi enggak tega bangunin kamu",ucap Adrian sambil mendekati Aruna.


"Oya Mas.Kerjaan aku gimana?",tanya Aruna khawatir kerjaannya jadi numpuk.


"Kamu tenang aja kerjaan kamu sudah aku selesaikan",jawab Adrian sambil tersenyum dan mengelus kepala Aruna.Aruna lalu menghela napas lega.Adrian lalu mengajak Aruna untuk pulang.


Sampai dirumah Aruna dan Adrian langsung mandi.Setelah mandi sambil menunggu makan malam siap, Aruna menonton tv sedangkan Adrian melanjutkan kerjaannya. Saat nonton tv ada sebuah iklan tv yang bertema pantai Aruna tiba-tiba ingin kepantai.


Malamnya setelah makan malam,dikamar Aruna mengutarakan keinginannya untuk pergi kepantai tapi Adrian menolaknya.


"Aku masih banyak kerjaan. Lain kali aja ya kepantainya!",pinta Adrian sambil membaca berkas.


"Mas.Apa enggak bisa cuti beberapa hari?",tanya Aruna sambil cemberut.


"Enggak bisa.Soalnya proyek kita harus selesai dalam minggu ini",jawab Adrian. Aruna lalu kecewa karena kali ini Adrian tidak bisa mengabulkan keinginannya. Aruna lalu menarik selimut mau tidur tapi tiba-tiba perutnya terasa sakit lagi.


"Kamu kenapa sayang?",tanya Adrian sambil menaruh berkasnya di meja.


"Perut aku sakit lagi Mas!",ucap Aruna sambil sedikit merintih kesakitan.


"Besok kita kerumah sakit aja ya!",pinta Adrian sambil memeluk Aruna.

__ADS_1


"Nggak perlu Mas nanti juga hilang sendiri sakitnya seperti tadi",ucap Aruna sambil menarik selimut.Adrian lalu mengelus perut Aruna. Aruna merasa nyaman dan sakitnya mulai berkurang.Adrian melihat Aruna sudah tidak merintih lagi melepaskan tangannya dari perut Aruna.


"Mas.Jangan dilepas tunggu sampai aku tidur!",pinta Aruna.Adrian lalu melakukannya lagi. Adrian lama-kelamaan tertidur dalam keadaan memeluk Aruna.


__ADS_2