
Di rumah sakit Pak Hilman mengurus kepulangan Adrian,lalu membantu Adrian membawa barangnya ke bagasi mobil.
"Syukurlah.Sekarang sudah bisa pulang",ucap Pak Hilman dengan perasaan lega sambil membawa barang Adrian.
"Iya...Sebenarnya aku sudah tidak betah di rumah sakit ini dan aku ingin pulang ke villa",balas Adrian datar sambil mengikuti Pak Hilman dari belakang.
"Kamu itu suami Aruna,jadi kamu pulang ke rumah saya. Lagi pula villa Ayah kamu itu sudah ada yang sewa",ucap Pak Hilman.
"Kalau gitu aku mau pulang ke rumah ayah di kota",ucap Adrian sambil membuka pintu mobil.
"Rumah ayah kamu di kota kuncinya ada di Pak Hamzah,sedangkan Pak Hamzah masih ada di luar negeri dan akan sampai di Indonesia nanti malam",ujar Pak Hilman sambil menutup pintu mobil.Adrianpun pasrah ikut Pak Hilman pulang ke rumahnya.
"*N*ggak masalah aku pulang kerumah Pak Hilman. Lagipula barang-barang aku pasti masih banyak tertinggal disana,nanti malam aku harus segera menghubungi Paman Hamzah.Aku akan meminta kunci rumah ayah di kota. Aku juga akan harus mencari Liona",batin Adrian.
***
Sampai di rumah ternyata Pak Hilman dan Adrian sampainya barengan dengan Bu Aina dan Aruna.Aruna lalu menitipkan ijazahnya ke Bu Aina yang hendak masuk rumah dan salim pada Ayahnya.Adrian keluar dari mobil terpana melihat Aruna yang begitu cantik dengan riasan di wajahnya.
Aruna lalu mau salim dengan Adrian tapi Adrian tidak memberikan tangannya.Pak Hilman hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap Adrian.Aruna lalu membantu ayahnya membawa masuk barang Adrian kedalam,Sedangkan Pak Hilman memasukkan mobil ke garasi.
Di dalam rumah Adrian duduk bersantai di ruang tengah sambil memandangi rumah Aruna,sedangkan Aruna menaruh barang Adrian di kamar dan mengganti pakaian serta melepas riasannya.Sesudah itu Aruna menghampiri Adrian dan duduk di sebelahnya.
"Mas.Aku mau tanya Liona itu siapa?",tanya Aruna kepo. Aruna takut kalau Liona itu mantannya Adrian dan Adrian masih menyimpan perasaan padanya.
"Kamu tidak perlu tahu",jawab Adrian ketus sambil menaikkan kaki kanannya ke kaki kirinnya.
"Ya udah.Kalau mas memang enggak mau kasih tahu nggak papa.",ucap Aruna sambil menundukkan kepalanya.
Hari mulai gelap,Adrian merasa badannya kotor dan ingin mandi tapi Adrian tidak ingin mandi dengan air biasa.
"Aku mau mandi,buatkan aku air hangat!",perintah Adrian dengan ketus
"Iya Mas",jawab Aruna sambil berdiri dan berjalan menuju dapur.
"Cepat nggak pakek lama!",teriak Adrian ketus.
__ADS_1
Aruna menyiapkan air hangat untuk Adrian.Air hangatnya sudah siap,Aruna menghampiri Adrian.
"Mas.Air hangatnya sudah siap",ucap Aruna.
"Bagus.Sekarang aku mau mandi",balas Adrian ketus sambil meninggalkan Aruna menuju kamar mandi.
Aruna lalu ke dapur membantu Bundanya dan Mbok Rahmi menyiapkan makan malam. Di kamar Aruna Adrian mandi,sesudah mandi Adrian menghubungi Pak Hamzah.
"Halo paman ini Adrian",ucap Adrian dengan lantang.
"Adrian...Kok bicara kamu sudah seperti orang normal?",tanya pak Hamzah heran Adrian bisa bicara seperti orang normal.
"Iya Paman.Adrian sudah sembuh dan sudah normal lagi",jawab Adrian menjelaskan bahwa dia sudah tidak gila lagi pada Pak Hamzah.
"Syukurlah.Kamu sudah tidak gila lagi",balas Pak Hamzah dengan nada senang.
"Paman.Besok aku mau kerumah paman mau ambil kunci rumah Ayah",ucap Adrian.
"Kamu mau tinggal di kota lagi?",tanya Pak Hamzah kaget Adrian meminta kunci rumah Ayahnya.
"Aruna kamu ajak kan.Sekarang dia itu kan sudah jadi istri kamu?",tanya Pak Hamzah.Pak Hamzah khawatir Adrian tidak mengajak Aruna kekota.
"Tapi paman...",jawab Adrian belum selesai bicara dipotong oleh Pak Hamzah.
"Adrian.Kamu harus mengajak Aruna kekota tinggal sama kamu.Kalau Aruna tidak kamu ajak,Paman tidak akan memberikan kunci rumahnya",ancam Pak Hamzah kesal Adrian tidak mau mengajak Aruna kekota.
"Paman ternyata tidak berubah dari dulu selalu menyebalkan sama seperti Ayah",batin Adrian.
"Baik Paman.Adrian aka ajak Aruna besok",jawab Adrian pasrah.
"Sip..Paman tunggu kedatangannya besok",balas Pak Hamzah dan menutup teleponnya.Beberapa menit kemudian Aruna memanggil Adrian untuk makan malam. Adrian lalu menuju meja makan dan makan bersama keluarga Aruna.Adrian juga mengutarakan keinginannya kembali tinggal di kota ke Pak Hilman dan Bu. Aina.
"Aruna kamu ajak kan?",tanya Bu Aina sambil mengambil lauk.
"Iya.Adrian akan ajak Aruna",balas Adrian datar sambil mengambil lauk.
__ADS_1
"Nggak papa Adrian tapi kamu harus jaga Aruna baik-baik!",pinta Pak Hilman mengizinkan Adrian dan Aruna tinggal di kota.Bu Aina sedih karena harus melepaskan putrinya ikut tinggal bersama suaminya di kota.Aruna meyakinkan Bundanya bahwa dia akan baik-baik saja dikota.
"Bunda nggak usah sedih,Aruna pasti bisa jaga diri Aruna dengan baik disana. Lagipula Mas Adrian pasti juga akan menjaga Aruna dengan baik",ucap Aruna meyakinkan Bu Aina.Adrian mengiyakan perkataan Aruna bahwa ia akan menjaga Aruna dengan baik.
"Baiklah.Bunda izinkan kalian tinggal di kota, tapi kalian harus jaga diri baik-baik",ucap Bu Aina.Adrian dan Adrian mengiyakannya.
Adrian juga minta izin membawa Mbok Rahmi kekota. Adrian membutuhkan Mbok Rahmi untuk bantu bersih-bersih dirumah Ayahnya.
"Boleh kok",jawa Pak Hilman.
"Kalau begitu nanti bunda akan bilang Mbok Rahmi,kalau besok ikut kalian ke kota",balas Bu Aina.Mereka lalu menghabiskan makannya.
Sehabis Adrian menuju kamar Aruna mengemas barangnya,sedangkan Aruna membantu Bundanya dan Mbok Rahmi membereskan dapur. Bu Aina juga mengutarakan keinginan Adrian ke Mbok Rahmi dan Mbok Rahmi mengiyakannya.
Tak lama kemudian Aruna,Mbok Rahmi dan Bu. Aina selesai beres-beres dapur. Aruna lalu menuju kamarnya, dikamarnya Aruna melihat Adrian sangat sibuk mengemas barangnya.
"Mas.Mau aku bantu?",tanya Aruna menawarkan bantuan sambil menutup pintu.
"Nggak usah.Ini juga hampir selesai,lebih baik kamu kemas barang kamu biar besok bisa langsung berangkat",jawab Adrian dengan ketus.
"Iya Mas",jawab Aruna. Aruna lalu mengemas barangnya yang perlu dia bawa.Aruna tidak membawa semua barangnya, dia meninggalkan sebagian barangnya agar kalau dia pulang masih ada cadangan baju dirumah.
Adrian lebih dulu selesai mengemas barangnya dan Adrian mulai mengantuk .Adrian ingin tidur tapi Adrian tidak mau tidur seranjang dengan Aruna. Dia lalu mengambil bantal di ranjang Aruna karena mau tidur di sofa yang ada di ruang tengah.
"Mas.Kenapa kamu bawa bantal?",tanya Aruna sambil menaruh pakaian di koper.
"Aku mau tidur di soda yang ada di ruang tengah",ucap Adrian ketus.
"Kenapa nggak tidur di sini?",tanya Aruna sambil menutup koper dan menaruhnya disamping tempat tidur.
"Suka-suka aku mau tidur dimana",jawab Adrian ketus.Adrian lalu ke ruang tengah dan tidur di sofa.
Adrian selalu bolak-balik membalikkan badannya karena tidak bisa tidur. Selama ini ia tidur dengan Aruna jadi Adrian tidak bisa tidur sendiri meskipun begitu Adrian tetap mencoba untuk tidur sendiri, tapi tetap saja ia tidak bisa tidur. Akhirnya karena tidak bisa tidur di sofa,Adrian kembali ke kamarnya Aruna.Di kamar Aruna ternyata belum tidur, ia baru selesai mandi dan hendak naik keranjang. Aruna kaget Adrian kembali ke kamarnya dan langsung rebahan di kasur. Aruna merasa canggung dengan Adrian karena Adrian yang sekarang berbeda dengan Adrian yang dia kenal. Aruna ngantuk ingin tidur langsung membatasi kasurnya dengan guling.Aruna juga memakai pakaian yang sangat tertutup. Seperti biasa setiap dengan Adrian,Aruna selalu membatasi kasurnya dengan guling dan memakai pakaian sangat tertutup. Adrian jadi bingung dengan perilaku Aruna.
"Gadis yang aneh, Dia pikir aku mau menyentuhnya . Pakek segala kasur dibatasi guling. Pakaiannya juga tertutup sekali apa dia tidak gerah",batin Adrian. Adrian lalu membalikkan badannya dan tidur. Begitu juga dengan Aruna iapun juga tidur.
__ADS_1