Istri Terbaik Untuk Adrian

Istri Terbaik Untuk Adrian
Bab 45


__ADS_3

Besoknya Adrian berencana membuat kamar anak. Adrian meminta pendapat Aruna tentang kamar anak.


"Sayang.Kalau kamarnya dibawah gimana?",tanya Adrian meminta pendapat.


"Kalau dibawah agak ribet ya Mas",jawab Aruna.


"Berarti diatas tapi kamar mana yang mau dibongkar?",ucap Adrian sambil berfikir.


"Kamar sebelah aja Mas biar enak kan dekat kamar kita",ucap Aruna.


"Oke juga",jawab Adrian. Adrian memutuskan kamar disebelahnya untuk dibongkar. Adrian menghubungi desaginer interior untuk mendekor kamar anak.


Satu jam kemudian Pak sofyan designer interior datang kerumah Adrian untuk melihat kamar yang akan dibongkar.


"Bapak mau kamarnya seperti apa?",tanya Pak sofyan.


"Karena anak saya perempuan jadi mau yang cewek banget",ucap Adrian.


"Baiklah.Akan saya pikirkan!",ucap Pak Sofyan.


Pak sofyan mengeluarkan beberpa gambar dari tasnya.


"Pak.Bagaiman kalau yang ini?",tanya Pak Sofyan. Pak Sofyan menunjukkan kamar bayi perempuan yang bernuansa pink. Ada gambar hellokitty dan juga banyak bonekanya.


"Mas. Aku enggak suka",ucap Aruna.


"Apa ada yang lain?",tanya Adrian. Pak Sofyan lalu menunjukkan gambar yang lain. Kamar yang dengan background putih ada unsur perempuannya dengan adanya beberapa boneka.Kamarnya juga sangat minimalis dan elegan.


"Mas.Aku mau yang ini",ucap Aruna.


"Saya mau yang ini",ucap Adrian.Adrian lalu membayar dpnya supaya cepat dikerjakan.


"Ini dpnya,Kapan bisa mulai dikerjakan?",tanya Adrian sambil memberikan amplop.


"Besok akan saya kerjakan",ucap Pak Sofyan.


Pak Sofyan pulang dan Adrian kedatangan Randy dan Mila di rumahnya.


"Sayang. Aku mau temui Randy sama Mila,kamu ada perlu sesuatu panggil aku!",pinta Adrian. Adrian menujun ruang tengah dan menemui Randy.


"Duduk!",pinta Adrian. Randy duduk dan mengeluarkan berkas yang perlu ditandatangani Adrian.Sedangkan Mila bengong karena takjub melihat rumah Adrian yang besar dan mewah.


"Mil...",panggil Randy.Mila tidak mengubrisnya dan masih melihat sekeliling rumah. Randy menepuk pundak Mila, Mila lalu kaget dan menoleh.


"Ada apa Ran?",tanya Mila kaget.


"Kamu mau berdiri sampai kapan?",tanya Randy.


"Iya Maaf Ran",ucap Mila. Mila lalu duduk disebelah Randy. Randy mengeluarkan berkas dari tasnya.


"Ini yang tadi kamu kirim email?",tanya Adrian sambil membuka berkas.


"Iya Kak",jawab Randy.

__ADS_1


"Terus kliennya sudah deal?",tanya Adrian sambil mengeluarkan pulpen dari kantong bajunya.


"Iya kak. Itu sudah ditandatangani sama orangnya",balas Randy. Mbok Rahmi datang membawakan cemilan dan minuman.


"Makasih Mbok",ucap Adrian.Mbok Rahmi menaruhnya dimeja dan kemudian pergi.


"Kak. Aku minum ya haus",ucap Randy minta ijin minum.


"Silakan enggakpapa Ran. Mil kalau mau minum, minum aja!",pinta Adrian sambil menandatangani berkasnya.


"Ini sudah aku tandatangani Ran",ucap Adrian. Adrian memberikan berkas ke Randy.


"Sekalian Kak. Ada hal yang mau aku bicarakan",ucap Randy.


"Apa?",tanya Adrian sambil minum.


Randy lalu membicarakan tentang proyek sedang dikerjakan perlu perbaikan.Mila menjelaskan tentang perbaikan yang perlu dilakukan dan itu sudah sesuai prosedur.Adrian menyetujuinya dan memperbolehkan Randy melakukannya.


Sesudah membicarakan tentang pekerjaan karena sudah sore Randy menyuruh Mila untuk pulang terlebih dahulu. Randy ingin berbicara empat mata dengan Adrian.


"Mau bicara apa lagi Ran?",tanya Adrian sambil nyemil.


"Kak. Aku... ",Randy takut untuk bicara pada Adrian.


"Ngomong aja enggak usah takut!",pinta Randy.


"Aku mau pinjam helikopter kakak apa boleh?",tanya Randy sedikit takut.


Randy menjelaskan bahwa dia mau melamar Mila. Randy mau melamarnya dengan cara unik dan beda dari yang lain.


"O... Kalau gitu enggak masalah",ucap Adrian.


"Beneran Kak",ucap Randy girang.


"Iya",ucap Adrian sambil minum.


"Aku akan persiapkan semuanya dengan sempurna",ucap Randy sambil kegirangan. Randy lalu pamit pulang sama Adrian.


Aruna mau ambil minum di dapury tidak sengaja melihat Randy kegirangan jadi penasaran.


"Mas. Randy kenapa kok kelihatannya senang banget?",tanya Aruna.


"Itu Randy mau lamar Mila",jawab Adrian. Aruna kaget tidak percaya Mila yang tomboy bakal dilamar.


"Serius Mas?",tanya Aruna.


"Iya.Kamu mau kemana sayang?",tanya Adrian sambil membereskan meja.


"Mau ambil minum haus",ucap Aruna.


"Kamu duduk sini biar aku yang ambil!",pinta Adrian. Aruna duduk dan Adrian menuju dapur ambil minum.Beberapa menit kemudian Adrian kembali membawa segelas air.


"Ini airnya sayang",ucap Adrian sambil memberikan segelas air dan Aruna minum airnya.

__ADS_1


"Mas. Tadi Ayah sama Bunda telfon tanya katanya mereka mau kesini minggu depan",ucap Aruna sambil natih gelas dimeja.


"O... Enggakpapa sayang.Kamu juga pasti butuh perhatian orangtua kamu",jawab Adrian.


"Makasih Mas",ucap Aruna sambil menyandarkan kepalanya kebahu Adrian.


***


Randy dirumah Mila sedang berlatih sebelum pertandingannya melawan Ayah Mila. Randy mau membuktikan bahwa dia serius ingin menjadikan Mila pendamping hidupnya.


Beberapa menit kemudian pertandingan akan dimulai, Randy bersiap-siap masuk.Saat masuk Randy melihat Ayah Mila sudah bersiap dan tengah menunggunya.


"Bagaimana Ran kamu siap?",tanya Ayah Mila.


"Siap Om",ucap Randy sambil melepas jubahnya.


Randy dan Ayah Mila bertarung, Mila bingung mau support Randy atau Ayahnya. Mila jadinya menyupport dua-duanya.


Pertandingan pertama Ayah Mila menang dengan skor beda tipis. Pertandingan belum masih akan berlanjut setelah istirahat. Randy sedikit kecewa karena dia kalah dalam babak pertama. Mila menghampiri Randy yang sedang kecewa.


"Ran. Kamu jangan patah semangat,Aku yakin kamu pasti bisa!",Mila memberi semangat Randy. Randy bersemangat lagi untuk memperjuangkan cintanya.


"Makasih Mil. Aku pasti akan berjuang",ucap Randy sambil minum.


Setengah jam kemudian pertandingan kedua dimulai kali ini Randy bersemangat untuk bisa menang. Sehingga pada akhirnya Randy benar-benar bisa menang melawan Ayah Mila. Ayah Mila takjub dengan keseriusan dan ketulusan hati Randy.


"Selamat ya Ran!",ucap Ayah Mila sambil menjabat tangan Randy.


"Makasih Om",ucap Randy senang dan membalas jabatan Ayah Mila.


"Ran.Saya merestui hubungan kamu dengan Mila",ucap Ayah Mila sambil memeluk Randy.


"Beneran Om",ucap Randy.


"Iya. Kamu harus bisa jaga dia dengan baik",ucap Ayah Mila. Randy tersenyum bahagia dan Ayah Mila juga bahagia.Tiba-tiba Mila menghampiri Randy dan Ayahnya.


"Selamat Ran!",ucap Mila sambil meluk Randy.


"Mil. Aku mau bicara sama Ayah kamu sebentar",ucap Randy sambil melepaskan pelukkan Mila.Mila lalu meninggalkan Randy dan Ayahnya berdua.


Randy lalu mengatakan bahwa ia ingin melamar Mila tiga minggu lagi.


"Tepat di hari ulangtahunnya?",tanya Ayah Mila.


"Iya Om. Biar jadi hadiah ulangtahunnya",ucap Randy sambil mengelap keringatnya.


"Itu bisa jadi hadiah terindah buat Mila Om setuju",ucap Ayah Mila.


"Iya Om",ucap Randy.


"Ya udah kamu mandi terus ikut makan malam sama kita!",pinta Ayah Mila.


Randy lalu mandi dan Ayah Mila juga mandi. Sesudah mandi mereka makan malam bersama.

__ADS_1


__ADS_2