
Sementara itu Randy di kantor sangat membutuhkan persetujuan dan tandatangan dari Adrian.
"Mil.Gue kerumah sakit mau minta persetujuan dan tandatangan kak Adrian.Nanti kalau ada klien yang datang suruh tunggu sebentar",ucap Randy sambil membereskan mejanya.
"Oke...",ucap Mila.Randy lalu menuju ke rumah sakit.
Sampai di rumah sakit Randy melihat kamar Aruna kosong. Randy diberitahu suster rumah sakit kalau Adrian dan Aruna ada ditaman rumah sakit. Randy lalu menuju taman tersebut.Ditaman tanpa sengaja melihat Aruna dan Adrian sedang berciuman.Adrian kaget melihat kemunculan Randy lalu melepaskan Aruna.
"Ups.. Maaf Kak Aku ganggu lagi",ucap Randy sambil menggaruk kepalanya.
"Kenapa aku selalu datang diwaktu yang tidak tepat sih?",batin Randy.
"Nggakpapa. Ada perlu apa kesini?",tanya Adrian sambil membersihkan hidungnya dengan tissue. Adrian juga menyuruh Aruna membersihkan wajahnya dengan tissue.
"Aku mau minta tanda tangan dan persetujuan kakak soalnya kliennya mau datang sebentar lagi",ucap Randy sambil mengeluarkan berkas dari tasnya.
"Oya udah sini biar kulihat dulu",ucap Adrian meminta berkasnya. Randy lalu memberikan berkasnya pada Adrian. Adrian kemudian melihat berkasnya dan menandatanganinya.Adrian lalu mengembalikan berkasnya pada Randy.
"Oke... Sip.Makasih kak kalau gitu aku balik kantor",ucap Randy sambil menaruh berkasnya kedalam tas.Randy lalu kembali kekantornya.
"Sayang... Kita kekamar yuk! Cuacanya makin terik",ucap Adrian. Aruna mengangukkan kepalanya. Aruna dan Adrian kembali kekamar Aruna.
Beberapa menit kemudian Bu Aina dan Pak Hilman datang menjenguk Aruna. Aruna dan Adrian lalu salim pada Bu Aina dan Pak Hilman.
"Aruna...Bagaiman keadaan kamu?",tanya Bu Aina.
"Aruna enggakpapa Bunda",ucap Aruna sambil merangkuk tangan Bu Aina.
"Syukurlah...Sebenarnya kamu sakit apa?",tanya Bu Aina. Adrian tidak memberitahu Bu Aina kalau Aruna hamil. Adrian cuma bilang kalau Aruna masuk rumah sakit karena mau kasih kejutan buat Bu Aina dan Pak Hilman.
Aruna dan Adrian lalu saling menatap dan tersenyum.
"Bunda... Aruna enggak sakit apa-apa",ucap Adrian sambil tersenyum.
"Terus kenapa bisa masuk rumah sakit?",tanya Pak Hilman bingung.
"Ayah... Bunda... Aruna punya kabar bahagia",ucap Aruna sambil tersenyum.
"Kabar bahagia apa?",tanya Bu Aina sambil menatap Pak Hilman dengan bingung.
"Aruna hamil",ucap Adrian.
__ADS_1
"Jadi Aruna beneran hamil Adrian tapi kenapa dirawat dirumah sakit?",tanya Bu Aina senang sekaligus bingung. Adrian lalu menceritakan penyebab Aruna harus dirawat dirumah sakit pada Bu Aina dan Pak Hilman.
"Ya Ampun... Aruna kalau hamil itu harus banyak istirahat",ucap Bu Aina.
"Iya Bunda. Lagian Aruna juga enggak tahu awalnya kalau hamil tapi setelah ini Aruna bakal banyak istirahat kok Bunda",ucap Aruna.
"Tapi selamat ya Aruna atas kehamilannya",ucap Bu Aina memberikan selamat pada Aruna.
"Iya selamat ya Aruna",ucap Pak Hilman.Adrian dan Aruna mengucapkan banyak terimakasih pada Bu Aina dan Pak Hilman.
"Oya Bunda sampek lupa. Ini Bunda bawakan kue buat kamu Aruna",ucap Bu Aina sambil membuka kotak yang dia bawa.
"Wahh... Kue sus isi krim vanila buatan Bunda",ucap Aruna sambil mengambil kue dan memakannya.
"Makannya pelan-pelan Aruna nanti kesedak",ucap Bu Aina menasihati Aruna.
"Iya Bunda. Habisnya aku udah lama enggak makan kue buatan Bunda",ucap Aruna sambil memakan kue dengan pelan.
"Ya sudah Bu. Kita pulang sudah sore nanti kemaleman",ucap Pak Hilman mengajak Bu Aina pulang.
"Iya yah... ",ucap Bu Aina.
"Bunda sama Ayah sekarang mau pulang,kamu jaga baik-baik kandunganmu Aruna",ucap Bu Aina sambil mengusap perut Aruna yang datar.
"Sayang... Kamu enggak usah sedih kalau kamu sudah sembuh nanti kita kerumah orangtua kamu",ucap Adrian sambil mengusap kepala Aruna. Aruna lalu membiarkan Ayah dan Bundanya pulang.
Setelah orangtua Aruna pulang,Aruna mandi kemudian tidur-tiduran. Sedangkan Adrian mengerjakan tugas kantornya.Adrian lalu merasa lapar,Adrian ijin sama Aruna buat cari makan.
"Iya...enggak papa Mas",ucap Aruna.Adrian lalu pergi mencari makan diluar rumah sakit.
Sementara Adrian mencari makan,Mila sms Aruna.
Mila:Gimana keadaan lo?
Aruna:Udah baikan Mil.
Mila:Gue boleh minta solusi enggak?
Aruna:Solusi Apa?
Mila:Randy ngajakin gue kencan, Gue bingung mau apa enggak?
__ADS_1
Aruna:Serius lo.
Mila:Iya gue serius. Menurut lo gimana?
Aruna:Udah kencan aja!Siapa tahu Randy itu jodoh lo.
Mila:Ih Apaan sih kok malah ngomongin soal jodoh?
Aruna:Kalau dia jodoh lo,emang lo enggak mau?
Mila:Udah ah... lo ngomongnya terlalu berlebihan.
"Mila aneh suka sama Randy tapi diajaka kencan bingung sendiri",batin Aruna sambil menaruh Hpnya di meja.
Beberapa menit kemudian Adrian kembali membawa makanan. Makanannya Aruna kebetulan datang bersamaan dengan Adrian. Adrian lalu menaruh makanan Aruna di meja dorong dan mendekatkan pada Aruna. Adrian lalu duduk membuka makanannya karena lapar.
Mila yang awalnya bingung untuk pergi berkencan atau tidak memutuskan untuk pergi. Randy dan Mila berkencan di restoran favorit Randy. Randy melakukan kencan ala-ala candle night dinner.
Mila juga tampil sangat berbeda dari biasanya. Mila menggunakan gaun dan berdandan. Membuat Randy pangling melihat Mila.
"Kamu malam ini cantik",ucap Randy sambil tersenyum. Mila malu dipuji sama Randy.
"Makasih",Ucap Mila malu-malu. Randy lalu menepuk tangannya tiga kali dan waiter datang membawakan makanan.
"Silakan menikmati!", ucap waiter.Randy dan Mila menganggukkan kepalanya. Waiter lalu pergi meninggalkan Randy dan Mila.
"Makan aja enggak usah malu!pinta Randy.
"Iya... ",ucap Mila canggung karena ini pertama kalinya ia berkenncan. Baru mau makan tiba-tiba Ayah Mila muncul. Ayah Mila sebenarnya mengikuti Mila dari tadi. Ayah Mila bingung karena Mila tiba-tiba merubah penampilannya makanya ia mengikuti Mila takut terjadi sesuatu pada Mila.
"Ayah... ",ucap Mila kaget.
"Om... ",ucap Randy kaget.
"Jadi tadi kau dandan terus pakek gaun karena ini",ucap Ayah Mila datar.
"Iya... ",ucap Mila.
"Memang enggak boleh om aku ajak Mila kencan?",tanya Randy.
"Boleh sih! Tapi kalau perempuan dan laki-laki berduan nanti yang ketiganya setan",ucap Ayah Mila. Randy dan Mila lalu menatap Ayah Mila. Ayah Mila lalu kesal karena Randy dan Mila menatapnya seolah-olah bahwa dia setannya.
__ADS_1
"Ya sudah... Om ikut makan aja!",pinta Randy.
"Maaf Ran jadi gagal kencannya",ucap Mila meminta maaf karena kencannya gagal. Ayah Mila lalu duduk di sebelah Mila. Randy juga memesankan makanan untuk Ayah Mila.