
Sejak kemoterapi 1 minggu yg lalu, Kini rambut Kinara sudah dia potong pendek, yg dulu panjang sepinggang sekarang hanya diatas bahu, itu dia lakukan agar rambut nya terlihat lebih lebat.
Malam setelah melaksanakan shalat isya, Kinara duduk di meja rias nya, Ia terus menatap diri nya di cermin, benar benar pucat dan terlihat lebih kurus.
Ponsel nya yg sejak tadi berdering sama sekali tak ia pedulikan, toh walaupun dia melihat ponsel nya hanya chatt dari teman teman nya yg ia balas, kalau chatt atau telpon dari AL terus saja dia abaikan. Itu sengaja di lakukan Kinara agar dia tak berharap lebih pada AL, apa lagi perlakuan AL pada saat kemoterapi nya tempo hari membuat nya semakin menaruh perasaan pada Dokter muda dan tampan itu.
Ketukan di pintu kamar nya mengagetkan Kinara yg tengah larut dalam lamunan.
“ Ara sayang, apa kau sudah tidur?.” Tanya sang Ibu dari balik pintu kamar Kinara.
“ Belum Bu, emang nya ada apa?.” Tanya Kinara tanpa berniat membuka pintu kamar nya.
“ Boleh Ibu masuk?.” Sang Ibu bertanya lagi.
“ Masuk aja Bu, gak di kunci kok.” sahut Kinara, dia memang belum mengunci pintu kamar nya.
Pintu pun di buka oleh Ibu nya dan masuk menghampiri Kinara yg saat ini telah duduk diatas tempat tidur nya.
“ Ara, Dokter AL menunggu mu dia ingin bertemu dengan mu.” Tutur sang Ibu memberitahu.
“ Dimana?.” Tanya Kinara datar.
“ Di ruang tamu.” sahut sang Ibu apa ada nya.
“ Oh dia sudah di rumah.” tutur Kinara lagi.
Sang Ibu mengangguk.
“ Baiklah aku akan menemui nya.”
Mendengar jawaban putrinya sang Ibu lalu pergi.
Kinara pun keluar dari kamar nya dan langsung menuju ruang tamu.
__ADS_1
“ Eh Dokter AL, apa ada masalah dengan Kinara sampai anda datang kemari?.” Tanya kakak nya Kinara yg saat itu baru pulang kerja.
“ Tidak kak, aku hanya ingin melihat keadaan Kinara saja.” jawab AL terus terang.
“ Oh, lalu Kinara nya mana?.”
“ Lagi di panggil oleh Ibu.” Jawab AL, yg membuat Henky sang kakak tersenyum.
“ Ibu, sejak kapan AL menjadi saudara kami.” gumam Henky dalam hati.
“ Ya sudah saya permisi dulu mau mandi dan istirahat.” Henky kemudian berlalu meninggalkan AL di ruang tamu.
Kepergian Henky langsung terganti oleh Kinara yg sudah berada di ruang tamu.
“ Kak AL ingin bicara apa?.” Kinara langsung bertanya demikian padahal dia sendiri belum duduk.
AL langsung menoleh mendengar suara Kinara. sesaat dia terpaku menatap Kinara, dengan rambut nya yg sudah di potong pendek, malah dimata AL dia terlihat semakin cantik, wajahnya yg pucat dan berat badan nya yg berkurang tak ada pengaruh nya bagi kecantikan gadis itu.
Kinara berjalan untuk menghampiri AL dan duduk tepat di hadapan AL.
“ Dok, silahkan diminum teh hangat nya.” perkataan Ibu Kinara membuat AL tersadar.
“ Eh iya Bu, terimakasih, maaf jadi merepotkan.” sahut AL pelan.
“Silahkan kalian bicara Ibu pamit dulu.” usai berkata demikian sang Ibu pergi kekamar menemui suami nya.
Mereka para orang tua tak mau mengganggu privasi anak nya.
“ Ara, bagaimana keadaan mu?.” Tanya AL kemudian.
“ Baik kok kak.” sahut Kinara seada nya.
“ Apakah nafsu makan mu berkurang?.” Tanya AL lagi.
__ADS_1
Kinara hanya menggelengkan kepala nya.
“ Baguslah, oh iya mengapa kamu tak pernah menjawab telpon ku dan membalas chatt ku?.” AL bertanya lagi.
“ Apakah ada sikap serta ucapan ku yg membuatmu merasa tak nyaman?.” Lanjut AL.
“ Bukan nya begitu kak, hanya saja akhir akhir ini aku memang jarang lihat ponsel, aku ingin fokus akan kesembuhan ku saja.” sahut Kinara berkilah.
AL berdiri dari duduk nya, Kinara hanya diam tak bereaksi apapun.
Ternyata AL beralih tempat duduk, yg tadinya duduk berhadapan dengan Kinara sekarang dia memilih duduk di sebelah Kinara.
Kinara pun hanya diam, dia tak mau protes ataupun bertanya. Meskipun sebenarnya dia merasa deg deg an, jantung nya berdetak tak karuan.
Melihat tak ada reaksi dari Kinara, AL tersenyum tipis sambil menatap lekat wajah Kinara, yg saat ini hanya menundukan kepala nya.
“ Ara.” panggil AL.
“ Eem.” Kinara bergumam tanpa menatap AL.
“ Lihat aku.” Pinta AL.
Mendengar perkataan AL, Kinara hanya bisa menuruti, tanpa banyak tanya dia menoleh menatap AL.
“ Jangan pernah berfikir bahwa hidup mu singkat.” tutur AL, sambil berkata AL dengan lembut menyentuh pipi Kinara.
Kinara jadi makin gugup di buat nya, Hingga dia hanya bisa mengangguk menanggapi perkataan AL.
Namun dengan pelan juga dia mulai melepas kan tangan AL dari pipi nya.
“ Ara, apapun yg terjadi aku akan selalu ada di samping mu, tak peduli seperti apapun kondisi mu.” Tegas AL.
“ Makasih Kak.” sahut Kinara datar.
__ADS_1
“ Oh iya Ara, apa kamu ingat masa masa saat kita masih sekolah dulu?.” AL sengaja membahas tentang masa masa indah itu, agar Kinara jadi lebih bersemangat.
Apakah cara itu berhasil?.