
“ Baiklah, aku adalah orang kau temui di Rumah sakit tadi pagi.” tutur AL terus terang.
Sesaat tubuh Kinara seolah membeku menyadari bahwa saat ini dia tengah bicara dengan seorang pria yg sejak melihat nya tadi pagi telah ia kagumi, namun sekaligus seorang pria yg tak boleh dia menaruh rasa apapun, sebab mereka berdua sangatlah bertolak belakang.
“ Oh Dokter AL.” Sahut Kinara pelan.
“ Syukurlah kau mengenaliku.” Tutur AL lagi.
“ Maaf kan kata kata saya tadi Dok.” Kinara merasa tak enak hati, apalagi tadi dia sudah bicara ketus.
“ Gak apa apa Ara, lagian tadi aku yg mulai duluan aku yg membuat mu kesal dan mulai menggoda mu.” AL juga mulai bicara serius, tidak bucin seperti tadi.
“ Ara bagaimana keadaan mu sekarang?.” tanya AL.
“ Baik kok Dok.” sahut Kinara singkat.
“ Ara, inikan bukan di rumah sakit lalu kenapa kamu memanggilku Dokter, ayolah aku akan senang jika kamu memanggilku seperti awal kita bicara tadi, cukup dengan aku kamu.” AL berkata seadanya.
“Tapi itu rasanya tidak lah sopan Dok.” Kinara tak mau mengerti.
“ Tapi se gak nya, gak perlu panggil Dokter segala.” keluh AL lagi.
“ Baiklah kak.” akhirnya begitu Kinara menanggapi.
“ Ya sudah panggilan itu boleh juga.” tutur AL.
“Kak boleh Ara tanya sesuatu?.” Tanya Kinara hati hati.
“ Tanya saja.” sahut AL datar.
“ Dari mana kakak tau nomor ponsel ku?.” Tanya Kinara heran, sebab dia tak pernah memberikan nomor ponsel nya pada AL.
__ADS_1
“ Mudah saja, jawaban nya tentu dari Dokter Wahyudi.” AL juga menjawab sejujurnya.
“ Bodoh nya aku, menanyakan pertanyaan konyol kek gini.” Gumam Kinara merasa malu sendiri.
“ Aku gak bilang ya, itu kamu sendiri yg menyadarinya.” Goda AL.
“ Eem iya kak.” sahut Kinara singkat.
“ Ara, boleh aku meminta sesuatu pada mu?.” Kali ini giliran AL yg bertanya.
“ Apa yg bisa ku berikan pada mu kak, bukan kah kau punya segala nya.” jawab Kinara apa ada nya.
“ Cukup kau berikan hati mu.” Tutur AL setengah bercanda namun juga serius.
“ Kakak bisa saja bikin aku merasa tersanjung, terimakasih banyak kak telah meluangkan waktu mu untuk menghibur ku.” Kinara menanggapi seadanya, dia tak mau terlalu berharap dan menganggap serius perkataan AL, meskipun hati nya merasa bahagia mendengar hal itu, akan tetapi dia harus tetap ingat batasan nya.
“ Oh iya kak bisakan aku bertanya satu hal lagi sama kakak.” Kinara mulai mengubah topik pembicaraan.
“ Dari mana kakak tau kalau nama panggilan akrab ku adalah Ara? sedangkan tak banyak orang yg tau tentang nama panggilan ku itu?.” Akhirnya Kinara menanyakan apa yg selama ini menjadi pertanyaan nya.
“ Aku tau nama panggilan mu sudah lama Ra, sejak kita masih satu sekolah dulu, aku rasa kamu tak lupa bahwa kita pernah satu sekolah.” AL menjawab apa ada nya.
“ Aku ingat kok Kak, kakak adalah kakak kelas ku, kakak juga ketua osis kan dulu.” Kinara juga berkata apa adanya.
“ Kamu ingat semua itu, tapi mengapa tadi saat di Rumah sakit kamu seolah tak mengenal ku?.” Giliran AL yg bertanya.
“ Aku takut salah orang kak.” sahut Kinara beralasan.
“Takut salah orang atau takut aku sombong?.” Tanya AL.
“ Ehehe, sebenar nya keduanya kak.” jawab Kinara terus terang.
__ADS_1
“ Dasar kamu gak pernah berubah dari dulu selalu merasa rendah diri.” Tutur AL.
“ Bukan nya rendah diri kak, tetapi minder aja.”
“ Apa beda nya sayang.” Tanya AL, yg tanpa sadar mengucapkan kata sayang.
Perkataan AL yg memanggilnya sayang membuat Kinara jadi salah tingkah, tak tau harus berkata apa, apakah tak salah bahwa AL memanggil nya sayang
Duuh senang sekali rasanya hati Kinara.
Tetapi cepat cepat di hardiknya diri nya untuk tidak terlalu GR lagian kata sayang sering diobral oleh anak anak zaman sekarang.
“ Ara apakah kau masih disana.” Tanya AL karna tak mendengar tanggapan dari Kinara.
AL sendiri sebenarnya tak menyadari bahwa baru saja dia menyebut kata sayang pada Kinara.
“ Eh iya kak, aku dengar kok.” sahut Kinara mulai gugup.
“ Tadi kakak tanya apa beda nya rendah diri dan minder ya.” Kinara mengulang pertanyaan AL tadi.
“ Iya.” sahut AL singkat.
“ Beda nya ada pada penulisan & penyebutan nya.” jelas Kinara tak mau kalah.
AL mengambil nafas dalam sambil tersenyum dalam hati.
“ Tapi makna dan artinya sama kan.” tegas AL.
“ Iya kalau itu sudah pasti kak.” sahut Kinara.
“ Oh iya kak, maaf kita sudahi dulu bicara nya ya, lain waktu kita sambung lagi, aku lelah & ngantuk banget.” Kinara sengaja mencari alasan karna dia tak mau terlanjur nyaman dan makin susah melupakan AL.
__ADS_1
“ Ya sudah selamat beristirahat dan selamat tidur Ara.” Mau tak mau AL menuruti nya, apa lagi AL tau betul bagaimana kondisi Kinara, tak baik juga baginya untuk tidur larut malam, meskipun dalam hati nya masih ingin bicara banyak dengan Kinara. Tapi apalah daya dia hanya bisa pasrah.