
Begitu mobil nya berhenti, AL langsung turun, Kinara pun menyusul turun dari mobil nya.
Kinara menatap rumah AL yg sungguh kontras sekali dengan rumah nya, Kinara anak orang sederhana, sedang kan AL berasal dari keluarga yg turun temurun emang sudah kaya.
Ada perasaan takut dalam hatinya, bagaimana jika Ibu nya AL memaki & menghina diri nya, betapa akan sangat malu dan terluka nya Dia.
AL mengerti Kinara merasa gugup dan takut, Hingga di raih nya tangan Kinara dan di genggam nya erat.
Kemudian AL menatap lekat Kinara sambil menggelengkan kepala nya, memberi isyarat pada Kinara untuk tidak merasa khawatir.
Kinara hanya bisa mengambil nafas dalam, ia hanya berharap semoga saja Ibu nya AL tak langsung menendang nya keluar begitu melihat nya.
“ Mari.” Sambil berkata AL berjalan menuju rumah nya, dengan genggaman tangan yg tak pernah ia lepaskan dari tangan Kinara.
Kinara mengikuti saja.
Pintu rumah nya sudah terbuka, begitu mereka disana, Hingga AL bisa langsung masuk.
“ Assalamualaikum.” Ucap AL namun sambil masuk ke dalam rumah.
Tak ada sahutan dari dalam sana.
“ Bunda.” AL memanggil sang Ibu, namun juga tak terdengar suara Ibu nya.
Karna AL dan Kinara telah berada di ruang tamu, AL meminta Kinara untuk duduk.
“ Duduklah, biar aku cari Bunda dulu." Tutur AL.
Kinara pun hanya mengangguk dan duduk di sofa.
AL berlalu meninggalkan Kinara dan langsung menuju kamar Ibu nya.
Tiba di depan kamar sang Ibu, AL langsung mengetuk pintu nya.
__ADS_1
Tok tok tok.
“ Bunda ada di dalam?.” Tanya AL.
“ Iya Fi, sebentar bunda lagi ganti pakaian." Sahut Ibu nya.
“ Emang Bunda mau kemana?.” AL bertanya heran.
“ Gak kemana mana Fi, hanya saja Bunda baru selesai mandi, badan Bunda kotor karna habis memasak tadi.” Jelas Ibu nya.
Lalu kemudian membuka pintu. AL pun masuk ke kamar sang Ibu, dan duduk di atas tempat tidur, sambil menatap Ibu nya yg kini tengah sibuk memoles wajah nya dengan bedak yg seada nya dan lipstik yg warna nya kalem, di sesuaikan sama usia nya yg sudah tak muda lagi.
“ Tumben kamu disini menunggu Bunda, Biasa nya langsung ke kamar atau ke dapur saat mau makan seperti ini.
“ Aku ingin bicara sama Bunda.” sahut AL.
“ Bicara saja.”
“ Baguslah, akhir nya Bunda bisa bertemu dan melihat seperti apa gadis itu.” begitu sang Ibu menanggapi.
“ Aku minta sama Bunda jangan berkata apapun yg bisa membuat nya tersinggung, dan aku harap Bunda tak akan melukai perasaan nya.” Pinta AL, karna ia takut Ibu nya berkata yg akan menyindir Kinara, entah itu soal penyakit Kinara atau bisa juga membahas wanita pilihan nya di depan Kinara.
Ibu nya menatap AL lekat, dia bisa melihat kekhawatiran putra nya.
“ Tenang Fi, Bunda tau apa yg harus Bunda lakukan dan katakan.” Sahut Ibu nya datar.
“ Sekalipun Bunda tak menyukai nya, Bunda tak akan mengatakan di depan nya.” Tambah Ibu nya.
“ Baiklah aku percaya pada Bunda.” Tutur AL sedikit lega.
“ Iya, ayo kita temui dia.” Ajak sang Ibu yg sudah tak sabar ingin bertemu seorang gadis yg begitu menarik perhatian putra nya.
AL dan Ibu nya berjalan berdampingan menuju ruang tamu untuk menemui Kinara.
__ADS_1
Di ruang tamu, Kinara hanya duduk diam sambil memainkan ponsel nya.
Menyadari suara langkah kaki seseorang, Kinara pun langsung memasukan ponsel nya dan melihat siaapa yg menghampiri nya.
AL dan Ibu nya pun tiba di dekat Kinara.
Kinara langsung bangkit dari tempat duduk nya.
Kinara menatap wanita paruh baya yg ada di hadapan nya, Ia ingat kalau dia pernah bertemu dengan Ibu nya AL.
Ibu nya AL juga sama, dia mengingat siapa Kinara, akan tetapi saat itu mereka sama sama tak mengenal satu sama lain.
“ Ara, kenalin ini Ibu ku, & Bunda ini Kinara.” AL memperkenalkan kedua nya.
“ Assalamualaikum, Tante.” Sapa Kinara, lalu meskipun dengan ragu ragu, ia menyalami Ibu nya AL dan mencium punggung tangan nya.
“ Waalaikum sallam." Sahut Ibu nya AL tersenyum. Ingin sekali dia bertanya pada Kinara apakah Kinara mengingat nya atau tidak.
Namun hal itu belum ia utarakan karna AL masih ada diantar mereka.
“ Silahkan duduk.” Titah Ibu nya AL.
Mereka bertiga pun mulai duduk.
“ Ara, mau minum apa?.” Tanya Ibu nya AL ramah, AL merasa lega melihat sikap Ibu nya yg tampak ramah.
Ia berharap Ibu nya akan menyukai Kinara.
“ Apa saja tante.” Sahut Kinara seada nya.
“ Asal jangan air es.” Tambah AL.
Ibu nya AL tersenyum, kemudian memanggil asisten rumah tangga nya dan menyuruh membuatkan teh hijau hangat untuk mereka.
__ADS_1