
Sejak saat itu, AL hanya selalu mencintai Kinara secara diam diam. Setiap hari saat sekolah AL selalu meletakan bunga di dalam laci bangku Kinara, Bahkan tak sekali dua kali AL diam diam membayar makanan yg Kinara pesan di kantin.
Bahkan saat ulang tahun Kinara, AL sengaja memberikan kado, namun itupun secara diam diam. Tanpa sepengetahuan Kinara.
Kinara, sampai bingung sendiri mencari tahu siapa yg suka memberinya bunga dan juga membayar makanan nya di kantin, bahkan memberikan kado ulang tahun.
Namun Kinara tak ambil pusing, kalo di kasih ya dia ambil, yg penting dia tak pernah minta dan mencuri.
Hal itu berlangsung hanya sekitar sebulan lama nya, karna setelah itu karna AL telah lulus jadi sudah pasti dia tak di sekolah itu.
Terlebih lagi AL memilih meneruskan pendidikan nya di Palembang, dia menyelesaikan kuliah kedokteran nya di UNSRI Palembang.
Hingga 4 tahun kemudian barulah mereka bertemu kembali, yaitu di Rumah sakit seperti awal kisah.
FLASH BACK OFF.
Lanjut pada perbincangan Kinara & AL yg mengingat masa masa SMA mereka, malam itu setelah AL pulang dari rumah nya, Kinara melihat barang barang yg ia simpan semasa SMA dulu.
Disana dia menemukan kembali hadiah yg pernah di berikan AL untuk nya, yaitu sebuah arloji yg cantik, dengan tali kulit warna merah muda.
Kinara meraih benda itu & melihat nya, masih sangat bagus dan bersih, karna Kinara memang menyimpan nya dan tetap merawat nya.
Hanya jam nya mati, karna sudah pasti batre nya habis, Kinara berniat untuk membelikan batre yg baru dan ingin kembali memakai jam tangan itu.
Karna sampai sekarang jam itu masih keren, tak ketinggalan zaman, meskipun sudah hampir 4 tahun berlalu.
1 bulan kemudian, dimana ini adalah jadwal Kinara kemoterapi yg kedua.
Selama 1 bulan terakhir ini AL dan Kinara tetap berkomunikasi walau hanya lewat chatt.
__ADS_1
Kinara pun sudah tak bersikap cuek lagi, itu karna memang Kinara menyukai AL, bukan lantaran AL telah menjadi seorang Dokter, tapi karna sikap lembut dan perhatian nya. Terlebih lagi AL selalu memberikan motivasi untuk Kinara agar Kinara semangat berjuang melawan penyakit nya.
Karna hari ini adalah jadwal Kinara untuk kemoterapi yg kedua, pagi pagi Kinara telah bersiap.
Hari ini Kinara kemoterapi di temani oleh kedua orang tua nya, lantaran Henky sang kakak harus kerja dan gak bisa di fending.
Belum juga usai Kinara bersiap, suara sebuah mobil telah terdengar di halaman rumah nya, Kinara tak tahu kalau itu adalah mobil AL, sebab selama ini saat AL mendatangi nya dia selalu menggunakan sepeda motor nya.
Usai bersiap Kinara sangat terkejut melihat sudah ada disana ngobrol bersama kedua orang tua nya.
Lama Kinara terpaku menatap AL yg kini telah rapi, dengan pakaian yg siap untuk bekerja, hanya seragam putih nya saja yg belum terpasang,tentu saja karna seragam nya ada di Rumah sakit.
“ Eh Tuang putri udah selesai siap siap nya.” sapa AL begitu melihat Kinara, yg membuat wajah Kinara langsung memerah karna malu.
Untuk sesaat AL juga memperhatikan Kinara secara detail, Menurut nya Kinara benar benar manis hari itu, dengan pakaian yg sederhana namun tak lupa hijab nya.
“ Ayo kita berangkat.” Ajak AL kepada Kinara & kedua orang tua nya.
Ke 4 orang itupun berjalan menuju mobil AL yg masih terparkir rapih.
AL membukan pintu bagian belakang mobil nya dan menyuruh kedua orang tua Kinara masuk.
“ Silahkan masuk, Pak, Bu.” tutur AL ramah.
Kedua orang tua Kinara hanya menurut. mereka pun masuk dan duduk dengan tenang.
Kinara hanya berdiri bengong, entah apa yg ia fikirkan saat itu, hanya dia dan Tuhan lah yg tau.
“ Ara.” panggil AL melihat Kinara yg cuma bengong
__ADS_1
“ Eh iya Kak.” sahut Kinara kaget, karna ia benar benar larut dalam fikiran nya.
“ Masuklah.” sambil berkata, AL membukan pintu di samping kemudi.
Kinara menatap AL sejenak, AL hanya mengangguk dan tersenyum.
Isyarat itu mengartikan bahwa Kinara tak perlu merasa cemas ataupun khawatir karna dia akan selalu bersama nya.
Kinara merasa tenang melihat tatapan, dan senyum manis serta anggukan kepala dari AL.
Karna itulah tanpa ragu Kinara mulai masuk dan duduk manis.
AL pun menyusul masuk dan perlahan mulai menjalan mobil nya.
Kinara mengeluarkan ponsel nya untuk mengatasi gejolak perasaan nya yg saat ini sedang berkecamuk.
Jantung nya terus saja bedegup dengan kencang, apa lagi saat ini dimana dia menyadari bahwa sejak tadi AL selalu melirik diri nya, itupun dengan lirikan yg seolah mengintimidasi, karna itulah Kinara merasa gugup.
Setiap kali AL melirik nya Kinara selalu menahan nafas nya, karna rasanya dia benar benar deg degan.
“ Ya Tuhan, Tolong beritahu pria ini agar dia tak selalu melirik ku, sungguh aku deg degan banget.” Gumam Kinara dalam hati. Sambil terus memainkan ponsel nya.
Ternyata apa yg Kinara katakan dalam hati tadi, tanpa sengaja tertulis oleh nya di status WhatsApp nya, Untung belum ada yg melihat nya.
“ Bodoh, bodoh.” Gumam Kinara merutuki dirinya sendiri.
AL mendengar apa yg Kinara katakan hingga dia langsung bicara.
“ Kamu bicara apa Ara?.” Tanya AL yg akhirnya mulai membuka suara.
__ADS_1
Kinara kaget dan langsung menoleh pada AL, AL malah berfokus pada jalanan, sebab AL juga merasa tak sanggup jika harus bertemu mata dengan Kinara, dia juga merasa gugup dan deg degan, Jantung nya juga sudah meloncat loncat dengan liar sejak tadi.