Izinkan Aku Mencintaimu.

Izinkan Aku Mencintaimu.
MAAF


__ADS_3

1 minggu telah berlalu, namun hingga sekarang AL dan pihak rumah sakit masih belum menemukan pendonor untuk Kinara.


AL sudah benar benar frustasi rasanya, belum lagi keadaan Kinara kian melemah.


Malam itu, AL mendatangi Ayah nya, dia ingin minta bantuan sang Ayah.


“ Ayah.” Tutur AL dari depan pintu ruangan kerja sang Ayah.


“ Fi tumben, ada apa?.” Tanya sang Ayah.


AL mendekati sang Ayah yg masih sibuk dengan laptop nya.


Ayah nya menghentikan aktifitas saat AL telah berada di dekat nya.


“ Yah, aku membutuhkan bantuan Ayah.” AL bicara to the point.


“ Apa yg harus Ayah lakukan.” Tanya sang ayah.


“ Tolong minta salah satu bawahan Ayah, untuk menulis di surat kabar, bahwa kita mencari Donasi sumsum tulang belakang, sebagai imbalan tentu saja uang sesuai keinginan nya.” AL mengutarakan niat nya.


Siapa tau dengan membuat berita itu di surat kabar, ada yg berminat.


Ayah nya AL adalah pemilik SRIWIJAYA POST yakni perusahan pencetak surat kabar.


“ Baiklah Fi.” Sahut Ayah nya singkat, kemudian langsung mengambil ponsel nya dan meminta pada salah satu karyawan nya untuk membuat iklan sesuai keinginan AL.


AL berdoa semoga saja ada yg tertarik.


Sayang nya rencana itu juga belum membuah kan hasil, sampai sekarang belum ada satupun orang yg mau menjadi pendonor.


AL tak tau harus berbuat apa lagi.


Dering ponsel membuat AL tersadar dari lamunan nya.


Ternyata Kinara yg menelpon.


“ Assalamualaikum.” Ucap Kinara begitu tersambung.

__ADS_1


“ Waalaikum sallam Ara, tumben telpon, kamu baik baik saja kan.” Ujar AL.


“ Kakak mah, setiap hari nanyain apakah aku baik baik saja mulu.” Ucap Kinara setengah mengeluh.


“ Iya itu karna....”


“ Karna aku udah mau mati.” Sela Kinara.


Yg membuat AL marah.


“ Ara, sudah berapa kali aku bilang, jangan pernah mengatakan hal seperti itu, kapan kau akan mengerti, jujur aku sangat take menyukai sikap mu yg ini.” Bentak AL.


Kinara yg mendengar itu langsung terdiam, air mata nya mengalir begitu saja, baru kali ini AL membentak Nya.


Telpon yg tadi nya masih terhubung, langsung di putuskan oleh Kinara.


AL menyadari saat telpon terputus bahwa dia begitu emosi, hingga dia membentak Kinara seperti itu. Akan tetapi AL melakukan itu tidak sengaja,itupun karna dia tak mau mendengar kata kata yg buruk seperti itu, AL tak bisa menerima nya.


Namun dia juga sadar tak seharusnya dia membentak Kinara, pastilah gadis itu sangat sedih, selama ini AL hanya memperlakukan nya dengan lembut.


Oleh karna itu, AL mencoba menelpon kembali Kinara.


Kinara mengambil nafas dalam, dan berusaha bicara senormal mungkin, padahal dia baru saja menangis.


“ Waalaikum sallam Kak.” Sahut nya pelan.


“ Kok matiin telpon gak bilang bilang.” Tutur AL selembut mungkin.


“ Sinyal nya kak.” Sahut Kinara menutupi yg sebenar nya.


“ Ara maafkan aku, aku sudah bicara keras padamu, aku tak bermaksud untuk memarahi mu dan membentak mu, aku berkata begitu, supaya kau mengerti, aku tak mau mendengar hal hal buruk tentang mu meskipun itu dari dirimu sendiri.” AL menjelaskan dengan hati hati.


“ Iya kak, gak apa apa.” Sahut Kinara singkat.


“ Ara, apa kau menangis?.” Tanya AL, yg menyadari suara Kinara terdengar serak.


“Gak kok kak, kenapa kakak bicara begitu.” Tanya Kinara.

__ADS_1


“Aku kenal siapa dirimu Ara, aku tau kau berbohong, kau habis menangis kan.” Ujar AL.


Kinara hanya diam. Dia tak menyangkal dan juga tak memberi pembenaran.


“ Aku minta maaf ya, maaf kan aku, tolong jangan nangis lagi.” AL berkata lagi.


“Iya kak, gak apa apa santay saja, aku juga gak nangis kok.” Bantah Kinara.


“ Jujur saat kamu bicara kek gini, aku makin merasa bersalah Ara, aku sedih karna tanpa sengaja aku membuat mu menangis, tapi semua itu terjadi karna aku terlalu sayang pada mu, ku harap kau paham hal itu.” AL menjelaskan apa yg dia rasakan.


“ Iya kak, aku tau dan aku mengerti itu, karna itulah aku tak marah pada mu, aku hanya merasa terluka oleh kata kata kakak, apa lagi selama ini tak pernah sekalipun kau berkata sekeras itu.” Kinara juga mengutarakan perasaan nya.


“ Karna itulah aku meminta maaf padamu.”


“ Iya udah lupain masalah itu kak, apakah kau sudah makan siang?.” Kinara mengalihkan pembicaraan.


“ Belum.” Sahut AL apa adanya.


“ Udah ku duga, kakak makan dulu gih, mumpung masih jam istirahat.” Suruh Kinara.


“ Aku lagi gak mood Ara.” Sahut AL dengan entengnya.


“ Aku tau kakak, seperti ini karna diriku, jadi tolong jangan buat aku merasa bersalah, percayalah kak, jika Tuhan menginginkan aku sembuh maka cepat atau lambat kita pasti akan mendapatkan pendonor itu.” Ucap Kinara panjang lebar.


“ Tapi Ara, aku...”


“ Baiklah, kalau kau tak mau makan siang gak apa apa, toh yg akan sakit karna gak makan bukan aku, jadi ya udah terserah kau saja, kalau mau makan itu bagus, gak juga aku gak akan peduli, ngapain juga aku peduli, kalau orang yg di peduliin aja gak pernah menghargai.” Ucap Kinara dengan kesal nya.


AL tertawa mendengar omelan Kinara


“ Iya dech aku makan, udah jangan ngomel lagi ya ntar cantik nya berkurang loh.” Tutur AL mulai menggoda.


“ Ya udah sana pergi ke kantin.” Perintah Kinara.


“ Iya.” Sahut AL singkat.


“ Jalan iiih, ngapain diam aja, aku mau dengar kau jalan hingga sampai kantin dan pesan makanan.” Ucap Kinara manja.

__ADS_1


“ Iya iya bawel.” Sambil berkata AL berjalan menuju kantin, tak ada yg bisa dia lakukan kecuali menuruti Kinara, jika tidak maka dapat di pastikan Kinara akan ngambek.


Dan AL juga yg akan repot untuk membujuk nya


__ADS_2