Izinkan Aku Mencintaimu.

Izinkan Aku Mencintaimu.
NOMOR TAK DI KENAL


__ADS_3

Malam hari nya, AL benar benar telah merasa lega akhirnya kedua orang tua nya mendukung apapun keputusan yg akan ia ambil, tadi nya AL benar benar sangat khawatir kedua orang tua nya akan menolak Kinara. Namun sekarang dia bisa bernafas dengan lega.


Usai melaksanakan ibadah shalat isya, AL membaringkan tubuh nya diatas tempat tidur sambil menatap langit langit. fikiran nya kembali mengingat pertemuan nya tadi siang dengan Kinara.


Saat itu, AL ingat akan sesuatu bahwa Dokter Wahyudi telah memberikan nomor ponsel Kinara & juga kakak nya.


AL meraih ponsel nya yg tadi tergeletak diatas nakas samping tempat tidur nya.


Kemudian dia mencari kontak dengan nama Kesayanganku.


Setelah AL memeriksa kontak tersebut, ternyata nomor itu juga terdaftar sebagai nomor WhatsApp nya Kinara.


AL tersenyum sekilas, untuk kemudian dia mulai mengirim sebuah pesan chatt kepada Kinara. Sebab Kinara juga tengah Online.


“ Assalamualaikum 😊” chatt AL di sertai emot senyum.


Lama pesan chatt AL tak mendapat respon dari Kinara, jangan kan di respon di read aja belum.


Kinara memang telah melihat pesan chatt masuk, akan tetapi dia tak membuka nya lantaran pesan chatt tersebut dari orang yg tak di kenal nya. Sebab AL sengaja menghapus fhoto profil nya.


Namun siapa sangka 7 menit kemudian Kinara mulai membaca chatt nya dan merespon nya.


“ Waalaikum sallam wr wb.” Balas Kinara, dia membalas karna pesan chatt tersebut adalah sallam.


“ Ini siapa?.” Satu pesan chatt masuk lagi.


Kali itu AL tak membalas chatt nya sebagai ganti nya dia mencoba menelpon walau hanya lewat panggilan suara dari WhatsApp.


Saat panggilan masuk, Kinara sempat bingung, siapa kah gerangan yg tadi chatt dia, & sekarang malah menelpon.


Untuk menghilangkan rasa penasaran nya, Kinara menerima panggilan tersebut.


Panggilan telah terhubung, akan tetapi Kinara diam, dia menunggu sang penelpon yg bicara duluan.

__ADS_1


“ Hallo Assalamualaikum.” Sapa AL dari sebrang sana.


Kinara tak mengenali suara AL karna baru kali ini dia mendengar suara itu.


“ Waalaikum sallam wr wb.” Sahut Kinara seada nya.


“ Malam Ara.” terdengar suara di sebrang sana.


Kinara mengernyitkan dahi nya, dia bingung siapakah orang itu, sudah pasti seseorang yg mengenal diri nya, sampai dia tau nama panggilan Kinara.


“ Malam kembali, kalau boleh tau ini siapa ya?.” Tanya Kinara terus terang.


“ Gini nih kalau orang cantik, gampang melupakan seseorang.” Tutur AL setengah bercanda.


“ Bukan nya begitu, hanya saja nomor mu tak terdaftar di kontak ku, mungkin karna aku pernah riset hp atau justru karna kamu ganti nomor ponsel?.” Kinara menjelaskan pendapat nya.


“ Iya, aku tadi juga cuma bercanda saja kok.” Tutur AL lagi.


“ Oh iya, emang nya kamu siapa? apakah kita saling kenal, & maaf bukan nya saya sombong kalau tak ada yg penting bisakah kita bicara lain waktu saja.” Ujar Kinara yg merasa kurang suka karna sampai sekarang AL masih tak membertahukan siapa dirinya.


“ Situ sehat kan, kalau saya tau gak mungkin saya tanya.” ketus Kinara.


“ Jutex amat sich jawaban nya, jangan jutex jutex lah, ntar cantik nya berkurang loh.” AL malah sengaja nge gombal, entah dapat dari mana dia keberanian untuk berkata begitu.


“ Baiklah, tapi bisakah kamu membertahukan siapa dirimu, sebab terus terang saja aku tak suka bicara pada orang yg gak aku kenal.” Ketus Kinara lagi.


“ Kalau tak kenal, kan kita bisa kenalan manis.” Goda AL.


“ Sebab kata orang tak kenal maka tak sayang, jadi karna itulah lebih baik kita kenalan.” tambah AL.


“ Kamu sudah tau siapa aku, jadi bisakah kamu kasih tau aku, siapa dirimu?.” Pinta Kinara.


“ Kalau aku menyebutkan nama ku, aku yakin kamu pasti akan merasa sangat senang.” Tutur AL dengan percaya dirinya.

__ADS_1


“ GR betul sich kamu jadi orang.” Kinara berkata sambil tertawa kecil.


“ Tuh kan baru kek gitu aja kamu udah bisa tersenyum.” Kata AL lagi.


“ Oke kamu menang, aku lelah aku mau istirahat, jika tak ada hal yg penting boleh kah aku tutup telpon nya.” Tegas Kinara.


“ Yg penting memang belum ada, akan tetapi jika diizinkan aku ingin mendengar suaramu, jadi bisakan kita bicara sebentar.” AL mulai bicara serius.


“ Boleh, apa yg ingin kamu katakan.” Tanya Kinara tak sabar.


“ Kamu gak ingin tau siapa aku?.” Tanya AL.


“ Pertanyaan macam apa itu, dari tadi aku sudah tanya kamu siapa?.” Tutur Kinara mulai kesal.


Tapi justru itu yg membuat AL merasa senang, Dia sangat suka mendengar kata kata marah dari Kinara, Dia bisa membayangkan raut wajah Kinara yg marah, itu pasti sangat lucu menurutnya.


“ Baiklah aku akan katakan siapa aku.” sahut AL.


“ Siapa kamu?.” Tanya Kinara tak sabar.


“ Ingat baik baik nama ku ya nona, siapa tau justru aku menjadi imam mu atau justru menjadi ayah dari anak anak mu kelak.” Tak henti hentinya AL menggoda Kinara.


“ Aist, situ kehabisan obat atau justru sengaja menggoda ku.” Sahut Kinara tertawa pelan.


“ Tetap bahagia seperti ini Ara.” Gumam AL di sebrang sana.


Sesaat Kinara terhenyak mendengar perkataan teman bicara nya yg sampai saat ini dia tak tau siapa itu, akan tetapi entah mengapa dia merasa nyaman bicara dengan orang asing yg tak ia kenal itu.


“ Kalau ada kamu yg selalu menghiburku seperti ini tentu saja aku akan bahagia.” kali ini giliran Kinara yg mencoba untuk menggoda AL.


“ Diiih bisa aja nih kesayangan aku.” Tutur AL.


“ Udah ah, aku serius ini nanya, nama kamu siapa? masa iya dari tadi kita bicara tapi aku gak tau siapa yg aku ajak bicara saat ini.” keluh Kinara.

__ADS_1


Akan kah AL berterus terang tentang siapa dia? atau justru tetap merahasiakan sampai Dia bisa menaklukan hati Kinara?.


__ADS_2