Izinkan Aku Mencintaimu.

Izinkan Aku Mencintaimu.
DRAMA SI DIA.


__ADS_3

Hari berikut nya, AL masih masih menyempatkan diri untuk pergi kerumah sakit, meskipun dia sama sekali tak bersemangat.


Karna hari sabtu, dia hanya bekerja setengah hari.


AL pulang ke rumah dengan langkah gontai, disana kedua orang tua nya lagi pada di rumah.


“ Fi, apa kau sudah makan siang?.” Tanya sang Bunda begitu melihat AL.


AL tidak menjawab, dia masih kecewa pada Ibu nya.


“ Yah aku ke kamar dulu.” Pamit AL pada sang Ayah.


Lalu kemudian dia naik ke lantai atas untuk pergi ke kamar nya.


Ayah nya menyusul.


AL hanya duduk sambil menatap keluar jendela.


“ Fi, ada apa dengan mu?.” Ayah nya yg bertanya, kemudian duduk di sebelah putra nya.


“ Tanyakan pada istri Ayah.” ketus AL.


“ Ada masalah apa antara kau dan Bunda?.” Sang Ayah berpura pura tak tau apapun.


“ Aku gak ngerti Yah, kenapa Bunda begitu egois, dia tak mengerti kalau aku sangat mencintai Kinara, jadi bagaimana bisa aku menjauhi nya.” Jelas AL dengan kesal nya.


“Apa? Bunda mu mengatakan itu?.” Tutur sang Ayah seolah terkejut.


“ Bukan hanya itu Yah, Bunda bahkan ingin menjodohkan aku dengan gadis pilihan nya, dia memintaku untuk bertemu dengan nya nanti malam saat perayaan anniversary kalian.” AL menjelaskan lagi.


“ Terus apa keputusan mu?.” Sang Ayah hanya memancing.


“ Maaf Yah, bukan nya aku mau jadi anak yg durhaka, tetapi aku akan tetap mengajak Kinara nanti malam, aku gak mau bertemu gadis pilihan Bunda itu.” AL mengatakan keputusan nya.


“ Ya sudah, Ayah mendukung mu.”

__ADS_1


Perkataan sang Ayah membuat AL tersenyum lega.


Malam hari pun tiba.


AL sedang menelpon Kinara untuk meminta nya datang.


“ Hallo Assalamualaikum.” Ucap AL begitu Kinara mengangkat telpon nya.


“ Waalaikum sallam.” Sahut Kinara di sebrang sana.


“ Ara, siap siap lah, sebentar lagi pak Mamat menjemputmu, kau harus datang kerumah malam ini.” AL bicara tanpa basa basi.


“ Tapi buat apa kak?.” Kinara bertanya seolah tak tau apapun.


“ Malam ini adalah perayaan anniversary Ayah & Bunda, aku mau kau datang kemari malam ini.” Tegas AL seolah tak mau di bantah.


“ Maaf kak bukan nya aku gak mau dateng, tapi aku yakin Ibu mu gak akan menyukai nya.” Ujar Kinara, sambil menahan tawa.


AL tercekat mendengar penuturan Kinara. Apakah Ibu nya telah berkata pada Kinara agar dia tak datang malam ini.


“ Gak, tapi Ibu mu pernah mengatakan untuk tidak menemui mu lagi kecuali urusan pengobatan, di luar itu aku tak boleh bersama mu kak.” Kinara mengarang cerita.


“ Huuuh pinter juga aku akting.” Gumam Kinara senang dalam hati.


“ Jangan peduli kan kata kata Bunda Ara, aku mohon datang malam ini, karna Bunda mau jodohin aku dengan gadis pilihan nya itu.” Pinta AL dengan sangat.


“ Jika demikian, maka sudah tugas mu sebagai seorang anak harus menuruti kemauan Ibu mu, kau juga telah berjanji pada ku kak, bahwa kau tak akan menentang kemauan Ibu mu, lagi pula itu adalah yg terbaik buat kita.” Sahut Kinara dengan enteng nya.


Usai berkata demikian tanpa bicara lagi, Kinara menutup telpon nya. Karna dia sudah tak tahan ingin tertawa.


Namun dalam hati nya ada rasa bersalah juga karna telah berbohong pada AL.


AL kesal sendiri, dia menghubungi Kinara berkali kali akan tetapi nomor nya selalu tak bisa di hubungi.


“ Lelucon macam apa ini Tuhan.” Kesal AL sendiri. sambil mengacak ngacak rambut nya frustasi

__ADS_1


“ Fi, apa kau sudah siap?.” Tanya kedua orang tua nya.


AL menoleh kesal menatap sang Bunda. Tatapan mata nya begitu tajam, seolah mau membunuh saja.


“ Aku gak akan ikut perayaan.” Ketus AL.


“ Kenapa Fi?.” Tanya sang Ayah.


“ Aku gak akan senang dengan perayaan ini, kecuali Kinara ada disana.” Jelas AL.


“ Bunda sudah..”


“ Ya sudah ajaklah dia kemari.” Perkataan Ibu nya langsung di sela oleh sang Ayah.


“ Dia gak mau datang Yah, bahkan sekarang nomor ponsel nya pun tak bisa di hubungi.” Tutur AL putus asa.


“ Lihat kan, dia tak mau berjuang untuk mu, kau saja yg bodoh, masih saja berharap pada nya, udah lebih baik turuti Bunda.” Ibu nya angkat bicara lagi.


“ Ini semua gara gara Bunda tau gak.” Bentak AL, entah mengapa dia berani berkata keras pada Ibu nya, mungkin karna dia merasa sangat terluka dan tertekan.


“ Fi, jaga bicara mu.” Tegas sang Ayah.


AL hanya melampiaskan kemarahan nya dengan melempar ponsel nya ke kasur wkwkwk ke kasur ya,


“Napa gak ke lantai atau ke dinding aja Mas AL.” Author.


“ Sibuk Aja lu thor, kalo ke dinding kan rusak hp gue.🤣🤣🤣” AL


Balik ke cerita ya.


“ Fi, Bunda mau kau siap siap sekarang, jika tidak maka Bunda pastikan Kinara yg akan menanggung akibat nya.” Ancam sang Bunda agar AL mau terlibat dalam perayaan, jika AL tak ikut kan berantakan rencana nya buat ngasih kejutan.


AL makin frustasi di buat nya. Tetapi dia tak punya pilihan selain menuruti kemauan Ibu nya, hidup Kinara jauh lebih penting dari pada perasaan nya sendiri.


Dengan perasaan kesal nya AL mulai bersiap siap, mau tak mau dia juga menggunakan baju yg sudah di berikan sang Bunda khusus buat malam ini.

__ADS_1


__ADS_2