Izinkan Aku Mencintaimu.

Izinkan Aku Mencintaimu.
BERTEMU IBU AL.


__ADS_3

“ Ara, tante dengar dari AL kamu sakit, sekarang bagaimana keadaan mu?.” Tanya Ibu nya AL memulai pembicaraan kembali.


“Yah seperti inilah tante, aku bertahan hidup dengan bantuan obat obatan." Jelas Kinara terus terang.


AL hanya mendengarkan saja.


“ Tidak apa apa, justru ini membuktikan kalau kau adalah gadis yg kuat, tak akan ada yg mengira bukan kalau saat ini kamu sedang sakit parah.” Ibu nya AL terus bicara.


Kinara tak tahu, perkataan Ibu nya AL barusan merupakan pujian atau justru hinaan karna diri nya sakit parah.


“ Bunda, apa Bunda sudah masak? aku laper Bun.” AL menyela, AL merasa tak nyaman mendengar perkataan Ibu nya tadi, AL merasa seolah Ibu nya ingin menghina Kinara dengan cara yg halus, dan AL tak akan membiarkan hal itu terjadi.


“ Ya sudah kalau kau lapar kita makan saja, tetapi sebelum itu kamu mandilah bersihkan badan mu dulu.” Ibu nya AL meminta agar AL mandi terlebih dahulu.


AL sebenar nya ingin mandi, akan tetapi dia takut meninggalkan Kinara dan Ibu nya berdua saja, AL takut Ibu nya akan menyakiti perasaan Kinara.


“ Gak Bun, Nanti saja aku mandi toh aku juga harus nganter Kinara pulang.” AL mencari alasan.


“ Fi, Bunda gak kuat mencium aroma parfume mu ini jadi kau mandilah, setelah itu kita makan, sekalian Bunda juga bisa mempersiapkan semua nya selama kau mandi.” Titah sang Ibu seolah tak mau di bantah.

__ADS_1


Dengan berat hati mau tak mau AL pergi mandi.


“ Ara, apa kau merasa tersinggung oleh kata kata tante barusan?.” Ibu nya AL bicara sambil mendekati Kinara.


Kinara hanya menggelengkan kepala nya.


“ Tante sengaja berkata begitu, untuk memancing Alfi.” Jelas Ibu nya AL.


“ Maksud tante?.” Kinara bertanya tak mengerti.


“ Dari tadi dia nungguin tante sampai selesai berpakaian hanya untuk meminta agar tante tak berkata yg aneh aneh pada mu, tidak kah menurut mu dia itu berlebihan, masa sama Ibu sendiri saja ia tak percaya.” Ibu AL menjelaskan lagi.


“ Kak AL bilang gitu sama tante?.” Sahut Kinara. sungguh dia tak menyangka sampai segitu nya AL menjaga diri nya.


Kinara menatap Ibu nya AL dengan penuh haru, begitu besar cinta dan kasih sayang seorang Ibu, Hingga rela meminta pada orang lain demi kebahagiaan putra nya.


“ Sebisa mungkin tante, aku akan berusaha untuk tidak menyakiti perasaan Kak AL.” sahut Kinara meyakin kan.


“ Syukurlah.” Tutur Ibu nya AL lagi.

__ADS_1


“ Tante, mengapa tante setuju kak AL bersama ku, padahal tante tau kalau aku ini seorang gadis yg tak punya apa apa, bahkan sakit parah.” Tanya Kinara terus terang.


“ Ara, orang tua pasti melakukan apapun demi kebahagiaan anak nya." Sahut Ibu AL santai.


“ Lalu bagaimana dengan tante, tidak kah tante memiliki impian suatu saat AL bisa menikah dengan gadis seperti keinginan tante.”


“ Itu sudah pasti nak, Tante selalu menginginkan suatu saat Alfi akan menikah dengan dengan seorang gadis yg tidak hanya cantik, akan tetapi baik, bisa menghormati orang lain, dan tentu saja tegar, dan kriteria itu sudah kau miliki semua.” Tutur lembut Ibu nya AL.


“ Kau ingat Ara, saat kita bertemu di rumah sakit, tante pernah berkata pada mu bukan, semoga saja kelak menantu tante akan secantik dan sebaik dirimu, tetapi lihat lah rencana Allah, justru dia mengirimkan diri mu langsung untuk AL.”


Perkataan Ibu nya AL membuat Kinara sungguh terharu, hingga dengan sendiri air mata nya mengalir.


“ Tante begitu baik, dan rendah hati, sehingga mau menerima seorang gadis seperti ku.” Ucap Kinara lirih.


“ Ara jangan pernah katakan itu, dan jangan pernah menangis di depan tante, tante gak suka melihat mu melihat mu menangis, karna mulai sekarang dan seterusnya, kau bukan hanya pacar nya Alfi, akan tetapi seorang putri bagi tante.” Sambil berkata Ibu nya AL menepis air mata yg mengalir di pipi Kinara.


“ Maaf tante, aku merasa benar benar terharu.” Sahut Kinara tersenyum.


“ Ya sudah, sekarang kau duduk dulu, tante ke dapur sebentar untuk menyiapkan makan siang buat Kita, nih kebetulan bibi juga udah bawain teh hijau nya, minum lah dulu.” Pamit Ibu nya AL.

__ADS_1


Kinara hanya mengangguk, dan mulai meminum teh nya.


Kinara duduk disana hingga AL pun selesai mandi dan menemani nya, sambil menunggu panggilan sang Bunda untuk makan siang bersama.


__ADS_2