Izinkan Aku Mencintaimu.

Izinkan Aku Mencintaimu.
MAKAN BARENG.


__ADS_3

2 minggu sudah berlalu, Namun biaya untuk operasi Kinara pun masih belum ada, saat ini kedua orang tua Kinara masih berusaha, AL tau semua itu pasti sulit. Itulah mengapa selama uang nya belum terkumpul sebisa mungkin AL melakukan cara yg terbaik agar Kinara tetap baik baik saja.


Karna itu lah, hari ini AL sengaja mengirim sopir pribadinya untuk menjemput Kinara dan membawa nya kerumah sakit, tempat ia bekerja.


Kinara pun selalu menurut, kalau AL meminta nya datang, maka tanpa banyak tanya dia pasti akan datang. Apa lagi AL telah menyuruh orang menjemput nya.


Setelah tiba di Rumah sakit tersebut, seperti yg sudah sudah, Kinara langsung menuju ruangan pribadi AL.


Namun begitu ia tiba disana pintu ruangan nya masih tertutup, hingga untuk beberapa saat lama nya Kinara menunggu dan duduk di bangku yg tak jauh dari ruangan itu.


“ Maaf menunggu lama.” AL langsung berkata begitu melihat Kinara yg telah menunggu nya.


“ Gak kok Dok, belum lama saya tiba." Sahut Kinara tersenyum.


Senyuman itulah yg saat ini membuat AL merasa terluka melihat nya, AL sama sekali tak ingin kehilangan senyuman itu.


“Mari.” AL mengajak Kinara masuk ke ruangan.


Setelah kedua nya masuk, AL langsung memberikan beberapa obat pada Kinara.


“ Obat mu sudah habiskan.” Tutur AL sambil memberi beberapa tablet untuk Kinara.


“ Masih ada kok Dok.” Sahut Kinara apa ada nya.


“ Tersisa hanya untuk 1 hari ini saja kan.”


Kinara hanya mengangguk.


“Oleh karna itulah, aku memberikan nya hari ini supaya besok kau pun masih bisa mengonsumsi obat nya.” Tambah AL.


“ Berapa jumlah semua nya Dok.” Tanya Kinara seadanya. Karna selama ini dia tak pernah tau berapa jumlah uang yg di keluarkan ketika dia berobat.


“ 500 Juta.” Sahut AL dengan wajah yg serius.


Kinara begitu terkejut mendengar nya.


“ Jika kau ingin membayarnya maka bayarlah 500 juta.” Tambah AL lagi.


Kinara makin bingung di buat nya.

__ADS_1


“ Apakah semahal itu obat nya?.” Akhir nya Kinara berani untuk bertanya.


“ Tidak, tetapi karna kamu yg menanyakan nya maka saya sebutkan harga segitu.”


Kinara benar benar tak mengerti dengan sikap AL


AL menyadari kebingungan Kinara.


“ Ara, harusnya kau tau mengapa aku mengatakan hal itu, itu semua karna aku tak ingin kau membayar nya.” Jelas AL sambil meraih telapak tangan Kinara dan mengenggam nya erat.


Kinara hanya terdiam menatap AL.


“ Temani aku makan ya.” Sambil berkata AL menggandeng tangan Kinara untuk meninggalkan ruangan itu dan menuju kantin.


Bagai boneka saja, Kinara tak pernah menolak ataupun protes.


AL membawa Kinara ke kantin Rumah sakit.


Tiba disana AL langsung menyuruh Kinara duduk.


“ Duduk lah.” sambil berkata AL mempersiapkan sebuah kursi agar Kinara menduduki nya.


Sama seperti tadi tak ada perlawanan dari Kinara.


Setelah Kinara duduk, AL pun menyusul duduk di hadapan nya.


“ Kamu mau makan apa?.” Tanya AL lembut.


“ Bakso.” Sahut Kinara.


“ Tidak untuk bakso, makan makanan yg berlemak tidak baik untuk kondisimu saat ini.” Tegas AL.


“ Tapi hanya itu yg ingin aku makan kak.” Tutur Kinara.


“ Ara, cobalah mengerti.” AL tak mau di bantah.


“ Ya sudah kalau begitu, aku gak mau apapun.” Tuh kan kumat keras kepala nya.


“ Ara, kau bisa makan yg lain, semua makanan disini enak kok.”

__ADS_1


“ Tapi aku mau nya bakso kak.” Rengek nya.


“ Kamu kalau lagi keras kepala gini, benar benar ngeselin.” Ketus AL.


“ Kalau aku ngeselin ya udah, harus nya kakak gak minta aku temani kakak makan, aku pulang sekarang.” Kinara mulai berdiri dan berniat untuk pulang.


“ Duduklah.” Titah AL sambil meraih tangan Kinara.


“ Gak, aku mau pulang.” Kinara mulai cemberut.


“ Tidak sekarang Ara, makan lah dulu, setelah itu baru kau bisa pulang.”


“ Aku bisa makan di rumah, karna disana setidaknya aku tak di bilang ngeselin.” Kinara masih ngambek, karna di bilang ngeselin.


“ Ara aku minta maaf, sekarang duduk lah aku sudah sangat laper, Okey aku yg ngalah sekarang kau boleh makan bakso tapi ingat hanya untuk hari ini.”


Kinara langsung tersenyum mendengar nya.


“ Duduk lah." Titah AL lagi.


Kinara pun kembali duduk.


AL memanggil pelayan kantin dan mulai memesan 1 mangkok bakso dan nasi ikan bakar.


“ Kau begitu keras kepala.” AL berkata sambil menyentuh lembut pipi Kinara.


Kinara hanya tersenyum manis.


Tak lama kemudian apa yg tadi mereka pesan telah di depan mata.


“ Silahkan Dokter AL.” Ucap ramah sang pemilik kantin yg memang telah mengenal AL. Sambil menata rapi hidangan diatas meja.


“ Terimakasih Mbak.” Sahut AL.


Pandangan mbak Reni tertuju pada Kinara yg saat ini hanya diam mendengar percakapan mereka.


“ Eh Dok, bawa siapa nih?.” Mbak Reni bertanya pada AL.


Kinara hanya mengambil nafas dalam.

__ADS_1


“ Oh, kenalin mbak calon istri ku.” AL berkata dengan enteng nya, dia sengaja ingin lihat apa reaksi Kinara.


Apakah dia akan marah, atau protes.?


__ADS_2