
Melihat Kinara yg bereaksi seolah tak mengenal diri nya, Dokter AL pun memilih untuk mengikuti alur nya saja.
“ Mari silahkan duduk.” Ujar dokter Wahyudi kepada Dokter AL.
Akhir nya mereka berempat pun duduk dan membahas mengenai jadwal kemoterapi yg akan dilakukan Kinara.
Setelah selesai dengan pembahasan dan penjadwalan mengenai kemoterapi, Kinara & kakak nya pamit untuk pulang.
“ Ara, kakak mau langsung ke tempat kerja, kamu pulang dengan taxi gak apa apa kan.” Tutur Henky kakak nya Kinara, saat mereka sedang berjalan di koridor rumah sakit menuju parkiran.
“ Iya kak gak apa apa kok.” sahut Kinara seadanya.
Mereka tak menyadari bahwa Dokter AL berjalan di belakang mereka. & tentu saja mendengar percakapan kakak beradik itu.
Tiba di parkiran rumah sakit, Henky langsung bergegas menaiki motor nya dan menuju tempat kerja nya yg kebetulan tak jauh dari Rumah sakit tersebut.
Iya Henky kakak nya Kinara hanya bekerja sebagai Security di Pertamina. Sudah tentu dekat kan dengan lokasi rumah sakit tadi, nama nya saja Rumah Sakit Pertamina.
Rumah Sakit Pertamina dulu nya hanya di khusus kan buat para karyawan pertamina dan keluarga nya saja, tetapi sekarang Rumah sakit tersebut sudah di buka untuk umum, tak ada pengecualian sepeti dulu.
setelah kakak nya pergi barulah Kinara mulai bergerak untuk menunggu angkutan umum yg bisa dia tumpangi untuk pulang kerumah.
Sekilas Kinara melirik pergelangan tangan kiri nya untuk melihat waktu.
__ADS_1
Waktu menunjukan pukul 10:50 menit wib.
Kinara menghela nafas nya kasar. Sebab Kinara tau jika jam segitu akan sulit untuk mendapatkan angkutan umum.
Namun untuk memesan ojol dia sama sekali tak berani karna tak seorang pun yg ia kenal bekerja sebagai tukang Ojek Online. Dia seorang gadis, tentu nya dia merasa takut untuk naik sembarang ojek. Jadi mau tak mau Kinara akan tetap menunggu angkutan umum.
AL yg sedari tadi memperhatikan Kinara mulai mengerti keadaan Kinara. AL tersenyum tipis sambil bergumam dalam hati.
“ Seperti nya ini adalah pertanda dari Tuhan.” Gumam AL dalam hati. kemudian setelah itu dia dia memanggil Kinara.
“ Ara.” Panggil AL.
Kinara yg kaget mendengar hal itu sontak menghentikan langkah nya, kemudian dia menoleh untuk melihat siapa kah yg memanggil nya.
Melihat AL yg terus melangkah kearah nya, Kinara benar benar bingung, Dia heran dari mana AL tau kalau dia sering di panggil Ara, karna hanya orang orang terdekat nya yg biasa memanggil nya demikian.
Sedangkan dia & AL sama sekali tak pernah dekat, meskipun sempat satu sekolah selama setahun, tapi selama itu mereka tidaklah akrab, bicara pun bisa di hitung dengan jari berapa kali nya.
“ Kamu mau pulang dengan siapa?” Tanya AL.
Pertanyaan AL membuat Kinara tersadar dari fikiran nya yg tadi sempat bertanya-tanya tentang AL yg tau nama Akrab nya.
“ Saya pulang sendiri Dok.” Sahut Kinara dengan formal nya.
__ADS_1
AL tersenyum lagi.
“ Bawa motor sendiri?.” AL bertanya lagi.
“ Gak, saya naik angkot.” Sahut Kinara seada nya.
“ Ikut dengan ku saja, biar aku antar kamu ke rumah.” Tutur AL, kalimat nya itu bukan lah kalimat ajakan melain kan seperti sebuah perintah.
“ Gak Dok terimakasih, tapi saya sudah memesan Ojek tadi gak enak kalau mau di batalkan dia pasti sedang menuju kemari.” Tolak Kinara. Entah mengapa dia berbohong.
“ Oh.” Sahut AL kecewa.
“ Ya udah saya permisi dulu Dok, sekali lagi terimakasih atas tawaran nya.” Usai berkata demikian, Kinara langsung berjalan ke pinggiran jalan raya untuk menunggu angkutan umum.
AL yg melihat itu hanya bisa memendam sedikit rasa kecewa nya lantaran Kinara menolak ajakan nya.
Namun meski demikian, AL tetap melihat Kinara dari jauh, setelah memastikan bahwa Kinara telah dapat angkutan umum dan pulang, barulah dia pulang.
*POV Alfianda.
Ara dari dulu sampai sekarang sikap mu padaku tak pernah berubah, dulu dingin sekarang pun tetap dingin, tak bisakah kamu melihat betapa aku peduli pada mu*.
Aku mengendarai mobil ku, mataku fokus pada jalanan yg saat itu tidak terlalu ramai, Namun fikiran ku tertuju pada Kinara, seorang gadis yg telah membuatku jatuh hati sejak masih SMA dulu. Namun hingga sekarang dia tak tau apapun mengenai perasaan ku ini, karna saat itu aku tak punya keberanian untuk mengungkapkan perasaan ini, sebab saat itu dia sudah memiliki kekasih, namun aku berharap untuk kali ini aku sama sekali tidak terlambat.
__ADS_1